Biaya pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha pembesaran lele dan sering membatasi kemampuan pembudidaya dalam mengendalikan biaya produksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menerapkan teknologi produksi pakan berbasis PLTS sekaligus meningkatkan keterampilan anggota Pokdakan Kebun Ikan Sukorejo dalam pembuatan pakan dan pengembangan produk bernilai tambah. Program pendampingan dilaksanakan mulai Maret–Agustus 2026, sedangkan monitoring dan evaluasi pelaksanaan dilanjutkan hingga bulan Oktober 2026, kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan learning by doing melalui tahap analisis kondisi, adaptasi teknologi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi terhadap 10 peserta menggunakan pretest-posttest dan analisis normalized gain (N-Gain). Teknologi yang diterapkan berupa PLTS 1.170 Wp, inverter 1.000 W, dan mesin pakan berkapasitas aktual sekitar 150–200 kg/jam dengan sistem energi hibrida. Formula pakan praktik 20 kg terdiri atas tepung ikan lokal 30%, bungkil kedelai 28%, dedak halus 30%, tapioka 10%, minyak ikan 1%, dan premix 1%, dengan estimasi protein kasar 31,2%. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan membuat pakan dari 46 menjadi 84, mengoperasikan mesin dari 38 menjadi 88, dan membuat produk pakan dari 35 menjadi 82. Rata-rata skor meningkat dari 39,7 menjadi 84,7 dengan N-Gain 0,75, termasuk kategori tinggi. Program juga menghasilkan pelet mandiri, Nugget Lele (NuLeLe), serta SOP operasi dan pemeliharaan. Hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan teknologi sangat dipengaruhi oleh praktik langsung, pendampingan, dan kesiapan pengguna. Dampak terhadap FCR, biaya budidaya, omzet, dan kontribusi energi surya masih perlu dikaji lebih lanjut.