Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pengajaran MIPA

PENGETAHUAN KONTEN PEDAGOGI (PCK) DAN URGENSINYA DALAM PENDIDIKAN GURU Purwianingsih, Widi; Rustaman, Nuryani Y.; Redjeki, Sri
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 15, No 2 (2010): JPMIPA: Volume 15, Issue 2, 2010
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i2.35997

Abstract

A serius effort to reach students aspects of content, syntactically and substantively, will not be achieved without being accompanied by the knowledge of teaching strategies adopted appropriate by the teachers. Teachers should understand and be able to integrate content knowledge into knowledge about the curriculum, learning, and especially students. Such knowledge is expressed as Pedagogical Content Knowledge (PCK). To identify and assess developments of their PCK, a teacher needs a rich conceptual understanding as well as integrate with expertise in using teaching procedures, strategies and approaches, to be implemented in the classroom. PCK is considered as a strategic answer for transforming of content/subject matter into a form of presentation in the classroom. Because of PCK is one of the main components in teaching, to produce qualified teachers, equip ability PCK becomes a crucial thing to be done by the teacher-producing institutions. This is due to the PCK is important in improving teaching and learning process which aims to provide [a] better understanding of students. PCK is as important as knowledge about subject matter which is used as the subject of any learning process. Without PCK, the process of transformation of a subject matter in the effort to construct students' knowledge, will not take place very well.
IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI Purwianingsih, Widi
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 4, No 2 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 2, 2003
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v4i2.35635

Abstract

Perkembangan science dan teknologi yang cepat menjadikan bioteknologi menjadi salah satu ilmu/pengetahuan yang harus dikuasai oleh warga negara Indonesia, karena disamping sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari (daily life) juga sangat berhubungan dengan aspek ‘life skill’. Guna memberikan penekanan dan kebermaknaan tentang bioteknologi kepada siswa, guru dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang benar dan dengan cara memberikan pemahaman yang benar pula pada siswanya. Bioteknologi merupakan salah satu topik yang dianggap sulit karena untuk memperoleh pemahaman yang benar dibutuhkan pengusaan konsep-konsep dasar yang seringkali bersifat abstrak. Lesson Study (LS) yaitu suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun ‘learning community’. Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan (merencanakan), Do (melaksanakan), dan See (merefleksi) yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengobservasi dan memperoleh informasi tentang bagaimana usaha guru dan proses yang dilakukan guru dalam perencanaan, melaksanakan dan mengevaluasi secara sederhana pada konsep bioteknologi melalui metode eksperimen/praktikum di SMP. Observasi dilakukan terhadap seorang guru dan 33 siswa IX SMP I Pamulihan Kabupaten Sumedang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik: observasi terhadap aktivitas planing, pelaksanaan proses, dokumentasi bahan ajar (,renpel,silabus dan LKS) dan dokumentasi pelaksanaan pembelajaran,menjaring pendapat guru dan mengikuti kegiatan refleksi yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran untuk mencatat tanggapan guru model, kepala sekolah dan para observer dalam implementasi. Hasil menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sebagai suatu kesatuan dalam strategi pembelajaran bioteknologi di SMP I Pamulihan dengan menggunakan metode praktikum/experiment cukup baik dilakukan oleh guru model. Kendala utama yang dihadapi guru dalam meliputi alokasi waktu, disamping kurangnya buku sumber dan kondisi siswa. Guru dan siswa merasa sangat suka dengan metode yang digunakan tetapi belum terlalu memberi dampak yang berarti pada peningkatan hasil belajar. Masih diperlukan upaya yang lebih keras untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas untuk menyiapkan calon guru dalam membelajarkan Bioteknologi
ANATOMI KALUS DARI EKSPLAN DAUN Catharanthus roseous (L). G. Don (TAPAK DARA) Purwianingsih, Widi; Yuniarti, Linda
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 5, No 1 (2004): JPMIPA: Volume 5, Issue 1, 2004
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v5i1.35649

Abstract

Catharanthus roseous (L).G.Don merupakan tanaman yang dapat dijadikan tanaman hias dan tanaman obat. Saat ini C. roseous mulai diperbanyak melalui teknik kultur jaringan secara langsung maupun tak langsung, melalui jalur organogenesis dan embriogenesis somatik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengamati anatomi kalus C. roseous yang sedang bermorfogenesis. Daun C. roseous dengan urutan daun pertama sampai ketiga digunakan sebagai eksplan dan ditanam pada medium Murashige dan Skoog dengan penambahan zat pengatur tumbuh berupa 2,4–D dengan konsentrasi 10-5 M dan kinetin 10-6 M untuk menginduksi terbentuknya kalus. Setelah berusia 2 bulan, kalus hasil induksi disubkultur pada medium MS dengan penambahan NAA dan kinetin masing-masing 2.10-5 M dan 5.10-5 M. Selanjutnya dilakukan pengamatan morfologi dan anatomi terhadap kalus hasil subkultur yang berumur 0,24, 28, 32 dan 36 hari. Pengamatan anatomi dilakukan dengan metode paraffin. Pada pengamatan morfologi diketahui bahwa tunas terbentuk pada hari ke 28 subkultur, diawali dengan pembentukan nodul berwarna hijau. Nodul berwarna putih yang kemungkinan merupakan sel embriogenik juga ditemukan pada kalus dengan usia subkultur 36 hari. Pada pengamatan anatomi diketahui bahwa jaringan kalus tidak homogen, terdiri dari sel meristematis, sel parenkim dan ditemukan pula elemen trakheal. Pembentukan tunas diawali oleh pembelahan sel pada area meristematik yang membentuk meristemoid dan kemudian berkembang menjadi kubah meristem yang dapat membentuk primordial daun. Hasil penelitian menunjukkan pembentukan embriogenesis somatik yang ditunjukan dengan ditemukannya massa sel yang menyerupai fase globular, massa sel fase jantung, dan tahap kotiledon.
Co-Authors AA. Sukarso Achmad Samsudin Adetia Yeyen Purnamasari Adi Rahmat agustina, tri wahyu Ahmad Soleh Amalianneisha Rafadewi Andhanatami Putri Aminudin, Adam Hadiana Andriyatno, Indri Annisa Rahmawati Ari Widodo Ari Widodo Asep Supriatna, Asep Asmi Nur Azizah Bambang Supriatno Dhiya Ananda Lestari Diana Rochintaniawati Donna Karolina Br Surbakti Eliya, Meisy Eliyawati Eliyawati Euis Erlin Evi Roviati Fadha, Ghaida Sekarlita Ghaida Sekarlita Fadha Ghurrotul Bariroh Handi Suganda Hasibuan, Khoirunnisa Indri Rachmitasuci Indriyani Amalia Intan Inzelia Noor Ivo Novidsa Jannah, Novi Dewi Khadikatul Jayawarsa, A.A. Ketut Junita, Astrid Kusnadi Lembang, Angela Meirici Lestari, Dwi Nining Levhan, K.W.A.L. Linda Yuniarti Maesaroh, Tika Maftuha, Mahda Rizqina Maolida, Amanda Syifa Mardiana Mardiana Mimin Nurjhani Mr Amprasto Mrs Sariwulan Diana Mrs Sri Redjeki Mrs Yanti Hamdiyati Nasywa Putri Zahrani Nisa Sholehah Pangsuma Nurazizah, Widya Eko Nurhaliza Nurhaliza Nurhaliza, Nurhaliza Nuryani Rustaman Nuryani Y Rustaman Nuryani Y Rustaman Nuryani Y. Rustaman Olsiara, Lairani Purnamasari, Adetia Yeyen Puspitaningrum, Hardini R. Riandi, R. Rahmawati, Dini Nurani Rahmi, Nisrina Nur Riandi Riandi Riandi Riandi Riandi, R Rini Solihat Salahuddin Salahuddin Salahuddin Salahuddin Saleh, Farhan Muharam Santy, S Siswandari, Puti Siti Sriyati Situmorang, Sundy M. S. Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Redjeki Suherman, Dewi Purnamasari Sukma, Ridho Ilafi Sura, Sunarto Arif Syahirah, St. Taufik Rahman Tengku Riza Zarzani N Topik Hidayat Tri Wahyu Agustina Tri Wahyu Agustina Veithzal Rivai Zainal Wahyu Surakusumah Weni Lestari Weni Lestari, Weni Wulandari, Melyastuti YAYAN SANJAYA Zaradiva, Lia