Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Mahasiswa Suku Batak Karo dalam Melestarikan Budaya Gendang Guro-Guro Aron di Tondano, Kabupaten Minahasa Bangun, Rejunika Listra Br; Salem, Veronika E. T.; Sidik, Sangputri
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/rbwav545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya gendang Guro-guro Aron dan bagaimana peran mahasiswa Karo menyatukan seluruh mahasiswa suku Batak Karo yang ada di Tondano Selatan.penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai alat analisis penelitian ini adalah Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons menggunakan konsep AGIL. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa budaya gendang Guro-guro Aron bisa memperkuat ikatan tali persaudaraan, dengan adanya budaya tersebut mahasiswa suku Batak Karo yang ada di tanah rantau ini serasa memiliki keluarga baru dan dapat mengobati rasa rindu mereka terhadap keluarga yang ada di kampung. Gendang Guro-guro Aron juga dapat memberi mahasiswa Batak Karo rasa identitas/rasa memiliki dan kebersamaan. Selain itu, budaya ini juga banyak dijadikan sebagai sumber penambah pengetahuan apalagi mereka sejak dulu memang sama sekali belum mengetahui budaya ini dan yang paling uniknya banyak mahasiswa Batak Karo menjadikan budaya ini sebagai arena cari jodoh, karena kebanyakan orang tua mereka ingin anaknya memiliki pasangan sesama suku.
Adaptasi Sosial Mahasiswa Papua Pegunungan pada Masyarakat Lokal Kelurahan Maesa Unima Tabuni, Deni; Sidik, Sangputri; Hamsah, Hamsah
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 2 (2026): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/vr4ek123

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk adaptasi sosial mahasiswa Papua Pegunungan dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses adaptasi tersebut. Mahasiswa Papua Pegunungan yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Manado (UNIMA) merupakan bagian dari masyarakat multikultural yang perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial berbeda dari daerah asal mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari mahasiswa Papua Pegunungan yang tinggal di Kelurahan Maesa UNIMA serta masyarakat lokal yang berinteraksi langsung dengan mereka. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Papua Pegunungan melakukan berbagai bentuk adaptasi sosial seperti penyesuaian bahasa, perilaku, dan pola hidup sehari-hari. Faktor pendukung adaptasi meliputi sikap keterbukaan, toleransi, dan dukungan masyarakat lokal. Namun, hambatan seperti perbedaan budaya, stereotip sosial, dan kurangnya komunikasi efektif juga ditemukan. Kesimpulannya, adaptasi sosial mahasiswa Papua Pegunungan di Kelurahan Maesa UNIMA berlangsung bertahap dan dipengaruhi interaksi sosial antara mahasiswa dan masyarakat lokal. Adaptasi optimal tercapai bila kedua pihak saling menghargai dan membuka ruang dialog budaya.
Pelestarian Bahasa Tontemboan pada Masyarakat Desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Batas, Frenki Kefin Arnol; Nismawati, Nismawati; Sidik, Sangputri
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 2 (2026): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/ynvcay13

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti tentang bagaimana pelestarian bahasa Tontemboan di masyarakat desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan dengan bertujuan untuk mengeksplorasi pelestarian bahasa Tontemboan di desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan Teknik triangulasi wawancara, observasi dan dokumentasi maka hasil penelitian yang di peroleh adalah sebagai berikut: penggunaan bahasa Tontemboan di desa Wulurmaatus masih digunakan atau sering digunakan meskipun di dominasi oleh orang-orang tua. Faktor yang menyebabkan bahasa Tontemboan tidak diwariskan atau tidak dilestarikan di desa Wulurmaatus yaitu seperti orang-orang tua tidak mengenalkan dan mengajari anak-anaknya tentang bahasa Tontemboan, anak-anak muda sudah tidak berminat untuk belajar bahasa daerah, ada juga karena pengaruh pendatang dari daerah lain dan kurangnya kesadaran diri dan kepedulian akan budaya daerah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: pelestarian bahasa Tontemboan di desa Wulurmaatus masih belum terlaksana karena sudah sangat kurang dan jarang digunakan bahasa Tontemboan ini. Di desa Wulurmaatus yang masih menggunakan bahasa Tontemboan hanyalah orang-orang tua dulu sedangkan orang-orang muda sudah jarang menggunakan bahasa Tontemboan apalagi anak-anak muda sudah tidak tertarik lagi dengan bahasa ini karena menurut mereka bahasa ini sudah ketinggalan zaman atau kuno dan lebih memilih untuk belajar bahasa internasional atau bahasa asing. Bagi masyarakat di harapkan menggunakan dan menerapkan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari serta keluarga harus berperan aktif dalam memperkenalkan bahasa daerah, bagi pemerintah diwajibkan memberikan arahan, penjelasan serta motivasi kepada masyarakat akan pentingnya kesadaran diri dan kepedulian terhadap warisan budaya terutama bahasa daerah.
Students’ Multicultural Attitudes and Their Implications for an Inclusive Classroom Environment: A Qualitative Study in the Sociology Education Program at Universitas Negeri Manado Sidik, Sangputri; Nursanti, Ni Nyoman Putri; Sidik, Ramdani
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2026): March
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i2.408

Abstract

Multicultural attitudes among academics constitute a crucial topic in the field of education. Understanding the impact of multiculturalism on student learning is essential for fostering an inclusive and equitable educational environment in Indonesia, a country characterized by diverse ethnicities, religions, and cultures. This study examines students’ multicultural attitudes toward diversity in the classroom within the Sociology Education Study Program at Universitas Negeri Manado. The research employs a qualitative approach, using interviews, observations, and documentation to collect relevant information on the implementation of multicultural education among students. The findings indicate that multicultural education plays a significant role in developing students’ tolerance, acceptance, and harmony toward diversity. The study also reveals that students who internalize multicultural attitudes demonstrate greater understanding and appreciation of different cultures, languages, and traditions. This understanding contributes to a more inclusive and harmonious classroom environment, where students are able to collaborate and learn from one another.
Penerapan Model dan Media Belajar Gallery Walk Dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Sosiologi Sidauruk, Intan Metrayani; Nursanti, Ni Nyoman Putri; Yunianti, Reni Kartini Kristin Dian; Ramlan, Ashari; Sidik, Sangputri
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 02 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i02.2678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran Sosiologi  dengan menggunakan metode Gallery Walk; (2) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas X IPS 1 SMA Athalia, Serpong setelah mengikuti pembelajaran dengan metode Gallery Walk; (3) dan mengetahui prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode Gallery Walk selama pelaksanaan pembelajaran serta adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dengan metode dokumentasi, observasi, angket, dan tes prestasi belajar. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, lembar angket, dan lembar tes. Data yang diperoleh dianalisis secara persentase dan metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan: (1) adanya peningkatan motivasi dan semangat belajar siswa; (2) adanya peningkatan kreativitas berpikir dan belajar siswa; (3) dan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dilihat dari hasil ketuntasan belajar siswa dimana siklus II lebih baik dibandingkan siklus sebelumnya, siklus I hanya 11 peserta didik atau 44% yang mampu atau tuntas KKTP setelah tindakan siklus II meningkat menjadi 22 orang peserta didik atau 84%. penerapan metode Gallery Walk dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa.
Peran Lembaga Kegiatan Pengajian Baca Al-Qur’an Dalam Pembinaan Moral Anak Di Desa Mabolu Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Melisa Saputri; Hamsah Hamsah; Sangputri Sidik
Contemporary Education Review Vol. 1 No. 3 (2025): Desember
Publisher : PT. Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/cer.v1i3.399

Abstract

This study aims to describe the role of Al-Qur'an recitation activities in the moral development of adolescents in Maabholu Village using a descriptive qualitative research approach. Data collection techniques, observation, interviews, and documentation were used to obtain the following results: data collection on congregations and guidance teachers, facilities and infrastructure, activities during recitation sessions, and the annual program of the Al-Akbar Mosque Recitation Institution. In overcoming the obstacles faced by the study group administrators in shaping the morals of adolescents, they provide guidance to adolescents through examples such as lectures, providing examples of positive activities, providing knowledge about religion, and increasing activities related to da'wah (proselytizing). The types of activities for shaping the morals of youth at the Al-Akbar Religious Institute include recitation of verses from the Holy Qur'an, recitation of Yasin, tahlil, zikir, and 10-minute lecture practice. The inhibiting factors are the low attendance of teenagers, lack of motivation from parents, and the development of technology and communication media, especially gadgets and the internet, which prevent teenagers from fully absorbing the material. Talking during the recitation. The character building of teenagers implemented at the Al-Akbar Mosque Institute includes the story method, the mauidzah (advice) method, the caramah method, and the question and answer method.
Strategi Adaptasi Mahasiswa Muna Dalam Kehidupan Kampus di Universitas Negeri Manado Leoni Leoni; Sangputri Sidik; Hamsah Hamsah
Contemporary Education Review Vol. 2 No. 1 (2026): April
Publisher : PT. Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/cer.v2i1.406

Abstract

This study examines the socio-cultural adaptation process of Muna students in campus life at Universitas Negeri Manado. As migrant students, Muna students arrive with relatively homogeneous cultural backgrounds, strong religious values, and social habits that differ from the multicultural campus environment. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal three main themes. First, the decision to pursue higher education outside their home region is driven by family encouragement, the desire to broaden knowledge, and the motivation to gain cross-cultural experiences. Second, students experience cultural shock during the early stages of university life, particularly related to language differences, communication styles, and patterns of social interaction. However, these challenges are temporary and gradually diminish through increased social engagement. Third, the adaptation process occurs through identity negotiation, in which students adopt selective adaptation strategies by maintaining their cultural values while adjusting to the new environment. The study concludes that migrant student adaptation is a dynamic process that does not lead to full assimilation but rather to the formation of a hybrid identity, enabling students to function socially in a multicultural setting without losing their cultural roots. These findings highlight the importance of institutional support from universities in fostering social integration and cultural diversity on campus.
Pembelajaran Sosiologi Berbasis Design Thinking untuk Merespons Isu Sosial Kontemporer: Studi Kasus Praktik Guru SMA dalam Perspektif Filsafat Pedagogi Kritis Ni Nyoman Putri Nursanti; Sangputri Sidik; Siti Fathimah
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28531

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pembelajaran sosiologi berbasis design thinking dalam merespons isu sosial kontemporer di SMA, serta menganalisisnya melalui perspektif filsafat pendidikan kritis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan tiga guru sosiologi dan lima siswa dari tiga jenjang kelas (X, XI, dan XII) di SMAN 1 Cipeundeuy. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa design thinking memfasilitasi proses belajar yang empatik, kritis, dan kontekstual yang mana siswa tidak hanya mempelajari teori sosiologi, tetapi juga terlibat aktif dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons masalah sosial nyata seperti perundungan, ketimpangan pendidikan, konflik antarkelompok, dan tekanan sosial menjelang kelulusan. Dari perspektif pedagogi kritis, pendekatan ini mendorong transformasi relasi guru-siswa menjadi lebih dialogis, memupuk kesadaran kritis terhadap ketidakadilan struktural, dan menempatkan siswa sebagai subjek perubahan sosial. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kesenjangan kemampuan analisis siswa, dan budaya sekolah yang masih berorientasi pada hasil ujian. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran sosiologi berbasis isu sosial lokal yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka.
Community Moral Solidarity as a Mediator of the Impact of Family Disruption on Adolescent Behavior Injilia Watupongoh; Hamsah Hamsah; Sangputri Sidik
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2026): March
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i2.383

Abstract

Changes in family structure and function resulting from prolonged conflict, economic hardship, and parental separation are often associated with increased vulnerability to juvenile delinquency. However, this relationship is not deterministic and is significantly shaped by broader community dynamics. This study aims to examine how community moral solidarity mediates adolescents’ experiences of family disruption in Talete Satu Village, Tomohon Tengah District. The research employs a qualitative approach with an intrinsic case study design grounded in an interpretive paradigm. Data were collected through in-depth interviews with 13 adolescents from 8 families, complemented by 6 community informants and contextual observations. First, family disruption generates ambivalent emotional regulation among adolescents, manifested in feelings of insecurity, loneliness, and occasional rebellious behavior, though not necessarily leading to deviance. Second, adolescents demonstrate differentiated responses to family conditions, with some engaging in risk behaviors while others develop adaptive coping strategies through social and religious participation. Third, community moral solidarity functions as an informal social control mechanism by providing normative support, social monitoring, and collective expectations that shape adolescents’ behavioral orientations. These findings suggest that family disruption alone does not determine juvenile delinquency. Rather, the interaction between familial experiences and the structure of community moral solidarity shapes behavioral outcomes.
TREN KECANTIKAN DAN IDENTITAS SOSIAL: ANALISIS KONSUMSI KOSMETIK DAN OBJEKTIFIKASI DIRI DI KALANGAN PEREMPUAN KOTA PALOPO Hasrin, Awaluddin; Sidik, Sangputri
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i4.71618

Abstract

Beauty is a fundamental aspect of women's existence. They have aspirations to fulfill society's beauty norms. This research seeks to examine the complexity of the idea of beauty among Palopo City and emphasize its impact on women's consumer behavior. Data was collected using qualitative methodology by conducting in-depth interviews and observations of women from various age groups in Palopo City. Research findings show that women in the city of Palopo conceptualize beauty as a combination of physical aspects that can be measured and non-physical aspects, such as self-confidence and self-perception. Beauty is partly formed by advertisements in the mass media, which align with the goals of capital owners in the beauty business, giving rise to the concept of the beauty myth. Apart from that, this concept is also formed by self-objectification that arises from the social environment. The use of cosmetics has become a basic need for women and increases self-confidence. However, this consumptive behavior also has a negative impact, encouraging a wasteful lifestyle and forming a false consciousness because someone feels valued in society only when they have made an effort to look beautiful.   Keywords: Women, Beauty, Consumerism, Palopo City AbstrakKecantikan merupakan aspek mendasar dari eksistensi perempuan. Mereka memiliki cita-cita untuk memenuhi norma kecantikan dalam masyarakat. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji kompleksitas gagasan kecantikan di kalangan warga Kota Palopo dan menekankan dampaknya terhadap perilaku konsumtif perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metodologi kualitatif, yaitu dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap perempuan dari berbagai kelompok umur di Kota Palopo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan di kota Palopo mengonseptualisasikan kecantikan sebagai perpaduan pada aspek fisik yang dapat diukur dan aspek nonfisik, seperti kepercayaan diri dan persepsi diri. Konsep kecantikan sebagian dibentuk oleh iklan-iklan di media massa yang sejalan dengan tujuan pemilik modal dalam bisnis kecantikan sehingga memunculkan konsep mitos kecantikan. Selain itu, konsep ini juga dibentuk oleh objektifikasi diri yang muncul dari lingkungan sosialnya. Penggunaan kosmetik telah menjadi kebutuhan mendasar bagi perempuan, dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun demikian, perilaku konsumtif ini juga menimbulkan dampak buruk, mendorong gaya hidup boros dan membentuk suatu kesadaran palsu bagi mereka karena seseorang merasa dihargai dalam suatu masyarakat hanya ketika mereka telah berupaya untuk tampil cantik Kata Kunci: Perempuan, Kecantikan, Konsumerisme, Kota Palopo