Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis konten diskusi publik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada platform X (Twitter) periode April 2025 Puspitasari, Lia; Sumbodo, Yama Pradhana; Rofi’ah, Rofi’ah
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2026): February 2026
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v12i1.20432

Abstract

The Free Nutritious Meal Program implemented by the Indonesian government in April 2025 triggered intense public discussion on the social media platform X (formerly Twitter), reflecting a sharp polarization of opinions between support and criticism. This study aims to analyze the forms, sentiment directions, and network structure of public discourse surrounding the MBG program in digital space. A quantitative descriptive approach was employed, combining content analysis and Social Network Analysis (SNA) based on social media data. Data were collected through web crawling using Python 3 on Google Colab, yielding 33,213 tweets posted between 1-30 April 2025. The analysis classified public sentiment (positive and negative) and mapped user interactions to identify communication patterns and key actors. The findings reveal two dominant clusters: pro and critical groups. The pro program cluster was dominated by institutional and buzzer accounts with uniform narratives, while the critical cluster consisted mainly of personal accounts expressing participatory and argumentative views highlighting issues of implementation, food quality, and alleged budget irregularities. The network mapping shows two major clusters with limited interaction, indicating digital polarization and the echo chamber phenomenon. Conceptually, the study demonstrates that public opinion formation on social media is shaped not only by policy substance but also by political communication strategies and platform algorithms that amplify dominant narratives. These findings imply the need for a two-way, participatory communication strategy and improved digital literacy to foster a healthier and more deliberative public discourse in Indonesia’s digital sphere.
A Cross – Sectional Study: The Correlation Between Premenstrual Syndrome and Quality of Life Among Midwifery Students at Universitas Pendidikan Ganesha Putu Cynthia Devi Irmayanti; Luh Yenny Armayanti; Lia Puspitasari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.8639

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) is a common condition among women of reproductive age, characterized by recurrent physical, emotional and behavioral symptoms during the luteal phase of the menstrual cycle. These symptoms may negatively affect academic performance and quality of life (QoL), particularly among midwifery students. This study aimed to examine the correlation between PMS severity and quality of life among midwifery students. A cross – sectional study was conducted among midwifery students using the Premenstrual Syndrome Scale (PMSS) and the WHOQOL – BREF questionnaire. PMS severity and QoL domains – physical health, psychological health, social relationship and environment – were analyzed using Pearson correlation with significance level of p < 0,05. The findings showed that 9,52% of participants had poor QoL, 60,71% had moderate QoL and 29,76% had good QoL. PMS severity was significantly and negatively correlated with all QoL domains ( p = 0,001). The strongest correlation was observed in the physical domain ( r = -0,605), followed by psychological health (r = -0,574), social relationship ( r = -0,459) and environment ( r = -0,405). These results indicate that higher PMS severity is associated with lower QoL scores among midwifery students. PMS significantly affects the quality of life of midwifery students, especially in physical and psychological aspects. Early management and supportive interventions are essential to improve students well – being and academic performance.
Konstruksi Pesan Dakwah Tauhid dalam Film Horor Religi "Thaghut": Analisis Semiotika Roland Barthes Sumbodo, Yama; Mochamad Zikrullah Junna; Lia Puspitasari
FIKRAH Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan dakwah melalui bahasa visual dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pesan dakwah dalam film Thaghut (2024) dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis tanda melalui tiga lapisan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh dari adegan, dialog, poster, dan trailer film Thaghut yang mengandung unsur pesan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Thaghut merepresentasikan pesan dakwah yang kuat, terutama pada aspek akidah, seperti penguatan tauhid, larangan syirik, peringatan terhadap pengkultusan figur karismatik, serta bahaya praktik mistik dan ajaran sesat. Selain itu, film ini juga menekankan pentingnya sikap kritis (tabayyun), peran keluarga dalam menjaga akidah, serta ibadah sebagai benteng spiritual dalam menghadapi pengaruh kesesatan. Melalui konstruksi tanda visual dan naratif, film Thaghut berfungsi tidak hanya sebagai hiburan horor religi, tetapi juga sebagai media dakwah kontemporer yang relevan dengan realitas sosial keagamaan masyarakat. Pendekatan semiotika Roland Barthes memungkinkan pembacaan kritis terhadap makna ideologis film dalam membentuk kesadaran keagamaan penonton. Kata Kunci: pesan dakwah, film religi, thaghut, tauhid, semiotika Roland Barthes
Moringa Leaf Extract Cream (Moringa oleifera L.)for Incision Wound Healing in White Rats Dira, Asmarani; Puspitasari, Lia
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v7i2.1267

Abstract

The use of traditional medicinal plants is part of cultural heritage that holds great potential in supporting public health. Moringa leaves are known to accelerate the healing of incision wounds due to their bioactive compounds, including flavonoids, saponins, and terpenoids, which play a role in tissue recovery. This study aimed to evaluate the effectiveness of herbal cream containing Moringa leaf extract at concentrations of 2% w/w and 4% w/w in promoting the healing of incision wounds in white rats, assessed by wound closure length and histopathological examination of inflammatory cells. A true experimental design was applied in this research. The results showed that the Moringa leaf extract cream facilitated wound healing on the dorsal area of white rats within seven days and revealed a significant difference compared to the negative control group. Histopathological analysis demonstrated that treatment with 2% w/w and 4% w/w Moringa extract cream resulted in inflammatory cell counts of fewer than 50. In conclusion, herbal cream formulations containing 2% w/w and 4% w/w Moringa leaf extract are effective in healing incision wounds in white rats.
Studi Molecular Docking Senyawa Flavonoid Quercetin Daun Mimba (Azadiracta indica A. Juss) sebagai Antidiabetes dan Antioksidan Puspitasari, Lia; Wijanarko, Bagas Apriliano; Bahri, Saiful
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.30124

Abstract

Daun mimba (Azadiracta indica A. Juss) merupakan tanaman obat yang banyak diteliti memiliki aktivitas antidiabetes dan antioksidan, namun kajian in silico yang secara spesifik mengevaluasi peran quersetin sebagai senyawa utamanya terhadap beberapa target molekuler kunci diabetes melitus masih terbatas. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aktivitas quercetin terhadap Peroxisome Proliferator-Activated Receptors-Gamma (PPAR-?), Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP-4), serta target yang berperan dalam pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) menggunakan pendekatan structure-based drug design melalui metode molecular docking. Hasil simulasi docking menunjukkan quersetin memiliki afinitas yang kuat dan stabil terhadap reseptor PPAR-y dan DPP-4, yang ditunjukkan oleh nilai energi ikatan bebas yang rendah dan pembentukan interaksi molekuler penting berupa ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik pada sisi aktif reseptor. Quersetin juga menunjukkan interaksi yang relevan dengan target protein terkait ROS, yang mengindikasikan potensi aktivitas antioksidan melalui penghambatan jalur pembentukan stress oksidatif. Berdasarkan profil afinitas ikatan dan pola interaksi molekuler tersebut, quersetin pada daun mimba berpotensi memiliki aktivitas antidiabetes melalui mekanisme aktivasi PPAR-y dan inhibisi DPP-4, serta berkontribusi dalam menurunkan stres oksidatif.
Konstruksi Pesan Dakwah Tauhid dalam Film Horor Religi "Thaghut": Analisis Semiotika Roland Barthes Sumbodo, Yama; Mochamad Zikrullah Junna; Lia Puspitasari
FIKRAH Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan dakwah melalui bahasa visual dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pesan dakwah dalam film Thaghut (2024) dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis tanda melalui tiga lapisan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh dari adegan, dialog, poster, dan trailer film Thaghut yang mengandung unsur pesan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Thaghut merepresentasikan pesan dakwah yang kuat, terutama pada aspek akidah, seperti penguatan tauhid, larangan syirik, peringatan terhadap pengkultusan figur karismatik, serta bahaya praktik mistik dan ajaran sesat. Selain itu, film ini juga menekankan pentingnya sikap kritis (tabayyun), peran keluarga dalam menjaga akidah, serta ibadah sebagai benteng spiritual dalam menghadapi pengaruh kesesatan. Melalui konstruksi tanda visual dan naratif, film Thaghut berfungsi tidak hanya sebagai hiburan horor religi, tetapi juga sebagai media dakwah kontemporer yang relevan dengan realitas sosial keagamaan masyarakat. Pendekatan semiotika Roland Barthes memungkinkan pembacaan kritis terhadap makna ideologis film dalam membentuk kesadaran keagamaan penonton. Kata Kunci: pesan dakwah, film religi, thaghut, tauhid, semiotika Roland Barthes