Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) Salsabillah, Chaerunnisa; Abdullah, Abulkhair; Nur, Amran
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21010

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas. Kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam daun ungu berperan sebagai antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas. Namun, proses pengeringan dalam ekstraksi tanaman obat dapat memengaruhi kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun ungu dan menentukan suhu optimal yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Daun ungu dikeringkan pada berbagai suhu (30℃, 45℃, dan 60℃), lalu diekstraksi menggunakan etanol 96%. Pada ekstraknya dilakukan uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ekstrak daun ungu yang dikeringkan pada suhu 30℃, 45℃, dan 60℃ masing-masing 5,69%, 5,82%, dan 5,87%. Pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada suhu 30℃ dan 40℃ masih ditemukan berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, sedangkan pada suhu 60℃ hanya teridentifikasi satu senyawa metabolit sekunder. Nilai IC50 untuk masing-masing suhu pengeringan adalah 32,46 μg/mL, 72,46 μg/mL, dan 193046,68 μg/mL.
Pharmacokinetic Interaction Between Bay Leaves (Syzygium polyanthum) Infusion and Captopril in Rats Amran Nur; Septian Dwi Rahmat; Ermalyanti Fiskia; Marhamah Marhamah
Journal of Pharmascience Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.23772

Abstract

Captopril, an ACE inhibitor, is commonly prescribed as first-line therapy for hypertension. In practice, patients often combine synthetic drugs with herbal remedies such as bay leaves (Syzygium polyanthum), raising concerns about potential interactions. This study investigated the effect of bay leaves infusion on the pharmacokinetic profile of captopril in white rats (Rattus norvegicus). Ten rats were divided into two groups: group 1 received 25 mg of captopril, while group 2 received the same dose in combination with bay leaves infusion. Blood samples were collected via the tail vein at 0; 0.5; 1; 2; 4; 6; 12 and 24 hours, and analyzed using a UV-VIS spectrophotometer (205 nm). Pharmacokinetic parameters assessed included absorption rate constant (Ka), elimination rate constant (Ke), half-life (t½), peak time (tmax), maximum concentration (Cpmax), and area under the curve (AUC). Results showed that bay leaves infusion increased Cpmax (2.646 → 3.105 µg/ml), prolonged t½ (3.347 → 16.116 h), and elevated AUC (23.382 → 56.479 µg.h/ml). These findings indicate that bay leaves infusion significantly alters the pharmacokinetic profile of captopril.