Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Tujuan Pendidikan Islam dalam Membangun Karakter Nilai-Nilai Islami di Era Globalisasi (Studi Kasus di SDIT Al-Furqon dan SD Garut Islamic School Prima Insani) Nenden Munawaroh; M. Tajudin Zuhri; Eli Nurbaya; Ai Atun Mardiyah; Latifah Latifah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.302

Abstract

Pendidikan islam memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai islami pada generasi muda, terutama di era globalisasi dimana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa pengaruh besar terhadap budaya dan pola pikir masyarakat, yang penuh dengan tantangan dan perubahan cepat. Perubahan tersebut kadang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama yang menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu Pendidikan islam tidak hanya bertujuan mentransper ilmu pengetahuan, tetapi untuk membentuk karakter yang kokoh dan moral yang sesuai dengan ajaran agama islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menumbuhkan karakter nilai-nilai Islami di era globalisasi, dengan studi kasus di SDIT Al-Furqon dan SD Garut Islamic School Prima Insani. Di tengah dampak signifikan globalisasi terhadap nilai-nilai dan norma masyarakat, pendidikan menjadi alat vital untuk membentuk identitas dan karakter generasi muda. SDIT Al-Furqon dan SD Garut Islamic School Prima Insani berfungsi sebagai lembaga yang menggabungkan kurikulum umum dengan nilai-nilai Islam. Dengan penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus yaitu mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islami diinternalisasi dalam proses pembelajaran dan dampaknya terhadap karakter siswa. Penelitian dilakukan di dua sekolah swasta yang ada di kecamatan Garut Kota yaitu SD IT Al-Furqon dan Garut Islamic School Prima Insani dengan waktu kegiatan dilakukan menjadi beberapa tahap mulai dari persiapan awal penelitian, observasi pembelajaran yaitu mengamati langsung proses pembelajaran di dua sekolah untuk memahami metode pengajaran, interaksi guru - siswa dan dinamika kelas, kemudian wawancara yaitu melakukan wawancara mendalam dengan guru dan siswa untuk menggali pandangan dan pengalaman mereka terkait pembelajaran. pengumpulan data dan dokumentasi yaitu mengumpulkan dan menganalisis dokumen pembelajaran seperti silabus, RPP dan materi evaluasi untuk mendalami pendekatan kurikulum yang diterapkan, kemudian analisis data sampai pelaporan penelitian. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum yang lebih efektif untuk menanamkan nilai-nilai Islami di tengah tantangan globalisasi.
Sejarah Kepemimpinan Ali Bin Abi Thalib: Analisis Peranannya dalam Perkembangan Peradaban Islam Mela Mulyani; Sri Wahyuni; Afni Raisya Lestari; M. Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh; Masripah Masripah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.345

Abstract

Latar belakang permasalahan yang muncul yaitu adanya kebutuhan untuk memahami model kepemimpinan yang ideal dalam konteks pemerintahan Islam, khususnya di tengah tantangan sosial-politik yang dihadapi umat Islam pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika kepemimpinan Ali bin Abi Thalib serta kontribusinya terhadap pembentukan fondasi peradaban Islam dalam bidang hukum, keilmuan, dan etika kepemimpinan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menggali sumber-sumber klasik dan kontemporer tentang kepemimpinan Ali. Sumber data penelitian ini diambil dari literatur klasik seperti Nahjul Balaghah, kitab-kitab sejarah, serta referensi kontemporer yang relevan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa dokumentasi terhadap karya-karya ilmiah dan teks sejarah, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi untuk menginterpretasikan nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung dalam sumber-sumber tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib berlandaskan pada prinsip keadilan, kesederhanaan, keberanian moral, dan komitmen terhadap ilmu serta hukum Islam. Kontribusi dari hasil penelitian adalah memberikan perspektif historis dan normatif yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam membangun kepemimpinan Islam yang adil dan berintegritas di era kontemporer.
Sejarah Kepemimpinan Utsman Bin Affan: Analisis Peranannya dalam Perkembangan Peradaban Islam Sri Wahyuni; Afni Raisya Lestari; Mela Mulyani; M Tazudin Zuhri; Nenden Munawaroh; Masripah Masripah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.346

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kepemimpinan Utsman bin Affan sebagai fase krusial dalam sejarah Islam yang mencakup pencapaian besar serta konflik internal yang kompleks. Masa pemerintahannya mencatat ekspansi wilayah yang luas, kodifikasi Al-Qur'an menjadi mushaf standar, serta peletakan dasar administrasi pemerintahan yang lebih terstruktur. Namun, periode ini juga ditandai oleh ketegangan sosial dan politik yang memuncak pada tragedi pembunuhannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara historis-analitis peran dan kontribusi Utsman bin Affan terhadap perkembangan peradaban Islam, dengan menyoroti capaian-capaian, tantangan internal yang dihadapi, serta warisan kepemimpinannya yang berdampak jangka panjang dalam bidang intelektual, geopolitik, administratif, dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-analitis. Data diperoleh dari sumber primer berupa kitab-kitab sejarah klasik Islam dan hadis, serta sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan karya akademik lain yang membahas periode Khulafaur Rasyidin, khususnya kepemimpinan Utsman bin Affan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, dengan analisis isi terhadap narasi sejarah dari berbagai sumber, serta interpretasi kontekstual terhadap dinamika sosial-politik masa kepemimpinannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kepemimpinan Utsman bin Affan diwarnai konflik dan tantangan internal, ia menghasilkan warisan penting bagi perkembangan Islam, termasuk kodifikasi mushaf Al-Qur'an, administrasi pemerintahan, dan ekspansi wilayah. Konflik yang terjadi mencerminkan dilema antara idealisme moral dan realitas politik yang masih relevan hingga masa kini. Kontribusi penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai kompleksitas kepemimpinan dalam Islam, serta pelajaran historis yang bernilai dalam membentuk wawasan kepemimpinan yang adil, bijaksana, dan adaptif dalam menghadapi dinamika sosial-politik umat dan negara.
Keteladanan Umar Bin Khattab dalam Memimpin Sebagai Dasar Pembentukan Karakter Siswa Latifah Latifah; Eli Nurbaya; Ai Atun; M Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.389

Abstract

Keteladanan dan nilai-nilai kepemimpinan Umar bin Khattab menjadi relevan untuk dikaji karena masih ditemukannya persoalan kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam hal tanggung jawab, partisipasi, dan pengelolaan organisasi berbasis nilai keislaman. Penelitian ini menjadikan kepemimpinan Umar bin Khattab sebagai rujukan dalam merumuskan prinsip kepemimpinan Islam yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keteladanan Umar bin Khattab serta relevansinya dalam konteks kepemimpinan pendidikan, khususnya di SD IT Al-Furqon. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis konten melalui kajian teori dan literatur yang relevan. Data ini diambil dari scholar dan sebanyak 10 jurnal yang dikaji. Data yang dikumpulkan dengan mengidentifikasi, memilah, mengorganisasikan data, dan menganalisis isi dari sumber tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai keteladanan Umar bin Khattab dalam kepemimpinan di SD IT Al-Furqon memiliki dimensi yang luas dan aplikatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kepemimpinan Islami, khususnya di lingkungan madrasah sebagai lembaga pendidikan formal yang menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik.
Peradaban dan Pemikiran Islam Keteladanan Khulafaurasyidin Khalifah Abu Bakar dalam Proses Pembentukan Karakter Muslim : (Implementasi pada Pembelajaran PAI di SD GIS Prima Insani) Ai Atun Mardiah; Masripah Masripah; Muhamad Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.445

Abstract

Dalam era modern, krisis karakter pada siswa usia dini menjadi perhatian serius, terutama terkait kurangnya keteladanan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses internalisasi nilai-nilai keteladanan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas IV SD GIS Prima Insani Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 19 Mei 2025 hingga 23 Mei 2025 kurang lebih 1 minggu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kejujuran, keberanian, kesederhanaan, dan loyalitas terhadap kebenaran diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran melalui metode storytelling, diskusi nilai, dan pembiasaan praktik akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Internalisasi nilai ini terbukti berkontribusi terhadap peningkatan karakter dan sikap keagamaan siswa. Penelitian ini menyarankan agar pendekatan pembelajaran berbasis tokoh Islam direplikasi di sekolah lain, dikembangkan dalam kurikulum terintegrasi, serta didukung dengan pelatihan guru PAI untuk implementasi yang lebih efektif.
Dari Cordoba ke Florence: Jembatan Peradaban Islam Menuju Renaissance Eropa Rani Nurani Dewi; Dede Nurwahidah Dede; Santi Rismayanti; M.Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh; Masripah Masripah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.453

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anggapan bahwa Renaissance Eropa murni berasal dari Barat, padahal peradaban Islam, khususnya di Andalusia, turut memberi kontribusi besar dalam mentransfer ilmu dan nilai pendidikan yang mendasari era tersebut. Penelitian ini mengkaji kontribusi peradaban Islam, khususnya yang berkembang di Andalusia, terhadap lahirnya gerakan Renaissance di Eropa. Melalui pendekatan kepustakaan, studi ini menelusuri jalur historis aliran ilmu dan budaya dari Cordoba ke Florence, termasuk peran penting gerakan penerjemahan, interaksi budaya dalam Perang Salib, pengaruh perdagangan, serta integrasi ilmu dalam institusi pendidikan Islam. Sumber literatur diperoleh dari buku sejarah, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang relevan. Teknik  pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-kritis dengan pendekatan historis. Ditemukan bahwa warisan intelektual Islam, baik dalam filsafat, sains, kedokteran, arsitektur, maupun sistem pendidikan, memiliki dampak besar dalam membentuk fondasi kebangkitan intelektual Eropa. Studi ini juga menyoroti relevansi nilai-nilai peradaban Islam tersebut bagi pendidikan Islam kontemporer, seperti pentingnya keterbukaan intelektual, integrasi ilmu agama dan sains, semangat riset, serta kolaborasi lintas budaya.
Peran Pemikiran Islam dalam Membentuk Konsep Pendidikan Humanisme di Eropa Santi Rismayanti; M.Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh; Masripah Masripah; Dede Nurwahidah; Rani Nurani Dewi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.456

Abstract

Perkembangan humanisme di Eropa tidak dapat dipisahkan dari kontribusi pemikiran Islam yang telah lebih dahulu membangun tradisi intelektual berbasis rasionalitas, etika, dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan, khususnya pada masa Renaissance. Humanisme dan Renaissance memiliki keterkaitan erat, di mana humanisme menjadi pendorong utama lahirnya zaman kebangkitan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penting para pemikir Muslim dalam membentuk fondasi konseptual pendidikan humanistik di Eropa. Melalui pendekatan historis-filosofis dan studi pustaka, ditemukan bahwa kontribusi Islam sangat signifikan, terutama melalui aktivitas penerjemahan karya-karya klasik Yunani-Romawi, pengembangan institusi pendidikan tinggi, serta dialog filosofis yang menjembatani pemikiran Timur dan Barat. Temuan ini menunjukkan bahwa humanisme Eropa bukanlah produk tunggal peradaban Barat, melainkan hasil interaksi lintas budaya yang kaya dan kompleks.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan historis-filosofis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), yang melibatkan analisis terhadap sumber-sumber primer maupun sekunder berupa karya-karya klasik filsafat Islam, dokumen sejarah, serta literatur akademik terkait perkembangan humanisme di Eropa. Dengan pendekatan ini ditemukan bahwa kontribusi Islam sangat signifikan, terutama melalui kegiatan penerjemahan karya-karya klasik, pengembangan sistem pendidikan tinggi, serta dialog filosofis lintas budaya.
Pembentukan Karakter Islami dan Nasionalis pada Peserta Didik di SDIT Atikah Musaddad Garut Mohamad Al Jasim; M.Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh; Heri Kusmawan; Marki Marki
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.553

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pendidikan dasar dalam menanamkan karakter Islami sekaligus nasionalis di tengah arus globalisasi yang dapat melemahkan nilai religius dan cinta tanah air generasi muda. Tujuannya adalah mengkaji pembentukan karakter di SDIT Atikah Musaddad Garut sebagai sekolah yang memadukan ajaran Islam dan nilai kebangsaan dalam proses belajar dan aktivitas keseharian. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, data dianalisis dengan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter dilakukan melalui rutinitas ibadah, keteladanan guru, integrasi nilai Islami-nasionalis ke dalam pelajaran, serta penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bernuansa religius dengan landasan Al-Qur’an, Hadis, dan kebijakan pendidikan nasional. Dampak positif terlihat pada kedisiplinan, sikap religius, dan semangat kebangsaan siswa, meski terdapat kendala pada konsistensi program dan keterbatasan dukungan keluarga. Penelitian ini merekomendasikan strategi kolaboratif antara sekolah dan orang tua, pengembangan pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual, serta pelatihan guru agar integrasi nilai Islami-nasionalis berlangsung efektif dan berkelanjutan.
Pengelolaan Kurikulum di Kuttab Yadul Ulya Garut dalam Membentuk Karakter Islami Siswa Luthfi Febriani; Nenden Munawaroh; Iman Saifullah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.723

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral siswa di tengah arus globalisasi yang berdampak pada melemahnya karakter Islami siswa serta belum optimalnya pengelolaan kurikulum secara sistematis dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan kurikulum di Kuttab Yadul Ulya Panawuan Garut dalam membentuk karakter Islami siswa, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap perkembangan karakter Islami siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian berada di Kuttab Yadul Ulya Panawuan, Kabupaten Garut. Sumber data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan catatan lapangan yang melibatkan kepala Kuttab, guru dan siswa, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan kurikulum di Kuttab Yadul Ulya dilaksanakan melalui empat tahapan: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengelolaan kurikulum di Kuttab menekankan pada iman, Al-Qur’an dan adab sebagai inti pendidikan. Pengelolaan kurikulum yang sistematis memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter Islami siswa, khususnya pada aspek tauhid, akhlak, ibadah, tanggung jawab, kejujuran, adab, keadilan, menghormati ilmu dan guru. Faktor pendukung utama yaitu komitmen lembaga, keteladan guru dan keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat berasal dari keterbatasan waktu, perbedaan latar belakang keluarga dan pengaruh negatif teknologi dan pergaulan diluar sekolah. Penelitian ini menyimpulkan pengelolaan kurikulum yang terintegrasi dan berbasis nilai Islam efektif dalam membentuk karakter Islami siswa di lembaga pendidikan Kuttab.