Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBAYARAN KAPITASI BERBASIS PEMENUHAN KOMITMEN PELAYANAN (KBKP) DI KABUPATEN JEMBER Sandra, Christyana; Tri Herawati, Yennike; Baroya, Ni'mal; Sulistiyani, Sulistiyani; Ningrum, Prehatin Trirahayu; Akbar, Kurnia Ardiansyah; Ramani, Andrei
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v17i1.22441

Abstract

Kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan (KBKP) merupakan salah satu sistem pembayaran dalam program jaminan kesehatan nasional pada puskesmas untuk meningkatkan pelayanan yang efektif dan efisien sehingga mutu layanan yang diberikan dapat terjaga. Kabupaten Jember sebagai salah satu kabupaten yang menjalankan kebijakan tersebut, namun diketahui terdapat kendala dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Penilaian terhadap puskesmas melalui KBKP dilihat berdasarkan pencapaian indikator yang meliputi angka contact rate, rasio rujukan rawat jalan non spesialistik, rasio peserta prolanis dan 1 indikator tambahan yaitu kunjungan rumah. Namun pelaksanaan kebijakan ini terdapat beberapa permasalahan yang dapat menghambat pencapaian target. Penelitian ini menggunakan metode Riset Implementasi. Riset ini membahas berbagai masalah implementasi dalam konteks yang beragam dimana pengambilan datanya dilakukan secara kualitatif (indepth interview) dan kuantitatif (analisis data sekunder). Evaluasi pelaksanaan KBKP tahun 2016 menunjukkan masih banyaknya tantangan dan hambatan sehingga BPJS Kesehatan mengeluarkan petunjuk teknis terkait KBKP. Tujuan penyusunan petunjuk teknis tersebut adalah memberikan panduan bersama pelaksanaan pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan di FKTP. Pemerintah daerah diketahui kurang terlibat dalam kebijakan KBKP tersebut, tidak terdapat kebijakan yang mendukung kebijakan KBKP di tingkat kabupaten. Pencapaian target indikator yang telah ditetapkan dalam regulasi KBKP masih sulit dicapai oleh puskesmas khususnya pada indikator contact rate, pencapaian target indicator contact rate hanya 15 puskesmas (30%). Pencapaian indikator rujukan non spesialistik yang telah ditetapkan dalam regulasi KBKP selalu dapat dicapai oleh puskesmas (100%), namun indikator prolanis target pencapaiannya hanya 38 puskesmas dari 50 puskesmas yang dapat mencapai (76%). Sulitnya pencapaian target indikator contact rate karena petugas kesehatan di puskesmas tidak sempat meng-entry data kontak sehat dan kontak sakit pada aplikasi P Care. Diketahui KBKP dapat meningkatkan kepuasan peserta karena memaksa puskesmas untuk meningkatkan contact rate dengan peserta JKN dan merasa di ‘spesial’kan dengan program prolanis. Kebijakan KBKP juga dapat meningkatkan mutu pelayanan puskesmas karena puskesmas harus meningkatkan sarana prasarana agar 145 diagnosis tersebut dapat diselesaikan.
Internet Media Exposure to Premarital Sexual Behavior in Students at SMAN 1 Dringu, Probolinggo Regency 2023 Kusumawardani, Nurbaity; Ramani, Andrei; Wicaksono, Dimas Bagus Cahyaningrat
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 12 No. SI1 (2024): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V12.ISI1.2024.102-109

Abstract

Background: Premarital sexual behavior carries the risk of experiencing unwanted pregnancy and acquiring sexually transmitted infections (STIs). Various factors, including internal factors such as individual characteristics and low knowledge of reproductive health and external factors such as exposure to internet media, influence premarital sexual behavior. Aims: The research aims to determine the relationship between internet media exposure and premarital sexual behavior among students at SMAN 1 Dringu, Probolinggo Regency, in 2023. Method: The research uses primary data, with 93 respondents as sample size. The sampling technique uses a proportional stratified random sampling technique. Results: The research results showed that 67.7% of respondents had engaged in premarital sexual behavior. Conclusion: Regarding the gender factor, knowledge of adolescent reproductive health, duration of internet use, access to entertainment content, and access to pornographic content have significant relationships with premarital sexual behavior. The type of access device, frequency of internet use, educational content, communication content, and buying and selling content in internet media use have no relationship with premarital sexual behavior.
Does Parental Marital Status Matter in Male Adolescent's Smoking Behaviors? Ramani, Andrei; Irianti, Astrid Salsabila; Prayogo, Mohammad Ardi Setia; Kusumawardani, Devi Arine
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 12 No. SI2 (2024): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V12.ISI2.2024.186-191

Abstract

Background: Globally, approximately 940 million male adolescents and 193 million female adolescents were classified as smokers in 2019. The global prevalence of smoking has continued to decline over the years, but the number of smokers remains high due to population growth. Consistently, reports from the Indonesia Demographic Health Survey (IDHS) and Indonesia Fundamental Health Research have shown an increase in the number of adolescent smokers in Indonesia. Objective: This study aimed to investigate the relationships between parental marital status, age of male adolescents, socioeconomic family status, and educational level of male adolescents with tobacco smoking behavior. Method: The research design employed was a secondary data analysis using the IDHS 2017 data with n = 5,863 male adolescent respondents. Results: Most respondents did not smoke, had married parents, were between 15-17 years old, came from low to very low socioeconomic backgrounds, and had an educational level of junior high school or lower. All variables (parental marital status, age, socioeconomic status, and educational level) were found to be associated with smoking behavior among male adolescents aged 15-19 years. Conclusion: Adolescents with divorced parents were at a significantly higher risk, approximately 1.3 times greater, for smoking tobacco compared to those from non-divorced families. Intrinsic factors (age and educational level) emerged as dominant factors in the tobacco smoking behavior of male adolescents.
Hubungan Status Berpacaran, Paparan Media, Teman Sebaya Dan Peran Orang Tua dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Pria di Indonesia (Analisis Lanjut Data SDKI 2017) Shakti, Rachmadya Wira; Ramani, Andrei; Baroya, Ni'mal
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 2 No 1 (2022): May
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v2i1.29460

Abstract

Perilaku seksual pranikah merupakan salah satu permasalahan yang penuh risiko dan sangat rawan terjadi pada proses perkembangan seorang remaja. Transisi antara sosial dan budaya dapat mengakibatkan remaja rentan terpengaruh dampak negatif. Menurut data SDKI 2017 menyatakan bahwa perilaku seksual pranikah terjadi pada 8% remaja pria dan 2% remaja wanita. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara faktor predisposing (meliputi usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, dan status berpacaran), faktor enabling (meliputi paparan media), dan faktor reinforcing (meliputi pengaruh teman sebaya dan peran orang tua) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja pria di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SDKI tahun 2017 dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian yang digunakan adalah remaja pria usia 15-24 tahun di Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 12.935 remaja pria. Analisis Bivariat menggunakan Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Perilaku seksual pranikah pada remaja pria sebanyak 51,1%. Faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja pria yaitu usia (OR 4,0; CI 3,68-4,30), tingkat pendidikan (OR 1,8; CI 1,11-2,94), status pernah berpacaran (OR 494,6; CI 235,26-1039,70), dan pengetahuan (OR 3,0; CI 2,76-3,34). Selain itu, kepemilikan smartphone (OR 2,1; CI 1,92-2,31), akses terhadap internet (OR 2,3; CI 2,11-2,60), teman sebaya yang berpengaruh negatif (OR 7,6; CI 6,84-8,46), dan peran orang tua juga berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja (OR 1,1; CI 1,01-1,17). Faktor yang paling kuat dalam mempengaruhi perilaku seksual pranikah remaja pria adalah status berpacaran (OR 362,5; CI 171,73-756,34) dapat diartikan remaja pria dengan status sedang atau pernah berpacaran berisiko 362 kali untuk berperilaku seksual pranikah. Untuk itu perlu adanya peningkatan ilmu pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja serta dampak buruk perilaku seksual pranikah.
Peramalan Jumlah Akseptor Baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Kabupaten Jember Menggunakan Analisis Time Series Andriyani, Rike; Baroya, Ni'mal; Ramani, Andrei
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.929 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i1.22208

Abstract

Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebagai kontrasepsi efektif untuk menurunkan angka TFR masih jauh di bawah angka penggunaan non-MKJP. Perkiraan jumlah akseptor baru yang memungkinkan perlu dilakukan untuk menetapkan langkah yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi di masyarakat untuk meningkatkan penggunaan MKJP. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan model peramalan penggunaan kontrasepsi jangka panjang oleh akseptor baru KB sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk peningkatan program KB di Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada tahun 2020 dengan subjek penelitian akseptor baru MKJP pada tahun 2012-2019 di Kabupaten Jember. Peramalan dilakukan dengan metode ARIMA yang diolah melalui aplikasi Rstudio. Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi yang berhubungan dengan banyaknya akseptor baru MKJP adalah persentase penduduk perkotaan (r= -0,712), persentase wanita menikah usia >30 tahun (r= 0,916), dan pendapatan per kapita (r= -0,734). Model peramalan terbaik untuk menentukan banyaknya akseptor baru metode IUD adalah ARIMA (11,1,2). Model peramalah terbaik untuk menentukan banyaknya akseptor baru metode implan adalah ARIMA (0,0,8). Model peramalan terbaik untuk menentukan banyaknya akseptor baru MOW adalah ARIMA (0,0,12). Perlu adanya peningkatan pengetahuan mengenai MKJP terutama IUD dan implan khususnya pada wanita yang telah berusia >30 tahun, perlunya pemerataan distribusi pemberi layanan kontrasepsi, sosialisasi mengenai pentingnya pembatasan kehamilan pada masyarakat dengan ekonomi tinggi, dan perlu adanya kesiapan tenaga medis dan finansial sebagai langkah mempersiapkan akseptor MOW yang kemungkinan akan meningkat.
Determinan Keinginan Menggunakan Kontrasepsi pada Remaja Usia 15-24 Tahun di Masa Mendatang (Analisis Lanjut Data SDKI 2017) Yunita, Rani; Ramani, Andrei; Baroya, Ni'mal
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v3i2.29828

Abstract

Strategi pemerintah Indonesia untuk menekan pertumbuhan penduduk dilakukan melalui program Keluarga Berencana. Remaja termasuk sasaran program KB diharapkan agar mampu memiliki perencanaan yang baik terkait penggunaan kontasepsi di masa depan sehingga semua remaja memiliki akses terhadap informasi, konseling dan ketentuan kontrasepsi, dan tidak terjadi penyalahgunaan alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan keinginan remaja menggunakan kontrasepsi di masa mendatang yang dilihat dari faktor internal (jenis kelamin, usia, kuintil kekayaan, tempat tinggal, tingkat pendidikan, dan tingkat pengetahuan) dan faktor eksternal (akses media massa, diskusi kesehatan reproduksi, serta sumber informasi dan konseling kesehatan reproduksi). Penelitian ini merupakan penelitian non reaktif dengan desain cross sectional. Data pada penelitian ini didasarkan pada hasil SDKI 2017 dengan besar sampel sebanyak 19.912 responden. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji asosiasi dan multivariat dengan uji regresi logistik dengan nilai α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja pria yang berusia 15-19 tahun dengan kuintil kekayaan terbawah, tidak pernah sekolah, tidak mengakses televisi, tidak berdiskusi dengan teman, keluarga dan petugas kesehatan, serta remaja yang tidak mengetahui sumber informasi dan konseling kesehatan reproduksi merupakan determinan remaja yang tidak ingin menggunakan kontrasepsi di masa mendatang. Pemanfaatan media sosial (internet) untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan reproduksi, peningkatan kualitas pelayanan konseling yang telah tersedia serta membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan remaja perlu dilakukan untuk meningkatkan keinginan menggunakan kontrasepsi pada remaja.
Perancangan Dashboard Visualisasi Data Kesehatan Ibu dan Anak di Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Putri, Etania Febry Kirana; Ramani, Andrei
Pustaka Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Volume 12 No.1, 2024
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pk.v12i1.43180

Abstract

The amount of data generated is a challenge for agencies in the health sector to quickly analyze needs and interventions. The management and presentation of data carried out by the Jember District Health Office has not yet found an optimal method to present a lot of data into easily understood health information. This study aims to design a health data visualization dashboard using Microsoft Excel to assist in data management and facilitate policy formulation. The method used is research and development (R&D) with a visual data mining (VDM) model. The results showed that the data used for visualization was the MCH data of Jember Regency in 2021. The resulting dashboard consists of 4 maternal health dashboards and 5 child health dashboards. Verification of dashboard results shows that the dashboard is 100% functional, so it is accepted by the user. Dashboard testing using the User Experience Questionnaire (UEQ) has an average of positive evaluation results. Future researchers are expected to develop the types of data and visualization tools used in designing dashboards.
Pemetaan Faktor Risiko Preeklampsia berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Puskesmas Kendit Kabupaten Situbondo Maulana, Achmad Ilham; Ramani, Andrei
Pustaka Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Volume 12 No.1, 2024
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pk.v12i1.46230

Abstract

Preeclampsia is a compilation of symptoms occurring in pregnant, delivering, and postpartum women, typically characterized by hypertension, edema, and proteinuria from the 20th week of pregnancy until the end of the first week postpartum. Risk factors for preeclampsia include maternal age >35 years, maternal age <20 years, primigravida, a history of hypertension, adherence to Antenatal Care (ANC), obesity, and a history of preeclampsia. Priority scaling is essential in the development of prevention and management programs for Acute Kidney Injury (AKI), particularly preeclampsia. One method to prioritize program development is mapping potential issues in a region through a Geographic Information System (GIS) approach. This research aims to illustrate the distribution of preeclampsia risk factors in the working area of Kendit Primary Health Center. The research method utilized is quantitative descriptive. The results indicate that the areas with very high-risk categories for preeclampsia and maternal age are in Rajekwesi Village, with a very high prevalence of obesity and hypertension history risk factors in Tambak Ukir Village, a very high prevalence of a history of preeclampsia risk factor in Klatakan Village, a very high prevalence of primigravida risk factor in Bugeman Village, and no cases of adherence to antenatal care <4 times in the working area of Kendit Primary Health Center.
Analisis Biaya Satuan (Unit Cost) dengan Metode Activity Based Costing (ABC) di Poliklinik Jantung RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso Sumiati, Sumiati; Witcahyo, Eri; Ramani, Andrei
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Determination of rate calculated based on unit cost, based on Bondowoso Regent Regulation Number 62 of 2017, RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso unit cost calculates using the Double Distribution method. Double Distribution (DD) method is not appropriate to be applied because it does not reflect activity, method based on activity, precise and accurate so that it can provide the right information is Activity Based Costing (ABC) method. RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso has not made unit cost calculation using Activity Based Costing (ABC) method, especially for outpatient installation. The purpose of this research is unit cost analysis with Activity Based Costing method in the heart polyclinic of RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso. The research method based on Activity Based Costing (ABC) calculation method. The unit of analysis was heart poyclinic at RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Unit cost calculated with Activity Based Costing (ABC) method. Based on the calculation result with 2017 data a unit cost obtained, electrocardiogram is Rp. 47,689, echocardiography Rp. 113,212 and treadmill is Rp. 221,547. The conclusion shown that the unit cost is lower than the specified rate.
A Cross-sectional Study: How is The Relationship Between Social Determinants of Family Dimensions and Stunted Toddlers? Ramani, Andrei; Rachmayanti, Riris Diana; Kusumawati, Nur Farida; Diana, Rian; Khomsan, Ali; Riyadi, Hadi
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 1: January 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.1.71-76

Abstract

Background: In East Java, the prevalence of stunting in toddlers exceeds the national average of 32.8%, while in Sampang Regency it reaches 47.9%. Stunting poses a significant challenge by hindering economic growth, exacerbating poverty, and widening socio-economic disparities. The research aims to analyze the relationship between family characteristics and the incidence of stunting in toddlers in Sampang, Madura.Method: This quantitative study employed a cross-sectional design in Sampang Regency.  A total of 384 toddlers and their mothers participated as the research sample. The research variables included parental characteristics, anthropometric measurements of maternal height, and maternal knowledge status. Statistical analysis was conducted using the Pearson correlation inference test.Result: The test results showed that family social status had no significant influence on stunting among toddlers. However, maternal height significantly influenced the incidence of stunting, with a P-value of 0.030.  These findings highlight the importance of addressing maternal height as a determinant of toddler stunting. Thus, intervention needs to be given to adolescent girls to prevent toddler stunting.  Such interventions could include health education programs focused on improving adolescent nutritional status to increase growth. Efforts should prioritize adolescent girls before menarche to optimize height development and reduce the future stunting risk of their offspring.
Co-Authors Adinda Intan Putri Pertiwi Akbar, Kurnia Adriansyah Akbar, Kurnia Ardiansyah Ali Khomsan Andriyani, Rike Aninditya Ardhana Riswari Anita Kurnianingtyas Anysiah Ely Yulianti Aulia, Dinda Masitha Ayu Citra Mayasari Baroya, Ni’mal Bawazier, Kamila Fihir Christyana Sandra Dani Nasirul Haqi Devi Arine Kusumawardani Dewi Nafisah Dimas Bagus Cahyaningrat Wicaksono Diya Susanti Dwi Martiana Wati Dwi Prasetyo Utomo Eri Witcahyo Farida Wahyu Ningtyias, Farida Wahyu Fatwa Sari Tetra Dewi Globila Nurika Hadi Riyadi Irbah, Nafi'atul Irianti, Astrid Salsabila Ismayani Ismayani Ismayani Iswari Hariastuti Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Kusumawardani, Devi Arine Kusumawardani, Nurbaity Leersia Yusi Ratnawati M. Dody Izhar Maulana, Achmad Ilham Mohammad Taufiq Adiansyah N. Ulya Luthfiyana Namirah Aulia Rizki Herdianisah Nanda Galib Putri Ni'mal Baroya Ni'mal Baroya Ni'mal Baroya Nika Nur Indah Sari Ninna Rohmawati Ni’mal Baroya Ni’mal Baroya Nur Endah Permatasari Nur Farida Kusumawati Nurika, Globila Nurul Fadilah Prayogo, Mohammad Ardi Setia Prehatin Trirahayu Ningrum Pudjo Wahjudi Putri, Etania Febry Kirana Rachmah Indawati Rian Diana Ririn Agustini Riris Diana Rachmayanti Riris Diana Rachmayanti Riskotin Thayibah Riswari, Aninditya Ardhana Setiyawati, Diana Shakti, Rachmadya Wira SULISTIYANI SULISTIYANI Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Tri Herawati, Yennike Wicaksono, Dimas Bagus Cahyaningrat Yasutome, Takako Yennike Tri Herawati Yulia Wardita Yulianti, Anysiah Elly Yunita, Rani Yunus Ariyanto