Claim Missing Document
Check
Articles

Tradisi Rimpal di Kalangan Generasi Muda Suku Batak Karo di Universitas Negeri Manado Barus, Apriani Perbina Br; Salem, Veronika E. T.; Sidik, Sangputri
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/gb8fe437

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan generasi muda tentang tradisi rimpal yang ada di Universitas Negeri Manado. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian di Organisasi ikatan mahasiswa karo dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa batak karo yang berkuliah di Unima. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tradisi Rimpal disebagian kalangan generasi muda sering dianggap tidak perlu, karena tidak memperluas sanak saudara dan membatasi perkembangan masyarakat dalam keluarga, banyak yang beranggapan tradisi rimpal memiliki tata cara adat yang terlalu rumit,sehingga ada Sebagian orang yang merasa keberatan untuk melakukan tradisi tersebut. Tetapi banyak juga yang ingin melaksanakannya karena Tradisi rimpal dilaksanakan sebagai salah satu faktor warisan dari nenek moyang yang wajib dilestarikan dan untuk mencegah terjadinya perceraian dalam rumah tangga, karena menikah menurut tradisi rimpal dianggap pasangan yang ideal dalam masyarakat Karo. Kesimpulan dalam penelitian ini adanya dua pendapat tentang tradisi rimpal yakni ada yang masih ingin melaksanakan tradisi rimpal dan ada yang tidak ingin melaksanakan tradisi rimpal
Peran Mahasiswa Suku Batak Karo dalam Melestarikan Budaya Gendang Guro-Guro Aron di Tondano, Kabupaten Minahasa Bangun, Rejunika Listra Br; Salem, Veronika E. T.; Sidik, Sangputri
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/rbwav545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya gendang Guro-guro Aron dan bagaimana peran mahasiswa Karo menyatukan seluruh mahasiswa suku Batak Karo yang ada di Tondano Selatan.penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai alat analisis penelitian ini adalah Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons menggunakan konsep AGIL. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa budaya gendang Guro-guro Aron bisa memperkuat ikatan tali persaudaraan, dengan adanya budaya tersebut mahasiswa suku Batak Karo yang ada di tanah rantau ini serasa memiliki keluarga baru dan dapat mengobati rasa rindu mereka terhadap keluarga yang ada di kampung. Gendang Guro-guro Aron juga dapat memberi mahasiswa Batak Karo rasa identitas/rasa memiliki dan kebersamaan. Selain itu, budaya ini juga banyak dijadikan sebagai sumber penambah pengetahuan apalagi mereka sejak dulu memang sama sekali belum mengetahui budaya ini dan yang paling uniknya banyak mahasiswa Batak Karo menjadikan budaya ini sebagai arena cari jodoh, karena kebanyakan orang tua mereka ingin anaknya memiliki pasangan sesama suku.
Adaptasi Sosial Mahasiswa Papua Pegunungan pada Masyarakat Lokal Kelurahan Maesa Unima Tabuni, Deni; Sidik, Sangputri; Hamsah, Hamsah
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 2 (2026): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/vr4ek123

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk adaptasi sosial mahasiswa Papua Pegunungan dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses adaptasi tersebut. Mahasiswa Papua Pegunungan yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Manado (UNIMA) merupakan bagian dari masyarakat multikultural yang perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial berbeda dari daerah asal mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari mahasiswa Papua Pegunungan yang tinggal di Kelurahan Maesa UNIMA serta masyarakat lokal yang berinteraksi langsung dengan mereka. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Papua Pegunungan melakukan berbagai bentuk adaptasi sosial seperti penyesuaian bahasa, perilaku, dan pola hidup sehari-hari. Faktor pendukung adaptasi meliputi sikap keterbukaan, toleransi, dan dukungan masyarakat lokal. Namun, hambatan seperti perbedaan budaya, stereotip sosial, dan kurangnya komunikasi efektif juga ditemukan. Kesimpulannya, adaptasi sosial mahasiswa Papua Pegunungan di Kelurahan Maesa UNIMA berlangsung bertahap dan dipengaruhi interaksi sosial antara mahasiswa dan masyarakat lokal. Adaptasi optimal tercapai bila kedua pihak saling menghargai dan membuka ruang dialog budaya.
Pelestarian Bahasa Tontemboan pada Masyarakat Desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Batas, Frenki Kefin Arnol; Nismawati, Nismawati; Sidik, Sangputri
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 2 (2026): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/ynvcay13

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti tentang bagaimana pelestarian bahasa Tontemboan di masyarakat desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan dengan bertujuan untuk mengeksplorasi pelestarian bahasa Tontemboan di desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan Teknik triangulasi wawancara, observasi dan dokumentasi maka hasil penelitian yang di peroleh adalah sebagai berikut: penggunaan bahasa Tontemboan di desa Wulurmaatus masih digunakan atau sering digunakan meskipun di dominasi oleh orang-orang tua. Faktor yang menyebabkan bahasa Tontemboan tidak diwariskan atau tidak dilestarikan di desa Wulurmaatus yaitu seperti orang-orang tua tidak mengenalkan dan mengajari anak-anaknya tentang bahasa Tontemboan, anak-anak muda sudah tidak berminat untuk belajar bahasa daerah, ada juga karena pengaruh pendatang dari daerah lain dan kurangnya kesadaran diri dan kepedulian akan budaya daerah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: pelestarian bahasa Tontemboan di desa Wulurmaatus masih belum terlaksana karena sudah sangat kurang dan jarang digunakan bahasa Tontemboan ini. Di desa Wulurmaatus yang masih menggunakan bahasa Tontemboan hanyalah orang-orang tua dulu sedangkan orang-orang muda sudah jarang menggunakan bahasa Tontemboan apalagi anak-anak muda sudah tidak tertarik lagi dengan bahasa ini karena menurut mereka bahasa ini sudah ketinggalan zaman atau kuno dan lebih memilih untuk belajar bahasa internasional atau bahasa asing. Bagi masyarakat di harapkan menggunakan dan menerapkan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari serta keluarga harus berperan aktif dalam memperkenalkan bahasa daerah, bagi pemerintah diwajibkan memberikan arahan, penjelasan serta motivasi kepada masyarakat akan pentingnya kesadaran diri dan kepedulian terhadap warisan budaya terutama bahasa daerah.