Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS PENURUNAN RASA MUAL DAN MUTAH PADA IBU HAMIL DENGAN PENGGUNAAN INHALASI AROMA THERAPI LEMON DI SALAH SATU PUSKESMAS KABUPATEN BANDUNG Mulyati, Iceu; Linda Rofiasari; Amirah Salwa Mainuha
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i1.2122

Abstract

Pregnancy is a natural event that occurs in women. The average incidence of nausea and vomiting in 2019 was 67.9%. Where this incidence occurs in primigravida and multigravida pregnant women. Nausea and vomiting in medical parlance is called emesis. Emesis is a state of nausea that is sometimes accompanied by vomiting with a frequency of less than 5 times. Nausea and vomiting are caused by an increase in the HCG hormone. Nausea and vomiting can be overcome using pharmacological or non-pharmacological therapy, one of the non-pharmacological therapies is lemon aromatherapy. This study uses a descriptive type of research with a one group pre-test and post-test approach. The population used was 30 pregnant women who experienced nausea and vomiting at the Ibun Health Center in Bandung Regency in 2022 and the sample used was total sampling. The variable in this study is inhalation of lemon aromatherapy to reduce nausea and vomiting in pregnant women. The data used are primary data by conducting interviews using the PUQE-24 questionnaire research instrument. Data analysis in this study used univariate analysis. The results showed that the frequency before being given inhalation of lemon aromatherapy was that most experienced mild nausea and vomiting as many as 20 people (66.7%) and after being given inhalation of lemon aromatherapy most experienced mild nausea and vomiting as many as 17 people (56.7%). The average decrease before being given is 6.37 and after being given is 4.37. So that there is a decrease before and after being given lemon aromatherapy inhalation. Suggestions for health workers to be able to provide education regarding the provision of this alternative therapy to pregnant women who carry out examinations to overcome the nausea and vomiting.
PELAYANAN SAFARI KB DALAM RANGKA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI IBU Yuliani, Meda; Ariani, Antri; Mulyani, Yanyan; Rofiasari, Linda; Mulyati, Iceu; Oktafiani, Hani; Margaretha, Putri; Salsabila, Dilla C; Yusrin, Fhani Rahmani; Maulidya, Syaira F
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29402

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode medis teknis keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah dalam perencanaan Keluarga Berencana yang sudah dapat diterima oleh hampir seluruh masyarakat. Strategi program KB yang digunakan dalam mengembangkan kebijakan pemerintah yaitu MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) melalui kegiatan Safari KB sesuai dengan kebutuhan untuk menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan, atau mengakhiri kesuburan yaitu AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) dan kontrasepsi mantap. Program Pengabdian Masyarakat merupakan bentuk wujud penerapan Ipteks bagi Masyarakat terutama bertujuan tercapainya cakupan akseptor KB dan menjadi salah satu pelayanan dalam rangka wujud bhakti bidan bagi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasam dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kabupaten Bandung diberbagai Lokasi pelayanan bidan mandiri yang berada di wilayah kabupaten Bandung.Safari KB yang dilakukan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu dengan memberikan pelayanan kontasepsi AKDR (IUD) dan AKBK (Implan). Luaran yang dicapai dalam pengabdian masyarakat melalui penerapan Ipteks bagi masyarakat akseptor KB khususnya dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sehingga cakupannya bisa meningkat.
LATIHAN OLAH NAFAS DAN PENGUATAN KADER POSBINDU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA Wahyudi, Fikri Mourly; Yuliani, Meda; Mulyan, Yanyan; Mulyati, Iceu; Oktafiani, Hani; Wahdana, Wahyu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39665

Abstract

Kota Cimahi merupakan kota terpadat di Jawa Barat. Per tahun 2024, jumlah lansia di Cimahi mencapai 58.509 jiwa atau sekitar 10% dari total penduduk. Persentase yang besar ini tentu membutuhkan pengelolaan program agar kesehatannya tetap terjaga. Upaya kesehatan lansia dan pra lansia oleh masyarakat disebut dengan Posbindu. RW 14 Kelurahan Baros, Kota cimahi memiliki Posbindu Flamboyan yang terbentuk sejak bulan Mei 2024. Sebelum terbentuk, lansia dan pra lansia di wilayah tersebut belum memiliki kegiatan rutin dalam rangka peningkatan derajat kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular. Kader yang menjadi pengurus posbindu belum mendapatkan pelatihan, sehingga masih dalam tahap mengidentifikasi kebutuhan program dan bagaimana program bisa tepat dilaksanakan. Padahal, kader posbindu merupakan agen terdepan dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada lansia, sehingga penguatan peran kader posbindu menjadi urgensi yang tidak terelakan lagi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mencakup kegiatan pemeriksaan kesehatan dengan konsep 5 meja posbindu dan pembekalan kader melalui penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan konsep organisasional posbindu yang disampaikan oleh perwakilan Puskesmas Cigugur Tengah. Sebagai bentuk upaya keberlanjutan program, tim pengmas menyiapkan kader kit berisi buku saku kader yang berisi materi-materi yang dapat digunakan kader saat kegiatan posbindu, alat-alat pemeriksaan kesehatan (tensimeter, timbangan badan digital, set alat pemeriksaan gula darah, alat ukur tinggi badan, dll.), dan KMS lansia sebagai media pencatatan dan pemantauan perubahan kesehatan lansia serta pemberian edukasi terkait olah nafas pada lansia dalam penurunan tekanan darah serta kesimbangan gula dalam darah. Salah satu perubahan yang terjadi setelah kegiatan pengmas adalah adanya peningkatan signifikan dari kunjungan masyarakat ke kegiatan posbindu, yaitu 17 orang di bulan September, menjadi 52 orang di bulan Desember 2024, diharapkan dengan penguatan posbindu ini dapat meningkatkan kepesertaan Lansia dalam kunjungan serta dengan hal tersebut dapat meningkatkan derajat Kesehatan lansia
Analisis Penatalaksanaan Dismenore Primer pada Remaja Putri dengan Penggunaan Terapi Teh Herbal Chamomile Disalah Satu Sekolah Menengah di Bandung Mulyati, Iceu; Lestari, Sri; Yuliani, Meda
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1911

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil kajian bahwa haid yang terjadi secara periodik pada seorang perempuan terutama remaja putri memberikan dampak ketidaknyamanan,rasa nyeri saat haid adalah salah satu ketidaknyamanan yang sering remaja putri keluhkan sehingga dapat mengganggu aktivitas belajar, tidak sedikit remaja yang tidak masuk sekolah atau berakhir di ruang unit kesehatan saat nyeri haid terjadi, sehingga perlunya penatalaksanaan yang aman bagi remaja putri yang tidak memberikan efek samping yang berbahaya seperti penggunaan asuhan komplementer dengan penggunaan teh herbal chamomile, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh teh chamomile pada remaja putri dengan mengukur tingkat nyeri haid sebelum dan sesudah diberikan teh herbal chamomile. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan observasi dengan analisis yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan one grup pre-post test design. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa teh herbal chamomile dapat menurunkan tingkatan nyeri haid, sehingga teh herbal chamomile bisa dikembangkan menjadi salah satu asuhan dalam penatalaksanaan dismenore atau nyeri haid terutama pada remaja putri, terutama untuk dimenore primer.