Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil Melalui Edukasi Pencegahan Penyulit Kehamilan Dengan Sigap Resti (Resiko Tinggi) Ina Sugiharti; Antri Ariani; Meda Yuliani; Intan Yusita; Tika Lubis; Dewi Nurlaela Sari; Iceu Mulyati; Dyah Ayu Fitriani; Nova Mawar Senja; Khilfa Syawalia Kusumah; Elsa Nurohimah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1095

Abstract

Peningkatan Kesehatan dan kesejateraan dalam masa kehamilan merupakan tujuan salah satu tujuan dalam program SGDs. Edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat Kesehatan, dengan meningkatnya pengetahuan tentang Kesehatan akan merubah sikap dan perilaku seseorang tentang Kesehatan. Pemberian edukasi ini selain menggunakan metode ceramah juga dilakukan pemberian leafleat sebagi pendukung edkuasi. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara ceramah dengan dibantu oleh media yang di modifikasi tentang kehamilan beresiko, penyulit kehamilan,serta tentang penguatan deteksi komplikasi dengan sigap resti.  Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, juga mengubah perilaku dan sikap ibu hamil serta memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi diri terkait kondisi kehamilannya sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat melibatkanbidan desa setempat, kader dan puskesmas. Kegiatan Pertama yaitu edukasi mengenai kehamilan beresiko, penyulit pada kehamilan serta penguatan pengahaman tentang sigap resti sebagai pemberdayaan ibu hamil dalam meningktakan kesehatannya. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang kehamilan beresiko sebelum dan sesudah yaitu sebesar 19 % kenaikan untuk tingkatan pengatahuan baik, dan sebesar 28,5 % pada tingkatan cukup, dan pada tingkatan pengetahuan kurang mengalami penurunan 48,1 %. Dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan ini serta penguatan pemahaman dengan sigap resti diharapkan ibu hamil dapat lebih aware  terhadap kondisi kehamilannya dan lebih rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Efforts to Improve the Health of Pregnant Women Through Education on Prevention of Pregnancy Complications with a Sprightly Resti (High Risk) Improving health and well-being during pregnancy is one of the goals in the SGDs program. Education is one of the efforts to improve the degree of health, with increasing knowledge about health will change a person's attitude and behavior about health. In addition to using the lecture method, leafleat is also given as a supporter of education. This community service activity is carried out by providing lectures with the help of modified media about risky pregnancies, pregnancy complications, and about strengthening the detection of complications swiftly. This is to increase knowledge for pregnant women, also change the behavior and attitudes of pregnant women and empower pregnant women to detect themselves regarding their pregnancy conditions so that they can optimize health during pregnancy. The core activity carried out is the provision of education. Partners in community service activities involve local village leaders, cadres and puskesmas. The first activity is education about risky pregnancies, difficulties in pregnancy and strengthening understanding about swiftness as an empowerment of pregnant women in notarizing their health. The results obtained from this community service activity were an increase in knowledge about pregnancies at risk before and after, namely by 19% increase for the level of good knowledge, and by 28.5% at the sufficient level, and at the level of knowledge less decreased by 48.1%. With this change in the level of knowledge and strengthening understanding swiftly, it is hoped that pregnant women can be more aware of the condition of their pregnancy and more routinely conduct pregnancy check-ups.
Penerapan Massage Tu Ina dan Edukasi Untuk Pencegahan Stunting Pada Anak Ecih Winengsih; Agung Sutriyawan; Antri Ariani; Iceu Mulyati; Tata Juarta
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2285

Abstract

Permasalahan stunting masih tinggi di Indonesia mencapai 24,4% melebihi standar World Health Organization yaitu 20%. Dampak yang ditimbulkan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas anak. Tujuan untuk memberikan edukasi pemahaman terkait pencegahan stunting dan memberikan keterampilan massage Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan anak. Metode kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi dan keterampilan dengan dibantu oleh media power poin serta memberikan contoh dari keterampilan massage Tui Na untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua yang memiliki anak di RW 10 dan RW 13, Desa Nagrog yang berjumlah 44 orang. Hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan orang tua meningkat setelah diberikan edukasi dan keterampilan massage Tui Na dengan hasil sebelum diberikan edukasi sebesar 41% cukup dan setelah diberikan edukasi sebanyak 90,9% baik. Kesimpulan bahwa orang tua yang memiliki anak setelah diberikan edukasi menjadi paham terkait dengan pencegahan stunting dan penerapan massage Tui Na. Rekomendasi diharapkan orang tua dapat menerapkan keterampilan massage Tui Na di kehidupan sehari-hari agar nafsu anak meningkat sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting. Application of Tui Na Massage and Education to Prevent Stunting in Children The problem of stunting is still high in Indonesia, reaching 24.4%, exceeding the World Health Organization standard of 20%. The resulting impact increases child morbidity and mortality rates. The aim is to provide educational understanding regarding stunting prevention and provide Tui Na massage skills to increase children's appetite. This community service activity method is carried out by providing education and skills assisted by power point media as well as providing examples of Tui Na massage skills to increase the understanding and skills of parents who have children in RW 10 and RW 13, Nagrog Village, totaling 44 people. The results obtained were that parents' knowledge increased after being given education and Tui Na massage skills with the results before being given education being 41% adequate and after being given education being 90.9% good. The conclusion is that parents who have children after being given education understand the prevention of stunting and the application of Tui Na massage. The recommendation is that parents can apply Tui Na massage skills in everyday life so that children's appetite increases so that they can reduce the incidence of stunting.
THE EFFECT OF YOGA CHILD POSE IN OVERCOMING MENSTRUAL PAIN IN ADOLESCENT GIRLS Yuliani, Meda; Sugiharti, Ina; Yusita, Intan; Mulyati, Iceu; Agustiani, Siska Nurul
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 2, Juli 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i2.1848

Abstract

Background: Menstrual pain, or dysmenorrhea, arises from heightened prostaglandin production, leading to uterine cramps. This discomfort can interfere with daily activities. One recommended non-pharmacological approach to relieve this condition is practising the child’s pose in yoga. This study aims to assess the effectiveness of this pose in reducing menstrual discomfort among students. Methods: The research was conducted at SMPN 2 Pamulihan during the period of July through August. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The participants were 7th and 8th grade junior high school students experiencing primary dysmenorrhea who met the inclusion and exclusion criteria. Pain assessment was conducted using the Numeric Rating Scale (NRS), a validated and widely accepted instrument for evaluating pain levels. The yoga intervention was implemented based on established Standard Operating Procedures (SOP) to ensure consistency and adherence to protocol. Data were analysed using univariate and bivariate analyses, with the Wilcoxon test applied to assess the differences between pretest and posttest results. Results: Prior to the intervention, 25 participants (69.4%) experienced mild pain. Following the yoga sessions, 26 students (72.2%) reported mild pain. Statistical analysis revealed a significant difference before and after the intervention (p = 0.000 < 0.05), indicating the potential of child’s pose yoga as a non-pharmacological method for easing dysmenorrhea. Conclusion: The child’s pose yoga technique shows promise in managing menstrual discomfort among adolescents, serving as a viable non-pharmacological alternative.
ANALISIS PENURUNAN RASA MUAL DAN MUTAH PADA IBU HAMIL DENGAN PENGGUNAAN INHALASI AROMA THERAPI LEMON DI SALAH SATU PUSKESMAS KABUPATEN BANDUNG Mulyati, Iceu; Linda Rofiasari; Amirah Salwa Mainuha
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i1.2122

Abstract

Pregnancy is a natural event that occurs in women. The average incidence of nausea and vomiting in 2019 was 67.9%. Where this incidence occurs in primigravida and multigravida pregnant women. Nausea and vomiting in medical parlance is called emesis. Emesis is a state of nausea that is sometimes accompanied by vomiting with a frequency of less than 5 times. Nausea and vomiting are caused by an increase in the HCG hormone. Nausea and vomiting can be overcome using pharmacological or non-pharmacological therapy, one of the non-pharmacological therapies is lemon aromatherapy. This study uses a descriptive type of research with a one group pre-test and post-test approach. The population used was 30 pregnant women who experienced nausea and vomiting at the Ibun Health Center in Bandung Regency in 2022 and the sample used was total sampling. The variable in this study is inhalation of lemon aromatherapy to reduce nausea and vomiting in pregnant women. The data used are primary data by conducting interviews using the PUQE-24 questionnaire research instrument. Data analysis in this study used univariate analysis. The results showed that the frequency before being given inhalation of lemon aromatherapy was that most experienced mild nausea and vomiting as many as 20 people (66.7%) and after being given inhalation of lemon aromatherapy most experienced mild nausea and vomiting as many as 17 people (56.7%). The average decrease before being given is 6.37 and after being given is 4.37. So that there is a decrease before and after being given lemon aromatherapy inhalation. Suggestions for health workers to be able to provide education regarding the provision of this alternative therapy to pregnant women who carry out examinations to overcome the nausea and vomiting.
PELAYANAN SAFARI KB DALAM RANGKA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI IBU Yuliani, Meda; Ariani, Antri; Mulyani, Yanyan; Rofiasari, Linda; Mulyati, Iceu; Oktafiani, Hani; Margaretha, Putri; Salsabila, Dilla C; Yusrin, Fhani Rahmani; Maulidya, Syaira F
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29402

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode medis teknis keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah dalam perencanaan Keluarga Berencana yang sudah dapat diterima oleh hampir seluruh masyarakat. Strategi program KB yang digunakan dalam mengembangkan kebijakan pemerintah yaitu MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) melalui kegiatan Safari KB sesuai dengan kebutuhan untuk menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan, atau mengakhiri kesuburan yaitu AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) dan kontrasepsi mantap. Program Pengabdian Masyarakat merupakan bentuk wujud penerapan Ipteks bagi Masyarakat terutama bertujuan tercapainya cakupan akseptor KB dan menjadi salah satu pelayanan dalam rangka wujud bhakti bidan bagi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasam dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kabupaten Bandung diberbagai Lokasi pelayanan bidan mandiri yang berada di wilayah kabupaten Bandung.Safari KB yang dilakukan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu dengan memberikan pelayanan kontasepsi AKDR (IUD) dan AKBK (Implan). Luaran yang dicapai dalam pengabdian masyarakat melalui penerapan Ipteks bagi masyarakat akseptor KB khususnya dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sehingga cakupannya bisa meningkat.
Analisis Penatalaksanaan Dismenore Primer pada Remaja Putri dengan Penggunaan Terapi Teh Herbal Chamomile Disalah Satu Sekolah Menengah di Bandung Mulyati, Iceu; Lestari, Sri; Yuliani, Meda
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1911

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil kajian bahwa haid yang terjadi secara periodik pada seorang perempuan terutama remaja putri memberikan dampak ketidaknyamanan,rasa nyeri saat haid adalah salah satu ketidaknyamanan yang sering remaja putri keluhkan sehingga dapat mengganggu aktivitas belajar, tidak sedikit remaja yang tidak masuk sekolah atau berakhir di ruang unit kesehatan saat nyeri haid terjadi, sehingga perlunya penatalaksanaan yang aman bagi remaja putri yang tidak memberikan efek samping yang berbahaya seperti penggunaan asuhan komplementer dengan penggunaan teh herbal chamomile, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh teh chamomile pada remaja putri dengan mengukur tingkat nyeri haid sebelum dan sesudah diberikan teh herbal chamomile. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan observasi dengan analisis yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan one grup pre-post test design. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa teh herbal chamomile dapat menurunkan tingkatan nyeri haid, sehingga teh herbal chamomile bisa dikembangkan menjadi salah satu asuhan dalam penatalaksanaan dismenore atau nyeri haid terutama pada remaja putri, terutama untuk dimenore primer.
Environmental Health Determinants of Stunting Incidence: An Observational Study in Densely Populated Settlements Kurniawati, Ratna Dian; Khoerunnisa, Fitrina; Widjanarko, Bagoes; Nugraheni, Sri Achadi; Mulyati, Iceu; Ariani, Antri
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.1483

Abstract

Background:  Stunting, a form of chronic malnutrition manifesting in early childhood, typically becomes apparent by the age of two.  It inhibits physical growth, disrupts brain development, and increases the risk of disease in children, thus affecting the quality of future human resources. Babakan Penghulu sub-district, with 53 cases of Stunting in 2023, has been designated a priority area for stunting control program by ​​the Cinambo Health Center.  As a densely populated and flood-prone area in Bandung, Babakan Penghulu suffers from inadequate environmental sanitation, which adversely impacts toddler health and development. Objective: This study aims to identify environmental factors related to the incidence of stunting in the Babakan Penghulu sub-district. This study employs an analytical observational design with a cross-sectional approach. Method: This research is a quantitative research. The population comprised 458 mothers with toddlers. A sample of 79 mothers was selected using proportional random sampling across 8 neighborhood units. Data were collected through observation sheets, and data analysis was conducted using the Chi-Square Test. Results: The results showed a relationship between drinking water quality (P-value:0.018), waste disposal facilities (P-value:0.044), and access to healthy toilet facilities (P-value:0.001). In contrast, household wastewater disposal facilities (P-value:0.089) not show a significant relationship. Conclusion: Stunting in toddlers is significantly associated with environmental sanitation factors such as the quality of drinking water, waste disposal facilities, and toilet hygiene. However, household wastewater disposal wasn’t significantly related. Strengthening community-based total sanitation infrastructure and promoting community health initiatives, with support and supervision from the local health office and the Bandung City government, are recommended.
Edukasi Pencegahan Anemia dan Gangguan Kesehatan Mental Pada Remaja di Kabupaten Bandung Iceu Mulyati; Yanyan Mulyani; Meda Yuliani; Fikri Mourly Wahyudi; Wahyu Wahdana
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ejage536

Abstract

Adolescence is a stage of life characterized by rapid physical, psychological, and intellectual changes, which can be challenging for some teenagers. Menstruation, a primary change marking the onset of puberty, significantly influences psychological changes, including discomfort such as abdominal cramps, fatigue, and mood swings, particularly affecting young women.Approximately 15.5 million Indonesian adolescents experience mental health issues, with anxiety being the most common problem (34.9%). Adolescent girls are more prone to depression (6.7%) and anxiety (28.2%), while boys are more likely to experience hyperactivity (12.3%) and behavioral problems (3.5%).The proposed solution involves providing education through anemia exercises and mental health prevention programs, focusing on anemia prevention and mental health issues among adolescents. Community service activities include physical exercises like anti-anemia aerobics, alongside educational sessions. Pre- and post-tests using questionnaires assessed the outcomes, revealing that education significantly improved adolescents' knowledge. The average pre-test score was 66 (min 40, max 80), rising to 87 post-test (min 50, max 100). The Wilcoxon test result (p=0.000) indicates a positive impact of education on enhancing adolescent knowledge. Thus, educating adolescents remains a viable approach to increasing awareness about anemia prevention and mental health issues.
Pendidikan Kesehatan Hipertensi Bagi Warga Cibiru Hilir Bandung Situmorang, Roganda; Jafar, Garnadi; Mulyati, Iceu; Karim, Fatmawati; Muthmainah, Siti Saidah
Karya Kesehatan Siwalima Vol 2, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i2.1088

Abstract

Sasaran mendasar pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia untuk mencapai kesehatan nasional adalah keluarga. Informasi ditemukan bahwa dalam keluarga wilayah Desa Cibiru Hilir Bandung terdapat permasalahan masih banyak keluarga kurang mengetahui penyakit tidak menular (hipertensi). Tujuan kegiatan ini adalah mengimplementasikan upaya promosi dan preventif kesehatan berbasis kolaborasi antar profesi tentang pemberian pendidikan kesehatan hipertensi pada keluarga wilayah Desa Cibiru Hilir Bandung. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang hipertensi dari kurang baik menjadi baik. Perlunya sosialisasi secara berkala secara berkala dan melibatkan banyak masyarakat dan kader. Keluarga diharapkan mengaplikasikan dirumah dan disebar luaskan informasi terkait hipertensi.
EFFECTIVENESS OF YOGA CHILD POSE ON ALLEVIATING MENSTRUAL PAININ FEMALE ADOLESCENTS Meda Yuliani; Ina Sugiharti; Intan Yusita; Iceu Mulyati; Siska Nurul Agustiani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 2, Juli 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i2.1848

Abstract

Background: Menstrual pain, or dysmenorrhea, arises from heightened prostaglandin production, leading to uterine cramps. This discomfort can interfere with daily activities. One recommended non-pharmacological approach to relieve this condition is practising the child's pose in yoga. This study aims to assess the effectiveness of this pose in reducing menstrual discomfort among students. Methods: The research was conducted at SMPN 2 Pamulihan during the period of July through August. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The participants were 7th and 8th grade junior high school students experiencing primary dysmenorrhea who met the inclusion and exclusion criteria. Pain assessment was conducted using the Numeric Rating Scale (NRS), a validated and widely accepted instrument for evaluating pain levels. The yoga intervention was implemented based on established Standard Operating Procedures (SOP) to ensure consistency and adherence to protocol. Data were analysed using univariate and bivariate analyses, with the Wilcoxon test applied to assess the differences between pretest and posttest results. Results: Prior to the intervention, 25 participants (69.4%) experienced mild pain. Following the yoga sessions, 26 students (72.2%) reported mild pain. Statistical analysis revealed a significant difference before and after the intervention (p = 0.000 < 0.05), indicating the potential of child's pose yoga as a non-pharmacological method for easing dysmenorrhea. Conclusion: The child's pose yoga technique shows promise in managing menstrual discomfort among adolescents, serving as a viable non-pharmacological alternative.
Co-Authors Agustiani, Siska Nurul Aiyi Asnawi Amirah Salwa Amirah Salwa Mainuha Antri Ariani Antri Ariani Antri Ariani, Antri Ayu Cahyati Bagoes Widjanarko Bambang Noegroho Dewi Nurlaela Sari Dhien Novita Sani Dian, Ratna Dwi Prasetyo Dyah Ayu Fitriani Ecih Winengsih Eki Pratidina Elis Susilawati Ellin Febrina Elsa Nurohimah Endang Sutedja Etika Emaliyawati Farid Husin Fatmawati Karim Fauzan Z Muttaqin Fauzan Zein Mutaqin Fauzan Zein Muttaqin Fikri Mourly Wahyudi Garnadi Jafar, Garnadi Hani Oktafiani Hayati, Ning Ika Kana Trisnawati Iman Abidin Ina Sugiharti Intan Yusita Intan Yusita Juarta, Tata Karim, Fatmawati Khilfa Syawalia Kusumah Khoerunnisa, Fitrina Lia Novita Lika Nurfiati Linda Rofiasari Mamay Maesaroh Manaf Bin Saman Margaretha, Putri Maulidya, Syaira F Meda Yuliani Meda Yuliani Megawati, Sri Wulan Mulyani, Yanyan Muthmainah, Siti Saidah Nabila Berliana Nova Mawar Senja Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nurhalim Shahib Oktafiani, Hani PONPON IDJRADINATA Ratna Dian Kurniawati Roganda Situmorang Salsabila, Dilla C Sarbini, Amida Siska Nurul Agustiani Siti Saidah Muthmainah Situmorang, Roganda Soni Muhsinin Sri Achadi Nugraheni Sri Lestari Sri Lestari Sugiharti, Ina Sutriyawan, Agung Tata Juarta Tika - Lubis Untung Sudharmono Valiani, Cici Wahyu Wahdana Wahyu Wahdana Widhya Aligita Widhya Aligita Widyawati Widyawati Winengsih, Ecih Yanyan Mulyan Yanyan Mulyani Yosef Pandai Lolan yuliani, meda Yulianti Anjayani Yulianti Anjayani Yuni Mauliany Yusita, Intan Yusrin, Fhani Rahmani