Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Rasionalisasi Nilai-Nilai Mitos Tradisi Bepapas Pada Masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu Kabupaten Sambas Rino Rino; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.54 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3162

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi, fungsi, dan makna rasionalisasi nilai-nilai mitos tradisi bepapas pada masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu, Kabupaten Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, pengujian validitas data adalah ekstensi observasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi dalam tradisi bepapa Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu dibagi menjadi 3, yaitu proses awal, proses inti dan proses akhir. Proses awalnya adalah menyiapkan daun tertentu, kemudian diikat dan disatukan, setelah itu dimasukkan ke dalam air tepung beras yang telah dicampur dengan kasai langgir. Proses intinya adalah daun dipukuli sampai ke bagian-bagian tertentu dari tubuh seseorang dengan mulai membaca basmalah. Proses terakhir adalah membaca doa ucapan selamat, dan akhirnya makan jamuan makan. Fungsi tradisi bepapas terdiri dari beberapa fungsi seperti memperkuat hubungan persahabatan, membiasakan diri menghormati tamu, menumbuhkan sikap murah hati, menjaga nilai-nilai tradisional, sebagai sarana dakwah dalam nilai-nilai Islam, mengajarkan tentang ungkapan syukur, dan membiasakan diri hidup bersih. Makna tradisi bepapas terdapat pada alat dan bahan yang digunakan, seperti daun njuang, daun mentibar, daun mbali, air menolak bala bantuan, tepung beras (kasai), seribu daun, dan batok kelapa. Segala sesuatu yang terkandung dalam tradisi bepapas, baik dalam prosesi, fungsi, maupun maknanya, memiliki rasionalisasi mitos yang dapat diterima dengan akal dan dianggap logis oleh masyarakat umumKata Kunci: Rasionalisasi Mitos, Tradisi Bepapas, Melayu Sambas AbstractThis research aims to determine the procession, function, and meaning of the rationalization of the mythical values of the bepapas tradition in the Sambas Malay community in Tempapan Hulu Village, Sambas Regency. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques used observation, interview, and documentation techniques. The data collection tools are observation guides, interview guides, and documentation. The data analysis techniques are data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification, data validity testing was observation extension, and triangulation. The results showed that the procession in the Sambas Malay bepapas tradition in Tempapan Hulu Village was divided into 3, which are the initial process, the core process and the final process. The initial process is to prepare certain leaves, then they are tied and put together, after that they are put in rice flour water that has been mixed with kasai langgir. The core process is that the leaves are beaten to certain parts of a person's body by starting to read basmalah. The final process is reading a congratulatory prayer, and finally eating a banquet. The function of the bepapas tradition consists of several functions such as strengthening friendship relations, getting used to respecting guests, fostering a generous attitude, maintaining traditional values, as a means of da'wah in Islamic values, teaching about expressions of gratitude, and getting used to living clean. The meaning of the bepapas tradition is contained in the tools and materials used, such as njuang leaves, mentibar leaves, mbali leaves, water rejects reinforcements, rice flour (kasai), thousand leaves, and coconut shells. Everything contained in the bepapas tradition, both in its procession, function, and meaning, has a mythical rationalization that can be accepted by reason and is considered logical by the general publicKeywords: Rationalization of Myths, Bepapas Tradition, Malay Sambas
Penerapan Literasi Berbasis IT dalam Pembelajaran Melalui Media E-Book di SMPN 7 Sungai Raya Imran Imran; Okianna Okianna; Iwan Ramadhan; Riama Al Hidayah; Nining Ismiyani; Stella Prancisca; Daniel Daniel; Suriyanisa Suriyanisa; Sindi Nur Solidah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.764 KB) | DOI: 10.31316/jk.v%vi%i.4058

Abstract

AbstrakPada era industrial revolution atau revolusi industri 4.0 saat ini pekerjaan dapat menjadi lebih mudah dikarenakan adanya bantuan teknologi. Begitupun dalam proses belajar mengajar di sekolah dimana generasi saat ini yang disebut sebagai Generasi Z dapat dengan mudah mengupdate dan mendapatkan informasi dengan bantuan teknologi. Di tahun 2022 ini, kami akan melaksanakan PKM yang masih berkisar pada dunia pendidikan, khususnya pada pemanfaatan media pembelajaran digital di SMPN 7 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Program tahun ini dirancang sebagai upaya memfasilitasi dan membekali guru-guru di SMPN 7 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dalam menggunakan media pembelajaran digital untuk menggali potensi dan mampu bersaing secara global di era revolusi ini. Program pemanfaatan Canva sebagai media pembelajaran digital terinspirasi dengan maraknya perkembangan teknologi terutama media pembelajaran digital di bidang pendidikan. Terfasilitasinya guru dengan pemanfaatan media digital Canva diharapkan untuk menggali potensi dan meningkatkan kreativitas guru yang akan berpengaruh pada peningkatan kualitas guru.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Canva, Kualitas Guru
Workshop Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Pembuatan Bahan Ajar Elektronik di SMPN 7 Sungai Raya Iwan Ramadhan; Imran Imran; Riama Al Hidayah; Stella Prancisca; Nining Ismiyani; Okianna Okianna; Maria Oktavia Niken; Sinta Sinta; Juliantara Juliantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.991 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.4060

Abstract

AbstrakSemakin ketatnya persaingan di era global dan tuntunan persaingan di dunia kerja, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama–sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Kemajuan suatu bangsa dimasa akan datang sangatlah tergantung pada mutu pendidikan generasi muda saat ini, karena pemuda adalah ujung tombak dari kesuksesan suatu negara. Termasuk dalam profresionalisme guru tentu perlu adanya kemampuan berfikir lebih agar dapat bersaing untuk pendidikan global seperti saat sekarang ini. Terdapat banyak Pengertian Profesionalisme Guru menurut para ahli. Guru merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar. Seorang guru ikut berperan serta dalam usaha membentuk sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan.Kata Kunci: Profesionalisme Guru, Bahan Ajar
Strategi Pengembangan Objek Pariwisata Hutan Albasia Iwan Ramadhan; Imran Imran; Haris Firmansyah; Efriani Efriani; Jagad Aditya Dewantara
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i3.908

Abstract

This study aims to determine the strategy in developing the Albasia Forest tourist attraction to attract tourists interest related to the Albasia tree forest tourism object. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive form. The results of this study indicate the potential for developing albasia forest tourism objects by utilizing the natural beauty that already exists, conducting promotions through banners and social media with the help of the nature lover community, thus attracting interest, especially young people who want to experience camping in the wilderness. The location is not far from the city. In the development of Albasia forest tourism, there are also positive and negative impacts. The positive effects include increasing economic implications because it provides opportunities for local communities to sell and young people to manage albasia forest tourism so that young people have jobs. However, there are also negative impacts, such as some people disagree with constructing these tourist attractions. Still, the Albasia forest tourism manager can handle these problems appropriately.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam mengembangan objek pariwisata hutan albasia sehingga mampu menarik wisatawan yang berkaitan dengan objek wisata hutan pohon Albasia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi dalam mengembangkan daya tarik wisata hutan Albasia ini dengan memanfaatkan keindahan alam yang sudah ada, melakukan promosi melalui banner dan sosial media dengan bantuan dari komunitas pecinta alam, sehingga menarik minat terutama pemuda-pemuda yang ingin merasakan berkemah di hutan yang lokasinya tidak jauh dari kota. Dalam pengembangan wisata hutan Albasia ini juga terdapat dampak positif maupun negatif. Dampak positif yang meliputi dampak ekonomi yang meningkat karena memberikan kesempatan para masyarakat sekitar untuk berjualan dan para anak muda untuk mengelola wisata hutan Albasia sehingga membuat para anak muda sekitar memiliki pekerjaan. Akan tetapi juga terdapat dampak negatif seperti ada beberapa masyarakat yang kurang setuju untuk dibangunnya tempat wisata tersebut namun permasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik oleh pengelolal wisata hutan Albasia.
Pelaksanaan Pembelajaran Sosiologi Model Problem Based Learning Kelas XI IPS di MA Mujahidin Pontianak Siti Chintya Wulan Rajab; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Maria Ulfah; Riama Al Hidayah
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.3.2151-2164.2022

Abstract

Problem Based Learning dapat disebut dengan model PBL. Tujuan dilakukan penelitian ini ialah untuk mendapatkan informasi terkait perencanaan, pelaksanaan hingga hasil pembelajaran yang telah dilakukan dalam pelajaran Sosiologi melalui model Problem Based Learning kelas XI IPS di MA Mujahidin Pontianak. Adapun metodelogi penelitian ini jenis deksriptif, kemudian sumber data terdiri atas guru Sosiologi dan empat siswa kelas XI IPS MA Mujahidin Pontianak. Pada teknik pengumpulan data, diantaranya melakukan observasi, wawancara hingga dokumentasi. Perolehan hasil penelitian membuktikan bahwa perencanaan pembelajaran telah dipersiapkan guru dengan baik. Guru telah mempersiapkan RPP, LKPD, serta menyusun materi pelajaran permasalahan sosial dalam masyarakat di Microsoft Power Point. Pada pelaksanaan pembelajaran telah dilaksanakan dengan menyesuaikan RPP. Kegiatan belajar mengajar menyesuaikan terhadap lima sintaks model PBL. Hasil pembelajaran yang diamati yaitu ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
DAMPAK PEMBANGUNAN PARIWISATA JUNGKAT RESORT PADA ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Warneri Warneri; Iwan Ramadhan; Imran Imran; Haris Firmansyah; Hadi Wiyono
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v9i2.2606

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui untuk dampak pembangunan wisata Jungkat Resort yang ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial bagi masyarakat Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah. Penggunaan metode pada penelitian ini adalah dengan metode kualitantif deskripsi dengan penggunakan pendekatan etnografi, yaitu dengan melalukan observasi dan wawancara secara mendalam kepada informan. Hasil peneltian ini adalah perubahan kehidupan masyarakat desa Jungkat dalam tinjauan sosial sejak pembangunan wisata Jungkat Resort diantaranya ialah pada interaksi antar masyarakat sekitar dengan masyarakat pendatang yang menetap di sekitar untuk mengisi peluang kesempatan kerja serta interaksi sosial masyarakat setempat dengan wisatawan, baik dalam berhubungan jasa maupun non-jasa atau adanya interaksi jual beli, memberikan kemajuan secara infrastruktur dan pembangunan secara fisik dan non-fisik. Bentuk perubahan ekonomi diantaranya ialah memberikan peluang, kesempatan kerja bahkan kepada pekebun dan petani disekitar obyek wisata Jungkat Resort untuk menjual hasil bumi bahkan dampak ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat pendatang yang berpindah untuk mencapai memiliki kesejahteraan hidup yang lebih baik. Hubungan sosial masyarakat juga lebih baik, karena adanya perasaan saling memelihara obyek wisata Jungkat Resort antar satu sama lainnya, sebagaimana pada awal pembangunan Jungkat Resort, adanya saling berpartisipasi aktif walapun secara sederhana.
Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Model Blended Learning Berbasis Media Google Classroom Lisa Ranti Mardiyanti; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Nuraini Asriati; Riama Al Hidayah; Suriyanisa Suriyanisa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.12110

Abstract

Adanya pembelajaran online yang kemudian menjadi pembelajaran tatap muka dengan waktu yang terbatas sehingga materi yang diberikan guru tidak maksimal dan menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran model blended learning berbasis media google classroom pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS MA Islamiyah Pontianak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menyatakan dalam perencanaan pembelajaran guru membuat RPP online dan offline materi Konflik, kekerasan dan perdamaian berdasarkan peraturan pemerintah. Dalam penerapan model blended learning berbasis media google classroom, guru melakukan kegiatan belajar mengajar secara online dan tatap muka yang sesuai dengan RPP, terdiri dari kegiatan awal, inti dan akhir. Model blended learning yang dilaksanakan selama 2 kali pertemuan diperoleh hasil belajar yang terdiri dari ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Rasionalisasi Ritual Manre Sipulung Masyarakat Etnis Bugis di Desa Kuala Dua Miftahul Ambariyah; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Agus Sikwan; Supriadi Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.12135

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui prosesi, fungsi dan makna rasionalisasi ritual Manre Sipulung pada masyarakat etnis Bugis di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rasionalisasi dari ritual Manre Sipulung, bagaimana rangkaian prosesi ritual, apa saja fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosesi ritual Manre Sipulung baik dari prosesi, fungsi dan maknanya memiliki rasionalisasi ritual yang bisa diterima dengan akal dan dianggap sesuatu yang logis oleh masyarakat.
E-Learning: Succeeding Amid the Pandemic Period, Forgotten in the Post-Pandemic Era Bintang R. Simbolon; Hidayat Hidayat; Hartiningsih Hartiningsih; Cecep Wahyu Hoerudin; Imran Imran; Mia Aina
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.3094

Abstract

As the coronavirus emerged, a necessity in the educational sector, instructors or lecturers have been required to establish teaching methodologies. On the other hand, as the epidemic winds down, the transmission of knowledge is gradually shifting back to being carried out offline or through a mixed approach. Online education is beginning to lose popularity as a result. This study aimed to examine the practical implications of knowledge gained through e-learning. Employing qualitative research by literature study, keywords used as data are mapped based on Google Scholar and Garuda sites in the form of books and articles are [“educational institutional”] and [“e-learning”] and [“pandemic”], by having ten inclusive data of literature associated with the intended subject matter. As a result, students felt more at ease and satisfied when using online learning as a platform for voicing their opinions and concerns. In addition, using various online learning media can facilitate an increase in the learner's level of autonomy. During the COVID-19 epidemic and the implementation phase, e-learning was particularly beneficial in online learning. Then, after it ends, learning with e-learning media is still very much needed because almost all educational institutions have optimally developed e-learning media along with improvements in implementation, always up to date with technological developments, and very effective and efficient by minimizing costs.
Digital Transformation in Tourism: Capturing the Perspective of a Travel Agency Liyushiana Liyushiana; Agung Edi Rustanto; Maria Ulfah; Ryan Aldiansyah Akbar; Imran Imran
International Journal of Artificial Intelligence Research Vol 6, No 1.1 (2022)
Publisher : STMIK Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29099/ijair.v6i1.1.692

Abstract

This study aims to investigate the attitude of travel entrepreneurs toward digital transformation in tourism and assess the digital transformation-related actions of travel agency. Qualitative research methodologies were employed in this context, and semi-structured interviews were used to collect data. The data collected from the participants were analyzed using a descriptive technique. According to the research findings, digital transformation will substantially contribute to the tourism industry, including travel agencys, giving a new and crucial alternative for the tourism industry to promote digital transformation. In addition, it has been discovered that there may be obstacles throughout the shift to digital transformation, notably in transmitting innovation to employees and customers. However, in addition to this work, which focuses on the entrepreneur's perspective, it has been suggested that research related to digital tourism can be conducted from the customer's perspective and that various studies can be conducted so that accommodation businesses can transfer digital applications within their companies to customers with the appropriate marketing and advertising effectiveness. In this instance, digital application in travel agency takes the shape of product transformation with the application of virtual tours and the application of new technologies in acquiring information and making business decisions via the TOE Framework.