Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Optimization of Solvent Type on Antioxidant Activity of Spirulina platensis Extract and Its Pharmaceutical Tablet Formulation Bagiana, I Kadek; Franyoto, Yuvianti; Mutmainah; Kusmita, Lia
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v10i3.414

Abstract

Spirulina platensis contains nutrients such as proteins, essential amino acids, fatty acids, minerals, pigments, carotenoids, and vitamins, which have strong antioxidant properties. This study evaluated the impact of extraction solvents (70% methanol, 70% ethanol, and 70% acetone) on antioxidant activity, with the most effective extract formulated into tablets. Extraction was performed by maceration. Tablet preparations were characterized by moisture content, flow rate, angle of repose, organoleptic properties, weight uniformity, hardness, disintegration time, and friability. The results showed that the 70% methanol extract exhibited the highest antioxidant activity (IC₅₀ = 45.57 ± 0.01 ppm), superior to 70% acetone (IC₅₀ = 67.15 ± 0.07 ppm) and 70% ethanol (IC₅₀ = 85.32 ± 1.21 ppm), although lower than vitamin C (IC₅₀ = 3.52 ± 0.01 ppm). Tablets prepared from 70% methanol extract fulfilled all pharmaceutical quality requirements.
FUCOIDAN NANOENCAPSULATION FROM BROWN ALGAE (Sargassum polycystum) AS A POTENTIAL MARINE IMMUNOMODULATORY AGENT Purwanto, Ungsari Rizki Eka; Ikasari, Endang Diyah; Bagiana, I Kadek; Kusmita, Lia; Trisnayanthi, Ni Nyoman Ayu Indah; Mudianta, I Wayan; Prasetijo, Rahmadi
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i1.3207

Abstract

The quest for better and more effective treatments has encouraged the search for therapies derived from natural sources to obtain effective immune therapy, considering that several pandemics have arisen caused by viruses. Developing fucoidan from brown algae in drug encapsulation as an immunomodulator could be more promising. This study aimed to produce nanoencapsulation loaded with fucoidan-purified extract from brown algae and to evaluate the influence of nanoencapsulation formulation on the immunomodulatory activity of fucoidan. Fucoidan was obtained from brown algae and extracted by hot aqueous, followed by ethanol purification. Nanoencapsulation of fucoidan purified extract was prepared using the ionic gelation method. The carbon clearance method was carried out for the immunomodulatory activity test of the nanoencapsulation of fucoidan purified extract. Nanoencapsulation of fucoidan purified extract with the optimum composition of maltodextrin 9.9% and S-TPP 0.1% (1:5) resulted in particle size of 715.4 nm, zeta potential -0.1 mV, pH 7.54, transmittance 97.54%+0.08, and entrapment efficiency 89.94%+0.17. The carbon clearance test showed that the nanoencapsulation of fucoidan was a strong immunostimulant with a phagocytosis index of 1.65. The development of nanoencapsulation could increase the phagocytosis index of fucoidan purified extracts from brown algae. Further molecular studies are needed to demonstrate the molecular activity of this preparation as an immunomodulator.
STIFAR “YAYASAN PHARMASI SEMARANG” MENGABDI “GEMA CERMAT MELALUI PENGENALAN APOTEKER KECIL (ApCil)” Martha Cahyani, Intan; Diyah Ikasari, Endang; Narasukma Anggraeny, Ebta; Bagiana, I Kadek
Jurnal Dimas Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.605 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v1i1.10

Abstract

Apoteker merupakan profesi kesehatan yang sangat dekat dengan masyarakat namun kurangnya pengenalanprofesi apoteker menyebabkan masih banyak masyarakat yang tidak mengerti apa tugas dan peran apoteker dalammeningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Oleh karena itu menjadi sangat penting dilakukan branding apotekersejak dini bagi siswa SD/MI. Materi disampaikan tentang pengenalan apoteker, tugas, wewenang dan tanggungjawab praktek kefarmasian. Ruang lingkup praktek apoteker mulai dari akademisi, apoteker penganggungjawabapotek, rumah sakit, Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Industri. Berharap masyarakat akan mengenal apotekertidak hanya bekerja di apotek namun memiliki peran dalam bidang kerja kesehatan lainnya. Penyampaian materidilakukan dalam bentuk penyuluhan, tim penyaji merasa perlu menambahkan gambaran sederhana kepada parasiswa tentang tugas apoteker. Gambaran disampaikan tentang tugas dan tanggungjawab praktek apoteker diapotek,salah satunya penyiapan resep. Siswa diajak praktek langsung membuat puyer (pulveres), sirup dan kapsul. SebagaiInformasi tambahan kepada para siswa, disampaikan mengenai materi Gerakan Masyarakat Cerdas MenggunakanObat (Gema Cermat) dengan pokok bahasan DApatkan GUnakan SImpan dan BUang (DAGUSIBU) obat denganbenar serta pengenalan jenis dan bentuk obat (padat, cair, semi padat dan steril), penggolongan obat (keras, bebasdan bebas terbatas) dan disampaikan contoh macam-macam jenis dan penggolongan obat tersebut.
Pelatihan Pembuatan Sabun Minyak Jelantah pada Paguyuban Kader Puskesmas Bangun Galih, Tegal Eka Purwanto, Ungsari Rizki; Dwi Franyoto, Yuvianti; Mutmainah; Bagiana, I Kadek; Koes S., Aries
Jurnal Dimas Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.59 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v2i1.16

Abstract

Pengetahuan akan pengolahan limbah di masyarakat dilakukan untuk meminimalisir polusi lingkungan.Salah satu limbah yang cukup banyak di daerah Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal adalah limbah minyakjelantah, dikarenakan banyaknya warga yang berprofesi sebagai penjual kuliner baik tahu aci Tegal dan yanglainnya, ditambah lagi minyak jelantah yang dihasilkan dari rumah tangga. Berdasarkan permasalahan tersebut,tim pengabdian Stifar Yayasan Pharmasi Semarang tergugah untuk melaksanakan suatu pelatihan pemanfaatanlimbah minyak jelantah menjadi sabun cuci tangan cair. Tim bekerja sama dengan Puskesmas Bangun Galih yangtelah memiliki Kelompok Paguyuban Kader yang terdiri dari kader Ibu Rumah Tangga, Bapak-Bapak yangberprofesi sebagai penjual gorengan perwakilan tiap desa dari seluruh kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2020. Kegiatan tersebut terdiri dari: 1) pemaparan materitentang minyak jelantah dan pentingnya cuci tangan dengan sabun, 2) pelatihan penjernihan minyak jelantah, 3)pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci tangan cair, dan 4) evaluasi peragaanpembuatan sabun cuci tangan berbasis minyak jelantah dari para peserta pelatihan. Luaran yang dihasilkanberupa teknik pengelolaan limbah minyak jelantah, dan produk sabun cuci tangan. Secara keseluruhan kegiatanpelatihan pembuatan sabun cuci tangan berbasis minyak jelantah dan sosialisasi pentingnya cuci tangan dengansabun berjalan dengan sukses.
Edukasi Pemanfaatan Rempah untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh di Masa Pandemi Covid-19 pada ibu-ibu PKK Kelurahan Kalicacing Munisih, Siti; Mutmainah, Mutmainah; Dwi Franyoto, Yuvianti; Kusmita , Lia; Puspitaningrum, Ika; Nanny Setiawati Hadirahardja, Maria Caecilia; Bagiana , I Kadek; Eka Purwanto , Ungsari Rizki; Koes Sundoro , Aries; Setyaningrum, Wahyu
Jurnal Dimas Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.655 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v3i2.26

Abstract

Menghadapi pandemi virus Corona, berbagai upaya telah dilakukan oleh daerah setempat untuk menjaga diri dari penyakit tersebut. Beberapa petunjuk yang mungkin dilakukan oleh daerah setempat untuk membangun kebal. Salah satunya adalah rasa yang membakar karena zat sintetis di dalamnya dapat membangun kekebalan. Kelurahan Kalicacing kota Salatiga merupakan salah satu kelurahan yang masuk wilayah pemekaran Kotamadya Dati II Salatiga. Keberadaan tanaan rempah-rempah (jahe, temulawak, kunyit, serei) yang sengaja ditanam warga sekitar dan bahkan dapat tumbuh liar diberbagai kondisi tropis ternyata dapat bermanfaat sangat baik untuk tubuh kita. Rempah – rempah seperti jahe, temulawak, kunyit, serei mengandung antioksidan yang cukup tinggi sehingga dapat menangkal radikal bebas pada tubuh kita. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan informasi terkait fungsi rempah – rempah menjadi salah satu bahan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kegiatan dilakukan dengan dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai manfaat tumbuhan rempah-rempah. Kegiatan di daerah yang dilakukan meliputi sosialisasi handout tentang imunitas tubuh, pemaparan materi tentang imun serta rempah dan manfaatnya, pengukuran saturasi oksigen, pemberian brosur serta adanya pre tes dan post test. Pemaparan materi yang disampaikan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang lugas. Setelah pemaparan materi, diskusi interaktif dibuka sepenuhnya dengan maksud untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap materi yang telah diberikan.
Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor Menjadi Kelor Celup Sebagai Minuman Kesehatan Tubuh Pencegah Hipertensi Pada Ibu-Ibu PKK Dusun Bejalen, Ambarawa Bagiana, I Kadek; Franyoto, Yuvianti Dwi; Mutmainah, Mutmainah; Kusmita , Lia; Puspitaningrum, Ika; Nanny Setiawati Hadirahardja, Maria Caecilia; Munisih, Siti; Eka Purwanto, Ungsari Rizki; Koes Sundoro, Aries; Setyaningrum, Wahyu
Jurnal Dimas Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.475 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v3i2.27

Abstract

Penyakit hipertensi belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, padahal diketahui dampak negatif yang akan ditimbulkannya cukup besar, seperti stroke dan jantung koroner. Beberapa penduduk di Dusun Bejalen, Kota Ambarawa menderita hipertensi bahkan dengan beberapa komplikasi. Dari insidensi hipertensi yang sangat tinggi dan bahaya komplikasi yang ditimbulkan, perlu dilakukan penyuluhan tentang penyakit hipertensi. Salah satu tanaman yang bisa mencegah hipertensi adalah tanaman kelor. Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat tidak hanya bagi kesehatan, namun juga memiliki nilai ekonomi. Seluruh bagian tanaman kelor mulai daun, kulit batang, buah dan bijinya bermanfaat bagi kesehatan. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai obat herbal hingga bahan baku produk perawatan kulit. Tanaman kelor dapat tumbuh baik di daerah tropis, seperti halnya di Dusun Bejalen, Ambarawa. Kelor diketahui memiliki banyak khasiat, salah satunya untuk hipertensi. Pemanfaatan tanaman kelor masih sebatas sebagai olahan sayur dan belum menjadi produk olahan yang menarik, berdaya saing dan bernilai ekonomi tinggi, dikarenakan masih terbatasnya informasi dan wawasan mitra mengenai pengolahan kelor. Ada tiga tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu:persiapan, pelaksanaan dan. Dari hasil evaluasi terhadap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terlihat bahwa pengetahuan peserta pelatihan terhadap jenis, manfaat dan cara pembuatan teh kelor celup semakin meningkat.
Penyuluhan Pentingnya Cuci Tangan dengan Sabun dan Langkah Tepat Melakukannya di Klinik Esensia Semarang: - Munisih, Siti; mutmainah; Dwi Franyoto , Yuvianti; Kusmita , Lia; Puspitaningrum , Ika; Nanny Setiawati Hadirahardja, Maria Caecilia; Bagiana , I Kadek; Rizki Eka Purwanto , Ungsari; Koes Sundoro , Aries; Wulandari , Wahyu
Jurnal Dimas Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v4i1.41

Abstract

Dalam mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat maka kebiasaan untuk mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir saat ini merupakan salah satu protokol kesehatan yang harus diterapkan. Hal tersebut perlu dilakukan karena tangan seringkali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung . Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di sekitar Klinik Esensia Semarang. Kegiatan dilakukan dengan dengan memberikan edukasi melalui pemberian brosur tentang pentingnya cuci tangan menggunakan sabun serta langkah untuk mencuci tangan dengan benar sekaligus membagikan produk hand sanitizer. Pemberian info materi yang disampaikan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang lugas.Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik masyarakat dalam mencuci tangan yang benar sehingga disarankan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di daerah lainnya dengan mempertimbangkan karakteristik sasaran promosi kesehatan
Menggali Potensi Bunga Krisan Bandungan, Semarang sebagai Teh dan Lulur untuk Kesehatan dan Kecantikan Purwanto, Ungsari Rizki Eka; Endang Diyah Ikasari; Endang Dwi Wulansari; Ebta Narasukma A.; I Kadek Bagiana; Meysiska Trisnaningtyas
Jurnal Dimas Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v5i2.72

Abstract

Desa Kenteng, merupakan salah satu Desa di Kecamatan Bandungan, Semarang Jawa Tengah yang terkenal dengan petani bunga potong krisan. Saat ini petani di Desa Kenteng menjual bunga krisan hanya untuk tanaman hias dan dekorasi. Selain sebagai bunga hias sebenarnya bunga krisan memiliki banyak komponen nutrisi yang dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk kesehatan dan kecantikan. Hal ini yang menggugah kelompok pengabdian kami untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan pengolahan bunga krisan melalui kelompok tani bunga krisan setempat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah berupa penyuluhan mengenai penghilangan pestisida agar tercipta bunga krisan dengan kualitas yang baik dan sehat, serta pemaparan khasiat lain dari bunga krisan sebagai lulur kosmetik serta teh antioksidan. Tim pengabdian akan memperkenalkan metode pengolahan bunga krisan hingga menjadi produk teh dan mangir secara langsung kepada kelompok kader. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diterima dengan antusias dan seluruh peserta mengikuti kegiatan pelatihan cara pembuatan lulur dan teh. Lebih dari 90% peserta memahami sosialisasi dan pelatihan yang diberikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berlangsung dengan sukses dan lancar. Peserta pengabdian juga berharap adanya kelanjutan kegiatan pelatihan mengenai tata cara perijinan dan pemasaran produk.