Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN LITERASI DI KALANGAN GENERASI MUDA Serli Wandawati; Irawan Hadi Wiranata
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i8.9217

Abstract

Krisis literasi di kalangan generasi muda semakin menjadi masalah serius yang berdampak pada kemampuan membaca, menulis, serta pemahaman informasi. Krisis literasi merujuk pada kondisi di mana tingkat kemampuan literasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, mengalami penurunan. Meskipun teknologi dan akses informasi semakin berkembang, banyak generasi muda yang belum mampu memanfaatkan sumber daya ini secara efektif dalam pengembangan literasi. Fenomena ini tidak hanya terkait dengan rendahnya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup ketidakmampuan dalam berpikir kritis dan menyaring informasi. Ketidakmampuan dapat menghambat mereka untuk bersaing dalam dunia yang semakin rumit dan berkembang pesat. Beberapa hal yang dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahan ini yaitu meningkatkan akses terhadap buku dan sumber bacaan berkualitas, memanfaatkan teknologi secara positif dalam pembelajaran literasi, serta membangun budaya membaca yang kuat. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pentingnya memperbaiki keadaan tersebut melalui strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan literasi di kalangan generasi muda. Langkah-langkah penulisan pada artikel ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan cara literatur, karena memungkinkan untuk mengkaji berbagai sumber teori dan penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik ini.
PENANGANAN DAN PENCEGAHAN KASUS PELECEHAN SEKSUAL DI KALANGAN PELAJAR Bella Meylina; Serli Wandawati; Nadia Cintya Anggraeni; Arimby Ristanti; Putri Nabila Sari; Irawan Hadi Wiranata
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelecehan di kalangan pelajar menjadi masalah serius yang berdampak pada kesehatan mental. Pelajar merupakan usia yang sedang mengalami banyak perubahan fisik maupun psikologis, menjadikan mereka sangat rentan terhadap kasus pelecehan. Kasus ini seringkali terjadi tetapi diabaikan karena kurangnya pemahaman mengenai dampak jangka panjang serta ketidakmampuan korban untuk berbicara tentang pengalaman mereka. Banyak pelajar atau remaja yang merasa terisolasi atau tidak tahu bagaimana cara melapor karena takut akan cemoohan atau konsekuensi yang mungkin mereka terima. Kasus pelecehan ini tidak hanya mempengaruhi korban secara langsung, tetapi juga dapat menciptakan dampak secara keseluruhan terutama dalam hal kesehatan mental dan pembentukan interpersonal yang sehat. Melalui pendekatan kualitatif menggunakan metode kualitatif, data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama pelecehan meliputi kurangnya edukasi seksual, pengaruh media digital, lingkungan keluarga yang tidak mendukung, serta lemahnya pengawasan sosial. Strategi penanganan yang dapat diberikan yaitu mencakup materi edukasi di sekolah, kebijakan sekolah mengenai pelecehan dan cara melindungi diri dari tindakan tidak pantas diusulkan meliputi pemberian layanan konseling psikologis pelaporan kasus bagi korban.
NILAI KARAKTER BERSUMBER DARI PANCASILA DENGAN PENDEKATAN EMPATI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sasmita, Wikan; Suratman, Suratman; Widodo, Agus; Andyastuti, Etty; Nursalim, Nursalim; Pristiani, Yunita Dwi; Wiranata, Irawan Hadi; Fauziah, Hamidah Ulfa; Riswandi, Fitta Nurisma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2024): JPMI Desember 2024
Publisher : CV Bayfa Cendekia Indonesia Bekerjasama dengan Jurusan/Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpmi.v2i4.190

Abstract

Character values sourced from Pancasila with an empathetic approach to elementary school students aim to provide socialization and knowledge as well as its implementation in life in elementary schools, because character values such as religious values, family values, harmony values, populist values, and justice values are important to make Indonesian people have Pancasila character. The method used is a qualitative approach with a type of case study at State Elementary School 3 Kandat, Kediri Regency. The process of collecting data on interviews, observations, and documentation. Analysis technique with conclusions. Validity checks with the presence of researchers and expanded triangulation. The results of the study showed that the increase in changes in attitude patterns and better character of students about character values sourced from Pancasila with an empathetic approach for elementary school students consisted of: 1) religious values (divine values), 2) family values (human values), 3) harmony values (unity values), 4) populist values, 5) justice values. This starts from class VI which will later provide a good example of implementation to classes V and IV.
PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DALAM TRAGEDI TANJUNG PRIOK 1984 Novesya Berlinda Pramestha Widiyantari; Irawan Hadi Wiranata
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 5 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v10i5.10100

Abstract

Hak asasi manusia (HAM) adalah hak mendasar yang secara alami melekat pada setiap individu, dan bersifat universal. HAM wajib dilindungi, dihormati, dijaga, serta tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun, termasuk oleh pemerintah dan aparat negara. Permasalahan pelanggaran HAM di Indonesia masih menjadi isu yang mendesak, salah satu contoh nyata pelanggaran HAM berat yang masih dikenang adalah peristiwa Tanjung Priok pada tahun 1984. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa studi literatur, melalui telaah pustaka untuk mengkaji berbagai sumber relevan yang berkaitan dengan peristiwa Tanjung Priok 1984. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab konflik, pelanggaran HAM yang terjadi, serta upaya penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi pelanggaran HAM yang serius, dimana tindakan represif aparat, seperti penembakan massal dan penahanan sewenang-wenang, telah melanggar hak atas hidup, hak atas rasa aman, dan kebebasan beragama. Upaya penyelesaian melalui pendekatan islah dilakukan dengan menandatangani kesepakatan damai dan penyelesaian hukum melalui pengadilan HAM ad hoc. Oleh karena itu, reformasi hukum sangat diperlukan guna mencegah pelanggaran HAM serupa di masa depan serta memastikan perlindungan HAM yang lebih baik secara menyeluruh di Indonesia.
“AMUKTI PALAPA” NATIONAL INSIGHTS FOR THE MILENNIAL GENERATION AS AN EFFORT TO IMPROVE NATIONAL UNITY wikan sasmita; Agus Widodo; Etty Andyastuti; Nursalim Nursalim; Suratman Suratman; Yuanita Dwi Pristiani; Irawan Hadi Wiranata; Fitta Nurisma Riswandi; Hamidah Ulfa Fauziah
SOSIOEDUKASI Vol 13 No 2 (2024): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v13i2.4583

Abstract

Ideological issues have a huge impact. The unity and unityof the nation becomes a phenomenon related to the ideology of Pancasila, of course, the rules tha govern the life of the nation and state of Indonesia. When ideology is problematic of course the unity and unity of the nation becomes unshaven so that aspects of the life of the nation will be problematic. In the early stages, efforts to solve the problem is to diagnose the condition of millennial youth, whether they still hold firm to the values of unity and unity of the nation or not. So the resilience of Pancasila ideology in Indonesia especially sees abaout how the younger generation (Millennials) understand and implement Pancasila properly and correctly. The method of national insight in Tiron village of Banyakan districts of Kediri uses questionnaires to estimate how much insight the level of nationality. The results of the court (sosialization of national insight) from 25 participants of karang taruna show a high national insight. The conclusion shows that the license (sosialization of national insight) can improve national insight for millennial youth of Tiron Vilage, Banyakan district of Kediri regency
Literasi Hukum Perkawinan untuk Mencapai Keluarga Bahagia pada Orang Tua Wali Murid Sekolah Dasar Sasmita, Wikan; Andyastuti, Etty; Muanam, Mohamad Khoirul; Widodo, Agus; Nursalim, Nursalim; Suratman, Suratman; Pristiani, Yunita Dwi; Suyoto, Suyoto; Wiranata, Irawan Hadi; Hajuan, Muhammad Akbar; Ulfa, Hamidah; Ramayani, Anita Wahyu
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dedikasi.v3i2.22057

Abstract

Permasalahan keluarga menjadi hal yang menrik untuk diteliti terutama jika dikaitkan dengan prestsi akdemik siswa, siswa dalam keluarga yang harmonis dan bahagia serta nyaman dapat menigkatkan preatasi akademik disekolahnya. Penelitian ini meruapakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui literasi hukum perkawinan untuk mencapai keluarga bahagia dengan harapan prestasi siswa meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan Literasi hukum perkawinan diperoleh klasifikasi baik dengan jumlah 24 orang responden sebesar 51%. Sedangkan kebahagiaan keluarga diperoleh klasifikasi sangat baik dengan jumlah 20 responden sebesar 43%. Hal ini dapat kita simpulkan bahwa literasi hukum perkawian pada orang tua wali murid sekolah dasar dalam kategori baik. Jika dilihat dari prestasi maka anak anak mereka juga memperoleh prestsi yang baik disekolahnya. Kemudian dari kebahagiaan keluarga dapat kita simpulkan bawa kebahagiaan keluarga dalam kategori sangat baik jika di lihat dari prestasi maka anak-anak mereka juga memperoleh prestasi yang baik pula. Rekomendasi bagi semua pihak dalam mendidik diperluakan literasi hukum perkawianan dan keluarga bahagia menjadikan siswa nyaman didalam keluarganya maka akan mudah membuat siswa berprestasi.
Strategi dan Kendala Guru dalam Mengimplementasikan Kewarganegaraan Digital sebagai Sumber Belajar di SMKN 3 Kediri Wiranata, Irawan Hadi; Nugroho, Dedy Ari; Yonado, Welling; Matang, Matang
Journal of Moral and Civic Education Vol 8 No 1 (2024): Journal of Moral and Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412812024791

Abstract

Developments in the field of information technology have brought various influences, especially in the form of community participation when using digital media, giving rise to the idea of digital citizenship. In the education sector, digital citizenship can be used to build the quality of education in Indonesia. For this reason, a strategy is needed to implement digital citizenship components as a learning resource. This research aims to examine PPKn teachers' strategies in implementing digital citizenship components as a learning resource at SMKN 3 Kediri. Furthermore, exploring what obstacles are faced by PPKn teachers in implementing digital citizenship in the school. The method used in this research is a qualitative case study type using observation, interview and documentation techniques. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusions. The results of this research found that the teacher's strategy in PPKn learning implemented digital citizenship as a learning resource in the form of education about digital ethics, use of online learning resources, class discussions, project collaboration, and digital security training. The obstacles faced by Civics Teachers in implementing digital citizenship as a learning resource are limited access and infrastructure, technical readiness and digital literacy, lack of availability of relevant content, effective assessment, security and privacy. Civics teachers' strategy in implementing digital citizenship is considered good even though there are still several obstacles in its implementation. Thus, this research recommends that teachers are able to improve and choose strategies that are tailored to students' interests and motivation, several actions can be taken such as increasing access and availability of technological infrastructure, providing adequate hardware and software to students and teachers.
Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan Dan Citizenship Education Longitudinal Study (CELS) Dalam Pembentukan Warga Negara Demokratis Sari, Herdian Tria Wulan; Prianbudi, Dini Andreswari; Maulana, Ade Irfan; Wiranata, Irawan Hadi; Fauziah, Hamidah Ulfa
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/5y1g5a32

Abstract

Civic Education in Indonesia plays a strategic role in shaping democratic, active, and responsible citizens. This study focuses on the implementation of Civic Education in the Merdeka Curriculum and conceptually compares it with findings from the Citizenship Education Longitudinal Study (CELS). Using a qualitative descriptive method with a literature review approach, the study analyzes key sources on civic education and recent curriculum documents. The findings reveal that the Merdeka Curriculum integrates democratic values and human rights through project-based learning, the reinforcement of the Pancasila Student Profile, and the development of critical and collaborative thinking skills. Meanwhile, CELS highlights that contextual and continuous civic education significantly contributes to students' engagement in democratic processes. The study concludes that the integration of civic values into the curriculum, when supported by participatory learning strategies, has strong potential to cultivate empowered, democratic, and responsible citizensy.
Hak dan Kewajiban Warga Negara sebagai Kunci Demokrasi Berkualitas di Indonesia Widiyantari, Novesya Berlinda Pramestha; Wiranata, Irawan Hadi
Philosophiamundi Vol. 3 No. 4 (2025): Philosophiamundi August 2025
Publisher : PT. Kreasi Karya Majakata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demokrasi yang berkualitas memerlukan keterlibatan aktif warga negara dalam menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi hak dan kewajiban warga negara dalam mendukung terwujudnya demokrasi yang berkualitas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang mencakup analisis normative hak dan kewajiban warga negara, tantangan implementasi, dan arah kebijakan solutif yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun hak dan kewajiban telah dijamin dalam UUD 1945, namun implementasinya masih menghadapi tantangan terutama dalam bentuk rendahnya literasi politik, ketimpangan akses layanan publik, serta lemahnya partisipasi aktif generasi muda. Oleh karena itu diperlukan penguatan pendidikan kewarganegaraan dan reformasi sistem hukum yang menjamin keadilan bagi seluruh warga. Dengan demikian, Kesadaran terhadap hak dan kewajiban menjadi fondasi penting dalam membangun demokrasi yang tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga menjamin keadilan, partisipasi, dan keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Diskriminasi Terhadap Warga Papua Pada Kasus Rasisme Dalam Sudut Pandang HAM Widodo Pujo Laksono; Irawan Hadi Wiranata
Philosophiamundi Vol. 2 No. 1 (2024): Philosophiamundi February 2024
Publisher : PT. Kreasi Karya Majakata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat plural yang memilki potensi besar munculnya perpecahan dan konflik. Salah satu faktor terjadinya disentegrasi adalah kurangnya toleransi dan maraknya kasus diskriminasi, salah satu isu diskriminasi rasial yang masih sering terjadi adalah diskriminasi yang dilakukan terhadap masyarakat asli Papua. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif, dan metodologinya adalah studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prasangka rasial dan etnis tetap ada di seluruh masyarakat Indonesia sendiri kerap terjadi diskriminasi ras dan etnis suatu golongan. Oleh karena itu disarankan bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat terkait peraturan-peraturan yang berlaku tentang peniadaan diskriminasi, agar tidak terjadi pelanggaran seperti menghina ras atau suku tertentu, dan undang-udang yang sudah di susun berpotensi efektif.