Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI ANAK USIA DINI USIA 4-6 DI TK ABA MENGANDUNG SARI LAMPUNG TIMUR Andriana Antikasari; Nina Tisnawati; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11736

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media buku cerita bergambar bertema Si Kancil yang Jujur sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan literasi anak usia 4–6 tahun di TK ABA Mengandung Sari. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya minat baca anak dan terbatasnya media pembelajaran yang menarik serta sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta angket yang divalidasi oleh ahli media, ahli materi, ahli bahasa, guru, dan peserta didik. Hasil validasi menunjukkan bahwa media buku cerita bergambar dinilai sangat layak dengan rata-rata persentase: ahli media 83%, ahli materi 92%, dan ahli bahasa 85%. Tanggapan peserta didik terhadap media ini juga sangat positif, dengan tingkat ketertarikan di atas 90%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media buku cerita bergambar yang dikembangkan efektif meningkatkan kemampuan literasi anak, meliputi membaca, menulis, dan memahami teks sederhana. Selain itu, media ini juga mampu menanamkan nilai karakter kejujuran melalui alur cerita yang disajikan dengan ilustrasi menarik. Produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif bahan ajar yang inovatif dan praktis dalam pembelajaran literasi di pendidikan anak usia dini.
STRATEGI GURU DAN ORANG TUA DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI TK PKK KALI PASIR WAY BUNGUR LAMPUNG TIMUR sunarsih; Noormawanti Noormawanti; Nina Tisnawati
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11784

Abstract

Abstrak Pendidikan inklusif menekankan pentingnya penghargaan terhadap keberagaman sekaligus membangun karakter toleran sejak dini. Dalam pelaksanaannya menghadapi kendala, seperti keterbatasan pelatihan guru, sarana prasarana, serta pemahaman orang tua. Kondisi ini juga ditemukan di TK PKK Kali Pasir Way Bungur, sehingga penelitian ini difokuskan untuk mengkaji strategi guru dan orang tua dalam mengatasi hambatan serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan serta strategi yang digunakan oleh guru dan orang tua dalam melaksanakan pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomonologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami bagaimana pengalaman guru dan orang tua dalam melaksanakan pendidikan inklusif, Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan oleh guru seperti melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, menyusun RPPH yang fleksibel, serta menggunakan metode dan media yang bervariasi. Strategi orang tua dalam mendukung pendidikan inklusif mencakup tiga hal utama, yaitu mendampingi anak belajar di rumah melalui pengulangan materi dan penggunaan media visual, memberikan dukungan emosional serta motivasi agar anak lebih percaya diri, dan menjalin kolaborasi dengan guru melalui komunikasi rutin. Selain itu, strategi orang tua peserta didik reguler berupa penanaman sikap menghargai perbedaan juga membantu menciptakan lingkungan yang ramah inklusi. Dengan demikian, strategi yang dilakukan orang tua, baik dari anak berkebutuhan khusus maupun reguler, menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan pendidikan inklusif.
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM PENERAPAN PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PKK TUNAS HARAPAN KAMPUNG SUKAJADI BUMI RATU NUBAN LAMPUNG TENGAH Dasti Afriyani; Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11785

Abstract

Pendidikan seks anak usia dini adalah proses pemberian pemahaman sesuai tahap perkembangan mengenai tubuh, perbedaan jenis kelamin, batasan privasi, serta cara melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas. Meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak menuntut adanya langkah pencegahan sejak dini melalui pendidikan seks. Pengenalan sejak usia dini penting agar anak mampu mengenali tubuh, memahami perbedaan jenis kelamin, menjaga privasi, serta melindungi diri dari perilaku yang tidak pantas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dan guru dalam penerapan pendidikan seks pada anak usia 5–6 tahun di TK PKK Tunas Harapan Kampung Sukajadi, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai pendidik utama melalui pembiasaan berpakaian sopan, pengenalan batasan tubuh, pembimbingan aktivitas pribadi, serta komunikasi terbuka. Guru berperan sebagai pendidik formal sekaligus fasilitator, motivator, dan evaluator dengan penerapan toilet training, penggunaan toilet terpisah, simbol visual, serta penjelasan sederhana. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman orang tua, keterbatasan waktu guru, dan anggapan tabu di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara orang tua dan guru agar anak mampu memahami batasan tubuh serta melindungi diri dari tindakan tidak pantas
MENINGKATKAN RASA CINTA TANAH AIR PADA PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PRASIAGA DI TK PKK MELATI SIDOLUHUR LAMPUNG TENGAH Indri Yuliana; Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11787

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan kepribadian anak, termasuk penanaman nilai cinta tanah air. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran di banyak lembaga pendidikan anak usia dini masih lebih menitikberatkan pada aspek akademik, seperti membaca, menulis, dan berhitung, sehingga penanaman nilai karakter belum terlaksana secara optimal. Padahal, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan fondasi dalam membentuk anak yang berakhlak, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial dan kebangsaan. Salah satu kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk menanamkan nilai cinta tanah air adalah kegiatan prasiaga yang dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan prasiaga sebagai sarana penanaman nilai cinta tanah air pada anak usia dini di TK PKK Melati Sidoluhur Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina prasiaga, dan pakar prasiaga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan prasiaga dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu melalui aktivitas sederhana, seperti baris-berbaris, menyanyikan lagu nasional, gerakan hormat, doa bersama, dan permainan kelompok. Meskipun belum didukung perencanaan tertulis formal seperti RPPM atau RPPH khusus, kegiatan prasiaga tetap berjalan secara konsisten sebagai bentuk pembiasaan karakter. Nilai cinta tanah air ditanamkan melalui pengenalan simbol negara serta pembentukan sikap sosial, seperti kerja sama, tolong-menolong, dan sikap saling menghargai. Pelaksanaan kegiatan prasiaga ini sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka PAUD, khususnya tema Aku Cinta Indonesia.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN KOLASE KULIT BAWANG PUTIH DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4–5 TAHUN Risa Nurmala Sari; Noormawanti Noormawanti; Annisa Nur Firdausyi
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11788

Abstract

Abstrak Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berpengaruh terhadap kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran kolase berbahan kulit bawang putih dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun serta menganalisis perkembangannya berdasarkan indikator motorik halus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 12 anak usia 4–5 tahun di TK ABA Toto Projo Way Bungur Lampung Timur. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kolase kulit bawang putih mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara bertahap, khususnya pada aspek menggunting, menempel, koordinasi mata dan tangan, serta kerapian hasil karya. Media ini memiliki kelebihan berupa bahan yang mudah diperoleh, murah, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, media kolase kulit bawang putih dapat dijadikan alternatif media pembelajaran inovatif dalam konteks PAUD nasional.
Sosialisasi Peran Jumantik dalam Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan di Posyandu Mardi Sentosa Sumbersari Metro Selatan Noormawanti Noormawanti; Iswati Iswati; Muhammad Nur; Annisa Nur Firdausyi; Ismatul Izza Al Iftitah; Reni Wijayanti; Eka Susiani; Endang Rostatik
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i3.10135

Abstract

Environmental health is one of the important factors in improving public health status, one of which is through the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) caused by the Aedes aegypti mosquito. This Community Service (PKM) activity aims to increase public knowledge and awareness of the role of Mosquito Larvae Monitoring Officers (Jumantik) in preventing DHF in the environment of Posyandu Mardi Sentosa, Sumbersari, South Metro. The activity was carried out through a participatory approach including an initial survey, planning, socialization, mentoring, and evaluation, involving Posyandu cadres, mothers with toddlers, and surrounding residents. The material delivered covered the role of Jumantik, the 3M Plus movement, and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). The results showed an improvement in participants' understanding of the importance of regular larvae inspection and the implementation of the 3M Plus movement, shown through participants' active involvement in discussions and their ability to re-explain the material presented. The outputs of this activity include a report, documentation, a publication article, and a Jumantik educational leaflet. This activity is expected to be an initial step towards a sustainable culture of clean and healthy living in the Posyandu Mardi Sentosa environment.
Perspektif Ibnu Khaldun tentang Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Noormawanti Noormawanti
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2021): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v7i2.2142

Abstract

In the explanation of the history of Islamic education in Indonesia in terms of Ibn Kholdun's philosophy of history, it can be concluded that the history of the philosophy of history has a strong relationship with Islamic education, because Ibn Kholdum's philosophy was incorporated in the study of expedition theory in the past, which had the same vision of seeking validation. Although specifically Ibn Khaldun is more concerned with the issue of science than the Brothers of Shafa, but in other contexts in general terms that Ibn Khaldun has thoughts that are not much different from the Ikhwan Safa. the thought of Ibn Khaldun who said that the effort to get a true knowledge is to take a natural process that has been possessed by every human being through the capture of the five senses.