Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendekatan Kindness Strategy: Tinjauan Paradigmatif dan Implementatif dalam Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Prasetyo, Edi; Riadi, Haris; Muhadi, Muhadi; Harmaini, Harmaini
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v15i3.73329

Abstract

Pendidikan Karakter menjadi fokus utama sistem pendidikan. Pendekatan Kindness Strategy berupaya menumbuhkan karakter siswa melalui nilai-nilai empati dan kasih sayang. Dengan artikel ini diharapkan bahwa strategi ini akan meningkatkan keterlibatan sosial siswa dan mengurangi perilaku mengganggu seperti perundungan. Berdasarkan tinjauan pustaka, menunjukkan bahwa Kindness Strategy memperhitungkan pertumbuhan moral dan sosial siswa di samping prestasi akademis mereka. Pendidikan karakter yang sukses dapat mendukung keberhasilan akademis dan pengembangan manusia yang bermoral baik. Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk mendorong rencana ini, meskipun ada kendala termasuk tekanan akademis, penolakan guru dan siswa. Oleh karena itu, diharapkan  bahwa Kindness Strategy akan menjadi komponen mendasar pendidikan Indonesia, menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
Epistimology, Tarbiyah, talim, and Ta' dib in Reconstructing the Islamic Religious Education Curriculum and Ethics: Epistimologi, Tarbiyah, talim, dan Ta'dib dalam Rekonstruksi Kurikulum dan Etika Pendidikan Agama Islam Sulwana, Siti; Riadi, Haris; Aswati, Fajar; Azlina, Azlina
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 3 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v26i3.1438

Abstract

General Background: Islamic education aspires to develop individuals who are both intellectually capable and morally grounded.Specific Background: Current implementations of the Islamic Religious Education (PAI) and Character curriculum often emphasize formal knowledge while underrepresenting integrative Islamic values. Knowledge Gap: There is limited curriculum design that holistically reflects Islamic epistemology by incorporating the classical concepts of ta’dīb, tarbiyah, and ta’līm. Aims: This study aims to formulate a reconstructed model for the PAI and Character curriculum based on Islamic epistemology by integrating these three foundational concepts. Results: Through a qualitative literature-based approach, this research identifies a three-domain framework: the value domain (ta’dīb), the process domain (tarbiyah), and the knowledge domain (ta’līm), aligned with the ideal of shaping an insān kāmil (perfected human). Novelty: The proposed model offers a comprehensive epistemological integration rarely seen in existing PAI curriculum frameworks. Implications: This study highlights the urgency of value reorientation in curriculum design and underlines the need for systematic teacher training to ensure effective implementation.  Highlights:  Integrates value, process, and knowledge domains rooted in Islamic thought. Aims to shape insān kāmil—a virtuous and knowledgeable human. Emphasizes teacher readiness for effective curriculum implementation. Keywords: Islamic Education Curriculum, Islamic Epistemology, Ta’dīb, Tarbiyah, Ta’līm
Psikologi Perkembangan AUD dan Pendidikan Karakter Windari, Putri; Riadi, Haris; Anjani, Dewi
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1956

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemahaman psikologi perkembangan anak usia dini (AUD) sebagai kajian penting untuk menelaah tahapan pertumbuhan fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Periode usia dini dikenal sebagai masa emas (golden age) yang berperan sebagai dasar pembentukan kepribadian dan karakter anak. Pendidikan karakter pada AUD bukan hanya menanamkan nilai moral, tetapi juga menumbuhkan sikap positif, kebiasaan baik, dan keterampilan sosial yang menunjang perkembangan anak secara menyeluruh. Teori Piaget menegaskan bahwa pertumbuhan moral berkaitan erat dengan kemampuan berpikir anak yang terus berubah seiring bertambahnya usia, meliputi dua fase utama: tahap heteronomous dan tahap autonomous.
Penilaian Karakter Islami Pada Anak Usia Dini Yuniarti, Adila Tri; Riadi, Haris; Khotimah, Khusnul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian karakter Islami pada anak usia dini merupakan bagian penting dari proses pendidikan dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis konsep, indikator, metode, implementasi, serta tantangan dalam penilaian karakter Islami pada anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup nilai agama dan moral, perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa, serta sosial emosional. Metode penilaian yang digunakan meliputi metode interaktif dan metode kreatif. Implementasi penilaian melibatkan peran lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang berfungsi saling melengkapi dalam pembentukan karakter anak. Tantangan utama yang dihadapi adalah pengaruh negatif media digital, seperti konten tidak bermanfaat, penyalahgunaan teknologi, hingga perundungan di internet. Solusi yang ditawarkan meliputi peran aktif guru dan orang tua dalam memberikan bimbingan, keteladanan, serta pemanfaatan teknologi secara bijak dan kreatif sebagai sarana pembelajaran Islami. Dengan demikian, penilaian karakter Islami pada anak usia dini dapat menjadi upaya strategis untuk mewujudkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, serta adaptif terhadap perubahan zaman.