Claim Missing Document
Check
Articles

Penanganan Dampak Ekonomi dan Kesehatan Akibat Keterbatasan Air Bersih di Pondok Pesantren Mahadul Qur’an Al Qosimi Wahyudi, Tri; Arminingsih, Diah; Kadaria, Ulli; Saleh, Muhammad
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1042

Abstract

Pondok Pesantren Mahadul Qur’an Al Qosimi di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, menghadapi dua permasalahan utama: keterbatasan akses air bersih dan lemahnya kemandirian ekonomi. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dilakukan intervensi berupa hibah Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengolahan air bersih siap minum, mesin dehidrator, mesin chopper nanas, toren air, serta sarana packaging modern. Kegiatan dilengkapi dengan pelatihan produksi, pengemasan, manajemen usaha, dan pemasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketersediaan air bersih, penurunan penyakit santri, serta terbentuknya  usaha berbasis produk olahan nanas. Produksi nanas kering mencapai 3 kg/bulan dan selai nanas 5 botol/bulan, dengan omzet > Rp.200.000 per bulan. Program ini terbukti meningkatkan kesehatan santri sekaligus membangun kemandirian ekonomi pesantren.
Pengolahan Air Gambut dengan Media Filter Keramik Berpori (Peat Water Treatment Using Portable Ceramic Filter Media) Ayunata, Yudi; Fitria, Laili; Kadaria, Ulli
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i2.43030

Abstract

AbstractAreas characteristic of the soil peaty usually contains brown water, PH (3-5), humus acid, organic substances, and high iron. In this research samples of raw water from the river agreed II which has a pH of 5.67, organic substances 232.17 mg/L, color is 1,346 PT-CO, and Iron Metal (Fe) is 0.96 mg/L. Quality of the parameter is not qualified (PERMESKES No 32 the year 2017) hygiene sanitation and clean water. This study knows the effectiveness of porous ceramic filters with a mixture of eggshells, zeolite, and polyvinyl alcohol (PVA) in sintering at 220 oC for 6 hours. Mixed variation of eggshell, zeolite, and PVA made is type (I) 67.5%: 22.5%: 10%, type (II) 45%: 45%: 10%, and type (II) 22.5%: 67,5%: 10%. Results showed a porous ceramic filter with a mixture of eggshells, zeolite, and PVA for each type filter (I), type (II), and type (III) have the density of 2, 092gr/CM3, 2, 080gr/CM3, 2, 006gr/Cm3. Porosity of 18%, 43%, and 69% as well as flux 1305 L/m2. Jam, 1813 L/m2. Clock, and 2209 L/m2. Jam. The highest color loss effectiveness in type Filter (II) 40% from 1001 TCU to 592.5 TCU.   The type (I) effectiveness increases peat water pH from 5.67 to 6.84 by 17%. The highest efficacy organic substances Parameter type (II) amounted to 77% from 232.17 mg/L to 51.64 mg/L. turbidity of highest efficacy type (III) 48% of 29.6 mg/L to 15.35 mg/L. Iron Parameters Highest efficacy type (III) amounted to 53.12% from 0.96 mg/L to 0.45 mg/L and the highest effectiveness parameters of the type (III) of 78% from 139.44 mg/L to 59.91 mg/L.  Keywords: peat water, eggshells, ceramic filters, zeolite  Abstrak  Daerah karakteristik tanah bergambut biasanya mengandung air berwarna coklat, pH (3-5), berkadar asam humus, zat organik,dan   besi yang tinggi. Dalam penelitian ini sampel air baku dari sungai Sepakat II yang memiliki pH 5,67, zat organik 232,17 mg/L, warna adalah 1.346 pt-co, dan logam besi (Fe) adalah 0,96 mg/L. Kualitas parameter tersebut tidak memenuhi syarat (PERMESKES No 32 Tahun 2017) higiene sanitasi dan air bersih. Penelitian ini mengetahui efektivitas filter keramik berpori dengan campuran media cangkang telur, zeolit, dan Polivinil Alkohol (PVA) yang disintering dengan suhu 220 oC selama 6 jam. Variasi campuran bahan cangkang telur, zeolit, dan PVA yang dibuat adalah Tipe (I)   67,5 % : 22,5 % : 10%, Tipe (II)   45%:45% : 10%, dan Tipe (II) 22,5% : 67,5%:10%. Hasil menunjukan filter keramik berpori dengan campuran cangkang telur, zeolit, dan PVA untuk setiap filter Tipe (I), Tipe (II), dan Tipe (III) yaitu memiliki densitas sebesar 2,092gr/Cm3, 2,080gr/Cm3, 2,006gr/Cm3. Porositas sebesar 18%, 43%, dan 69% serta Fluks 1305 L/m2.jam, 1813 L/m2.jam, dan 2209 L/m2.jam. Penurunan warna efektivitas tertinggi pada filter Tipe (II) 40% dari 1001 TCU menjadi 592,5 TCU.   Tipe (I) efektivitas meningkatkan pH air gambut dari 5,67 menjadi   6,84 sebesar 17%. Parameter zat organik efektivitas tertinggi Tipe (II) sebesar 77% dari 232,17 mg/L menjadi 51,64 mg/L. Kekeruhan efektivitas   tertinggi Tipe (III) 48% dari   29,6 mg/L menjadi 15,35 mg/L. Parameter besi efektivitas tertinggi Tipe (III) sebesar 53,12 % dari 0,96 mg/L menjadi 0,45 mg/L dan parameter kesadahan efektivitas tertinggi Tipe (III) sebesar   78% dari 139,44 mg/L menjadi 59,91 mg/L.  Kata Kunci: peat water, eggshells, ceramic filters, zeolite
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA KOAGULAN LIDAH BUAYA DAN TAWAS DALAM MEMPERBAIKI KUALITAS AIR GAMBUT Tineke Mulyana; Ulli Kadaria; Putranty Widha Nugraheni
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i1.3964

Abstract

Karakteristik air gambut berwarna merah kecokelatan yang mengandung bahan organik dan keasaman tinggi, sehingga belum layak untuk dimanfaatkan sebagai air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik air gambut sebelum dilakukan jar test, perbedaan efektivitas antara koagulan lidah buaya dan tawas dalam memperbaiki kualitas air gambut dan pengaruh variasi dosis koagulan lidah buaya dan tawas terhadap kekeruhan, warna, dan pH. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang meliputi pembuatan koagulan, jar test, dan pengujian parameter. Hasil karakteristik awal kualitas air gambut, nilai warna air gambut adalah 1050 Pt.Co, kekeruhan 12 NTU, dan pH 4,33. Berdasarkan penelitian, koagulan tawas pada dosis 60 ml/l mampu menurunkan kekeruhan sebesar 78,3% hingga memenuhi baku mutu <3 NTU, warna 86,3% dan pH 3,50. Sedangkan, koagulan lidah buaya pada dosis 40 ml/l mampu menurunkan warna 41,3%, pH 4,13 dan belum efektif untuk menurunkan kekeruhan pada sampel air gambut.