Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Klaim Dana Jaminan Hari Tua (JHT) Bagi Ahli Waris Pengganti Peserta Yang Meninggal Dunia ADITYA RAHMAN; Rahman, Aditya; Adha, Lalu Hadi
Private Law Vol 5 No 3 (2025): Private Law Universitas Mataram
Publisher : Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/qryrkk20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekaburan norma dalam pengaturan urutan ahli waris pengganti sebagaimana diatur dalam Pasal 16 ayat (3) Permenaker Nomor 4 Tahun 2022 dan untuk mengidentifikasi dan mengkaji mekanisme penyelesaian sengketa apabila terdapat lebih dari satu pihak yang mengeklaim sebagai ahli waris dalam konteks Jaminan Hari Tua (JHT). Penelitian menggunakan metode Normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan urutan ahli waris pengganti dalam klaim JHT menurut Pasal 16 Ayat (3) Permenaker Nomor 4 Tahun 2022 masih belum jelas, terutama terkait pembedaan saudara kandung penuh dan tiri serta penempatan mertua yang dinilai kurang adil. Selain itu, ketiadaan pengaturan rinci mengenai wasiat berpotensi menimbulkan sengketa antar ahli waris. Sengketa klaim JHT sering terjadi akibat ketidakjelasan aturan yang menimbulkan klaim ganda. Pembuktian dokumen resmi menjadi krusial, sementara BPJS Ketenagakerjaan hanya berperan sebagai fasilitator tanpa kewenangan memutus, sehingga penyelesaian sering berlanjut ke pengadilan yang memakan waktu dan biaya. Ketentuan ahli waris perlu diperjelas, termasuk pembedaan antara saudara kandung penuh dan tiri serta peninjauan posisi mertua. Pengaturan wasiat harus dirinci untuk menjamin keabsahan dan prioritasnya. Pemerintah perlu memperbarui Permenaker Nomor 4 Tahun 2022, memperkuat kewenangan BPJS dalam memutus klaim sederhana, serta meningkatkan sosialisasi dan pendampingan hukum agar proses klaim JHT lebih efisien dan meminimalkan sengketa.
Perancangan Desain Karakter Untuk Board Game Tentang Cerita Rakyat 'Legenda Putri Komodo Dan Darman & Darmin' Untuk Anak Usia 10-12 Tahun Putri, Syafiqah Fatinah; Daniar, Aninditya; Rahman, Aditya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10245

Abstract

Pendidikan karakter anak-anak melalui cerita rakyat Indonesia memiliki peran krusial dalam membentuk generasi yang cerdas dan berbudi luhur. Namun, ada tantangan dalam menjaga ketertarikan anak-anak terhadap cerita rakyat tersebut. Oleh karena itu, studi ini mengusulkan penggunaan board game sebagai metode baru dalam mengajarkan cerita rakyat. Melalui wawancara dengan guru dan siswa sekolah dasar, serta seorang ilustrator anak, dilakukan perancangan karakter untuk cerita rakyat "Legenda Putri Komodo" dan "Darman & Darmin". Hasilnya menunjukkan bahwa karakter-karakter yang diciptakan berhasil mempresentasikan esensi cerita dan menginternalisasi nilai-nilai pendidikan karakter dengan efektif. Pemanfaatan board game berbasis cerita rakyat diharapkan dapat meningkatkan minat dan efektivitas pembelajaran karakter di sekolah dasar.
ANALISIS PENGELOLAAN DANA SUMBANGAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN (SPP) SEKOLAH (STUDI KASUS PADA SMA ISLAM BAWARI PONTIANAK) Rahman, Aditya; Warneri, Warneri; Kuswanti, Heni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 13, No 4 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v13i4.77333

Abstract

The school financial management process is based on school income and sources of school income Boss funds and School Committee Funds or School SPP. Apart from that, there are problems that occur, namely delays in the distribution of school tuition fees when bidding for PTS and PAS. In education financing, there is education financing planning seen from educational funding needs, for steps in managing education financing, for example education budgeting is allocated because a lot is budgeted and evaluation of the management of education financing funds is carried out every semester. The research method used is a qualitative approach-case study. The results of this research show that the process of preparing the school budget begins with a meeting with the teacher council, then the results of this meeting are used as a reference basis for making the RKAS and in accordance with the steps for preparing the budget, the implementation of school tuition fund management has two functions, namely receiving and disbursing funds, while the process The evaluation was carried out by discussing meetings between the Foundation and the school principal, treasurer and head of administration to discuss funding carried out at the end of each semester and a presentation of delays in school tuition payments of around 40-45%. This conclusion in this research has been late payment of school tuition payment of by difficult economic bills and several parent of students
Village Officials’ Competence in Digital-Based Services Using E-Office in Mekarwangi Village, Sumedang Regency Nangameka, Teresa Irmina; M P, Hilmy Rahayu; Rahman, Aditya
Jurnal MSDA (Manajemen Sumber Daya Aparatur) Vol. 11 No. 2 (2023): JURNAL MSDA (Manajemen Sumber Daya Aparatur)
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jmsda.v11i2.3806

Abstract

The implementation of new applications to support organizational work, integral to the adoption of SPBE in Indonesia, often encounters a lack of readiness among management officials. This challenge extends to the village level, the lowest tier of government, where the introduction of the E-office as a digital-based administrative service represents both a breakthrough and a formidable hurdle for village officials unfamiliar with information technology. This study aims to assess the competence of the village officials in facilitating the operationalization of the E-office and proposes strategies to enhance their digital service proficiency, focusing on Mekarwangi Village in Tomo District, Sumedang Regency. Employing a descriptive qualitative research approach, data collection involves interviews, observations, and documentation, with data triangulation as the analytical technique. The study reveals that the competence of the Mekarwangi Village officials is currently minimal, primarily due to a lack of adequate education, training, and insufficient support from local or central governments in providing facilities for enhancing the officials' competence in managing village potential data—a critical aspect of E-office operations. In response, the Sumedang government is actively addressing this issue by regularly conducting training and socialization programs on online-based services, specifically the village E-office, for village officials and communities. Efforts have been made to improve the quality and quantity of supporting infrastructure, such as internet network capabilities and the availability of laptops. To foster competitiveness among villages, the government is also instituting awards for those successfully implementing the E-office, accompanied by guidance for villages facing challenges in its optimal operation.
Keamanan Sibernetika dan Tantangan Geopolitik di Era Digital Dwi Maharani, Anindia; Luthfitasari, Aulia Ryndha; Alif Rachman, Bagas; Rahman, Aditya; Ediyono, Suryo
Jurnal Tomalebbi Volume 11, Nomor 1 (Maret 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan manusia senantiasa mengalami perubahan dan peningkatan akibat kemajuan peradaban yang terjadi akibat munculnya penemuan-penemuan oleh para ilmuwan. internet merupakan salah satu penemuan terbesar dalam sejarah peradaban manusia yang memberikan banyak kemudahan sekaligus tantangan. Hal tersebut harus disikapi secara bijaksana sehingga perubahan yang ada dapat membawa kemajuan bangsa. Namun apabila tidak dapat disikapi dengan baik akan membawa dampak negatif khususnya bagi pertahanan negara. Salah satu dampak perubahan tersebut adalah saat ini siber dianggap sebagai salah satu masalah penting yang menjadi fokus pemerintah. Peran pemerintah dalam memberantas kejahatan siber ini sangat diperlukan supaya tidak ada lagi kebocoran data seperti kebocoran data BPJS. Artikel ini bertujuan menyelidiki dinamika serangan siber terhadap sekitar. Artikel ini juga mengusulkan beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan untuk keamanan nasional Indonesia dalam menanggapi ancaman cybercrime.
STRATEGI EKONOMI PERTAHANAN MARITIM DENGAN PENERAPAN BLUE ECONOMY Rahman, Aditya; Yudho Prakoso, Lukman; Suwito, Suwito
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1480-1491

Abstract

Abstrak ini memberikan tinjauan terhadap strategi ekonomi pertahanan maritim serta implementasi Blue Economy di Indonesia. Melalui metode kualitatif deskriptif, analisis dokumen kebijakan, berita, dan sumber informasi lainnya dilakukan untuk menyoroti penekanan pemerintah Indonesia pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan demi pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional. Konsep Blue Economy menjadi dasar strategi ekonomi pertahanan maritim dengan fokus pada pengelolaan sumber daya laut, teknologi, dan keterlibatan multi-stakeholder. Meskipun dihadapi tantangan geopolitik, keterbatasan sumber daya, dan konflik sumber daya kelautan, kesadaran akan keberlanjutan ekosistem laut semakin meningkat. Sehingga, Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk menerapkan strategi ekonomi pertahanan maritim berkelanjutan melalui Blue Economy dengan memperkuat kolaborasi antarsektor, penerapan teknologi, dan kesadaran lingkungan.