Claim Missing Document
Check
Articles

PENGOLAHAN AIR BERSIH DI MASJID RAUDHATUL ISLAMIYAH DESA JAWA TENGAH, KEC. SUI.AMBAWANG KAB. KUBU RAYA [WATER TREATMENT IN RAUDHATUL ISLAMIYAH MOSQUE JAWA TENGAH VILLAGE, SUI.AMBAWANG SUB DISTRICT, KUBU RAYA DISTRICT] Ulli Kadaria; Aini Sulastri
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2539

Abstract

Raudhatul Islamiyah Mosque which is located on Jl. Trans Kalimantan, Jawa Tengah Village, Sungai Ambawang District, Kubu Raya District is one of the mosques that had problem in fulfill the demand of clean water for flushing and daily activities. The water used comes from artesian well whose quality and quantity were inadequate. This had an impact on the damage to mosque facilities such as faucet because of rust and the bathtub turn brownish yellow. Besides flushing, activity in the form of mouthwash - gargle using water that was yellowish brown and smelly can potentially cause disease because of the presence of iron, organic matter, microbes, and others. Therefore it needed a water treatment that treats water quality so that it was safe to use. Water treatment was designed using aeration and shell sand filtration with a processing capacity of 1000 liters. The method used in this activity was the participatory method where the youth at the mosque participated in socialization and training activities, making water treatment plants, operation and maintenance water treatment equipment. In addition there was an operational standard manual to facilitate the operation and maintenance of the water treatment equipment.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Masjid Raudhatul Islamiyah yang terletak di Jl.Trans Kalimantan, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu masjid yang memiliki permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih untuk wudhu dan aktivitas harian lainnya. Air yang digunakan berasal dari sumur bor yang kualitas dan kuantitasnya kurang memadai. Hal tersebut berdampak pada rusaknya fasilitas masjid berupa keran air wudhu karena karat dan beberapa fasilitas masjid salah satunya adalah bak kamar mandi menjadi berwarna kuning kecoklatan. Selain itu aktivitas wudhu berupa kumur - kumur menggunakan air yang berwarna kuning kecoklatan dan berbau dapat berpotensi mengakibatkan penyakit karena adanya kandungan besi, zat organik, mikroba, dan lainnya. Oleh sebab itu diperlukan suatu instalasi pengolahan air yang mampu mengolah kualitas air sehingga aman untuk digunakan. Pengolahan air yang dirancang menggunakan proses aerasi dan filtrasi pasir kerang dengan kapasitas pengolahan sebesar 1000 liter. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode parsipatori dimana remaja masjid ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan, pembuatan instalasi pengolahan air, operasional dan pemeliharaan alat pengolahan air. Selain itu terdapat buku panduan standar operasional untuk mempermudah operasional dan pemeliharaan alat.
Transformasi Kelompok Tani Parit Haji Ali dalam Peningkatan Produksi, Manajemen dan Pemasaran Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya Pepy Anggela; Ulli Kadaria; Shenny Octoriana; Tri Wahyudi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1008

Abstract

Kelompok Tani Parit Haji Ali di Desa Kuala Dua menghadapi tantangan serius dalam budidaya padi, meliputi kekeringan akibat intrusi air asin, tingkat keasaman tanah yang tinggi (pH < 4), serta rendahnya kapasitas teknologi dan manajemen usaha tani. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing petani melalui penerapan teknologi tepat guna, penguatan kelembagaan, dan transformasi pemasaran berbasis nilai tambah produk beras lokal. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, serah terima teknologi (Rice Huller, Water Jet Sprinkler System, Penabur Dolomit, dan Vacuum Sealer), pelatihan teknis, manajemen aset, pemasaran digital, serta pendampingan intensif. Hasil program menunjukkan peningkatan produktivitas padi dari 1,5–2 ton/ha menjadi 2,5–3 ton/ha; peningkatan pendapatan petani >20%; serta peningkatan keuntungan dari penjualan beras lokal kemasan lebih dari 30%. Kelembagaan kelompok menjadi lebih terstruktur dengan adanya SOP, logbook aset, dan sistem rotasi alat yang transparan. Luaran lain berupa peningkatan literasi digital, terbitnya modul pelatihan, potensi publikasi ilmiah, serta kontribusi terhadap SDGs 2, 8, dan 12.
Penanganan Dampak Ekonomi dan Kesehatan Akibat Keterbatasan Air Bersih di Pondok Pesantren Mahadul Qur’an Al Qosimi Diah Arminingsih; Ulli Kadaria; Muhammad Saleh; Tri Wahyudi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1042

Abstract

Pondok Pesantren Mahadul Qur’an Al Qosimi di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, menghadapi dua permasalahan utama: keterbatasan akses air bersih dan lemahnya kemandirian ekonomi. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dilakukan intervensi berupa hibah Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengolahan air bersih siap minum, mesin dehidrator, mesin chopper nanas, toren air, serta sarana packaging modern. Kegiatan dilengkapi dengan pelatihan produksi, pengemasan, manajemen usaha, dan pemasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketersediaan air bersih, penurunan penyakit santri, serta terbentuknya  usaha berbasis produk olahan nanas. Produksi nanas kering mencapai 3 kg/bulan dan selai nanas 5 botol/bulan, dengan omzet > Rp.200.000 per bulan. Program ini terbukti meningkatkan kesehatan santri sekaligus membangun kemandirian ekonomi pesantren.
IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK DI SUNGAI KAPUAS Ulli Kadaria; Aini Sulastri
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.1-12

Abstract

Perubahan pola hidup masyarakat yang lebih memilih berbelanja online dengan menggunakan aplikasi e-commerce tertentu berdampak pada meningkatnya jumlah sampah plastik yang dihasilkan dari proses pengemasan paket menggunakan bubble wrap. Sampah plastik yang dibuang ke badan air permukaan lama kelamaan akan terdekomposisi menjadi ukuran yang kecil disebut mikroplastik. Mikroplastik adalah salah satu pencemar yang menjadi ancaman bagi lingkungan karena dapat mencemari lingkungan, merusak sistem rantai makanan, dan menyebabkan gangguan kesehatan pada hewan dan manusia apabila terakumulasi di dalam tubuh. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi dan kelimpahan mikroplastik di air Sungai Kapuas, tepatnya di dekat intake air baku Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah air baku air minum mengandung pencemar mikroplastik atau tidak. Sampel air sungai diambil dengan menggunakan plankton net. Setelah dilakukan pengambilan sampel air maka dilanjutkan dengan analisis laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Tanjungpura. Adapun tahapan analisis laboratorium dimulai dari persiapan sampel, penyisihan / degradasi zat organik, pemisahan densitas, pemilahan sampel / filtrasi, identifikasi secara visual dengan mikroskop, dan analisis kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 partikel mikroplastik yang terdapat di Sungai Kapuas, yang didominasi oleh bentuk fiber dan fragment. Kelimpahan mikroplastik sebesar 0,39 partikel/liter.