Ita Riniatsih
Laboratorium Eksplorasi Dan Bioteknologi Kelautan Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang, Indonesia. Telp./Fax +6224 7474698

Published : 102 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kelimpahan Gastropoda di Padang Lamun Pulau Menjangan Besar dan Pulau Kemujan, Karimunjawa Hayati, Amaliya Tsiqotul; Nuraini, Ria Azizah Tri; Riniatsih, Ita; Widianingsih, Widianingsih
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.28792

Abstract

Gastropods are a group of fauna commonly found in association with seagrass beds. However, increasing anthropogenic activities have led to significant declines in seagrass ecosystems across Indonesia. The degradation of seagrass has become evident in recent years in the Karimunjawa Islands, particularly at Menjangan Besar Island (due to tourism activities) and Kemujan Island (due to residential and boating activities). This situation is concerning, as it may affect the presence of gastropods inhabiting these areas. This study aims to determine the abundance of gastropods and its relationship with seagrass density at Menjangan Besar and Kemujan Islands. Data collection was carried out in October 2024 using the transect-quadrat method to assess gastropod abundance and seagrass density. Furthermore, correlation and simple linear regression analyses were employed to examine the relationship between gastropod abundance and seagrass density at the study sites. The results indicated that total gastropod abundance at Menjangan Besar Island (10.42 ind/m²) was higher than at Kemujan Island (5.33 ind/m²). Similarly, total seagrass density at Menjangan Besar Island (79.15 ind/m²) was higher compared to Kemujan Island (37.33 ind/m²). The correlation between gastropod abundance and seagrass density at both locations was strong and positive, indicating that seagrass significantly influences gastropods in these ecosystems.   Gastropoda merupakan kelompok fauna yang umum ditemukan berasosiasi dengan padang lamun, namun seiring bertambahnya aktivitas antropogenik, padang lamun di Indonesia mengalami banyak penurunan. Penurunan kondisi lamun ini terlihat di beberapa tahun terakhir di Kepulauan Karimunjawa khususnya di Pulau Menjangan Besar (aktivitas pariwisata) dan Pulau Kemujan (aktivitas pemukiman dan kapal warga). Sehingga dikhawatirkan kondisi ini dapat mempengaruhi keberadaan gastropoda yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan gastropoda serta hubungannya dengan kerapatan lamun di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Kemujan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2024 di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Kemujan menggunakan metode transek kuadran untuk mendapatkan data kelimpahan gastropoda serta kerapatan lamun. Selain itu analisis korelasi sederhana juga digunakan untuk mengetahui hubungan kelimpahan gastropoda dan kerapatan lamun di lokasi penelitian. Hasil kelimpahan total gastropoda di Pulau Menjangan Besar (10,42 Ind/m2) lebih besar dibandingkan nilai kelimpahan Gastropoda di Pulau Kemujan (5,33 Ind/m2). Sedangkan total kerapatan lamun di Pulau Menjangan Besar (79,15 Ind/m2) juga lebih besar dibandingkan dengan total kerapatan lamun di Pulau Kemujan (37,33 Ind/m2). Hubungan antara kelimpahan gastropoda dengan kerapatan lamun di kedua lokasi menunjukkan korelasi kuat dengan nilai positif, sehingga keberadaan lamun sangat mempengaruhi gastropoda yang hidup di dalamnya. 
Penyemaian Generatif Enhalus acoroides melalui Variasi Wadah dan Substrat: Kajian Laju Pertumbuhan, Kelulushidupan, dan Parameter Perairan Pangga, R. M. Dio Dwi; Riniatsih, Ita; Widowati, Ita; Suryono, Chrisna Adhi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.30186

Abstract

Seagrass is a higher plant that lives in shallow marine waters and plays an important role in tropical coastal ecosystems. Seagrass has the ability to reproduce in two ways, namely vegetatively and generatively. Enhalus acoroides is one of the species widely distributed in Indonesian tropical waters and can bear fruit throughout the year, but the survival rate of seedlings in nature tends to be low due to high environmental variability. Based on this, controlled generative sowing is an effective alternative in helping seedlings through the early stages of growth. This study aims to determine the effect of container and substrate variations, as well as their interaction, on the growth rate and survival rate of E. acoroides generative seedlings. The study results showed that substrate type had a significant effect on seedling growth rate (p = 0.004), whereas container type did not have a significant effect (p = 0.558). The interaction between container and substrate was also significant (p = 0.042). Seedlings grown in muddy sand exhibited a higher growth rate compared to those in sand. The survival rate across all treatment combinations was 100%, indicating that the different growing media were capable of optimally supporting the initial growth phase. These findings emphasize the importance of selecting an appropriate substrate to enhance the growth rate of seagrass seedlings.  Lamun merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di perairan laut dangkal dan berperan penting dalam ekosistem pesisir tropis. Lamun memiliki kemampuan untuk bereproduksi melalui dua cara, yaitu vegetatif dan generatif. Lamun Enhalus acoroides merupakan salah satu spesies yang tersebar luas di perairan tropis Indonesia dan dapat berbuah sepanjang tahun, namun tingkat kelulushidupan bibit di alam cenderung rendah akibat tingginya variabilitas faktor lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, penyemaian generatif secara terkontrol menjadi alternatif yang efektif dalam membantu bibit melewati fase awal pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi wadah dan substrat, serta interaksi keduanya terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan semaian generatif E. acoroides. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis substrat berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan bibit (p = 0,004), namun jenis wadah tidak memberikan efek yang signifikan (p = 0,558). Interaksi wadah dengan substrat memberikan pengaruh yang berarti (p = 0,042). Substrat pasir berlumpur menghasilkan laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan substrat pasir. Tingkat kelulushidupan seluruh kombinasi mendapat nilai sebesar 100%, mengindikasikan bahwa variasi media tanam tetap mampu mendukung fase awal pertumbuhan secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan substrat yang tepat diperlukan untuk meningkatkan laju pertumbuhan bibit lamun.
Kesesuaian Lahan Untuk Transplantasi Lamun di Pantai Ujung Piring dan Pantai Blebak, Jepara Rifandi Septiadi Ompusunggu; Ita Riniatsih; Widianingsih Widianingsih
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.42611

Abstract

Pantai Ujung Piring dan Pantai Blebak memiliki ekosistem lamun yang kurang sehat (<29%) dengan total penutupan lamun pada sub stasiun Blebak I adalah 20,77%, pada sub stasiun Blebak II adalah 14,91%, pada sub stasiun Ujung Piring I 19,96%, sedangkan pada sub stasiun Ujung Piring II tidak ada lamun. Aktivitas manusia memberikan dampak negatif terhadap vegetasi lamun. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki fungsi ekologis ekosistem padang lamun, salah satunya yaitu melalui metode transplantasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekosistem padang lamun yaitu kerapatan, penutupan dan kondisi ekologis yang selanjutnya digunakan untuk menilai indeks kesesuaian lahan dalam penentuan prioritas sumber bibit dan donor dalam transplantasi lamun. Metode yang digunakan dalam pemilihan titik stasiun adalah survey eksplorasi. Metode lamun berdasarkan life strategy lamun dan disesuaikan dengan karakteristik padang lamun di Pantai Ujung Piring dan Pantai Blebak. Pada stasiun Pantai Blebak ditemukan 3 jenis lamun, yaitu T. hemprichii, C. rotundata, dan O. serrulata, sedangkan stasiun Pantai Ujung Piring ditemukan 3 jenis lamun, yaitu T. hemprichii, C. rotundata, dan E. acoroides. Hasil analisis PTSI sub stasiun Pantai Ujung Piring I, sub stasiun Pantai Blebak I dan Blebak II mendapat skor 0, sedangkan sub stasiun Pantai Ujung Piring II mendapat skor 8, sehingga sub stasiun Pantai Ujung Piring II sesuai sebagai lokasi transplantasi jenis T. hemprichii dan bibit lamun dapat diambil dari sub stasiun Pantai Ujung Piring I, sub stasiun Pantai Blebak I dan Blebak II.
Kajian Morfometri Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah Khansa Yatita Hira; Ibnu Pratikto; Ita Riniatsih
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.37986

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) adalah komoditas hasil tangkapan perikanan laut yang bernilai  ekonomi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi ukuran lebar karapas dan berat tubuh, rasio jenis kelamin, dan tingkat kematangan gonad dari rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Desa Danasari Pemalang dan sekitarnya. Penelitian ini mempergunakan metoda deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat kematangan gonad rajungan dan metode purposive sampling untuk menentukan titik pengambilan sampel. Penelitian dilakukan pada satu periode di bulan Juni 2022. Pengambilan data rajungan yang dilakukan meliputi lebar karapas dan berat tubuh, jenis kelamin, dan tingkat kematangan gonad. Sampel rajungan yang telah dikumpulkan berjumlah 1283 ekor (759 ekor rajungan jantan dan 524 ekor rajungan betina). Hasil dari penelitian ini menunjukkan rajungan yang paling banyak ditemukan memiliki ukuran lebar karapas yang berkisar antara 107-115 milimeter dan berat tubuh 73-93 gram dengan persamaan hubungan lebar karapas dan berat tubuh sebesar 0,0003L2,6983 untuk rajungan betina dan 0,0002L2,7431 untuk rajungan jantan. Rajungan yang ditemukan lebih banyak berkelamin jantan dibandingkan betina. Rajungan betina yang ditemukan sudah dalam usia dewasa dengan TKG kategori 2 (Matured). Hasil tersebut menunjukkan kondisi rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Desa Danasari Pemalang memiliki komposisi berdasarkan ukuran, dan tingkat kematangan gonad yang cukup ideal, namun untuk rasio jenis kelamin didapatkan tidak ideal karena menunjukkan hasil perbandingan rajungan jantan dengan rajungan betina tidak seimbang.  Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a marine fisheries product which has high economic value. The purpose of this study was to determine variations in carapace width and body weight, sex ratio, and gonadal maturity level of blue swimming crab (Portunus pelagicus) in the waters of Danasari Pemalang Village and its surroundings. The method used in this research is descriptive quantitative to determine the level of maturity of the gonads and purposive sampling method to determine the point of sampling. The research was conducted in one period in June 2022. Data collection for blue swimming crabs included carapace width and body weight, sex, and gonadal maturity level. The total number of crab samples collected was 1283 (759 male crabs and 524 female crabs). The results of this study showed that the most commonly found crabs had a carapace width ranging from 107-115 millimeters and a body weight of 73-93 grams with an equation for the relationship between carapace width and body weight of 0,0003L2,6983 for female crabs and 0,0002L2,7431 for the male crab. The crabs found were more male than female. The female swimming crab found was in adulthood with TKG category 2 (Matured). These results indicate that the condition of the blue swimming crab (Portunus pelagicus) in the waters of Danasari Pemalang Village has a composition based on size, and the level of gonadal maturity is quite ideal, but the sex ratio is not ideal because it shows the results of the comparison between male and female crabs are not balanced. 
Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun Pada Pantai Mrican dan Pantai Babakan Kulon, Kemujan, Taman Nasional Karimunjawa Ilman Fari Muhammad; Ita Riniatsih; Chrisna Adhi Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.42597

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan sejati atau Angiospermae yang mampu untuk hidup sepenuhnya terendam dibawah air laut. Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas yang tinggi. Saat ini, menurunnya luasan padang lamun menjadi perhatian dalam upaya konservasi ekosistem pesisir. Kegiatan penilaian kondisi ekosistem padang lamun penting dilakukansebagai langkah awal pada upaya rehabilitasi padang lamun. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun atau IKEL di Pantai Mrican dan Pantai Babakan Kulon, Kemujan, Kepulauan Karimunjawa. Parameter yang menjadi dasar dari IKEL adalah keanekaragaman jenis lamun, persentase tutupan lamun, kecerahan air, persentase tutupan epifit, dan persentase tutupan makroalga. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling, dengan menetapkan (3) tiga stasiun pada setiap lokasi. Pengambilan data keanekaragaman jenis lamun, persentase tutupan lamun, persentase tutupan epifit, dan persentase tutupan makroalga menggunakan metode line transect dan transek kuadran berukuran 50x50 cm berdasarkan Buku Panduan Pemantauan Padang Lamun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis lamun yang ditemukan di kedua lokasi, yaitu Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, dan Thalassia hemprichii. Persentase tutupan lamun pada stasiun 1 Pantai Mrican adalah 31,16% yang tergolong Sedang, pada stasiun 2 adalah 30,02% yang tergolong Sedang, dan Pada stasiun 3 adalah 36,17% yang tergolong Sedang. Pada stasiun 1 Pantai Babakan Kulon,nilai persentase tutupan lamunnya adalah 23,77% yang tergolong Jarang, pada stasiun 2 adalah 27,08% yang tergolong Sedang, dan pada stasiun 3 adalah 18,84% yang tergolong Jarang. Nilai IKEL pada stasiun 1 Pantai Mrican adalah 0,46 yang berstatus Buruk, pada stasiun 2 adalah 0,49 yang berstatus Buruk, dan pada stasiun 3 adalah 0,49 yang berstatus Buruk. Nilai IKEL pada stasiun 1 Pantai Babakan Kulon adalah 0,51 yang berstatus Buruk, pada stasiun 2 adalah 0,51 yang berstatus Buruk, dan pada stasiun 3 adalah 0,51 yang berstatus Buruk. Dampak kegiatan aktivitas Masyarakat pesisir dan kondisi parameter perairan yang buruk diduga memicu kondisi nilai IKEL yang buruk.
Pengaruh Jenis Substrat Terhadap Pertumbuhan Semaian Biji Lamun (Enhalus acoroides) Verena Chrismanola; Ita Riniatsih; Hadi Endrawati
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.42610

Abstract

: Degradasi padang lamun telah terjadi di seluruh perairan dunia. Degradasi padang lamun dipengaruhi oleh tekanan lingkungan seperti perubahan iklim, penyakit parasite, dan gangguan kegiatan pesisir. Kombinasi dari tekanan lingkungan tersebut perlu dicegah dengan upaya restorasi dan rehabilitasi kawasan padang lamun. Salah satu upaya kegiatan restorasi lamun dapat dilakukan dengan metode pembenihan. Penelitian terkait restorasi padang lamun dengan pembenihan baik di lapangan maupun skala laboratorium masih sedikit dilakukan. Penelitian penyemaian biji ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tiga jenis substrat berbeda (pasir halus, pasir pecahan karang, dan lumpur berpasir) terhadap pertumbuhan lamun jenis Enhalus acoroides dalam skala laboratorium. Faktor pembatas dalam pertumbuhan lamun meliputi suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH, dan kandungan nutrien dalam substrat sebagai parameter pendukung dalam penelitan ini. Pengumpulan biji lamun dilakukan di Pantai Mrican, Karimunjawa pada bulan Mei 2023 dan proses penyemaian biji dilakukan di Laboratorium Basah, FPIK, Universitas Diponegoro hingga bulan Agustus 2023. Penempatan wadah tanam dengan perlakuan tiga jenis substrat diletakkan di tiga akuarium berbeda secara acak yang telah terdapat sistem sirkulasi. Pengukuran data panjang daun, lebar daun, jumlah daun, serta parameter kualitas perairan dilakukan setiap dua minggu selama 12 minggu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, jenis substrat lumpur berpasir memberikan pengaruh tertinggi dalam pertumbuhan semaian biji lamun. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan jenis substrat berpengaruh terhadap pertumbuhan semaian biji lamun.  Seagrass bed degradation is a global concern, impacted by environmental stressors like climate change, parasitic diseases, and coastal disruptions. Preventing these pressures requires dedicated efforts to restore and rehabilitate seagrass areas. Seeding emerges as a potential restoration method, yet research on seagrass restoration through seeding remains limited in both field and laboratory contexts. Consequently, this study focused on seed sowing to assess the influence of three substrates (sand, coral rubble sand, and sandy mud) on the laboratory-scale growth of Enhalus acoroides seagrass. Key growth-limiting factors, including temperature, salinity, dissolved oxygen, pH, and nutrient content in the substrate as supporting parametersin this research. Seagrass seeds were collected at Mrican Beach, Karimunjawa, in May 2023, and the sowing process occurred at the Wet Laboratory, FPIK, Diponegoro University, until August 2023.The placement of planting containers with the treatment of three types of substrates was palced in three different aquariums randomly which had a circulation system. Data measurements of leaf length, leaf width, number of leaves, and water quality parameter were carried out every two weeks for 12 weeks. Based on the research that has been done, type of sandy mud substrate gave the highest effect on the growth of seagrass seedlings. This research can be concluded that different types of substrates affect the growth of seagrass seedlings.
Potensi Keanekaragaman Biota Asosiasi Sebagai Daya Tarik Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Ekosistem Lamun Di Kawasan Pantai Prawehan, Jepara Farsya Sriazka Ramadhani; Ita Riniatsih; AB Susanto
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.51079

Abstract

Pantai Prawehan merupakan salah satu perairan di Jepara yang masih memiliki keanekaragaman jenis lamun beserta biota asosiasinya. Keberadaan lamun dan biota di suatu perairan ini dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekosistem lamun sebagai destinasi ekowisata bahari di kawasan Pantai Prawehan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey dengan pengambilan data secara langsung di lapangan dan wawancara kepada responden yang selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Data yang diukur meliputi kondisi ekosistem lamun, jenis biota, jenis substrat, dan parameter perairan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukanya 6 spesies lamun, tutupan lamun (45,05%), kerapatan lamun (37,67 ind/m2), 12 spesies biota (gastropoda), kecerahan (71,8–76,5%), substrat (pasir), kecepatan arus (0,04–0,1m/s), dan kedalaman lamun (0,5–1,5 m). Berdasarkan hasil penelitian, ekosistem lamun di kawasan Pantai Prawehan berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata bahari karena memiliki keanekaragaman spesies dan terdapat jenis biota yang masih ditemukan. Namun, diperlukan upaya lebih lanjut dalam edukasi, kerjasama, dan konservasi. Salah satu, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan metode transplantasi dan rehabilitas lamun di lokasi penelitian.
Persentase Tutupan Makroalga Pada Ekosistem Padang Lamun Pantai Prawean Dan Pantai Marina, Kabupaten Jepara Revina Pramudia Lestari; Ita Riniatsih; Gunawan Widi Santosa
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49117

Abstract

Makroalga merupakan tumbuhan tingkat rendah yang hidup ditemui pada daerah vegetasi lamun. Manfaat makroalga di kawasan padang lamun dapat memberikan sumbangan nutrisi bagi kehidupan lamun dan kehidupan biota.  Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis makroalga, persentase tutupan lamun dan makroalga, nilai parameter perairan dan kandungan nitrat fosfat. Data persentase penutupan makroalga diambil menggunakan metode transek kuadran 50 x 50 cm² yang mengacu pada buku panduan monitoring padang lamun dari LIPI. Hasil penelitian ditemukan jenis makroalga Padina australis, Dictyota dichotoma, Halimeda opuntia, Udotea sp., dan Ampiroa rigida. Nilai persentase tutupan makroalga pada Pantai Prawean sebesar 18,93% dan Pantai Marina sebesar 8,71%. Hasil nilai persentase tutupan lamun pada pantai prawean sebesar 45,83% dan Pantai Marina sebesar 30,06% dengan nilai dominasi jenis tertinggi pada jenis T. hemprichii sebesar 21,33% pada Pantai Prawean dan jenis O.serrulata sebesar 13,34% pada Pantai Marina. Substrat pada kedua lokasi didominasi oleh pasir. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Baku Mutu Air Laut, secara keseluruhan hasil nilai parameter lingkungan masih tergolong optimal. Hasil nitrat dan fosfat perairan cukup tinggi karena melebihi baku mutu yang ditetapkan.  
Estimasi Simpanan Karbon Pada Padang Lamun di Perairan Jepara Menggunakan Metode Nondestruktif Raynazza Anditra Khawarizmi; Ita Riniatsih; Gunawan Widi Santosa
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49111

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem penting di wilayah pesisir yang memiliki berbagai peran. Salah satu peran lamun adalah sebagai penyerap karbon (carbon sink). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur simpanan karbon pada padang lamun di Pantai Prawean dan Pantai Marina, Jepara, menggunakan metode nondestruktif. Hasil menunjukkan bahwa Pantai Prawean memiliki simpanan karbon sebesar 66,54 gC/m² dan tingkat sekuestrasi karbon 5,73 ton C/ha/tahun, lebih tinggi dibandingkan Pantai Marina yang memiliki simpanan karbon 51,53 gC/m² dan tingkat sekuestrasi 4,43 ton C/ha/tahun. Perbedaan ini dipengaruhi oleh tutupan lamun, dengan Pantai Prawean mencapai 46,07% dibandingkan Pantai Marina yang hanya mencapai 31,01%. Metode nondestruktif terbukti efisien untuk mengestimasi karbon lamun, meskipun dibutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk dapat lebih memfaktorkan variasi ekosistem dan meningkatkan akurasi model.
Kajian Pertumbuhan Biji Lamun (Enhalus acoroides) Berdasarkan Perbedaan Substrat dan Wadah Tanam Zulfikar Zulfikar; Ita Riniatsih; Widianingsih Widianingsih
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.44052

Abstract

Kondisi kesehatan padang lamun mengalami penurunan hampir di seluruh perairan dunia. Tekanan yang terjadi pada ekosistem padang lamun menjadi penyebab penurunan kondisi padang lamun. Tekanan ini dapat dating dari adanya perubahan kualitas perairan hingga aktivitas manusia di sekitar pesisir. Kegiatan restorasi merupakan bentuk penanggulangan permasalahan terkait penurunan kondisi kesehatan padang lamun. Metode alternatif terkait upaya restorasi padang lamun diperlukan guna meingkatkan keberhasilan kegiatan restorasi. Penumbuhan bibit lamun menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam upaya restorasi padang lamun. Penelitian terkait penumbuhan semaian biji lamun   dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara perbedaan jenis substrat serta perbedaan jenis wadah media tanam dalam skala laboratorium. Suhu, salinitas, pH dan kandungan nutrien dalam substrat menjadi bagian dari faktor pembatas pertumbuhan lamun dalam penelitian ini. Kegiatan penumbuhan semaian biji lamun Enhalus acoroides dilakukan di Laboratorium Basah, FPIK, Universitas Diponegoro pada bulan Juni hingga Agustus 2023. Penelitian dilakukan menggunakan dua jenis substrat yang berbeda (Pasir Laut dan Pasir Kuarsa) serta dua jenis wadah media tanam yang berbeda (Wadah Besek dan Wadah Ijuk) yang ditempatkan pada akuarium percobaan beserta sistem sirkulasi oksigen. Perbedaan jenis substrat berbeda nyata (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan lebar dan jumlah daun lamun E. acoroides. Grafik laju pertumbuhan lamun E. acoroides menunjukkan nilai yang lebih tinggi pada semaian biji lamun yang tumbuh pada substrat pasir laut dibandingkan dengan substrat pasir kuarsa.  The health of seagrasses has declined in nearly all waters worldwide. The pressure that occurs in seagrass ecosystems is the cause of the decline in seagrass conditions. This pressure can come from changes in water quality to human activities around the coast. Restoration activities are a form of overcoming problems related to the decline in seagrass health conditions. Alternative methods are needed to enhance the success of seagrass restoration efforts. Seagrass seedlings are one alternative that can be used in seagrass restoration efforts. Research related to seagrass seedling growth was conducted to determine the effect of different types of substrates and other types of planting media containers on a laboratory scale. Temperature, salinity, pH and nutrient content in the substrate are part of the limiting factors for seagrass growth in this study. The activity of growing seagrass seedlings of Enhalus acoroides was carried out at the Wet Laboratory, FPIK, Diponegoro University, from June to August 2023. The study was conducted using two different types of substrates (Sea Sand and Quartz Sand) and two different types of planting media containers (Besek Container and Ijuk Container) placed in an experimental aquarium along with an oxygen circulation system. The difference in substrate type was significantly different (p<0.05) on the growth rate of width and number of leaves of seagrass E. acoroides. The graph of the growth rate of seagrass E. acoroides showed higher values in seagrass seedlings grown on marine sand substrate compared to quartz sand substrate.
Co-Authors Adelia Hilma Sugiarto Adi Santoso Alfi Satriadi Alfi Satriadi Ali Djunaedi Almira Nadia Kusuma Ambariyanto Ambariyanto Amin Nur Kolis Rela Hidayah Anggada, Rama Anggun Sri Hardiyanti Antonius Budi Susanto Ardian Nurrasyid Chamidy Arum Wahyuning Prita Azizah T.N., Ria Baeti, Tiara Nur Baeti Bagaskara, Widigdo Bagus Bagus Apriana Putra Bambang Yulianto Baskoro Rochaddi Cantika Elistyowati Andanar Chamidy, Ardian Nurrasyid Chrismanola, Verena Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adi Suryono Dedi . Dedi Setiawan Deftika Mulyawati Delianis Pringgenies Delianis Pringgenies Delianis Pringgenis Dewi, Septiyani Kusuma Dimpos Jonathan Sianipar Dinda Monita Dwi Haryanti Dwi Wulandari Dwi Wulandari Dyanita Havshyari Putri Andrykusuma Edy Supriyo Edy Wibowo Ega Widyatama Rachmawan ELza Lusia Agus Endang Sri Susilo Endika Meirawati Ervia Yudiati Faishal Falah Falah, Faishal Farsya Sriazka Ramadhani Febriyantoro Febriyantoro Firil, Nis Aura Sadida Fitriyan, Jodhi Kusumayudha Gita Lestari Gunawan Widi Santosa Hadi Endrawati Hadi Endrawati Hadi Endrawati Hafizt, Muhammad Hartati, Retno Hartati Hayati, Amaliya Tsiqotul Hendra Kurniawan Hidayah, Amin Nur Kolis Rela Hira, Khansa Yatita Huda, Juan Syamsul Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ilman Fari Muhammad Islam, Anastasya Devi Septanovia Iswari, Marindah Yulia Ita Widowati Jan Ericson Wismar Josua Kristanto Pandiangan Juan Syamsul Huda Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Ken Asti Harimbi Khansa Yatita Hira Khozin Khozin Khudin, Miftah Kiki Pebli Ningrum Klau, Fransiska Reni Kusuma, Almira Nadia Lestari, Gita Lilik Maslukah Marthin Ricky Sipayung Melinda Sri Asih Miftah Khudin Monica Virgiana Silvi Monita, Dinda Muhamad Syahrul Ramadhani Muhammad Adhim Widiyo Putera Muhammad Adi Saputro Muhammad Adi Saputro Muhammad Dhiaulhaq Fakhruddin Nashih Muhammad Raihan Faqiha Bintang Azzura Muhammad Taufiqur Rahman Muhammad Taufiqur Rahman, Muhammad Taufiqur Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Mulyawati, Deftika Munasik Munasik Munasik Nando Arta Gusti Pamungkas Nashih, Muhammad Dhiaulhaq Fakhruddin Ningrum, Kiki Pebli Nirwani Soenardjo Nirwani Soenardjo Nis Aura Sadida Firil Nur Ikhsan Setiawan Jody Nur Taufiq-Spj Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Ocky Karna Radjasa Pangga, R. M. Dio Dwi Pratiwi Megah Sundari Putera, Muhammad Adhim Widiyo Putra, Rio Adista Widodo R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rachmaneta Novitasari Rachmantino Wibowo Rachmawan, Ega Widyatama Raden Ario Rafdi Abdillah Harjuna Rama Anggada Raynazza Anditra Khawarizmi Retno Hartati Revina Pramudia Lestari Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Ria Azizah Trinuraini Riana Mentarijuita Riana Mentarijuita Rifandi Septiadi Ompusunggu Rini Pramesti Rio Adista Widodo Putra Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Rr. Citra Permata Rr. Citra Permata Rudhi Pribadi Ryandha Idris Ryandha Idris Sabna Suryaningtias Salsabila Nur Nilamsari Saputri, Noviyani Sasi Vita Aphrodita Septiyani Kusuma Dewi Sifra Ann Hanania Sarumaha Speranda Speranda Sri Redjeki Sri Redjeki Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subiakto, Achmad Yusuf Sudarmawan, Wisnu Satriyo Sugiarto, Adelia Hilma Sunaryo Sunaryo Supriyadi, Indarto Happy Suryono Suryono Susi Rahmawati Suyarso Suyarso Syafitri Indah Febryana Tarisa Sekar Ayuningrum Tasa Hibatul Taufiq-Spj, Nur Tiara Finishia Tiara Finishia, Tiara Tiara Nur Baeti Baeti Untung Sujianto Verena Chrismanola W.L. Saputra Wibowo, Rachmantino Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widigdo Bagus Bagaskara Wilis Ari Setyati Wisnu Satriyo Sudarmawan Yasmin Noor Yundari, Yundari Zaenal Arifin Zulfikar Zulfikar