Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of Government Ownership, Institutional Ownership, Foreign Ownership and Environmental Performance on Carbon Emission Disclosure With The Moderation Variable of Financial Distress Endah Sri Sri Wahyuni; Revan Mairjal; Imam Prayogo; Sulastini Sulastini; Adhi Surya; Syahrial Shaddiq; Muhammad Bahit
AFRE (Accounting and Financial Review) Vol. 8 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Postgraduate Program Merdeka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/afr.v8i1.13803

Abstract

Corporate social responsibility and interest in environmental impacts can influence a company's environmental policies and practices, including the distribution of emissions. This research aims to analyze and test the influence of government ownership, institutional ownership, foreign ownership and environmental performance on carbon emissions disclosure with the moderating variable financial distress in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2017-2021. The type of research used is associative quantitative with a sample of 45 companies from a population of 76 energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2017-2021. The analysis technique used in this research is moderated regression analysis with a significance level of 5%. The results of this study show that ownership and institutional ownership partially have no effect on carbon emissions coverage, foreign ownership and environmental performance partially influence carbon emissions coverage, financial difficulties can moderate ownership on carbon emissions coverage, and financial difficulties cannot moderate institutions. ownership, device ownership and environmental performance on carbon emissions JEL Classification: G10, F64 DOI: https://doi.org/10.26905/afr.v8i1.13803  
KAJIAN REKAYASA NILAI PEKERJAAN ARSITEKTUR PADA GEDUNG IBS ICU TERPADU RSUD KOTA SEMARANG Irna Hendriyani; Adhi Surya; Sinta Nurwijaya
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i1.50

Abstract

Peningkatan rumah sakit yang profesional dan mandiri bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. Karena tingginya biaya, perlu optimasi pendanaan dan efektivitas pembangunan gedung IBS ICU Terpadu RSUD Kota Semarang agar pengeluaran tidak melebihi kebutuhan. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan anggaran biaya tanpa kehilangan nilai fungsi adalah dengan cara penerapan metode Rekayasa Nilai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis biaya daur hidup (Life Cycle Cost) dan analisis metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Analisis LCC dapat diterapkan untuk menentukan suatu keputusan alternatif pilihan yang tepat terhadap proyek dengan mempertimbangkan 5 biaya, yaitu initial cost, operational cost, maintenance cost, replacement cost dan salvage value. Metode AHP menggunakan matriks pairwise comparison untuk menentukan alternatif yang dilakukan secara berkelompok. Hasil pembobotan tersebut kemudian akan dibandingkan antara satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan solusi terbaik. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan alternatif dari analisis LCC dalam penerapan Rekayasa Nilai pada pekerjaan arsitektural Gedung IBS ICU Terpadu RSUD Kota Semarang adalah alternatif 1 untuk pekerjaan pekerjaan lantai dan dinding, sedangkan untuk pekerjaan pasangan bata/plesteran/beton praktis adalah alternatif 5. Untuk hasil alternatif dari analisis AHP adalah alternatif 1 untuk pekerjaan pekerjaan lantai dan dinding, sedangkan untuk pekerjaan pasangan bata/plesteran/beton praktis adalah alternatif 5.
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Anovan Ashari; Adhi Surya; Sulastini
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi akuntabilitas pengelolaan Dana Desa dan merumuskan strategi penguatan sistemik—berupa cetak biru tata kelola—untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari database Web of Science dan Scopus periode 2018–2025 dengan kata kunci terkait tata kelola dana desa dan pembangunan berkelanjutan. Dari 87 artikel awal, terseleksi 23 artikel empiris yang memenuhi kriteria kelayakan. Hasil SLR menunjukkan empat kuadran kegagalan tata kelola Dana Desa: 1) Manajemen top-down dengan dominasi kepala desa, 2) Transparansi gelap berupa ketiadaan akses informasi publik, 3) Partisipasi semu (tokenisme) di mana warga hadir sekadar sebagai stempel legitimasi, dan 4) Efektivitas yang terdistorsi oleh penangkapan elit (elite capture). Berbasis Good Governance Theory, Agency Theory, dan Participatory Development Theory, penelitian ini merumuskan tiga strategi utama dalam “Segitiga Emas Akuntabilitas”: arsitektur transparansi digital berbasis blockchain, reformasi Musdes partisipatif dengan budget tagging SDGs, dan restrukturisasi relasi keagenan melalui kemandirian BPD serta mandatory social audit. Implikasi kebijakan dari studi ini mendorong revisi regulasi dan integrasi indikator akuntabilitas sebagai syarat utama pencairan dana desa.
FORMALISASI INKLUSIF PERTAMBANGAN RAKYAT NUSANTARA: EVALUASI KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGUATAN BERBASIS BUKTI Adhi Surya; Sulastini; Anovan Ashari
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan rakyat di Indonesia memegang peranan krusial secara sosial dan ekonomi dengan menyerap lebih dari 2,1 juta tenaga kerja di berbagai daerah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 89% dari total penambang tersebut masih beroperasi secara informal tanpa memiliki Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi secara mendalam implementasi kebijakan IPR dan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) eksisting, serta merumuskan strategi penguatan pengelolaan tambang rakyat yang inklusif berbasis pada prinsip Good Mining Governance dan Sustainable Livelihood Framework. Penelitian ini menerapkan pendekatan metode campuran. Data primer diperoleh melalui Focus Group Discussion di lima provinsi, yaitu Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, dan Jambi, dengan melibatkan 127 informan pemangku kepentingan. Data sekunder didapatkan dari tinjauan 23 artikel bereputasi periode 2018-2025. Hasil evaluasi mengidentifikasi empat hambatan utama berupa proses penetapan WPR yang sentralistik dan memakan waktu lebih dari dua tahun, batasan luas IPR 10 hektare yang tidak mencapai skala keekonomian, kewajiban jaminan reklamasi Rp 100 juta per hektare yang dinilai tidak terjangkau, serta maraknya konflik tumpang tindih lahan.
TRANSFORMASI TATA KELOLA MINYAK TRADISIONAL: STRATEGI FORMALISASI INKLUSIF BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI INDONESIA Sulastini; Adhi Surya; Anovan Ashari
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan minyak mentah secara tradisional merupakan praktik ekstraksi hidrokarbon yang dilakukan oleh masyarakat lokal menggunakan teknologi sederhana di berbagai wilayah cekungan minyak tua di Indonesia, seperti Bojonegoro, Blora, Musi Banyuasin, dan Jambi. Meskipun secara regulasi praktik ini dikategorikan ilegal berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, aktivitas ini tetap bertahan selama puluhan tahun sebagai penopang utama ekonomi masyarakat subsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak multidimensi dari praktik pengelolaan minyak tradisional, menganalisis fenomena tersebut melalui lensa Tragedy of the Commons dan Sustainable Livelihood Framework, serta merumuskan strategi formalisasi yang inklusif. Melalui pendekatan mixed-method yang mengintegrasikan survei statistik, analisis tematik dari diskusi kelompok terpumpun, dan kajian Regulatory Impact Assessment, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan represif pemerintah selama ini terbukti kurang efektif karena mengabaikan ketergantungan ekonomi masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa teknik penambangan dan penyulingan yang dilakukan secara manual menimbulkan risiko keselamatan kerja yang tinggi, degradasi lingkungan akibat tumpahan minyak dan emisi gas berbahaya, serta kerugian negara yang signifikan. Sebaliknya, terdapat potensi besar untuk melakukan integrasi melalui legalisasi bersyarat, adopsi teknologi tepat guna berupa mini topping plant komunal, serta diversifikasi mata pencaharian berkelanjutan. Strategi ini diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menekan emisi lingkungan secara drastis, serta menjamin keselamatan kerja, sekaligus mentransformasi sektor pertambangan tradisional menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
STUDI PERBANDINGAN AGREGAT KASAR BATU PECAH KATUNUN DAN BATU KORAL BIRAYANG PADA CAMPURAN ASPAL AC-BC TERHADAP UJI MARSHALL adhi surya; Syahdam Ramadhan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SI
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.24617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan agregat kasar batu pecah Katunun dan batu koral Birayang pada campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) terhadap karakteristik Marshall. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium berdasarkan standar SNI dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2025. Pengujian meliputi karakteristik agregat, karakteristik aspal, analisis gradasi, dan pengujian Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua agregat memenuhi persyaratan teknis untuk digunakan pada campuran AC-BC. Nilai stabilitas campuran batu koral mencapai 1750 kg, lebih tinggi dibandingkan batu pecah sebesar 1480 kg. Nilai flow, VIM, VMA, dan VFB juga memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Berdasarkan nilai Marshall Quotient, campuran batu koral menunjukkan ketahanan deformasi yang lebih baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa batu koral Birayang berpotensi menjadi alternatif agregat lokal yang efektif untuk konstruksi perkerasan jalan.
PENINGKATAN KAPASITAS UMKM RAMUAN TRADISIONAL IBU NIFAS KHAS MENTOK MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN Muhamad Seto Sudirman; Eva Dewi R Purba; Adhi Surya
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i2.20506

Abstract

Traditional herbal-based Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have significant potential to preserve local wisdom while improving community welfare. However, the development of traditional postpartum herbal products in Mentok is still constrained by limited public understanding of product legality, packaging, and business management. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in developing traditional postpartum herbal products through educational activities, MSME development assistance, and product legalization support. The program was conducted in Tanjung Village, Mentok District, West Bangka Regency, involving local community members and women's organizations (PKK). The implementation employed educational sessions, workshops, hands-on demonstrations, mentoring, and evaluation using pretests and posttests. The results indicated high participant engagement throughout the program. Prior to the intervention, approximately 60% of participants had utilized medicinal plants, while 70% were familiar with the concept of MSMEs; however, their understanding of product legality and packaging remained limited. The program successfully improved participants' knowledge and practical skills, produced five varieties of traditional postpartum herbal products, increased community utilization of traditional herbal remedies, and encouraged the establishment of community-based MSMEs. This program demonstrates an effective community empowerment model for promoting sustainable development of local herbal products.
Performance Study of Cemara Raya Road in Banjarmasin City Using the 2023 PKJI Method Adhi Surya; Sulastini Sulastini; Anovan Ashari
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/sipakatau.v3i3.739

Abstract

This study examines the performance of Cemara Raya Road in Banjarmasin City as a representative case of urban congestion in developing contexts, where road infrastructure functions not only as a mobility corridor but also as a space for socio-economic activities. Using a mixed methods sequential explanatory design, the research integrates quantitative analysis based on the PKJI 2023 framework with qualitative insights derived from stakeholder perspectives and field observations. The findings reveal that the road operates under highly saturated conditions, with a degree of saturation ranging from 0.90 to 1.05, corresponding to Level of Service E–F, indicating unstable traffic flow and severe congestion. The study identifies side friction caused by on-street parking, street vendors, and informal loading activities as the most dominant factor reducing effective road capacity, alongside heterogeneous traffic composition dominated by motorcycles. Additionally, weak traffic management, poor infrastructure conditions, and lack of temporal regulation further exacerbate congestion. The integration of quantitative and qualitative findings highlights that congestion on Cemara Raya Road is a systemic issue resulting from the interaction of physical, behavioral, and institutional factors. The study proposes both short-term and long-term strategies, including stricter regulation, infrastructure improvement, and the implementation of intelligent traffic systems, to achieve sustainable urban mobility and improve overall road performance.
Analysis of Employee Behavior in Improving the Quality of Hajj and Umrah Services in the Industry 4.0 and Society 5.0 Era at the Banjar Regency Office of the Ministry of Religious Affairs Erfan Maulana; Khuzai Khuzaini; Syahrial Shaddiq; Junaidy Junaidy; M. Irpan; Adhi Surya; Riki Welli Saputra; Sulastini Sulastini; Meitria Syahadatina Noor; Nurul Auliah
Hut Publication Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Hut Publication Business and Management
Publisher : PT. Hanken Sukses Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The public service provided by the Office of the Ministry of Religious Affairs (Kemenag) in Banjar Regency focuses on facilitating Hajj and Umrah services. With the continuous increase in the number of prospective Hajj pilgrims in Banjar Regency, it is essential to provide quality services. Employees need to exhibit behavioral competencies to address challenges in the current era, encompassing three aspects: employee behavior in communication and social skills, adaptability and task completion, and technological skills. This research aims to analyze employee behavior in enhancing the quality of Hajj and Umrah services in the era of Industry 4.0 and Society 5.0 at the Ministry of Religious Affairs office in Banjar Regency. This qualitative research adopts a cross- sectional approach conducted over one month. Twenty respondents were selected using convenience sampling. Data were collected, transcribed, translated, and then subjected to directed content analysis to identify main themes. It is observed that employees' behavior in communication and social skills, as well as adaptability and task completion aspects, have been implemented effectively. However, the technological skills aspect is deemed suboptimal. There is a need for improvement in technological skills and a shift in mindset among employees to address the challenges of Industry 4.0 and Society 5.0.
STUDI PERBANDINGAN AGREGAT KASAR BATU PECAH KATUNUN DAN BATU KORAL BIRAYANG PADA CAMPURAN ASPAL AC-BC TERHADAP UJI MARSHALL adhi surya; Syahdam Ramadhan
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIP
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.24617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan agregat kasar batu pecah Katunun dan batu koral Birayang pada campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) terhadap karakteristik Marshall. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium berdasarkan standar SNI dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2025. Pengujian meliputi karakteristik agregat, karakteristik aspal, analisis gradasi, dan pengujian Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua agregat memenuhi persyaratan teknis untuk digunakan pada campuran AC-BC. Nilai stabilitas campuran batu koral mencapai 1750 kg, lebih tinggi dibandingkan batu pecah sebesar 1480 kg. Nilai flow, VIM, VMA, dan VFB juga memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Berdasarkan nilai Marshall Quotient, campuran batu koral menunjukkan ketahanan deformasi yang lebih baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa batu koral Birayang berpotensi menjadi alternatif agregat lokal yang efektif untuk konstruksi perkerasan jalan.