Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTHOS DI DANAU HANJALUTUNG DAN SUNGAI RUNGAN KOTA PALANGKA RAYA: Density and Diversity Macrozoobenthos in Hanjalutung Lake and Rungan River Palangka Raya City Linda Wulandari; Satna K Simbolon; Evi Veronica; Rosana Elvince
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 21 No. 1 (2026): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v21i1.24799

Abstract

This study aims to determine the density and diversity of macrozoobenthos and water quality conditions including temperature, depth, turbidity, pH and DO in Lake Hanjalutung and Rungan River. This research was conducted in July 2023 at Lake Hanjalutung. The results showed that at the study site found as many as 15 species of macrozoobenthos included in 3 phyla namely Uniramia, Annelida and Nematoda. The average macrozoobenthos density value ranged from 134-1,032 ind/m2. The average of diversity index values ranged from 0.714 to 1.278 indicating the diversity of macrozoobenthos species classified as low to moderate. The condition of water quality parameters at the study site showed the value of the temperature parameter was still suitable for the life of aquatic organisms. Meanwhile, the pH and DO parameter values showed relatively low values at all stations, but these values are still suitable for waters influenced by peat swamp ecosystems because they are still in their natural conditions. While the value of the turbidity parameter at station IV and the depth value at station II were higher than the other stations. Anova results on the value of diversity showed no difference between stations. While the density values showed there were differences between observation stations. Anova result on physical and chemical water quality parameters showed no difference in temperature, turbidity, pH and DO values between stations. Keywords: Macrozoobenthos, water quality parameters, Lake Hanjalutung
KANDUNGAN FOSFAT, NITRAT, KLOROFIL-A DAN KEBERADAAN IKAN DI DANAU BURUNG KOTA PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH Enjelika Br Singarimbun; Rosana Elvince; Budhi Ardhani; Ardianor
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 21 No. 1 (2026): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v21i1.25285

Abstract

Danau Burung di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya merupakan perairan back water yang dimanfaatkan sebagai sumber perikanan tangkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan fosfat, nitrat, klorofil-a, serta struktur komunitas ikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan 5 stasiun pengamatan. Hasil menunjukkan kandungan fosfat 0,047–0,061 mg/L, nitrat 0,031–0,070 mg/L, dan klorofil-a 0,004–0,015 μg/L yang mengindikasikan tingkat kesuburan rendah–sedang. Ditemukan 12 jenis ikan dari 9 famili dengan total 24 individu, didominasi kelompok omnivora dan karnivora. Nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,28 menunjukkan kategori sedang. Disimpulkan bahwa kondisi perairan Danau Burung masih mampu mendukung keberadaan komunitas ikan dan aktivitas perikanan masyarakat.
KEBIASAAN MAKANAN IKAN BAUNG (MYSTUS NEMURUS), LAIS BAJI (KRYPTOPTERUS PALEMBANGENSIS) DAN SALUANG BALU (RASBORA ARGYROTAENIA) DI DANAU BATU, KALIMANTAN TENGAH Elvince, Rosana; Veronica, Evi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 13, No 3 (2021): (DESEMBER) 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.13.3.2021.%p

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Danau Batu, Kalimantan Tengah pada bulan Februari-April 2018. Danau Batu merupakan salah satu danau oxbow yang terdapat di Kalimantan Tengah. Danau tersebut digunakan sebagai lokasi penangkapan ikan yang intensif dengan menggunakan alat tangkap yang tidak selektif oleh masyarakat setempat sehingga dapat menurunkan populasi ikan. Penelitian yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan ikan Baung, Lais Baji dan Saluang Balu. Ikan Baung (Mystus nemurus), Lais Baji (Kryptopterus palembangensis) dan Saluang Balu (Rasbora argyrotaenia). Sampel ikan ditangkap menggunakan jaring insang dengan ukururan, 1, 1,5 dan 2 inchi. Jumlah ikan yang tertangkap selama penelitian berjumlah masing-masing 96 ekor, 139 ekor dan 121 ekor. Berdasarkan nilai Indeks Relatif Penting, jenis makanan ikan Baung adalah didominasi oleh ikan-ikan kecil sebesar 41%; Indeks Relatif Penting makanan ikan Lais Baji adalah udang kecil sebesar 77%; sedangkan jenis makanan ikan Saluang Balu berdasarkan Indeks Relatif Penting didominasi oleh lumut sebesar 80%. Sebagai data pendukung bagi kehidupan ikan, parameter kualitas air seperti pH dengan nilai berkisar antara 5,20-5,90, suhu dengan kisaran nilai 29,00 – 32,20 oC, kecerahan dengan kisaran nilai 22,00–35,50 cm dan nilai oksigen terlarut berkisar antara antara 2,60 – 6,90 mg/l.This research was conducted in Batu Lake in February- April 2018. Batu Lake is one of the oxbow lakes in Central Kalimantan. The lake is generally used as a fishing ground area by local people. The research aimed to investigate the feeding habits of some commercial fish species, namely Baung, Lais Baji and Saluang Balu fishes. Fishes caught by gillnet with the mesh size of 1, 1.5 and 2 inches. Based on the research results, the total fishes caught during the research were 96, 139 and 121, respectively. Those fishes were examined for the Index of Relative Importance. The gut composition of Baung based on the Index of Relative Importance was dominated by small fishes (41%), Lais Baji was dominated by small shrimp (77%), and Saluang Balu was dominated by moss (80%). All water quality parameters such as pH with ranged between 5,20-5,90, temperature with ranged value between 29,00 – 32,20 oC, transparency ranged from 22,00–35,50 cm and dissolved oxygen value ranged from 2,60 – 6,90 mg/l.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI DANAU LAIS KABUPATEN PULANG PISAU Tutwuri Handayani; Putri Suwali Pebri Harti Saragih; Kembarawati; Rosana Elvince
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 20 No. 2 (2025): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v20i2.23162

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang Keanekaragaman Jenis Ikan yang Tertangkap di Danau Lais Kabupaten Pulang Pisau, dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan April 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan yang tertangkap, indeks keanekaragaman dan indeks dominasi ikan yang tertangkap di Danau Lais. Penentuan lokasi titik sampling pada penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi langsung ke lapangan. Metode pengambilan sampel ikan dilakukan berdasrkan kegiatan nelayan dengan meletakan alat tangkap pada 3 titik stasiun yang berbeda dengan 8 kali sampling. Jenis ikan yang tertangkap Di Danau Lais diperoleh sebanyak 12.368 ekor dengan 38 jenis ikan. Nilai indeks keanekaragaman jenis ikan pada masin-masing stasiun yaitu pada stasiun 1 memiliki nilai rata-rata indeks keanekaragaman jenis ikan sebesar 0,698, pada stasiun 2 sebesar 0,871 dan pada stasiun 3 sebesar 0,796 yang termasuk kedalam kategori keanekaragaman rendah. Nilai rata-rata indeks dominasi masing-masing pada stasiun 1 sebesar 0,302, pada stasiun 2 sebesar 0,129 dan pada stasiun 3 sebesar 0,796. Kata kunci : Jenis ikan, Indeks keanekaragaman, Danau Lais ABSTRACT Research on the diversity of fish species caught in Lais Lake, Pulang Pisau Regency, was conducted from March to April 2024. The aim of this study was to identify of fish caught and to determine the diversity and dominance indices of fish species in Lais Lake. The sampling locations were determined using a survey method combined with direct field observations. Fish sampling was carried out following the fishing activities of local fishermen by placing fishing gear at three different station points, with a total of eight sampling occasions. A total of 12,368 individual fish representing 38 species were caught in Lais Lake. The average fish species diversity index (H') at each station was as follows: Station 1 = 0.698, Station 2 = 0.871, and Station 3 = 0.796, all of which fall into the low diversity category. The corresponding dominance index (C) values were 0.302 at Station 1, 0.129 at Station 2, and 0.796 at Station 3. Keywords: fish diversity, dominance index, freshwater ecosystem, Lais Lake, Pulang Pisau Regency
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI DANAU LAIS KAPUBATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Linda Wulandari; Novita Wulandari; Edison Harteman; Rosana Elvince
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 20 No. 2 (2025): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v20i2.24796

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis makrozoobenthos, struktur komunitas makrozoobenthos, dan kualitas air di Danau Lais Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebanyak 19 jenis makrozoobenthos ditemukan di Danau Lais yang termasuk ke dalam 3 filum yaitu Annelida, Uniramia, dan Nematoda. Nilai kepadatan rata-rata marozoobenthos 1.202 ind/m². Nilai indeks keanekaragaman rata-rata makrozoobenthos 1,669 menjelaskan keanekaragaman jenis makrozoobenthos tergolong sedang. Nilai indeks keseragaman rata-rata makrozoobenthos 0,708 menjelaskan keseragaman populasi jenis makrozoobenthos tergolong tinggi dan nilai indeks dominasi rata-rata makrozoobenthos 0,427 menjelaskan dominasi jenis makrozoobenthos tergolong sedang. Hasil uji Anova menjelaskan tidak terdapat perbedaan terhadap struktur komunitas antara stasiun pengamatan di Danau Lais. Sedangkan kondisi kualitas air pada lokasi penelitian di Danau Lais menunjukkan nilai parameter suhu, kedalaman, dan amoniak masih sesuai dengan pertumbuhan organisme makrozoobenthos. Parameter kekeruhan tergolong tinggi, sedangkan parameter pH dan DO menunjukkan nilai yang reatif rendah, namun nilai tersebut masih dapat ditoleransi untuk kehidupan organisme akuatik karena dipengaruhi oleh ekosistem rawa gambut yang bersifat asam. Hasil uji Anova menjelaskan terdapat perbedaan terhadap parameter kedalaman antara stasiun pengamatan di Danau Lais.
IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) Lidya Zefanya; Rosana Elvince; Tutwuri Handayani
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 20 No. 2 (2025): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v20i2.24798

Abstract

Ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) merupakan komoditas perikanan ekonomis penting yang rentan terhadap serangan penyakit bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur identifikasi dan jenis spesies bakteri patogen pada ikan bawal air tawar di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM-KHP) Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah observasi langsung melalui serangkaian uji laboratorium yang meliputi persiapan media, nekropsi sampel ikan, isolasi dan pemurnian bakteri, hingga uji biokimia. Sampel organ target yang digunakan adalah ginjal, hati, dan jantung. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bakteri yang ditemukan pada organ ginjal ikan bawal air tawar adalah Vibrio alginolyticus. Bakteri ini merupakan kelompok bakteri Gram negatif, bersifat oksidase positif, dan katalase positif. Penemuan ini menegaskan pentingnya tindakan karantina dan pemantauan kesehatan ikan untuk mencegah penyebaran penyakit vibriosis di lingkungan akuakultur.