Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Kualitas Hidup Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang Mengikuti Layanan Rehabilitasi di Lapas Narkotika Jakarta Berdasarkan WHOQOL-BREF Putri Herdriani; Arthur Josias Simon Runturambi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.785 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7502

Abstract

Kasus penyalahguna narkotika yang berada di lapas terus mengalami peningkatan dimana seharusnya menurut Undang – Undang dan perturan lainnya adalah di rehabilitasi. Oleh karena itu diselenggarakannya layanan rehabilitasi di lapas. Kualitas hidup merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan pembinaan WBP di lembaga pemasyarakatan, dalam hal ini adalah melalui layanan rehabilitasi narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi kualitas hidup warga binaan pemasyarakatan di Lapas Narkotika Klas II A Jakarta. Peneliti menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan metode ekplanasi sekuensial (Explanatory design), menggunakan data sekunder sebanyak 500 kuesioner WHOQOL-BREF. Teknik analisis data menggunakan analisis faktor dan wawancara kepada 2 orang WBP untuk melihat gambaran layanan rehabilitasi yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat faktor yang mempengaruhi kualitas hidup WBP, yaitu faktor 1 (hubungan dengan lingkungan) mampu menjelaskan sebesar 30,349 persen, faktor 2 (kesehatan psikologis) sebesar 11,337 persen, faktor 3 (hubungan dengan soSial) sebesar 6,175 persen, faktor 4 (kesehatan fisik) sebesar 5,429 persen. Selain itu layanan rehabilitasi secara keseluruhan berpengaruh terhadap kualitas hidup WBP yang lebih baik sebelum mengikuti layanan rehabilitasi.
Sinergitas Badan Narkotika Nasional dengan Kementerian Hukum dan HAM dalam Upaya Rehabilitasi Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Bestia, Ela; Runturambi, Arthur Josias Simon
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.828 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.2278

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memberi gambaran tentang sinergitas antara BNN dengan Kemenkumham dalam upaya rehabilitasi narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan kendala-kendala yang dihadapi. Peneliti menggunakan teori sinergi dan konsep rehabilitasi narkotika di lapas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sinergi antara BNN dan Kemenkumham dalam upaya rehabilitasi di lapas masih belum optimal, karena belum dapat menjangkau seluruh WBP Narkotika. Sehingga BNN perlu lebih mengoptimalkan sinergitas hingga tingkat wilayah (BNNP/BNNK), memperbanyak petugas rehabilitasi di BNN Kab/Kota agar dapat memberikan dukungan SDM Rehabilitasi terhadap lapas setempat sehingga terselenggaranya upaya rehabilitasi terhadap WBP Narkotika diseluruh wilayah di Indonesia.
Collaborative Sharing Intelijen Ancaman Pada Komunitas Csirt Dalam Memperkuat Keamanan Siber Nasional Sigiro, Farlin Hottua; Runturambi, Arthur Josias Simon; Widiawan, Bondan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14245

Abstract

Sistem keamanan siber dalam beberapa tahun terakhir berkembang dan terlembaga, hal ini dikarenakan faktor keamanan siber telah menjadi perhatian penting, terutama pemerintah Indonesia. Pemerintah melalui BSSN telah banyak me-launching CSIRT (Computer Security Incident Response Team). CSIRT merupakan Tim Tanggap Insiden yang memberikan layanan untuk melindungi sistem atas insiden siber. Meskipun demikian, fenomena insiden siber yang menimpa sektor pemerintah tetap masif. Di sisi lain, lanskap keamanan siber dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa kemampuan ancaman siber meningkat signifikan, dan jumlahnya semakin banyak, puluhan varian malware muncul setiap bulan. Oleh karena itu, lembaga dan organisasi tidak cukup dengan melakukan pemantauan dan respon insiden yang bersifat reaktif, namun harus mengubah strategi dengan menggabungkan langkah-langkah keamanan preventif dengan intelijen ancaman. Pengembangan kemampuan Intelijen Ancaman Siber (CTI) dinilai sangat efektif untuk meningkatkan postur keamanan siber. Saat ini program CTI ada di BSSN. Namun, distribusi informasi masih bersifat satu arah, dari BSSN ke CSIRT lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik menggunakan studi kajian pustaka dari penelitian sebelumnya observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat trend ancaman siber semakin tinggi dalam dua tahun terakhir. Beberapa insiden mengalami ekskalasi ancaman pada informasi vital nasional. Oleh karena itu intelijen ancaman siber sektor pemerintah harus dikerjakan bersama-sama oleh komunitas CSIRT. Di akhir, penelitian ini mengusulkan model collaborative sharing CTI yang melibatkan seluruh CSIRT pada masing-masing sektor untuk meningkatkan keamanan nasional.
Upaya Pencegahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Nonprosedural sebagai Bagian Perdagangan Orang Melalui Pengawasan Keimigrasian Martin, Yosia; Runturambi, Arthur Josias Simon
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15738

Abstract

Perdagangan orang adalah kejahatan serius yang sangat bertentangan dengan hak asasi manusia. Kasus perdagangan orang di Indonesia makin marak dan naik tiap tahunnya. Kemiskinan adalah faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya kejahatan perdagangan orang. Modus perdagangan orang yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah melalui pengiriman pekerja migran Indonesia nonprosedural. Para korban diimingi-imingi akan bekerja di luar negeri dengan gaji yang besar. Namun pada kenyataanya banyak dari korban mengalami eksploitasi baik jam kerja yang panjang, upah yang tidak sesuai bahkan kekerasan baik fisik bahkan seksual. Imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara memiliki peran sangat vital dalam upaya pencegahan kejahatan perdagangan orang terutama dalam pengiriman pekerja migran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang melalui pengiriman tenaga kerja migran nonprocedural di Indonesia melalui pengawasan keimigrasian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literature dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang dapat dilakukan melalui pengawasan keimigrasian kepada warga negara Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri. Pengawasan Keimigrasian dilakukan kepada para WNI mulai saat melakukan permohonan Paspor hingga pemeriksaan Keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Dalam hal ditemukan indikasi terkait tindak pidana perdagangan orang melalui modus pengiriman pekerja migran nonprosedural, maka dapat dilakukan penundaan penerbitan Paspor dan penundaan keberangkatan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Upaya tersebut merupakan bentuk pencegahan terhadap perdagangan orang melalui pengiriman tenaga kerja migran Indonesia nonprosedural.