Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Organizational Culture and Work Stress as Determinants of Employee Job Satisfaction Shabrina Anjarany; Maria Merry Marianti
Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi Vol 7 No 1 (2026): April
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/simo.v7i1.5412

Abstract

Purpose: This study aimed to examine the extent to which employees’ job satisfaction at Bank Sumedang is influenced by organizational culture and the level of work stress experienced. Research Methodology: This study gathered data through a survey of 121 full-time employees who had been employed for over one year, and the analysis of variable relationships was conducted using Structural Equation Modeling (SEM). Results: The analysis indicates that organizational culture contributes positively and significantly to job satisfaction, in contrast to work stress, which has a negative but non-significant relationship with job satisfaction. Conclusions: This study concludes that fostering a strong organizational culture is a more critical lever for enhancing employee job satisfaction at Bank Sumedang than managing work stress, which shows a non-significant impact. Limitations: This study is limited to a single institution, namely Bank Sumedang; therefore, the generalization of the findings to other organizations with different characteristics should be approached with caution. Contributions: This study provides practical contributions to Bank Sumedang’s management in formulating human resource management strategies, emphasizing the importance of fostering a strong organizational culture and implementing effective stress management systems to improve employee job satisfaction.
Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Motivasi Kerja Karyawan Produksi: Studi Pada PT Selamat Prama Arta Bandung Azzahra Kasih Dyanti; Maria Merry Marianti
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1923

Abstract

Penelitian terdahulu telah menunjukkan hubungan postif antara kepuasan kerja dan motivasi kerja, namun sebagian besar dilakukan pada sektor jasa, industri besar, atau pegawai negeri. Masih jarang penelitian yang mengkaji secara simultan dimenasi kepuasan kerja terhadap motivasi kerja pada konteks industri teh skala menengah dengan jumlah karyawan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap motivasi kerja karyawan produksi di PT Selamat Prama Arta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 37 karyawan dan analisis data menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja karyawan memiliki nilai rata-rata sebesar 2,56 dan termasuk kategori tinggi. Dimensi pekerjaan itu sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan koefisien sebesar 0,421 dan p-value 0,000. Dimensi kompensasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,275 dan p-value 0,030. Selanjutnya, peluang pengembangan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,309 dan p-value 0,010. Hubungan kerja menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien terbesar yaitu 0,452 dan p-value 0,001, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,374 dan p-value 0,001. Secara simultan, seluruh dimensi kepuasan kerja mampu menjelaskan 71,6% variasi motivasi kerja karyawan (R-square = 0,716) Dengan demikian, semakin baik kepuasan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menyediakan bukti empiris dari konteks industri teh skala kecil-menengah yang jarang terjamah, serta menawarkan prioritas intervensi manajerial berdasarkan besaran pengaruh masing-masing dimensi kepuasan kerja.
PROGRAM PERSIAPAN DAN PENGEMBANGAN BISNIS KULINER BAGI WIRAUSAHA MUDA DI KOTA BANDUNG Maria Merry Marianti; Istiharini Istiharini; Deti Mulyo Harsono; Natalia Christi; Teresia Debby
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 2 (2025): Edisi Mei - Agustus 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i2.5889

Abstract

The birth of young entrepreneurs in a region is considered very important because it can encourage local economic growth and create jobs. However, the current situation shows the tight business competition, especially in the culinary field in Bandung City. In an effort to help prospective entrepreneurs and young entrepreneurs compete in a competitive business environment, the Faculty of Economics, Parahyangan Catholic University, in collaboration with the First Baptist Church of Bandung held a business pre-incubation program for young entrepreneurs, which is expected to be a provision in developing innovative business ideas, building a business, and managing a business well. From the results of the pre-incubation program activities (training and mentoring) for young entrepreneurs in the culinary field in Bandung City, participants felt helped by the various materials presented in an easy-to-understand manner so that it is hoped that this program can help participants achieve business success in the future. “Keywords: Entrepreneur; Young Entrepreneur; Culinary Business”
PRODUCT INNOVATION AND QUALITY IN MUSLIM FASHION MSMES : CHALLENGES AND OPPORTUNITIES IN BANDUNG Maria Merry Marianti; Katlea Fitriani; Ria Satyarini; Puteri Andika Sari
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6555

Abstract

Bandung is part of the UNESCO Creative Cities Network in Indonesia, which is expected to become a world Muslim fashion center, but currently, its growth is threatened due to the entry of well-known brands and imported products, while Muslim fashion MSMEs in Bandung City are still far behind. This study aims to determine the level of product innovation and product quality produced by Muslim fashion MSMEs in Bandung City, as well as any matters related to product innovation and product quality that still need to be improved to increase the competitiveness of their businesses. The descriptive analysis method was used to analyze product quality and innovation in 100 Muslim fashion MSMEs in Bandung City, Indonesia. The results of this study found that the larger the business scale, the higher the level of product innovation; the quality level of small businesses is higher than the quality level of micro-businesses, but the quality level of medium enterprises is lower than the quality level of small businesses. The results of this research can be useful for developing product innovation models and product quality for the Muslim fashion industry.
KESEIMBANGAN KEHIDUPAN-PEKERJAAN DOSEN FE UNPAR : STUDI KUALITATIF TENTANG BATAS PERAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN SISTEM KERJA HYBRID Maria Merry Marianti; Triyana Iskandarsyah; Brigita Meylianti Sulungbudi; Deti Mulyo Harsono; Puteri Andika Sari
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman dosen Universitas Katolik Parahyangan dalam menyeimbangkan tuntutan pekerjaan akademik dan kehidupan pribadi pascapandemi melalui analisis tematik atas data Focus Group Discussion (FGD). Temuan mengidentifikasi tujuh tema utama, yaitu dampak kesibukan terhadap peran keluarga, rasa syukur terhadap pekerjaan, perasaan bersalah dan pelanggaran batas, keprihatinan keluarga, persepsi terhadap sistem kerja WFO–WFH, kemampuan fokus saat bekerja dari rumah, serta preferensi terhadap kerja hybrid. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja akademik, batas peran yang tidak tegas, dan ekspektasi institusional sering memicu konflik peran, sementara dukungan keluarga, fleksibilitas pekerjaan, dan makna profesi berkontribusi pada ketahanan psikologis dosen. Penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa perlunya kebijakan fleksibilitas kerja yang jelas, pengelolaan beban kerja yang proporsional, dukungan sensitif gender, serta program kesejahteraan dosen untuk menjaga kesehatan mental dan pemulihan diri. Keterbatasan penelitian meliputi jumlah partisipan yang terbatas, satu lokasi penelitian, dan analisis tematik dilakukan dengan menggunakan software Nvivo. Studi selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak institusi, menggunakan kombinasi metode FGD dan wawancara mendalam. Penelitian lanjutan juga perlu mengeksplorasi dinamika WLB berdasarkan gender, jenjang karier, status keluarga, serta meninjau perubahan WLB secara longitudinal mengikuti perkembangan kebijakan kampus.