Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN INTENSITAS MEMBACA CERPEN FIKSI PENGGEMAR DENGAN PEMAHAMAN MAJAS PERBANDINGAN PADA KOMUNITAS NCTZEN MAKASSAR: The Relationship between the Intensity of Reading Short Fiction Stories by Fans and the Understanding of Comparative Figures of Speech in the NCTZEN Community in Makassar Putri Ramadhani; Mayong; Aswati Asri
Journal of Applied Linguistics and Literature Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Applied Linguistics and Literature
Publisher : Study Program of Indonesian Language Education, Faculty of Languages and Literature, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/8mdzfh86

Abstract

This study aims to demonstrate the relationship between the intensity of reading fan fiction short stories and the understanding of figures of speech within the NCTZEN community in Makassar. This is an ex post facto quantitative study. It utilised questionnaire distribution and testing techniques. The results indicate that the intensity of reading fan fiction short stories falls into the moderate category, whilst the level of understanding of figurative language falls into the high category. The data was found to be normally distributed following data transformation, with the p-value exceeding the significance level of 0.05 at 0.200. Furthermore, the linearity test result showed 0.119, which exceeded 0.05, and the product-moment correlation test result showed that the calculated r was greater than the table r, namely 0.697 > 0.266. Engaging in reading activities consistently over a long period of time has a positive impact on readers’ comprehension
Keefektifan Model Project Based Learning (PjBL) dalam Pembelajaran Menulis Puisi Bahasa Makassar Siswa Kelas X SMAN 22 Gowa: The Effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) Model in Learning to Write Makassar Language Poetry for Grade X Students of SMAN 22 Gowa Putri Dewiah Wahid; Asia M Asia M; Aswati Asri
Journal Studies in Indonesian Language and Literature Vol. 2 No. 3 (2026): Journal Studies in Indonesian Language and Literature
Publisher : Journal Studies in Indonesian Language and Literature

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menguji keefektifan model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan menulis puisi bahasa Makassar siswa kelas X SMAN 22 Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest. Data diperoleh melalui tes menulis puisi berdasarkan aspek pemilihan tema dan pengimajinasian, diksi, struktur puisi, dan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis puisi sebelum diterapkan model PjBL belum mencapai standar ketuntasan karena jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥75 belum mencapai 75%. Setelah penerapan model PjBL, jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥75 meningkat lebih dari 75%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) sehingga terdapat peningkatan signifikan kemampuan siswa. Uji ketuntasan klasikal menghasilkan t_hitung 12,040 > t_tabel 2,036 yang berarti ketuntasan klasikal mencapai ≥75%. Dengan demikian, model Project Based Learning dinyatakan efektif dalam pembelajaran menulis puisi bahasa Makassar.
Resepsi Pembaca terhadap Representasi Kekerasan Masyarakat Adat Kajang dalam Novel Kalihara: Perspektif Teori Johan Galtung Aswati Asri; Hajrah Hajrah; Fitriansal Fitriansal; Andi fatimah Yunus
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/n5p92b27

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resepsi pembaca terhadap representasi kekerasan pada masyarakat adat Kajang dalam novel Kalihara karya Jusiman Dessirua berdasarkan teori kekerasan Johan Galtung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data berupa kutipan naratif novel dan respons tertulis pembaca terhadap kekerasan, trauma, resistensi, serta relasi agama, adat, dan identitas. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, pembacaan cermat, dan kuesioner terbuka, lalu dianalisis berdasarkan kategori kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca meresepsi kekerasan dalam Kalihara sebagai kekerasan berlapis. Kekerasan langsung tampak melalui pembantaian, penembakan, pemerkosaan, pembakaran, dan pembunuhan. Kekerasan struktural dipahami melalui kerentanan masyarakat Kajang akibat ketimpangan kuasa dan lemahnya perlindungan terhadap adat, tanah, dan hutan. Kekerasan kultural dimaknai melalui fanatisme, pemaksaan keyakinan, dan delegitimasi budaya lokal. Novel ini memperluas kesadaran pembaca tentang trauma kolektif, martabat masyarakat adat, toleransi, dan keberagaman.
KEMAMPUAN AKRUPAMA MELALUI MODEL STORY TELLING SISWA KELAS X SMAN 4 JENEPONTO Rajamuddin Rajamuddin; Hajrah Hajrah; Aswati Asri
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2026): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v6i1.85465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan akrupama melalui model story telling siswa kelas X SMAN 4 Jeneponto. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 4 Jeneponto yang berjumlah 252 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan akrupama menggunakan kegiatan story telling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan akrupama melalui model story telling siswa kelas X SMAN 4 Jeneponto masih tergolong rendah. Dari 36 siswa, sebanyak 29 siswa atau 81% memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan minimum 75, sedangkan hanya 7 siswa atau 19% yang memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam pengorganisasian cerita, intonasi, pelafalan, penggunaan bahasa, serta gestur dalam kegiatan bercerita. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif dan komunikatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa daerah.
NILAI BUDAYA MAKASSAR DALAM NOVEL NATISHA PERSEMBAHAN TERAKHIR KARYA KHRISNA PABICHARA: MAKASSAR CULTURAL VALUES IN THE NOVEL NATISHA PERSEMBAHAN TERAKHIR BY KHRISNA PABICHARA Nur Alifya Muchtfadiana; Andi Fatimah Yunus; Aswati Asri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5119

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai budaya Makassar dalam novel Natisha Persembahan Terakhir karya Khrisna Pabichara dengan menggunakan pendekatan pragmatik dan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik baca dan catat dari novel setebal 424 halaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut merepresentasikan delapan nilai budaya utama, yaitu sirik, pacce, sipakatau, panngalik, panngadakkang, lambusuk, toddopuli, dan reso. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam dialog, tindakan tokoh, serta konflik sosial dan adat, yang menggambarkan pentingnya harga diri, empati, saling menghormati, kepatuhan adat, kejujuran, keteguhan, dan etos kerja dalam kehidupan masyarakat Makassar.
MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI ASSONGKABALA MASYARAKAT MAKASSAR DI BANGGAE TAKALAR DALAM PERSPEKTIF CLIFFORD GEERTZ: SYMBOLIC MEANING IN THE ASSONGKABALA TRADITION OF THE MAKASSAR COMMUNITY IN BANGGAE TAKALAR FROM CLIFFORD GEERTZ'S PERSPECTIVE Mustika; Syamsudduha; Aswati Asri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan dan makna simbolik benda dalam tradisi Assongkabala masyarakat Makassar di Banggae Takalar dengan menggunakan teori antropologi interpretatif Clifford Geertz. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Keabsahan data diperoleh dari proses triangulasi dengan teknik triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: proses pelaksanaan tradisi Assongkabala terdiri atas tiga tahapan yaitu, (1) tahapan pra pelaksanaan meliputi penetapan waktu pelaksanaan, persiapan perlengkapan dan sesajen, (2) tahapan pelaksanaan meliputi pembacaan doa dan Akratek, dan (3) tahapan pasca pelaksanaan meliputi pengambilan wadah Kakdok Massingkuluk. Makna simbolik benda dalam tradisi Assongkabala diperoleh melalui berbagai jenis benda atau simbol yang digunakan yang meliputi, Kakdok massingkuluk, Tompok kanre, Kakdok minyak, Umba-umba, Lekok Pakrappo, Pakleok, Bente, Kanjoli taibani, Kalongkong, Unti Bainang, Tumpi-tumpi, Jeknek inung, Kembokang, Paddupang, Bau-bauang, Kanre kebok, Mie goreng, Acarak bontek, Sambalak tiboang, Sikuyu, Doang, siagang Jukuk
The Production of Space and Ecological Conflict in the Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut: Study of Lefebvre and Ecocriticism Aswati Asri; Nur Hasbi; Ayu Anriani Alle
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 19, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v19i1.84885

Abstract

This study aims to uncover the production of space and ecological conflict in the novel through the perspectives of space production and ecocriticism. The study uses a qualitative approach with a descriptive-interpretive design. The data source is the novel entitled Perempuan yang Tunggu di Lorong Menuju Laut by Dian Purnomo. The data consists of narrative excerpts, dialogues, and events that represent the space of Sangihe, roads, sea, land, houses, mines, officials, and community resistance. Data were collected through reading and note-taking techniques and analyzed based on the concepts of spatial practice, spatial representation, representational space, and human relations with the environment. The main instrument of the study was the researcher herself as a human instrument, assisted by data analysis guidelines. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data classification, interpretation, and drawing conclusions. Data validity was maintained through diligent reading, source triangulation, and theory triangulation. The results of the study indicate that Sangihe is represented as a living space produced through the work, memory, solidarity, and ecological ties of the community. In contrast, mining companies represent this space as an area of investment, concession, and exploitation. The ecological conflict in the novel is not only the threat of environmental damage, but also a spatial conflict between the living space of society and extractive capital. The implications of the findings of this study indicate that literature has an important position as a space for criticism of extractive practices and ecological injustice, and also shows how power relations work through the production of space and control of people's living areas, so that reading literature does not stop at the exploitation of nature or the resistance of characters, but also at the spatial mechanisms that enable domination and resistance to take place.
Kesantunan Berbahasa dalam Keluarga Masyarakat Bugis dan Makassar di Kota Makassar Usman Usman; Ratih Kusumaning Ayu; Aswati Asri
Cakrawala Indonesia Vol 10 No 1 (2025): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v10i1.1619

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi kesantunan berbahasa dalam berkomunikasi di lingkungan keluarga masyarakat Bugis dan Makassar di Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berasal dari anggota keluarga masyarakat Bugis dan Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kesantunan berbahasa di lingkungan keluarga masyarakat Bugis dan Makassar terdiri dari maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesetujuan dan simpati. Fungsi kesantunan berbahasa terdiri dari fungsi menyatakan, menanyakan, memerintah, meminta maaf, dan mengkritik.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Video Podcast pada Kanal YouTube Suara Berkelas Andi Amalia; Aswati Asri; Sulastriningsih Djumingin
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2221

Abstract

Penelitian ini mengkaji tindak tutur ekspresif dalam video podcast pada Kanal YouTube Suara Berkelas sebagai salah satu bentuk komunikasi digital. Podcast memberikan ruang interaksi yang memungkinkan penutur mengekspresikan emosinya secara terbuka. Tujuan penelitian ialah mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dari pembawa acara maupun narasumber podcast dengan mengacu pada teori tindak tutur yang dikemukakan oleh Searle (1979). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data berupa dialog penutur berdasarkan video podcast. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam podcast Suara Berkelas memuat bentuk tindak tutur ekspresif ucapan selamat, terima kasih, minta maaf, pujian, kecaman, dan belasungkawa. Selanjutnya, tindak tutur ekspresif dalam podcast berfungsi mengekspresikan rasa senang, rasa syukur, rasa bersalah, rasa kagum, rasa tidak suka, dan rasa simpati. Hal ini menegaskan bahwa tindak tutur ekspresif berperan penting dalam komunikasi digital untuk mengungkapkan keadaan psikologis dan perasaan penutur. Penggunaan tindak tutur ekspresif membuat podcast menjadi lebih menarik dan bermakna sebab penonton tidak sekadar memperoleh informasi tapi juga melihat respon pembicara terhadap topik yang diangkat dalam podcast.
Pengembangan Kompetensi Literasi dan Ekspresi Kreatif Melalui Pelatihan Menulis Sastra di SMA Negeri 9 Gowa Aswati Asri; Asis Nojeng; Fitriansal Fitriansal; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v4i1.367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan SMA Negeri 9 Gowa dalam memperkuat kompetensi literasi produktif dan ekspresi kreatif siswa, khususnya melalui praktik menulis sastra. Literasi siswa tidak cukup dikembangkan melalui kegiatan membaca, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan menulis, menafsirkan pengalaman, mengolah imajinasi, dan mengekspresikan gagasan secara kreatif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi literasi dan ekspresi kreatif siswa melalui pelatihan menulis puisi dan cerpen. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan koordinasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyusunan perangkat pelatihan, pelaksanaan pelatihan menulis sastra, pendampingan revisi karya, apresiasi karya, publikasi sederhana, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang literasi sastra, kemampuan menemukan ide, keterampilan menulis puisi dan cerpen, kesadaran pentingnya revisi, serta keberanian membacakan dan mempresentasikan karya. Karya siswa yang dihimpun dalam portofolio atau antologi sederhana menjadi luaran konkret kegiatan sekaligus embrio pengembangan budaya literasi kreatif sekolah. Dengan demikian, pelatihan menulis sastra terbukti relevan sebagai strategi penguatan literasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan apresiasi karya siswa.