Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : mimbar integritas

SOSIALISASI PENGENALAN WILAYAH PESISIR KEPADA MAHASISWA STKIP PGRI SITUBONDO Anita Diah Pahlewi; Ani Listriyana; Creani Handayani
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 1 No 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.852 KB) | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v1i2.2082

Abstract

Kabupaten Situbondo merupakan wilayah pesisir karena memiliki pantai, hutan mangrove, terumbu karang, dan lamun. Wilayah pesisir Situbondo yang potensial sektor kelautan dan perikanannya dapat menjadi modal untuk mewujudkan Misi 3 RPJMD 2021-2026 dan mencapai sasaran RPJPD Kabupaten Situbondo 2005-2025. Jika pengetahuan tentang ciri khas wilayah Situbondo yang merupakan wilayah pesisir tidak diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda penerus pembangunan di Kabupaten Situbondo, maka dapat mengakibatkan rendahnya perhatian terhadap potensi pesisir di Situbondo. pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan kesamaan persepsi mengenai wilayah pesisir di Situbondo agar pengetahuan masyarakat, dalam hal ini mahasiswa STKIP PGRI Situbondo, mengenai pesisir semakin terbuka luas sehingga menggugah minat mereka untuk berkontribusi terhadap wilayah pesisir khususnya di Situbondo. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu: pendahuluan, pelaksanaan, dan pelaporan. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Sosialisasi Pengenalan Wilayah Pesisir kepada Mahasiswa STKIP PGRI Situbondo” berjalan dengan lancar dan sukses. Pengabdian kepada masyarakat “Sosialisasi Pengenalan Wilayah Pesisir kepada Mahasiswa STKIP PGRI Situbondo”, memberikan suasana baru bagi para peserta, yaitu mahasiswa STKIP PGRI Situbondo karena pada topik di perkuliahan mereka belum dikenalkan pengetahuan mengenai wilayah pesisir, khususnya pesisir Situbondo. Mereka tertarik dengan potensi pariwisata dan budidaya perikanan yang ada di wilayah pesisir Situbondo.
Teknologi Mesin Pakan Lele Berbasis Solar Cell untuk Penguatan Daya Saing Pokdakan Kebun Ikan Sukorejo Ach. Khumaidi; Siti Nur Aisyah Jamil; Creani Handayani; Naufal Yafi Hildza; Moch. Rijal Fikti Fathoni
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2027): September - Januari
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v6i1.9174

Abstract

Biaya pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha pembesaran lele dan sering membatasi kemampuan pembudidaya dalam mengendalikan biaya produksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menerapkan teknologi produksi pakan berbasis PLTS sekaligus meningkatkan keterampilan anggota Pokdakan Kebun Ikan Sukorejo dalam pembuatan pakan dan pengembangan produk bernilai tambah. Program pendampingan dilaksanakan mulai Maret–Agustus 2026, sedangkan monitoring dan evaluasi pelaksanaan dilanjutkan hingga bulan Oktober 2026, kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan learning by doing melalui tahap analisis kondisi, adaptasi teknologi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi terhadap 10 peserta menggunakan pretest-posttest dan analisis normalized gain (N-Gain). Teknologi yang diterapkan berupa PLTS 1.170 Wp, inverter 1.000 W, dan mesin pakan berkapasitas aktual sekitar 150–200 kg/jam dengan sistem energi hibrida. Formula pakan praktik 20 kg terdiri atas tepung ikan lokal 30%, bungkil kedelai 28%, dedak halus 30%, tapioka 10%, minyak ikan 1%, dan premix 1%, dengan estimasi protein kasar 31,2%. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan membuat pakan dari 46 menjadi 84, mengoperasikan mesin dari 38 menjadi 88, dan membuat produk pakan dari 35 menjadi 82. Rata-rata skor meningkat dari 39,7 menjadi 84,7 dengan N-Gain 0,75, termasuk kategori tinggi. Program juga menghasilkan pelet mandiri, Nugget Lele (NuLeLe), serta SOP operasi dan pemeliharaan. Hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan teknologi sangat dipengaruhi oleh praktik langsung, pendampingan, dan kesiapan pengguna. Dampak terhadap FCR, biaya budidaya, omzet, dan kontribusi energi surya masih perlu dikaji lebih lanjut.