Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN EKSISTENSI PERAN FARMASIS MELALUI EDUKASI APOCIL KENAL DAGUSIBU Recta Olivia Umboro; Fitri Apriliany; Anita Mursiany; Dedent Eka Bimmaharyanto Sarsono; Dwi Monika Ningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.19833

Abstract

ABSTRAKFarmasis atau yang lebih dikenal dengan nama apoteker merupakan salah satu profesi yang memiliki peran yang cukup signifikan dalam dunia kesehatan khususnya dibidang obat. Walau telah diakui secara undang-undang oleh negara,  namun masih banyak dari masyarakat Indonesia yang belum mengenal peran dan fungsi dari apoteker. Kegiatan edukasi dengan tema APOCIL kenal DAGUSIBU yang berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) NW Karang Bata Mataram bertujuan untuk untuk memperkenalkan profesi apoteker sekaligus untuk menciptakan agen perubahan sadar obat sedini mungkin di masyarakat. Peserta edukasi merupakan siswa usia sekolah (6-12 tahun). Metode edukasi dilakukan menggunakan media pembelajaran audio-visual (power point, video animasi Acil-DAGUSIBU) dan Game Base Learning. Evaluasi dilakukan melalui kegiatan pretest dan posttest. Pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh 40 orang peserta sekolah dasar kelas 3,4,5. Hasil kegiatan berupa terpilihnya duta apocil dan diperoleh nilai rata-rata evaluasi kegiatan pretest yang sebesar 40.00 dan nilai rata-rata posttest sebesar 90.00.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi ini berdampak pada perubahan sikap  pemahaman dan pengetahuan dari peserta, hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai evaluasi sesudah diberikan perlakuan sebesar 125%. Kata kunci: edukasi; APOCIL; DAGUSIBU. ABSTRACTThe profession of pharmacists, or just pharmacists, is important to the health sector, particularly in the area of medicine. Many Indonesians are still unaware of the role and function of pharmacists, despite the fact that the state has officially recognised them. The goal of the educational programme with the title "APOCIL knows DAGUSIBU," which is held at Madrasah Ibtidaiyah (MI) NW Karang Bata Mataram, is to raise awareness of drugs early in society and promote the profession of pharmacy. Participants in education are students in school (6–12 years old). Game Base Learning and audio-visual learning resources (Power Points, Acil-DAGUSIBU animated movies) are used in the instructional approach. Activities for the pretest and posttest are used for evaluation. Forty primary school students in grades three, four, and five participated in the exercise. The activity resulted in the selection of Apocil ambassadors; the average score on the pretest activity evaluation was 40.00, and the average score on the posttest was 90.00. Therefore, it can be said that this educational exercise has an effect on how the participants perceive and feel about themselves, as seen by the evaluation ratings rising by 125% following treatment. Keywords: education; APOCIL; DAGUSIBU.
Lansia sadar DMT2 melalui pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dan edukasi manajemen perawatan diri Umboro, Recta Olivia; Bimmaharyanto S., Dedent Eka; Ningrum, Dwi Monika; Aprliany, Fitri; Mursiany, Anita; Hastuti, Hilda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26977

Abstract

AbstrakPenduduk lanjut usia merupakan kelompok yang memiliki faktor risiko tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan, salah satunya yaitu Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Untuk mengatasi kurangnya pemahaman lansia terhadap terkait deteksi dini dan manajemen perawatan diri pada DMT2 maka diadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada hari Sabtu, 5 November 2022 bertempat di Desa Batu Asak,Praya Barat, Lombok Tengah, NTB.Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pemahaman terkait DMT2 dalam upaya meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini pada lansia dan manajemen perawatan diri DMT2. Sasaran pada kegiatan ini adalah masyarakat usia dewasa dan lansia. Kegiatan ini menggunakan metode fasilitasi melalui edukasi, dialog dan berbagi cerita berdasarkan pengalaman masyarakat serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Evaluasi dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Kegiatan dihadiri oleh 27 peserta dengan rentang usia 25 tahun – lebih dari 60 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 38.00 dan nilai rata-rata untuk post test sebesar 73.00. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan manajemen perawatan diri DMT2 pada lansia yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan persentase nilai evaluasi setelah perlakuan sebesar 92.11%. Kata kunci: diabetes melitus tipe 2; lansia; manajemen perawatan diri Abstract Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is one of the health issues that the aged population is particularly susceptible to. At Batu Asak Village, West Praya, Central Lombok, NTB, a community service activity was conducted on Saturday, November 5, 2022, to address the older population's ignorance about early identification and self-care management in type 2 diabetes.This program aims to raise awareness of the significance of early detection in the elderly and self-care management of type 2 diabetes by disseminating information about the disease. This exercise is intended for adults and senior citizens. This activity employs a facilitation approach that includes blood sugar testing, teaching, discussion, and the sharing of anecdotes based on the community's experiences. Pretest and posttest techniques were used for evaluation. Twenty-seven people, ranging in age from 25 to over 60, participated in the exercise. According to the evaluation results, the average pretest score was 38.00, and the average posttest score was 73.00. As evidenced by a 92.11% increase in the percentage of evaluation scores following treatment, the activity concludes that there is a greater level of community knowledge and awareness regarding the significance of early detection and self-care management of type 2 diabetes in the elderly. Keywords: elderly; self-care management; type 2 diabetes mellitus
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN PASIEN UMUM DAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP Ningrum, Dwi Monika; Permana, Denih Agus
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 6 (2023): Vol. 1, No. 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Standar Pelayanan Minimal Farmasi rumah sakit adalah waktu tunggu.  Waktu tunggu pelayanan obat adalah tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep pada pasien Umum dan BPJS untuk resep obat jadi dan obat racikan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap sudah sesuai dengan Kepmenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 dan hasil analisis waktu tunggu pelayanan resep pada pasien Umum dan BPJS  di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Periode Maret- April 2022.  Penelitian ini merupakan penelitian observasi dan pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling. Waktu penelitian yaitu pada tanggal 21 Maret sampai 04 April 2022. Dilakukan perhitungan waktu tunggu pelayanan resep obat jadi atau obat racikan pasien Umum dan BPJS kemudian dilakukan analisis terhadap kesesuaian dengan Standar Pelayanan Minimal kategori lama waktu tunggu. Jumlah resep yang diteliti dalam penelitian ini sebanyak 400 resep, dengan rician 200 resep pasien umum yaitu 10 resep obat racikan, dan 190 resep obat jadi, dan 200 resep pasien BPJS yaitu 25 resep obat racikan, dan 175 resep obat jadi. Hasil penelitian menujukkan rata-rata waktu pelayanan resep resep obat racikan rawat jalan pasien umum yaitu 36 menit dan untuk obat racikan pasien BPJS yaitu 34 menit. Sedangkan resep obat jadi pasien umum yaitu 28 menit dan BPJS yaitu 30 menit. Hasil penelitian tersebut, rata- rata waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan obat racikan pada pasien umum dan BPJS sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.    Kata kunci : Waktu Tunggu Pelayanan Resep umum dan BPJS, Obat Jadi, Obat Racikan
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK N-HEKSANA DAUN JARAK KEPYAR (Ricinus communis.) SEBAGAI PENGHAMBAT BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Ningrum, Dwi Monika; Setia Permana, Denih Agus; Sri Ulandari, Atri
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 2 (2024): Vol. 2, No. 2 Edisi April 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui efektivitas daun jarak kepyar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Untuk mengetahui ada atau tidak efek yang di berikan oleh ekstrak n-heksana daun jarak kepyar dalam menghambat bakteri Staphylococcus Aureus. Cup-plat tecnique. Metode ini serupa dengan disc diffusion, dimana dibuat sumur pada media agar yang telah ditanami dengan mikroorganisme dan pada sumur tersebut diberi agen antimikroba yang diuji. Berdasarkan hasil uji dapat di lihat bahwa ekstrak n- heksan daun jarak kepyar dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus dengan terbentuknya zona hambat disekitar sumuran. Pada konsentrasi terkecili yaitu 40% menghasilkan rata-rata diameter daya hambat sebesar 6,6 mm, pada konsentrasi 60% menghasilkan diameter daya hambat sebesar 8 mm, pada konsentrasi 80% menghasilkan zona hambat sebesar 10 mm, pada konsentrasi terbesar yaitu 90% meghasilkan zona hambat sebesar 11,6 mm. Senyawa kimia yang terkandung dalam daun jarak kepyar yang mempunyai efek sebagai penghambat bakteri, terdapat senyawa flavonoid dan saponin yang bersifat sebagai antibakteri. Mekanisme kerja flavonoid dalam menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara mengganggu permeabilitas dinding sel bakteri, terganggunya dinding sel bakteri dapat menyebabkan senyawa lain seperti saponin dapat menembus dinding sel sehingga akan menyebabkan lisis pada sel.
Edukasi tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU dan BUD obat di Posyandu Pisang Kelurahan Karangroto Kota Semarang Ningrum, Dwi Monika; Akhyar, Hanif Khairudin; Manasikana, Arina; Setiani, Dinda Mulia; Affani, M. Azrul Reza; Parawansa, Pandisa; Saputri, Seftiyaningsih Duwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30731

Abstract

Abstrak Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah program pemerintah yang bertujuan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama balita dan lansia. Bagi lansia, Posyandu berfungsi untuk pemeriksaan kesehatan rutin, penyuluhan tentang pola hidup sehat, dan pemberdayaan masyarakat lanjut usia. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, Posyandu berkontribusi besar dalam memperkuat sistem kesehatan, mendorong gaya hidup sehat, dan meningkatkan kualitas hidup balita serta lansia. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membandingkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dan BUD Obat (Baik, Utuh, dan Dalam batas kadaluarsa) di Posyandu Pisang, Kelurahan Karangroto, Semarang. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu pemberian edukasi, pre test dan post test. Kegiatan pengabdian ini penting dilakukan mengingat edukasi terkait pengelolaan obat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan efektif. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini  yaitu penyuluhan dengan membagikan leaflet, diikuti dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta, kemudian dilakukan pretest dan postes untuk mengetahui pengetahuan dari peserta mengenai DAGUSIBU dan BUD. Adapun kegiatan ini terdiri dari lansia dan ibu posyandu balita sebanyak 15 peserta yang aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Pisang. Dari hasil edukasi yang sudah diberikan  mengenai DAGUSIBU dan BUD diperoleh hasil Uji olah data yaitu dengan nilai p<0,05 yaitu 0,002 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara ingkat pengetahuam sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan edukasi terkait DAGUSIBU dan BUD di Posyandu Pisang Kelurahan Karangroto Kota Semarang. Kata kunci: posyandu; lansia; kesehatan masyarakat; DAGUSIBU;BUD Abstract Integrated Service Post (Posyandu) is a government program that aims to provide health services to the community, especially toddlers and the elderly. For the elderly, Posyandu functions for routine health checks, counseling on healthy lifestyles, and empowering the elderly. By actively involving the community, Posyandu contributes greatly to strengthening the health system, encouraging a healthy lifestyle, and improving the quality of life of toddlers and the elderly. The purpose of this community service is to compare the level of community knowledge about the concept of DAGUSIBU (Get, Use, Store, Throw Away) and BUD Obat (Good, Intact, and Within Expiration Date) at Posyandu Pisang, Karangroto Village, Semarang. The methods used in this activity are providing education, pre-test and post-test. This community service activity is important to do considering that education related to drug management is a key factor in increasing public understanding of the safe and effective use of drugs. The methods used in this activity are counseling by distributing leaflets, followed by discussions and questions and answers with participants, then pre-tests and post-tests are conducted to determine the knowledge of participants about DAGUSIBU and BUD. This activity consists of 15 elderly and mothers of toddler posyandu who actively participate in activities at Posyandu Pisang. From the results of the education that has been given regarding DAGUSIBU and BUD, the results of the Data Processing Test were obtained with a value of p <0.05, namely 0.002, which states that there is a significant difference between the level of knowledge before and after being given counseling and education related to DAGUSIBU and BUD at Posyandu Pisang, Karangroto Village, Semarang City. Keywords: posyandu; elderly; public health; DAGUSIBU; BUDs
Evaluasi Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Lombok Tengah Berdasarkan Kemenkes No.1027/MENKES/SK/IX/2004 NTB Ningrum, Dwi Monika; Zainudin, Ahmad -; Yuliana, Depi; Bayani, Faizul
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v6i2.2018.39

Abstract

Pharmacists in carrying out their duties at the Pharmacy need to comply with Kepmenkes No.1027 / Menkes / SK / IX / 2004, concerning Pharmaceutical Service Standards at the Pharmacy. These standards are structured as guidelines for the practice of pharmacists in carrying out their work, so that the public is protected from unprofessional services and minimizes the occurrence of medication errors. This study aims to determine the standard application of pharmaceutical services at the Pharmacy. This study was designed in a non-experimental manner, in which the results were displayed descriptively. Sampling process was using the Slovin formula, therefore from 67 pharmacies that existed in this particular area were obtained sample of 38 pharmacies in Central Lombok. Data collection was based on the results of interviews with pharmacists and direct observation to determine compliance with the standard technical implementation of pharmaceutical services at the pharmacy (SK No.1027 / Menkes / SK / IX / 2004). Scoring was done by summing the value of each indicator in each Pharmacy which includes human resources, services and evaluation of service quality. The results of the assessment indicate that there is 1 Pharmacy (2.33%) in the good category, 13 Pharmacies (30.23%) in the sufficient category and 29 Pharmacies (67.44%) in the less category.
Kepuasan Pasien Di Apotik Dahlia Berdasarkan Karakteristik Pasien Dengan Model SERVQUAL Ningrum, Dwi Monika; Bayani, Faizul; Yuliana, Depi; Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul; Istri Widya Utamiswari, Cokorda
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 8 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v8i2.2020.216

Abstract

Pharmacy services at the pharmacy are an integral part of the implementation of health efforts, which play an important role in improving the quality of health services for the community. The demands of patients and society for improving the quality of pharmaceutical services require an expansion from the old paradigm that is product oriented (drug oriented) to a new paradigm that is patient oriented (patient oriented) with a philosophy of pharmaceutical care. The purpose of this study was to see the level of patient satisfaction with prescription services at Dahlia Pharmacy Mataram. The sample in this study is part of the entire population who redeem prescriptions at the Dahlia Pharmacy with ages 19-65 years. The determination of the sample size with a confidence level of 99% using the Slovin formula. The results obtained by the level of patient satisfaction seen from each dimension include direct evidence (tangible), reliability, responsiveness, assurance, empathy shows that on average patients give a satisfied response to the service provided. This shows that the services provided by pharmacy officers are good enough. The study showed that the largest percentage of patients were satisfied with the services provided by the dahlia pharmacy by 67.96% and very satisfied with the percentage of 23.94%. It is known that the level of satisfaction obtained by customers is closely related to the quality standards of the goods or services they enjoy. The nature of satisfaction is subjective, but can be measured through the customer and community satisfaction index.
Peran Tenaga Kefarmasian dalam Proses Penanggulangan Wabah Covid-19 di Apotek Kota Mataram Tahun 2020 Ningrum, Dwi Monika; Haryanto, Dedent Eka Bimma; Yuliana, Depi; Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul; Permana, Denih Agus Setia; Ulandari, Atri Sri
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i1.2022.289

Abstract

Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), merupakan tenaga kesehatan yang berada di garda depan  pelayanan kefarmasian baik di apotek, puskesmas, rumah sakit dan sarana pelayanan kefarmasian lainnya.  Dalam penanggulangan Covid-19 ini, tenaga medis dan tenaga kesehatan lain berada di garis depan, membantu anggota masyarakat yang terserang tertular penyakit. Sebab itu, tenaga kesehatan terutama TTK harus mengerti dan paham betul apa yang mesti mereka lakukan pada masyarakat agar mendapat pencerahan, mereka harus memperoleh informasi yang benar dari tenaga kesehatan yang terpercaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus sesuai untuk meneliti tentang Peranan TTK Dalam Proses Penanggulangan Wabah Covid-19 dalam komunikasi informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Observasi terhadap peran TTK dilakukan selama bulan April 2020 sampai dengan bulan Juli 2020 di beberapa Apotek di Kota Mataram. Subjek yang diamati terdiri dari TTK dengan kualifikasi pendidikan Sekolah Menengah Farmasi, Diploma-III dan Apoteker. Objek yang dikaji merupakan uraian tugas yang tertuang dalam dokumen disertai dengan pengamatan langsung berupa pelayanan yang diberikan oleh TTK di tempat kerja/sarana kefarmasian. Hasil yang  diperoleh dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa TTK cukup berperan dalam proses penanggulangan wabah Covid-19 dengan prosentase sebesar 70,25%.
Evaluasi Kepuasan Pasien Ditinjau Dari Kinerja Tenaga Teknis Kefarmasian Di Apotek Pagesangan Mataram Yuliana, Depi; Wikandari, Deasi; Ramdaniah, Putri; Ningrum, Dwi Monika; Bayani, Faizul; Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul; Nuratni, Ni Made
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i1.2022.305

Abstract

Salah satu indikator kepuasan pasien dalam bidang kesehatan adalah tersedianya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kepuasan akan terpenuhi bila pelayanan yang diberikan dalam suatu apotek dirasakan telah sesuai dengan harapan pasien, sehingga kepuasan pasien akan memberikan keuntungan dan dampak yang sangat penting bagi manajemen apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian meliputi kecepatan pelayanan, komunikasi informasi dan edukasi (KIE), serta keramahan petugas di Apotek Pagesangan Mataram. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan rancangan deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data dalam satu kali pada satu waktu yang dilakukan pada variabel terikat dan variabel bebas. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling yaitu pasien yang kebetulan datang menebus obat dan sesuai sebagai sumber data dengan besar sampel sebanyak 95 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasien yang menebus obat di Apotek Pagesangan  Mataram memiliki nilai rata-rata berturut-turut per dimensi (Kecepatan Pelayanan, KIE, Keramahan Petugas) sebesar (90,22%, 85,36%, 99,5%). Hasil penelitian ini dapat di gunakan sebagai pemacu pelayanan kefarmasian yang lain untuk mempertahankan serta memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien untuk menjadi lebih baik lagi.Salah satu indikator kepuasan pasien dalam bidang kesehatan adalah tersedianya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kepuasan akan terpenuhi bila pelayanan yang diberikan dalam suatu apotek dirasakan telah sesuai dengan harapan pasien, sehingga kepuasan pasien akan memberikan keuntungan dan dampak yang sangat penting bagi manajemen apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian meliputi kecepatan pelayanan, komunikasi informasi dan edukasi (KIE), serta keramahan petugas di Apotek Pagesangan Mataram. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan rancangan deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data dalam satu kali pada satu waktu yang dilakukan pada variabel terikat dan variabel bebas. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling yaitu pasien yang kebetulan datang menebus obat dan sesuai sebagai sumber data dengan besar sampel sebanyak 95 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasien yang menebus obat di Apotek Pagesangan  Mataram memiliki nilai rata-rata berturut-turut per dimensi (Kecepatan Pelayanan, KIE, Keramahan Petugas) sebesar (90,22%, 85,36%, 99,5%). Hasil penelitian ini dapat di gunakan sebagai pemacu pelayanan kefarmasian yang lain untuk mempertahankan serta memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien untuk menjadi lebih baik lagi.
KAJIAN DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) DI RUMAH SAKIT ISLAM “X” Ningrum, Dwi Monika; Ulandari, Atri Sri; Setia Permana, Denih Agus
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A hospital's designated location where patients with injuries get specialist nursing and medical care is called an intensive care unit, or ICU. Given that the intensive care unit (ICU) is a treatment location that requires a significant investment in both personnel (specialists) and technology, patients treated there often have acute conditions that are believed to be reversible (recoverable). Drug Related Problems (DPRs) are unintended side effects of medication treatment that patients may face and which may compromise their chances of making a full recovery. Regarding DRPs, errors in dosage and medication interactions may occur during treatment in the intensive care unit, or the dosage may be administered incorrectly. This investigation is a part of a descriptive research that used a retrospective data gathering strategy from 30 medical records of patients who were hospitalised to the intensive care unit between July and September of 2022. Next, a literature research analysis was used to examine the presence of DRPs using BNF 73 (2017), www.drugs.com, and ESC (2016). The category of medication dose and the possibility of drug interactions were taken into consideration while examining the DRPs in this investigation. In the dosage category, the study's findings were gathered from 30 active patients; among them, 28 patients (93.3%) had the appropriate dose chosen when it came to ICU patients, while 2 patients (6.7%) had overdosed. In the category of Potential Drug Interactions obtained from 30 ICU patients, major potential drug interactions were found in 14 patients (46.7%). Of the patients, 27 individuals had a moderate prevalence of possible medication interactions (90%). Finally, 15 individuals (50%), encountered the occurrence of possible mild medication interactions.