Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TARBIYATUNA

Modernisasi Pesantren; Upaya Rekonstruksi Pendidikan Islam Ahmad Ihwanul Muttaqin
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2014): AGUSTUS (Terbit secara daring sejak Februari, 2015)
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpuasan atas hasil pendidikan yang berbau barat sebagai imbas dari globalisasi dan modernisasi, melahirkan harapan besar umat muslim untuk mengangkat model dan pola pendidikan Islam sebagai solusi alternatif pengganti paradigma pendidikan Barat. Sementara itu, pendidikan Islam diyakini mampu mengintegrasikan ketiga dimensi kemanusiaan ke dalam satu bingkai konstruksi integral dan saling menunjang, yaitu visi Ilahiyah, nilai-nilai spiritual, dan nilai-nilai material. Lembaga pendidikan yang tepat untuk hal ini adalah Pondok Pesantren. Namun demikian untuk mewujudkan pendidikan Islam yang ideal maka mutlak diperlukan pembaruan-pembaruan dalam berbagai dimensi. Cita-cita mewujudkan pendidikan Islam ideal baru bisa dicapai bila ada upaya membangun epistemologinya. Sebab problem utama pendidikan Islam adalah problem epistemologinya. Epistemologi pendidikan Islam perlu dirumuskan secara konseptual untuk menemukan syarat-syarat dalam mengetahui pendidikan berdasarkan ajaran-ajaran Islam. Dalam hal ini, pondok pesantren harus mampu merumuskan peran di tengah arus modernisasi yang sudah tentu harus komprehensip dan holistic. Artinya, harus kental dengan aroma keislamannya dan tidak acuh dengan perubahan modernisasi, serta mampu mengartikulasikan perkembangan zaman dalam rangka merespon dan menjawab segala problemnya. Dalam konteks ini Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Madjid mampu memberikan terobosan untuk sekedar membuat poros perubahan pada diri Pondok pesantren baik kurikulum, kepemimpinan maupun kelembagaan.
Dinamika Islam Moderat Ahmad Ihwanul Muttaqin; Syaiful Anwar
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v12i1.350

Abstract

Artikel ini hendak melihat upaya yang dilakukan oleh LP. Ma’arif NU Lumajang dalam melakukan penyebaran dan penanaman Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah di lingkungan lembaga pendidikan di bawahnya. Penyebaran dan penanaman dilakukan untuk mengantisipasi maraknya gerakan Islam radikal di Lumajang. Sejatinya, Islam di Indonesia masuk dan disebarkan melalui pendekatan damai, namun dalam prosesnya yang panjang, Islam di Indonesia mulai berubah sejak berdatangan faham Islam yang ‘baru’ atau Islam radikal transnasional yang menunjukkan signifikansi perbedaan dengan faham Islam lokal. Penelitian ini menggunakan field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa proses penyebaran yang dilakukan oleh LP. Ma’arif NU Lumajang terhadap lembaga pendidikan di bawahnya antara lain dengan mewajibkan materi Aswaja sebagai muatan lokal, melakukan pelatihan Aswaja secara periodik, menggelar kompetisi olimpiade Aswaja untuk mengasah kemampuan kognitif peserta didik tentang Aswaja, memberikan majalah AULA di setiap madrasah secara gratis, istighotsah di setiap koordinator kecamatan, serta melakukan pembiasaan ziarah wali setiap tahun dengan stakeholder yang tergabung.
Kiai Langgar sebagai Episentrum Pendidikan Islam Masyarakat Desa Meninjo Ranuyoso Lumajang Robiatul Adawiyah; Ahmad Ihwanul Muttaqin
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v13i1.606

Abstract

Artikel ini hendak mengungkapkan peran Kiai Langgar yang dalam berbagai riset tidak banyak diulas dalam berbagai penelitian sebagaimana Kiai Pesantren. Langgar sebagaimana disebutkan dalam berbagai literatur menjadi penyokong dan penguat pendidikan Islam di level akar rumput. Bahkan, langgar menjadi entrypoint masuknya pendidikan Islam untuk masyarakat yang ingin belajar Islam, jauh sebelum pesantren. Penelitian ini dilakukan di Desa Meninjo Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang dengan pendekatan kualitatif untuk memperdalam hasil temuan. Dari hasil penelitian, didapati kesimpulan sebagai Kiai Langgar memiliki peran yang cukup signifikan antara lain sebagai sarana meningkatkan keimanan masyarakat, penjaga moral dan nilai ke-Islaman di masyarakat hingga menjadi gerbang masuknya ilmu pengetahuan Islam yang akhirnya menjadi norma yang disepakati bersama di tengah-tengah masyarakat. Respon masyarakat terhadap peran Kiai Langgar juga beragam. Tetapi keseluruhan masyarakat menjadikan Kiai Langgar sebagai sosok yang sentral dalam berbagai dinamika kehidupan. Peran inilah yang menjadikan Kiai Langgar sebagai episentrum pendidikan Islam. Kata kunci: Kiai langgar, pendidikan Islam