Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding SNATIF

KAJIAN PERGESERAN (DSPLACEMENT) ABUTMEN JEMBATAN ORDINERI JALAN RAYA DI ATAS PONDASI SUMURAN PENGARUH GEMPA (STUDI KASUS RUNTUHNYA JEMBATAN BOOMPAI KEEROM PAPUA PASKA GEMPA) Pujiyanto, Pujiyanto; Muslich, Yusep; As’ad, Sholihin
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJembatan adalah prasarana vital yang dibutuhkan dalam mitigasi bencana. Dalam perencanaan kondisi gempa batas layan(service limits) tidak dispesifikasikan dalam pedoman. Namun demikian, kondisi jembatan paska gempa dituntut tetap aman dioperasikan guna mendukung tanggap darurat bencana sebagaimana diatur dalam bab-1 pasal 1(8) PP N0.21 Tahun 2008.  Pengalaman jembatan tipe ordineri tidak dilengkapi sistem penahan gempa standar. Sistem penahan gempa dibatasi oleh kapasitas tahanan geser landasan(bearing pads). Jembatan Boompai dibangun tahun 1993 di Papua yang merupakan wilayah gempa intensitas tinggi. Pada tanggal 15 April 2015 dilaporkan runtuh paska terjadi gempa dengan magnitudu 4,5 SR. Jembatan direncanakan mengikuti ketentuan BMS 1992. Ketentuan pedoman perencanaan jembatan sebelum SNI-1726-2016, jembatan tidak dioperaskan saat atau paska gempa. Penelitian bertujuan mengkaji kondisi jembatan setelah dibebani gempa rencana berdasarkan SNI-1726-2012 melalui pengujian model dengan alat perangkat lunak Plaxis 2D. Metode penelitian terdiri atas analisis data tanah dan struktur dokumen laporan konsultan, pemodelan struktur tanah, abutmen dan pondasi, analisis deformasi model, analisis kurva respon spektrum goyangan(displacement), membandingkan spesifikasi pedoman perencanaan tahan gempa jembatan yaitu RSNI-2833-1992, SNI-2883-2008 dan goyangan maksimum akibat gempa. Hasil penelitian membuktikan gayangan puncak abutmen pengaruh gempa rencana menyebabkan kondisi batas layan terlewati. Pergeseran akibat pembebanan gempa intensitas PGA 0,283g dan 1,2g masing-masing adalah 0,467m, dan 0,761m. Pergeseran(displacement) maksimum melebihi kapasitas geser maksimum elastomer0,034 m atau jembatan dalam keadaan batas kondisi 2(LS-2). Pergeseran(displecement) abutmen dapat diakomodasi oleh jarak aman yang ditentukan dalam RSNI 2833 201x. Kondisi jembatan  paska gempa aman diperasikan dengan beban kendaraan 50% pembebanan Ekstrim I SNI 1725 2016, dapat digunakan untuk mendukung mitigasi. Kata kunci: bencana, gempa, jembatan, mitigasi, runtuh.
KAJIAN PERGESERAN (DSPLACEMENT) ABUTMEN JEMBATAN ORDINERI JALAN RAYA DI ATAS PONDASI SUMURAN PENGARUH GEMPA (STUDI KASUS RUNTUHNYA JEMBATAN BOOMPAI KEEROM PAPUA PASKA GEMPA) Pujiyanto, Pujiyanto; Muslich, Yusep; As’ad, Sholihin
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJembatan adalah prasarana vital yang dibutuhkan dalam mitigasi bencana. Dalam perencanaan kondisi gempa batas layan(service limits) tidak dispesifikasikan dalam pedoman. Namun demikian, kondisi jembatan paska gempa dituntut tetap aman dioperasikan guna mendukung tanggap darurat bencana sebagaimana diatur dalam bab-1 pasal 1(8) PP N0.21 Tahun 2008.  Pengalaman jembatan tipe ordineri tidak dilengkapi sistem penahan gempa standar. Sistem penahan gempa dibatasi oleh kapasitas tahanan geser landasan(bearing pads). Jembatan Boompai dibangun tahun 1993 di Papua yang merupakan wilayah gempa intensitas tinggi. Pada tanggal 15 April 2015 dilaporkan runtuh paska terjadi gempa dengan magnitudu 4,5 SR. Jembatan direncanakan mengikuti ketentuan BMS 1992. Ketentuan pedoman perencanaan jembatan sebelum SNI-1726-2016, jembatan tidak dioperaskan saat atau paska gempa. Penelitian bertujuan mengkaji kondisi jembatan setelah dibebani gempa rencana berdasarkan SNI-1726-2012 melalui pengujian model dengan alat perangkat lunak Plaxis 2D. Metode penelitian terdiri atas analisis data tanah dan struktur dokumen laporan konsultan, pemodelan struktur tanah, abutmen dan pondasi, analisis deformasi model, analisis kurva respon spektrum goyangan(displacement), membandingkan spesifikasi pedoman perencanaan tahan gempa jembatan yaitu RSNI-2833-1992, SNI-2883-2008 dan goyangan maksimum akibat gempa. Hasil penelitian membuktikan gayangan puncak abutmen pengaruh gempa rencana menyebabkan kondisi batas layan terlewati. Pergeseran akibat pembebanan gempa intensitas PGA 0,283g dan 1,2g masing-masing adalah 0,467m, dan 0,761m. Pergeseran(displacement) maksimum melebihi kapasitas geser maksimum elastomer0,034 m atau jembatan dalam keadaan batas kondisi 2(LS-2). Pergeseran(displecement) abutmen dapat diakomodasi oleh jarak aman yang ditentukan dalam RSNI 2833 201x. Kondisi jembatan  paska gempa aman diperasikan dengan beban kendaraan 50% pembebanan Ekstrim I SNI 1725 2016, dapat digunakan untuk mendukung mitigasi. Kata kunci: bencana, gempa, jembatan, mitigasi, runtuh.
Co-Authors A, Allfa Andranica Devya Absor, Sholihul Agus Suherman Agus Sutisna, Agus Aini Nurul Alfiyah, Alfiyah Amalia, Annisa Ayu Andhika Putra Herwanto Andreas Syah Pahlevi Apriyanti, Hana Ariani, Devi Senja Aryana Satrya As’ad, Sholihin Asmaripa Ainy Asmilia, Nur Ayu Kusuma Wardhani Bambang Sunarto Budi Hidayat Chandra, Erfan Darwati Darwati Dhara Alim Cendekia Dhini Sari Sembiluh Elawati, Dian Eryani, Yesti Mulia Fahdrian Kemala Firdauz, Grace Constella Anastasya Halilintar, Via Dolorosa Hanah, Siti Harto Nuroso Hartono, Risky Kusuma Hasbullah Thabrany Hasiymy, Muhammad Affaf Hasyimy, Muhammad Afaf Ika Ratnawati, Ika Ike Ratnawati Indra, Intan Corina Indrastuty, Dini Istiatin, Istiatin Joni Agung Sudarmanto Lonah, Lonah Makarim, Iqbal Andri Martaliza, Rira Wahdani Metha Arsilita Hulma Mukhlisa, Mazda Novi Muslich, Yusep Muslich, Yusep Na’imah, Syahidatun Nugraha, Erfan Chandra Nugraha, Yoga Uta Nurwahyuni, Atik Pamungkas, Gesang Bayu Permanasari, Vetty Yulianty Prasiska, Tomy Oeky Pratiwi, Rahma Indah Prisma Megantoro Purnamasari, Ayu Tyas Putri, Moudy Muhaiminurrohima Rabiulyati, May Ramadana, Alvian Renny Nurhasana Retna Apsari Robby Hidajat SA, Muhammad Fahriza Safitri, Yunita Restu Samian Sarip Hidayat, Sarip Setyawati, Devi Shaari, Nazlina Sholihin As’ad Siti Khodijah Parinduri Situmorang, Marlina Hendryka Sony Harbintoro, Sony Sri Endah Nurhidayati Sudarwati Sudarwati Sugiyarti, Listya Sumarno . Supadi Supadi Sutandijo, Sutandijo Sutarya, Abdul Majid Swastika Dhesti Anggriani Taqwim, Ahmad Ahsan Teguh Dartanto Tri Maharani, Ratna Triana, Rosselini