Claim Missing Document
Check
Articles

STUDY OPTIMASI PEMANFAATAN AIR BENDUNG INDUK TIU BULU UNTUK KEBUTUHAN IRIGASI DI DESA MAPIN REA KECAMATAN ALAS BARAT Purnama, Ady; Najimuddin, Didin; Febrianti, Idha; Ilfiani, Pratiwi Dian
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i1.1499

Abstract

Salah secara alami kebutuhan air untuk tanaman dapat di penuhi melalui air hujan. Bendung Tiu Bulu yang terletak di desa Mapin Rea Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa merupakah salah satu bendung yang mempunyai lahan area pertanian yang cukup luas,namun sebagian besar sudah mengalami penurunan kinerja (penurunan efisiensi) diakibatkann karna kurangnya pasokan air yang tidak dapat diolah oleh petani, serta hasil panen yang diperoleh setiap musim tanam kurang optimal.Penelitian ini menggunakan metode F.J Mock untuk mengetahi debit andalan dan menganalisis kebutuhan air irigasi dan metode yang digunakan untuk menghitung besarnya kebutuhan air selama jangka waktu penyiapan lahan yaitu dengan rumus yang telah dikembangkan oleh Van de Goor dan Zijlstra, sehingga dapat diketahui luas tanam dengan hasil panen maksimum dan kebutuhan air yang akan digunakan.Berdasarkan perhitungan hasil panen maksimum pada alternatif pola tanam 2 yaitu dengan luas lahan yang di gunakan 2006 Ha, dengan priode tanam selama 1 tahun dan Hasil panen maksimum yang di dapat adalah untuk padi 1.027 Ha dengan hasil panen 7.702,5 Ton (5.829.000/ton) dan unuk palawija(kacang hijau) 979 Ha dengan hasil panen 1.556,4 Ton (15.000.000/ton) Dan total hasil panen maksimum alternatif 2 jika di jual dengan harga yang sudah di tentukan setiap tahun Rp 64.084.522.500.
ANALISIS PENGENDALIAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANG REA DAN BERANG ENE DI KOTA TALIWANG Zulkarnaen, Zulkarnaen; Purnama, Ady; Susanto, Danil
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i1.1503

Abstract

Banjir di Kabupaten Sumbawa Barat disebabkan oleh meluapnya Sungai Brang Rea dan Brang Ene, merendam 3 kecamatan antara lain Kecamatan Brang Rea, Kecamatan Brang Ene, dan Kecamatan Taliwang. Banjir yang terjadi menyebabkan rumah warga menjadi kotor, tanaman petani menjadi rusak, hewan ternak masyarakat hilang, dan bannyaknya rumah warga yang hampir roboh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengukuran langsung debit air (metode apung), dan analisis data sekunder. Data skunder diperoleh dari Instansi Pemerintah berupa data luas lahan hutan, data luas penggunaan lahan hutan, data curah hujan dalam kurun waktu 5 tahun, data curah hujan dianalisis dengan menggunakan metode aritmatika (aljabar). Hasil penelitian menunjukan, besar debit banjir rancangan periode ulang 50 tahun, sebesar 431,90 Untuk PMP didapat nilai curah hujan efektif sebesar 2013,46 mm di setiap jam (selama 24 jam) dan untuk hasil debit tertinggi pada masing- masing kala ulang terjadi pada jam ke-1. Hidrograf banjir rancangan periode ulang 5 tahun di dapat bahwa debit tertinggi berada pada jam ke-1 yaitu sebesar 255.00 m³/det analisa hidrologi penampang sungai yang telah di input data topografi dan debit banjir rencana sehingga akan didapatkan kedalaman air (h), serta pola dan kecepatan aliran untuk masing masing periode kala ulang. Data parameter yang cukup dominan di bagian hilir sungai Brang Rea pada elevasi +21 m dengan nilai n (Manning) adalah 0,5 pada delta sungai dan 0,075 pada alur aliran sungai sehingga debit puncak dengan kala ulang 50 tahun sebesar 431,90 m3/det.
ANALISIS PENGENDALIAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANG REA DAN BERANG ENE DI KOTA TALIWANG Zulkarnaen, Zulkarnaen; Purnama, Ady; Susanto, Danil
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i1.1503

Abstract

Banjir di Kabupaten Sumbawa Barat disebabkan oleh meluapnya Sungai Brang Rea dan Brang Ene, merendam 3 kecamatan antara lain Kecamatan Brang Rea, Kecamatan Brang Ene, dan Kecamatan Taliwang. Banjir yang terjadi menyebabkan rumah warga menjadi kotor, tanaman petani menjadi rusak, hewan ternak masyarakat hilang, dan bannyaknya rumah warga yang hampir roboh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengukuran langsung debit air (metode apung), dan analisis data sekunder. Data skunder diperoleh dari Instansi Pemerintah berupa data luas lahan hutan, data luas penggunaan lahan hutan, data curah hujan dalam kurun waktu 5 tahun, data curah hujan dianalisis dengan menggunakan metode aritmatika (aljabar). Hasil penelitian menunjukan, besar debit banjir rancangan periode ulang 50 tahun, sebesar 431,90 Untuk PMP didapat nilai curah hujan efektif sebesar 2013,46 mm di setiap jam (selama 24 jam) dan untuk hasil debit tertinggi pada masing- masing kala ulang terjadi pada jam ke-1. Hidrograf banjir rancangan periode ulang 5 tahun di dapat bahwa debit tertinggi berada pada jam ke-1 yaitu sebesar 255.00 m³/det analisa hidrologi penampang sungai yang telah di input data topografi dan debit banjir rencana sehingga akan didapatkan kedalaman air (h), serta pola dan kecepatan aliran untuk masing masing periode kala ulang. Data parameter yang cukup dominan di bagian hilir sungai Brang Rea pada elevasi +21 m dengan nilai n (Manning) adalah 0,5 pada delta sungai dan 0,075 pada alur aliran sungai sehingga debit puncak dengan kala ulang 50 tahun sebesar 431,90 m3/det.
PENGOLAHAN AIR BERSIH SISTEM GRAVITASI DESA TATEBAL KECAMATAN LENANGGUAR Purnama, Ady; Ilfiani, Pratiwi Dian; Negara, Komang Metty Trisna; Walfajri, Rizki
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i2.1573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengolahan air bersih berbasis gravitasi di Desa Tatebal, Kecamatan Lenangguar. Sistem ini merupakan solusi penting bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat desa . Sistem pengolahan air bersih yang telah dibangun di Desa Tatebal sejak tahun 2013, berfokus pada penggunaan gravitasi untuk mengalirkan air dari sumber air ke rumah-rumah masyarakat, namun saat ini tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih dengan optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan survei lapangan, wawancara dengan penduduk desa dan petugas pemelihara sistem, serta pengumpulan data terkait kualitas air. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pengolahan air di Desa Tatebal tidak memadai, mengingat kebutuhan debit air bersih melebihi kapasitas bak penampung yang ada. Untuk memecahkan masalah ini, telah dilakukan penambahan tiga unit bak penampung dengan metode gaya gravitasi broncaptring. Dalam proyeksi untuk 10 tahun ke depan dengan jumlah penduduk yang diperkirakan, sistem pengolahan air bersih di Desa Tatebal kini dapat memenuhi kebutuhan air bersih yang lebih besar, mengingat volume yang dihasilkan melebihi kebutuhan yang diperkirakan.
ANALISIS DISTRIBUSI KECEPATAN PADA SALURAN TERBUKA (STUDY KASUS : SUNGAI PELAT, DESA PELAT) Bagus Prismayuda, Oken; Purnama, Ady; Najimuddin, Didin
Jurnal SainTekA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.678 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v1i1.285

Abstract

Sungai pelat yang berada di Desa Pelat mempunyai potensi sumber air yang cukup untuk dimanfaatkan sebagai air baku maupun untuk air irigasi masyarakat setempat. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, maka perlu dilakukan studi lapangan terhadap besarnya potensi debit dan distribusi kecepatan sungai pelat agar nantinya bisa dimaksimalkan pemanfaatannya. Penelitian ini merupakan Pengukuran lapangan terhadap kecepatan aliran dengan menggunakan metode Pelampung, dimana metode apung (floating method) dilakukan dengan cara menempatkan benda yang tidak dapat tenggelam di permukaan aliran sungai untuk jarak tertentu dan mencatat waktu yang diperlukan oleh benda apung tersebut bergerak dari satu titik pengamatan ke titik pengamatan lain yang telah ditentukan. Pengukuran dilakukan oleh 3 (tiga) orang yang masing- masing bertugas sebagai pelepas pengapung di titik awal, pengamat di titik akhir lintasan dan pencatat waktu perjalanan alat pengapung dari awal sampai titik akhir. Jarak antara dua titik pengamatan yang ditentukan 10 m. Hasil dari pengukurran lapangan terhadap kecepatan aliran di Sungai Pelat, Kecamatan Unter Iwis, didapat kecepatan rata-rata aliran, V rata-rata = 0,81 m/detik dengan luas penampang rata, A = 0,749 m2. Dari hasil pengukuran terhadap luas penampang sungai dan kecepatan aliran pada sungai, lalu di analisis debit aliran sehingga didapatkan hasil analisis debit aliran, Q = 0,365 m3/detik. Secara umum, analisis distribusi kecepatan hasil pengukuran lapangan mulai dari penampang sungai 1 hingga 3 menunjukkan bahwa trend distribusi kecepatan minimum terjadi didekat dasar dan bertambah besar kearah permukaan aliran. Sedangkan kecepatan aliran pada penampang kedua sisi sungai lebih rendah dibandingkan kecepatan aliran pada penampang tengah sungai. Hal ini dipengaruhi oleh kekasaran di dasar saluran dan permukaan dinding saluran.
ANALISIS KEKUATAN MATERIAL PRA PEMBAKARAN DAN PASCA PEMBAKARAN MENGGUNAKAN CAMPURAN TANAH DAN SEMEN DENGAN ALAT PEMADATAN Zulfahmi, Zulfahmi; Najimuddin, Didin; Purnama, Ady
Jurnal SainTekA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.303 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v1i1.291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan material campuran tanah dan semen saat pra pembakaran serta pasca pembakaran. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan cara pengambilan langsung sampel tanah yang berada di (kebun jambu) Wilayah Desa Poto. Pelaksanaan pengujian dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Sumbawa. Adapun pengujian yang dilakukan diantaranya pengujian sifat fisik tanah, uji kadar air, uji berat jenis, uji batas Atterbeng, uji berat volume, dan uji analisa saringan. Selain itu dalam penelitian ini ada dua prosedur yang akan dilakukan. Pertama, dari data hasil pengujian pemadatan tanah pada sampel tanah asli yang berupa grafik hubungan berat volume kering dan kadar air digunakan untuk mendapatkan nilai kadar air kondidi optimum untuk campuran sampel tanah asli dengan semen. Kedua, melakukan pencampuran dan pencetakan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kekuatan campuran tanah dan semen pra pembakaran menghasilkan 12,00 Mpa dari rata-rata kuat tekan. Hal ini menunjukan bahwa paving block masuk dalam mutu D yang digunakan untuk taman dan lainnya, serta tidak bisa digunakan untuk jalan, parkiran dan pejalan kaki. Kekuatan campuran tanah dan semen pasca pembakaran menghasilkan 12,44 Mpa dari rata-rata kuat tekan. Hal ini menunjukan bahwa paving block masuk dalam mutu D yang digunakan untuk taman dan lainnya, serta tidak bisa digunakan untuk jalan, parkiran dan pejalan kaki.
ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT BERAT UNTUK PEKERJAAN TANAH PELAKSANAAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN BERINGIN SILA KECAMATAN UTAN Safitri, Rianti; Zulkarnaen; Purnama, Ady
Jurnal SainTekA Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.429 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v2i1.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis alat berat yang digunakan dalam pekerjaan galian tanah pembangunanbendunganberinginsilaKecamatanUtan, danjenisalatberat yang menghasilkan waktu dan biaya terendah. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis.Berdasarkan hasil penelitian bahwa jenis alat berat untuk pekerjaan galian tanah pada bagian kiri tubuh Bendung Beringin Sila di Kecamatan Utan menggunakan 6 unit Komatsu Pc. 200, 1 unit Cat 220 D, 1 Unit Hunday Pc. 200, dan 19 unit Dump truck dengan waktu pengerjaan hanya 74 hari lebih sedikit daripada waktu pekerjaan lapangan yaitu 75 hari. Sedangkan jumlah dan jenis alat berat pada pekerjaan galian tanah bagian kiri tubuh Bendung Beringin Sila di Kecamatan Utan dengan biaya terendah yaitu menggunakan 6 unit komatsu pc. 200, 1 unit Cat 220 D, 1 Unit Hunday Pc. 200, dan 19 unit Dump Truck dengan biaya sebesar Rp8.347.871.328 dengan efisien biaya sebesar Rp386.570.016 dari biaya pekerjaan lapangan.
PERBANDINGAN ANTARA KONSTRUKSI KAYU DENGAN BAJA SEBAGAI RANGKA ATAP Badaruddin; Purnama, Ady; Andriansyah
Jurnal SainTekA Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.17 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v2i1.335

Abstract

Permasalahan konstruksi rangka atap tergantung pada jenis bahan material yang digunakan. Material rangka atap yang banyak digunakan oleh masyarakat sampai sekarang adalah material kayu dan seiring dengan perkembangan zaman mulai digantikan dengan material baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dimensi, berat dan biaya pengerjaan rangka atap mengunakan material kayu dengan baja agar dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya maupun untuk masyarakat luas dalam pemilihan material khususnya rangka atap. Dari hasil perhitungan terhadap bangunan 7 x 9 meter didapatkan dimensi batang kuda-kuda paling ekonomis untuk material kayu adalah 6 / 8 cm untuk batang atas, bawah dan vertikal tengah, sedangkan untuk batang vertikal samping menggunakan 2 kayu 4/10 cm. Untuk material baja menggunakan profil baja siku sama kaki 2L 35x35x4 mm untuk semua batang. Pada bangunan 10 x 15 meter didapatkan kuda-kuda kayu menggunakan kayu ukuran 8/10 cm untuk seluruh batang dan kuda-kuda baja menggunakan profil baja siku sama kaki 2L 40x40x4 mm untuk batang atas, 2L 35x35x4 mm untuk batang bawah dan vertikal, dan 2L 45x45x5 mm untuk batang diagonal. Dari hasil analisis diperoleh selisih persentase berat pada bangunan 7 x 9 meter sebesar 19,0 %, selisih persentase biaya pengerjaan sebesar 50,5%. Sedangkan pada bangunan 10 x 15 meter selisih berat konstruksi sebesar 12.5%, selisih persentase biaya pengerjaan sebesar 63,0% . Dari perbandingan diatas diperoleh bahwa rangka atap menggunakan material kayu lebih ringan dan lebih murah dibandingkan dengan material baja.
Analisa Potensi Air Hujan sebagai Alternatif Sumber Air Pertamanan Menggunakan Cistern pada Kampus Universitas Samawa Sumbawa Besar Purnama, Ady; Dian Ilfiani, Pratiwi; Trisna Negara, Komang Metty; Burhanuddin
Jurnal SainTekA Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.652 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v2i2.412

Abstract

Semakin besarnya kebutuhan air pada saat ini yang dipengaruhi oleh peningkatan jumlah penduduk dan perubahan funsi lahan berdampak kepada berkurangnya penyerapan air tanah sehingga beralih menjadi air limpasan. Metode panen air hujan dengan menggunakan cistern merupakan salah satu upaya konservsi sumber air untuk memanfaatkan air limpasan yang begitu besar. Sehingga pemakaian sumber air dari PDAM dapat berkurang khusunya air untuk menyiram tanaman. Penelitian yang dilakukan dengan memanfaatkan potensi air hujan yang direncanakan ditampung menggunakan cistern melalui atap-atap gedung Universitas Samawa Sumbawa Besar dapat menjadi alternatif sumber air untuk penyiraman tanaman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa potensi air hujan yang dapat dipanen dari atap gedung Universitas Samawa Sumbawa Besar adalah sebesar 124,929.03 m3/tahun, kapasitas cistern untuk menampung air hujan 9,552.00 liter yang desainnya bervariasi karena penempatannya dibagi menjadi 6 (enam) area, disamping itu penghematan yang terjadi adalah sebesar Rp. 15,073,312.50 pertahun.
ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN CONCRETE BLOCK DENGAN PERVIOUS BLOCK PAVING Badaruddin; Purnama, Ady; Heri
Jurnal SainTekA Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.336 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v2i2.415

Abstract

Kebutuhan infrastruktur, baik sarana maupun prasarana, semakin meningkat di masyarakat seiring berkembangnya zaman demi memajukan kualitas hidup yang lebih baik. Infrastruktur tersebut bisa berupa sekolah, perumahan, taman hijau, dan sebagainya. Beberapa diantaranya memerlukan material, salah satunya paving block (bata beton) yang berfungsi untuk menutup permukaan tanah dan juga sebagai pengerasan jalan atau tanah. Maka dari itu untuk dapat menghasilkan paving block dengan daya kuat tekan dan daya serap air yang baik maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui: Berapa besar perbandingan kuat tekan concrete block dengan pervious block paving sesuai dengan SNI 03-0691-1996. berapa angka penyerapan air pada pervious block paving dan concrete block. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen.proses pembuatan paving block dilakukan dengan menggunakan alat mesin pres hidrolik dan penggetar. Pengujian paving block dilakukan pada umur 7 hari setelah proses pembuatan benda uji. Dari hasil pengujian kuat tekan concrete block tertinggi diperoleh kode K15 sebesar 4,46 Mpa sesuai dengan hasil. Hasil pengujian kuat tekan pervious block paving tertinggi diperoleh kode B13 sebesar 6,28 Mpa sesuai dengan hasil penelitian. Dengan rata-rata untuk uji kuat tekan concrete block sebesar 3,15 Mpa dan rata-rata uji kuat tekan pervious block paving sebesar 4,12 Mpa hasil pengujian daya serap air paving block diperoleh penyerapan rata-rata untuk concrete block sebesar 3,09 % dan penyerapan rata-rata untuk pervious block paving sebesar 3,77 % sesuai dengan hasil penelitian.