Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HASRAT TOKOH UTAMA DALAM NOVEL IKHTIAR CINTA DARI ADONARA KARYA J.S MAULANA (KAJIAN PSIKOANALISIS LACAN) Darmadji, Regita Cahyani; Hinta, Ellyana; Masie, Sitti Rachmi
Reduplikasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2021): (Juni 2021)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.438 KB) | DOI: 10.37905/rjppbi.v1i1.641

Abstract

MAIN CHARACTER’S DESIRES IN IKHTIAR CINTA DARI ADONARA BY J.S MAULANA (A LACAN PSYCHOANALYTIC STUDY).  RegitaCahyani Darmadji1, Ellyana Hinta2, SittiRachmi Masie3 Study Program of Indonesian Language and Literature EducationFaculty of Letters and Culture, UniversitasNegeriGorontalo *corresponding regitadarmadji1798@gmail.comUniversitas Negeri Gorontalo, ellyanahinta@ung.ac.idUniversitas Negeri Gorontalo, sittirachmi@ung.ac.id ABSTRACT The character in the novel is the main character with a desire created by the author. Basically, everyone will always feel desire. Thus, this study focused on the main character's desire in the novel Ikhtiar Cinta dari Adonara by J.S Maulana. This study aimed to describe the main character’s desires, including passive narcissistic, active narcissistic, active analytic, and passive analyticdesires. The descriptive analysis study employed Lacan's Psychoanalytic theory. The results of the study showed four character’s desires, in which the main character plays a direct role in forming the desires.  Keywoards : the main character, desire, novel, Lacan psychoanalysis                                          
STRUKTUR NARATOLOGI EMPAT KERAJAAN UWILILINGA DI KECAMATAN PAGUAT KABUPATEN POHUWATO Dunggio, Mursid; Hinta, Ellyana; Lantowa, Jafar
Reduplikasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 1 (2022): (Juni 2022)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/rjppbi.v2i1.1043

Abstract

STRUKTUR NARATOLOGI EMPAT KERAJAAN UWILILINGA DI KECAMATAN PAGUAT KABUPATEN POHUWATOMursid1,  Ellyana Hinta2, Jafar Lantowa3. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaFakultas Sastra dan Budaya Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo *corresponding mursiddunggio13@gmail.comUniversitas Negeri Gorontalo ellyana.hinta@yahoo.comUniversitas Negeri Gorontalo jafar.lantowa.ac.id ABSTRAK            Penelitian ini diangkat berdasarkan kisah empat kerajaan Uwililinga di Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato. Objek dalam peneltian ini adalah  kisah empat kerajaan Uwililinga di kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato presfektif Vladimir Propp, sehingga peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini yakni morfologi kisah empat kerajaan Uwililinga yang terdiri atas fungsi pelaku dan penyebarannya fungsi pelaku kedalam aksi tokoh  serta pola dengan skema yang terkandung dalam cerita. Sumber data dalam penelitian ini yakni kisah empat kerajaan Uwililinga diperoleh dari buku yang dibuat dari masyarakat yang ada di kecamatan Paguat dengan judul “Sejarah Kerajaan Kampung IV Sipayo, Siduan, Soginti, dan Bunuyo Kecamatan Paguat”. Selain itu peneliti melakukan studi lapangan untuk mengumpulkan data-data dari masyarakat yakni pemanagku adat, masyarakat sekitar, kepala desa, camat, dan mantan kepala desa yang mengatahui seluk beluk terbentuknya empat kerajaan yang ada dikecamatan Paguat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik membaca. Kata Kunci : cerita rakyat, morfologi, naratologi vladimir propp
Penguasaan Bahasa Kedua pada Anak Usia Dini di Desa Sari Murni Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato: Penelitian Paramita Bumulo; Dakia N. Djou; Ellyana Hinta
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1074

Abstract

This research discusses second language mastery in early childhood, especially in Sari Murni Village, Randangan District, Pohuwato Regency, based on the objectives of (1) Describing second language mastery at the phonological level in early childhood in Sari Murni Village, Randangan District, Pohuwato Regency (2) Describing second language mastery at the morphological level in early childhood in Sari Murni Village, Randangan District, Pohuwato Regency. The method used is descriptive qualitative. The data in this research was collected through observation techniques and listening techniques which include listening, taking notes and recording techniques. The data was analyzed by transcribing, grouping the data based on the level of second language acquisition, conducting analysis, and drawing conclusions. This research concludes that the ability of young children in Sari Murni Village to master Indonesian as a second language is at a stage of development that is not yet optimal, which reflects the complex dynamics in the language acquisition process.
Bentuk Penolakan Tokoh terhadap Adat Suku Minangkabau dalam Novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli (Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt) Hajiku, Nurtia; Hinta, Ellyana; Umam Kau, Munkizul
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 2 (2025): (Mei 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i2.33991

Abstract

This study aims to describe the portrayal of customs, matchmaking, marriage, and kinship systems in the Minangkabau community as depicted in the novel Memang Jodoh by Marah Rusli. The approach employed is Ian Watt's sociology of literature, which emphasises the reflection of society in novels, the influence of the author's social context, and the role of literature within society. The research method is qualitative descriptive, with data collection techniques involving reading and noting excerpts related to matchmaking in the novel. The findings reveal several points. First, the story portrays Minangkabau customs, focusing on the matrilineal system, marriage traditions, and religious-based customs. Second, the rejection of matchmaking reflects the social conditions of the community and Marah Rusli's view of changing perceptions of customary rules. Third, the rejection of marriage customs shows that the Minangkabau community still upholds traditional values, although Marah Rusli argues that marriage rules should not limit individual freedom. Fourth, the rejection of the kinship system reflects the matrilineal reality and Marah Rusli's effort to reform it to remain relevant to society. Overall, Ian Watt's sociology of literature demonstrates that literature reflects customary realities and plays a role in social change
Tindakan Sosial Tokoh dan Mistisisme dalam Novel Mata di Tanah Melus Karya Okky Madasari (Tinjauan Sosiologi Sastra Max Webber): Penelitian Lengkong, Natasya; Hinta, Ellyana; Achmad Bagtayan, Zilfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindakan sosial tokoh dan fungsi mistisisme dalam novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra Max Weber. Fokus penelitian tertuju pada bagaimana tindakan sosial para tokoh utama terbentuk berdasarkan orientasi rasional, nilai, tradisi, dan afeksi, serta bagaimana mistisisme dalam novel berperan sebagai kekuatan sosial yang membentuk struktur masyarakat. Pendekatan sosiologi sastra dipilih karena mampu menjembatani dunia fiksi dengan kenyataan sosial yang dihidupi masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel yang merepresentasikan perilaku sosial tokoh-tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan sosial tokoh dalam novel ini tergolong ke dalam empat tipe tindakan sosial Max Weber, yakni tindakan rasional instrumental, tindakan berorientasi nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Sementara itu, mistisisme dalam novel tidak hanya hadir sebagai elemen religius, melainkan juga berfungsi sebagai simbol identitas kolektif, legitimasi kekuasaan, kontrol sosial, dan pengatur kehidupan spiritual masyarakat Tanah Melus.
Analisis Peristiwa Tutur Dalam Komunikasi Lintas Budaya Gorontalo-Jawa Di Desa Banuroja (Teori Speaking Dell Hymes) Walangadi, Sandi; Hinta, Ellyana; Umam Kau, Munkizul; Sartika, Eka
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 2 (2025): (Mei 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i2.34188

Abstract

This study aims to describe the speech events occurring in cross-cultural communication between Gorontalo and Javanese communities in Banuroja village. The method used was descriptive. The data and sources examined were conversations among the residents of Banuroja village. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques encompassed data reduction, data display, and conclusion. The result and discussion of the study are as follows: (1) Setting and scene: in the morning and at residents’ homes. (2) Participants: two to four people. (3) Ends: obtaining information about common activities conducted by the community. (4) Act sequences: forms of speech include declarative and interrogative sentences in a relaxed language variety. (5) Key: the tone of speech comprises three types: soft from Javanese speakers, firm and high from Gorontalo language channel appears, featuring Gorontalo-Javanese registers and dialects. The communication between Gorontalo and Javanese communities in Banuroja village fosters mutual understanding, as speakers share common concerns, which become the focus of conversation, referred to as Ends in Hymes’ terminology.
Kemampuan Menulis Teks Berita Melalui Media Gambar Peristiwa Pada Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 2 Bokat Kabupaten Buol Mokodompit, Sarapina; Hinta, Ellyana; Kadir, Herson
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 2 July 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i2.2831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan peserta didik dalam menulis teks berita melalui media gambar peristiwa di kelas VII SMP Negeri 2 Bokat dan mengetahui terkait pelaksanaan pembelajaran menulis teks berita melalui media gambar peristiwa pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Bokat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai kemampuan menulis teks berita peserta didik. Metode ini dipilih karena mampu menggambarkan secara menyeluruh proses, dan hasil yang diperoleh peserta didik dalam kegiatan menulis. Hasil dan kesimpulan penelitian ditemukan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Bokat, pada materi menulis teks berita dengan media gambar peristiwa dipandang dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik. Sesuai dengan persentase kemampuan peserta didik dimana kelas VII dengan total 56% peserta didik berada pada kategori mampu menulis teks berita dilihat dari aspek struktur teks berita dan 44% masih dalam kategori belum mampu menulis teks berita dengan baik. Dengan kendala dalam pelaksanaan pembelajaran adalah beberapa peserta didik kurang mampu menguasai ejaan yang baik dan benar, tanda baca, penggunaan 5W+1H secara tepat dan kurang memahami secara cermat ketetapan teks berita. Hasil pembelajaran peserta didik dalam hal kemampuan menulis berita melalui media gambar periwistia ditemukan bahwa keseluruhan peserta didik dalam  menulis teks berita melalui media gambar peristiwa berada pada kategori cukup baik dengan rata-rata skor yaitu 78,04. Akumulasi dari 23 peserta didik, 13 diantaranya berada dalam kategori baik, sedangkan sisanya 10 peserta berada dalam kategori cukup baik.
AFIKS DALAM BAHASA DONDO DIALEK TIALO DI KECAMATAN MOUTONG KABUPATEN PARIGI MOUTONG Azim, Aliyul; Supriyadi, Supriyadi; Hinta, Ellyana
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 2 (2025): (Mei 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i2.31135

Abstract

Affixation is one of the processes of attaching morphemes to a base form. This study aims to (1) describe the types of affixes in the Dondo language, Tialo dialect, in Moutong Subdistrict, Parigi Moutong Regency, and (2) explain the affixation process in the Dondo language, Tialo dialect, in the same region. This study used a qualititative descriptive method in Moutong Subdistrict, Parigi Moutong Regency. The data sources were informants from Lobu Village and Tuladenggi Pantai Village in Moutong Subdistrict, referring to 200 Swadesh vocabulary items. Data collection techniques included interviews, observation, elicititation (conservation), and recording. The results of this study indicate that (1) the types of affixes found in the Dondo language, Tialo dialect, include 17 prefixes (mo-, mon-, mom-, moku-, mong-, me-, meg-, men-, mem-, mengk-, no-, o-, po-, pom-, pon-, pe’- and pem-,) there infixes(-k-, -an-, and –o-), seven suffixes (-onyo, -a’a, -ane, -one, -ma’a, -mo, and -tutu), and one circumfix (no-mo). (2) The process of affixation whether through prefixation, infixation, suffixation, or circumfixation, results in thr formation of new words in the Dondo language, Tialo dialect. In conclusion, affixation in the Dondo language, Tialo dialect, leads to morphological changes in base words, resulting in derived words. This transformation is evident in the collected data, where the initial 200 Swadesh vocabulary items were reduced to 111 derived words.
Patologi Sosial pada Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi Lakda, Nirmawati; Hinta, Ellyana; Sartika, Eka
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i2.1668

Abstract

Many people move away from applicable norms and laws due to society's inability to face the challenges of globalization, this is called Social Pathology. This research aims to describe forms of social pathology from the criminal aspect which includes violence and abuse, as well as social pathology in the form of prostitution and mental disorders in the novel Perempuan di Titik Nol by Nawal el-Saadawi. In this research, the data was analyzed using Wellek and Warren's literary sociology approach which focused on the second study, namely the sociology of the content of literary works. The research results show that the novel Perempuan di Titik Nol has forms of social pathology including: crime in the form of violence and abuse, prostitution, and mental disorders
Urgensi Pembelajaran Mitigasi Bencana Alam melalui Kearifan Lokal pada Guru PAUD Eraku, Sunarti Suly; Ntelu, Asna; Hinta, Ellyana; Baruadi, Moh. Karmin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5556

Abstract

Anak pada masa usia dini memiliki potensi luar biasa, serta rentan terhadap bahaya bencana alam. tentunya harus ada upaya konkret dalam menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak-anak. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui urgensi pembelajaran mitigasi bencana alam pada anak usia dini melalui pengenalan lingkungan budaya kearifan lokal. Penelitian ini merupakan langkah awal untuk nantinya sebagai dasar tindaklanjut oleh guru-guru PAUD dan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Upaya tersebut tidak lepas dari rutinitas anak dan lingkungan sekitar, yaitu pendidikan dan kearifan lokal. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur yang matang dalam pentingnya pendidikan mitigasi bencana alam.  Adapun hasil penelitian yakni pendidikan mitigasi bencana alam melalui kearifan lokal dapat menjadi bekal dalam antisipasi anak untuk menghadapi bencana alam yang tidak dapat diprediksi oleh siapapun jua. Sehingga sebagai tindak lanjut guru-guru PAUD sebaiknya menghubungkan tema pembelajaran dengan kearifan local untuk mengembangkan pembelajaran mitigasi bencana alam khususnya di Provinsi Gorontalo.Â