Articles
Penerapan Literasi Berbasis IT dalam Pembelajaran Melalui Media E-Book di SMPN 7 Sungai Raya
Imran Imran;
Okianna Okianna;
Iwan Ramadhan;
Riama Al Hidayah;
Nining Ismiyani;
Stella Prancisca;
Daniel Daniel;
Suriyanisa Suriyanisa;
Sindi Nur Solidah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.764 KB)
|
DOI: 10.31316/jk.v%vi%i.4058
AbstrakPada era industrial revolution atau revolusi industri 4.0 saat ini pekerjaan dapat menjadi lebih mudah dikarenakan adanya bantuan teknologi. Begitupun dalam proses belajar mengajar di sekolah dimana generasi saat ini yang disebut sebagai Generasi Z dapat dengan mudah mengupdate dan mendapatkan informasi dengan bantuan teknologi. Di tahun 2022 ini, kami akan melaksanakan PKM yang masih berkisar pada dunia pendidikan, khususnya pada pemanfaatan media pembelajaran digital di SMPN 7 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Program tahun ini dirancang sebagai upaya memfasilitasi dan membekali guru-guru di SMPN 7 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dalam menggunakan media pembelajaran digital untuk menggali potensi dan mampu bersaing secara global di era revolusi ini. Program pemanfaatan Canva sebagai media pembelajaran digital terinspirasi dengan maraknya perkembangan teknologi terutama media pembelajaran digital di bidang pendidikan. Terfasilitasinya guru dengan pemanfaatan media digital Canva diharapkan untuk menggali potensi dan meningkatkan kreativitas guru yang akan berpengaruh pada peningkatan kualitas guru.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Canva, Kualitas Guru
Workshop Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Pembuatan Bahan Ajar Elektronik di SMPN 7 Sungai Raya
Iwan Ramadhan;
Imran Imran;
Riama Al Hidayah;
Stella Prancisca;
Nining Ismiyani;
Okianna Okianna;
Maria Oktavia Niken;
Sinta Sinta;
Juliantara Juliantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.991 KB)
|
DOI: 10.31316/jk.v6i2.4060
AbstrakSemakin ketatnya persaingan di era global dan tuntunan persaingan di dunia kerja, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama–sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Kemajuan suatu bangsa dimasa akan datang sangatlah tergantung pada mutu pendidikan generasi muda saat ini, karena pemuda adalah ujung tombak dari kesuksesan suatu negara. Termasuk dalam profresionalisme guru tentu perlu adanya kemampuan berfikir lebih agar dapat bersaing untuk pendidikan global seperti saat sekarang ini. Terdapat banyak Pengertian Profesionalisme Guru menurut para ahli. Guru merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar. Seorang guru ikut berperan serta dalam usaha membentuk sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan.Kata Kunci: Profesionalisme Guru, Bahan Ajar
Strategi Pengembangan Objek Pariwisata Hutan Albasia
Iwan Ramadhan;
Imran Imran;
Haris Firmansyah;
Efriani Efriani;
Jagad Aditya Dewantara
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32884/ideas.v8i3.908
This study aims to determine the strategy in developing the Albasia Forest tourist attraction to attract tourists interest related to the Albasia tree forest tourism object. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive form. The results of this study indicate the potential for developing albasia forest tourism objects by utilizing the natural beauty that already exists, conducting promotions through banners and social media with the help of the nature lover community, thus attracting interest, especially young people who want to experience camping in the wilderness. The location is not far from the city. In the development of Albasia forest tourism, there are also positive and negative impacts. The positive effects include increasing economic implications because it provides opportunities for local communities to sell and young people to manage albasia forest tourism so that young people have jobs. However, there are also negative impacts, such as some people disagree with constructing these tourist attractions. Still, the Albasia forest tourism manager can handle these problems appropriately.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam mengembangan objek pariwisata hutan albasia sehingga mampu menarik wisatawan yang berkaitan dengan objek wisata hutan pohon Albasia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi dalam mengembangkan daya tarik wisata hutan Albasia ini dengan memanfaatkan keindahan alam yang sudah ada, melakukan promosi melalui banner dan sosial media dengan bantuan dari komunitas pecinta alam, sehingga menarik minat terutama pemuda-pemuda yang ingin merasakan berkemah di hutan yang lokasinya tidak jauh dari kota. Dalam pengembangan wisata hutan Albasia ini juga terdapat dampak positif maupun negatif. Dampak positif yang meliputi dampak ekonomi yang meningkat karena memberikan kesempatan para masyarakat sekitar untuk berjualan dan para anak muda untuk mengelola wisata hutan Albasia sehingga membuat para anak muda sekitar memiliki pekerjaan. Akan tetapi juga terdapat dampak negatif seperti ada beberapa masyarakat yang kurang setuju untuk dibangunnya tempat wisata tersebut namun permasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik oleh pengelolal wisata hutan Albasia.
Pelaksanaan Pembelajaran Sosiologi Model Problem Based Learning Kelas XI IPS di MA Mujahidin Pontianak
Siti Chintya Wulan Rajab;
Imran Imran;
Iwan Ramadhan;
Maria Ulfah;
Riama Al Hidayah
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/aksara.8.3.2151-2164.2022
Problem Based Learning dapat disebut dengan model PBL. Tujuan dilakukan penelitian ini ialah untuk mendapatkan informasi terkait perencanaan, pelaksanaan hingga hasil pembelajaran yang telah dilakukan dalam pelajaran Sosiologi melalui model Problem Based Learning kelas XI IPS di MA Mujahidin Pontianak. Adapun metodelogi penelitian ini jenis deksriptif, kemudian sumber data terdiri atas guru Sosiologi dan empat siswa kelas XI IPS MA Mujahidin Pontianak. Pada teknik pengumpulan data, diantaranya melakukan observasi, wawancara hingga dokumentasi. Perolehan hasil penelitian membuktikan bahwa perencanaan pembelajaran telah dipersiapkan guru dengan baik. Guru telah mempersiapkan RPP, LKPD, serta menyusun materi pelajaran permasalahan sosial dalam masyarakat di Microsoft Power Point. Pada pelaksanaan pembelajaran telah dilaksanakan dengan menyesuaikan RPP. Kegiatan belajar mengajar menyesuaikan terhadap lima sintaks model PBL. Hasil pembelajaran yang diamati yaitu ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
DAMPAK PEMBANGUNAN PARIWISATA JUNGKAT RESORT PADA ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
Warneri Warneri;
Iwan Ramadhan;
Imran Imran;
Haris Firmansyah;
Hadi Wiyono
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v9i2.2606
Penelitian bertujuan mengetahui untuk dampak pembangunan wisata Jungkat Resort yang ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial bagi masyarakat Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah. Penggunaan metode pada penelitian ini adalah dengan metode kualitantif deskripsi dengan penggunakan pendekatan etnografi, yaitu dengan melalukan observasi dan wawancara secara mendalam kepada informan. Hasil peneltian ini adalah perubahan kehidupan masyarakat desa Jungkat dalam tinjauan sosial sejak pembangunan wisata Jungkat Resort diantaranya ialah pada interaksi antar masyarakat sekitar dengan masyarakat pendatang yang menetap di sekitar untuk mengisi peluang kesempatan kerja serta interaksi sosial masyarakat setempat dengan wisatawan, baik dalam berhubungan jasa maupun non-jasa atau adanya interaksi jual beli, memberikan kemajuan secara infrastruktur dan pembangunan secara fisik dan non-fisik. Bentuk perubahan ekonomi diantaranya ialah memberikan peluang, kesempatan kerja bahkan kepada pekebun dan petani disekitar obyek wisata Jungkat Resort untuk menjual hasil bumi bahkan dampak ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat pendatang yang berpindah untuk mencapai memiliki kesejahteraan hidup yang lebih baik. Hubungan sosial masyarakat juga lebih baik, karena adanya perasaan saling memelihara obyek wisata Jungkat Resort antar satu sama lainnya, sebagaimana pada awal pembangunan Jungkat Resort, adanya saling berpartisipasi aktif walapun secara sederhana.
Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Model Blended Learning Berbasis Media Google Classroom
Lisa Ranti Mardiyanti;
Imran Imran;
Iwan Ramadhan;
Nuraini Asriati;
Riama Al Hidayah;
Suriyanisa Suriyanisa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.12110
Adanya pembelajaran online yang kemudian menjadi pembelajaran tatap muka dengan waktu yang terbatas sehingga materi yang diberikan guru tidak maksimal dan menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran model blended learning berbasis media google classroom pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS MA Islamiyah Pontianak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menyatakan dalam perencanaan pembelajaran guru membuat RPP online dan offline materi Konflik, kekerasan dan perdamaian berdasarkan peraturan pemerintah. Dalam penerapan model blended learning berbasis media google classroom, guru melakukan kegiatan belajar mengajar secara online dan tatap muka yang sesuai dengan RPP, terdiri dari kegiatan awal, inti dan akhir. Model blended learning yang dilaksanakan selama 2 kali pertemuan diperoleh hasil belajar yang terdiri dari ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Rasionalisasi Ritual Manre Sipulung Masyarakat Etnis Bugis di Desa Kuala Dua
Miftahul Ambariyah;
Imran Imran;
Iwan Ramadhan;
Agus Sikwan;
Supriadi Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.12135
Penelitian ini untuk mengetahui prosesi, fungsi dan makna rasionalisasi ritual Manre Sipulung pada masyarakat etnis Bugis di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rasionalisasi dari ritual Manre Sipulung, bagaimana rangkaian prosesi ritual, apa saja fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosesi ritual Manre Sipulung baik dari prosesi, fungsi dan maknanya memiliki rasionalisasi ritual yang bisa diterima dengan akal dan dianggap sesuatu yang logis oleh masyarakat.
E-Learning: Succeeding Amid the Pandemic Period, Forgotten in the Post-Pandemic Era
Bintang R. Simbolon;
Hidayat Hidayat;
Hartiningsih Hartiningsih;
Cecep Wahyu Hoerudin;
Imran Imran;
Mia Aina
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.3094
As the coronavirus emerged, a necessity in the educational sector, instructors or lecturers have been required to establish teaching methodologies. On the other hand, as the epidemic winds down, the transmission of knowledge is gradually shifting back to being carried out offline or through a mixed approach. Online education is beginning to lose popularity as a result. This study aimed to examine the practical implications of knowledge gained through e-learning. Employing qualitative research by literature study, keywords used as data are mapped based on Google Scholar and Garuda sites in the form of books and articles are [“educational institutional”] and [“e-learning”] and [“pandemic”], by having ten inclusive data of literature associated with the intended subject matter. As a result, students felt more at ease and satisfied when using online learning as a platform for voicing their opinions and concerns. In addition, using various online learning media can facilitate an increase in the learner's level of autonomy. During the COVID-19 epidemic and the implementation phase, e-learning was particularly beneficial in online learning. Then, after it ends, learning with e-learning media is still very much needed because almost all educational institutions have optimally developed e-learning media along with improvements in implementation, always up to date with technological developments, and very effective and efficient by minimizing costs.
Digital Transformation in Tourism: Capturing the Perspective of a Travel Agency
Liyushiana Liyushiana;
Agung Edi Rustanto;
Maria Ulfah;
Ryan Aldiansyah Akbar;
Imran Imran
International Journal of Artificial Intelligence Research Vol 6, No 1.1 (2022)
Publisher : STMIK Dharma Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29099/ijair.v6i1.1.692
This study aims to investigate the attitude of travel entrepreneurs toward digital transformation in tourism and assess the digital transformation-related actions of travel agency. Qualitative research methodologies were employed in this context, and semi-structured interviews were used to collect data. The data collected from the participants were analyzed using a descriptive technique. According to the research findings, digital transformation will substantially contribute to the tourism industry, including travel agencys, giving a new and crucial alternative for the tourism industry to promote digital transformation. In addition, it has been discovered that there may be obstacles throughout the shift to digital transformation, notably in transmitting innovation to employees and customers. However, in addition to this work, which focuses on the entrepreneur's perspective, it has been suggested that research related to digital tourism can be conducted from the customer's perspective and that various studies can be conducted so that accommodation businesses can transfer digital applications within their companies to customers with the appropriate marketing and advertising effectiveness. In this instance, digital application in travel agency takes the shape of product transformation with the application of virtual tours and the application of new technologies in acquiring information and making business decisions via the TOE Framework.
TRANSFORMASI KURIKULUM 2013 MENUJU MERDEKA BELAJAR DI SMA NEGERI 1 PONTIANAK
Iwan Ramadhan;
Haris Firmansyah;
Imran Imran;
Shilmy Purnama;
Hadi Wiyono
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31932/ve.v14i1.2097
ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran dalam Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan penelitian ini dengan mempelajari sistem kurikulum merdeka dan peneliti ikut serta dalam pelaksanaan pembelajaran bersama subyek penelitian. Metode yang dilakukan yaitu mulai dari wawancara sebagai pra riset dan wawancara terhadap subyek penelitian yang telah ditentukan sesuai dengan fokus penelitian terkait pengalaman dan makna yang sekolah, guru dan siswa alami. Hasil penelitiannya adalah adanya perbedaan signifikan dialami pihak sekolah dalam program, metode dan model pembelajaran dalam peralihan perubahan penerapan program dari kurikulum merdeka berupa proyek P5. Banyaknya aktivitas praktek dan siswa aktif mengikuti kegiatan P5. Proyek P5 SMAN 1 Pontianak hanya dilaksanakan di kelas X dan XI dengan tema yang berbeda. Dampak adanya perubahan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Pontianak adalah siswa lebih kreatif dan lebih mendalamkan peran sebagai siswa sehingga proses pembelajaran lebih menyenangkan serta menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih relevan dan interaktif. Perubahan pembelajaran Kurikulum 2013 ke Kurikulum merdeka hanya diterapkan pada kelas X dan XI. Penerapan pembelajaran kurikulum merdeka sebagian besar membuat siswa lebih aktif dan interaktif daripada kurikulum Kurikulum 2013. Penerapan pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik yang tidak sama di SMAN 1 Pontianak.Kata Kunci: Transformasi, Kurikulum 2013, Kurikulum merdekaABSTRACTThe purpose of this study was to find out the learning process in the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum. The method used is descriptive qualitative. Collecting data through observation, interviews, and documentation. This research approach by studying the independent curriculum system and researchers participating in the implementation of learning with research subjects. The method used is starting from interviews as pre-research and interviews with research subjects that have been determined according to the focus of research related to experiences and meanings that schools, teachers, and students experience. The results of his research are that there are significant differences experienced by schools in programs, methods, and learning models in the transition to changes in program implementation from the independent curriculum in the form of the P5 project. There are many practical activities and students actively participate in P5 activities. The P5 project of SMAN 1 Pontianak is only implemented in classes X and XI with a different theme. The impact of changing the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum at SMAN 1 Pontianak is that students are more creative and deepen their roles as students so that the learning process is more enjoyable and presents a more relevant and interactive learning system. Learning changes from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum are only applied to grades X and XI. The application of independent curriculum learning mostly makes students more active and interactive than the 2013 Curriculum curriculum. The application of learning based on the independent curriculum to meet the needs of each student is not the same at SMAN 1 Pontianak.Keywords :Â Transformation, 2013 Curriculum, Merdeka Curriculum