Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Penyuluhan Pengolahan Jambu Mete Pos Pelayanan Teknologi Tomoahi Sejahtera Azaz Akbar; Kandrio Kandrio; A Muh Ali; Irwan Irwan; Samritin Samritin; Fitriani B; Suardin Suardin
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 1 (2022): February, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i1.533

Abstract

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi penghasil jambu Mete di Indonesia, namun kendala terkait pendapatan rendah masyarakat yang dihasilkan melalui produktivitas jambu mete masih menjadi pemandangan yang sering terjadi dari musim kemusim. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan produktivitas hasil petani jambu mete dan meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan memberikan keterampilan tambahan untuk mengolah jambu Mete. Pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi melalui beberapa tahapan yakni survei kelompok sasaran, persiapan sarana dan prasarana, pelaksanaan kegiatan inti, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat mengetahui harga jual Jambu Mete di pasaran dan masyarakat mempunyai keterampilan dalam menggunakan alat pembelah dan mampu melakukan sangrai untuk menghasilkan biji Jambu Mete yang berkualitas.
Penguatan Nilai Karakter Siswa melalui Tari Pendet di Sekolah Dasar Irwan Irwan; Samritin Samritin; Wa Ode Riniati; Acoci Acoci; Jufri Agus; Mansur Mansur; Ida Bagus Swanika; Adus Sabiran
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 1 (2022): February, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i1.538

Abstract

Pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memahami dan memaknai penguatan nilai karakter siswa melalui tari Pendet di Sekolah Dasar 35 Buton. Metode pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode participatory action dalam bentuk small group discussion yang kegiatannya persiapan dan pelaksanaan penyuluhan. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa tari Pendet digunakan bukan sekadar untuk penyambutan dan tari hiburan yang secara formil datang dan berkunjung akan tetapi di dalamnya tari Pendet  terdapat penebaran nilai-nilai moral kaitannya dengan pendidikan karakter sebagai pembelajaran di sekolah, yang memberikan ruang, mendekatkan dan mengarahkan ke arah yang lebih positif terhadap lingkungan kehidupan siswa. Tari pendet mengandung makna dan nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam beberapa ragam gerak diantaranya pepeson, ngeseh, pengawak, ngelung, pengecet, pengadeng, pekaad. Makna ragam gerak tersebut terdiri dari makna religius, toleransi, disiplin, kerja keras dan komunikatif. Rekomendasi tari Pendet memiliki kemungkinan sebagai alternatif materi dalam pendidikan karakter di Sekolah Dasar, sebagai pembentukan pribadi dan pembumian nilai-nilai karakter. Simpulan kegiatan bahwa peserta penyuluhan berperan akftif dalam memberikan respon yang positif untuk memahami makna penguatan nilai karakter siswa melalui tari Pendet di Sekolah Dasar untuk dilaksanakan siswa dalam kehidupan sehar-hari.
Training Pengelola Perpustakaan Kyobo dengan Menggunakan Senayan Library Management System (SLiMS) Azaz Akbar; Kamarudin Kamarudin; Samritin Samritin; A Muh Ali; Agusalim Agusalim; Fitriani B
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 5 (2022): October Pages 785 - 943
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i5.698

Abstract

Training Pengelola Perpustakaan Kyobo dengan Menggunakan Senayan Library Management System (SLiMS) dilakukan untuk membangun sistem otomasi perpustakaan, dengan pertimbangan bahwa pengelolanya belum mengetahui cara penggunaan SLiMS. Metode dalam pengabdian ini terdiri dari dua cara yaitu ceramah dan demonstrasi. Waktu kegiatan berlangsung pada tanggal 11-12 september tahun 2022 M di Universitas Muhammadiyah Buton. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terkait pemahaman konsep dasar perpustakaan pada kondisi awal pengelola belum mengetahui definisi perpustakaan setelah pendampingan, memahami definisi perpustakaan, tujuan, fungsi, manfaat, sampai pada filosofi perpustakaan. Kompetensi Pengelola Perpustakaan menunjukan bahwa kondisi awal  peserta hanya memahami sebagian kompetensi kepala perpustakaan. Materi literasi informasi menunjukkan bahwa pada kondisi awal, peserta Belum mengetahui manajemen informasi dalam pemecahan masalah setelah pelatihan, peserta mengetahui cara memanfaatkan informasi dalam menjawab kebutuhan hidup. Kondisi akhir tentang strategi promosi perpustakaan, pengelola memahami beberapa media yang digunakan untuk melakukan promosi perpustakaan. Manajemen layanan Perpustakaan, menunjukan bahwa kondis awal belum mempunyai landasan yang kuat dalam mempertimbangkan system layanan.  Pada materi Manajemen Pengembangan Koleksi, menunjukan kondisi awal peserta belum mengenal secara komprehensif strategi pengembangan koleksi, setelah dilakukan pendampingan, peserta membuat standar kebijakan pengembangan koleksi. Manajemen Pengolahan Koleksi menunjukkan bahwa pada kondisi ahir peserta mengenali dan mengetahui cara pengkatalogan dan pengklasifikasian. Sedangkan pada pembahasan otomasi perpustakaan menunjukkan bahwa kondisi awal peserta belum bisa menggunakan SLiMS, setelah pendampimgan, peserta paham tentang konsep dan implementasi program SLiMS.