Octavianus Hendrik Alexander Rogi
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 68 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : SPASIAL

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Rumayar, Gerika; Rogi, Octavianus H.A; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi bentang alam di Kecamatan Mantikulore memiliki beragam aspek biofisik antara lain kelerengan, jenis tanah, dan ketersediaan air. Keragaman aspek tersebutlah yang menjadi alasan perlunya analisis kesesuaian lahan, untuk segmen lahan yang diperuntukkan sebagai area permukiman menurut RTRW Kota Palu 2010-2030, guna mewujudkan ruang ekologis yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian arahan RTRW Kota Palu 2010-2030 terhadap peruntukkan perumahan/pemukiman di Kecamatan Mantikulore, berdasarkan kriteria-kriteria kesesuaian lahan. Adapun metode analisis yang digunakan ialah metode Superimpose dan Skoring, serta menggunakan penentuan klasifikasi kesesuaian lahan menurut FAO 1976 kategori Sub-Kelas.Diperoleh bahwa kesesuaian lahan arahan peruntukkan pemukiman berdasarkan rencana pola ruang di Kecamatan Mantikulore, berkategori Sesuai sebesar 83.41%. Walau demikian ada beberapa lokasi yang berkategori Sesuai Bersyarat, untuk dilakukan treatment khusus sesuai dengan permasalahan lokasinya dan untuk lokasi yang berkategori Tidak Sesuai dapat dialih fungsikan sebagai ruang terbuka, hutan maupun kebun.Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Kawasan Permukiman, Kota Palu
ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN RURUKAN DI TOMOHON Pantouw, Christy E; Poluan, R. J.; Rogi, Octavianus H
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon memiliki sumber daya alam yang kaya terutama pada sektor pertanian. Kawasan Agropolitan Rurukan merupakan salah satu kawasan agropolitan di Provinsi Sulawesi utara yang berada di Kecamatan Tomohon Timur. Berdasarkan Rencana Tata Ruang (RTRW) Kota Tomohon Tahun 2013-2033 dari segi penataan struktur ruang Kota Tomohon, Rurukan merupakan Sub Pusat Pelayanan Kota. Rurukan juga termasuk dalam pengembangan kawasan perdagangan dan jasa yang menunjang aktivitas agroindustri, serta pengembangan kawasan hortikultura untuk tanaman sayur-sayuran. Selain itu juga termasuk dalam kawasan strategis dari sudut kepentingan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi karakteristik kawasan dan menganalisis arah dan strategi pengembangan dari Kawasan Agropolitan Rurukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan tenik analisis deskriptif, Location Quotient (LQ), dan Strength, Weakness, Oppurtunity, Theart (SWOT). Bila dilihat dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan karakteristik Kawasan Agropolitan Rurukan memiliki kondisi agroklimat yang cocok untuk pertanian, memiliki prasarana dan sarana umu, dan sosial yang memadai. Memiliki prasarana dan sarana penunjang agribisnis, memiliki sumberdaya manusia yaitu penduduk tani dan kelompok tani, dan memiliki 9 komoditas unggulan prioritas pertanian. Pengembangan komoditas unggulan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi. Menyediakan prasarana dan sarana penunjang agribisnis hulu, usaha tani, dan hilir serta membenahi prasarana dan sarana yang sudah tersedia. Juga dengan membuat lembaga penelitian dan pengembangan yang dapat terus memantau proses produksi agar produk hasil pertanian bias menjangkau pasar domestik lebih luas lagi. Kawasan sentra produksi dipusatkan pada 3 kelurahan yakni kelurahan Rurukan, Rurukan 1, dan Kumelembuai. Sedangkan untuk penyediaan sarana produksi dan pasar terletak di kelurahan Paslaten dan Paslaten 1. Kata Kunci: Agropolitan, Pengembangan Wilayah
KORELASI ANTARA HARGA LAHAN DENGAN KEPADATAN TERBANGUN DI KECAMATAN MALALAYANG, KOTA MANADO Tambajong, Gifly Jeremy; Tilaar, Sonny; Rogi, Octavianus H
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Malalayang adalah salah satu dari 11 kecamatan yang ada di Kota Manado. Kecamatan Malalayang berlokasi di pinggiran Kota Manado dan memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai wilayah permukiman, hal ini akan menyebabkan dinamika perubahan harga lahan yang signifikan dari waktu ke waktu. Peningkatan jaringan utilitas, kebutuhan ruang terbuka, prasarana sosial dan ekonomi, ketersediaan perumahan, jaringan air bersih merupakan implikasi dari berkembangnya suatu wilayah, yang selanjutnya timbullah permasalahan kota yang sangat kompleks. Harga lahan yang tinggi cenderung ditempati oleh fungsi lahan komersial, kecenderungan ini semakin meningkat pada akhirnya dimanfaatkan oleh para spekulan tanah dengan maksud untuk mencari keuntungan.. Analisis data menggunakan analisis korelasi pearson dengan bantuan software SPSS .Sebagai panduan yang lebih baku, interpretasi derajat keeratan hubungan kedua variabel ini dilakukan dengan mengacu pada klasifikasi hubungan statistikal dua peubah / variabel yang dikemukakan oleh Guilford, yang secara garis besar diuraikan. Hasil analisis korelasi yang ada menunjukkan bahwa dari kedua variabel Harga Lahan (X) dan Kepadatan Terbangun (Y) memiliki korelasi nilai yang beragam. Untuk kedua variabel Harga lahan (X) memiliki korelasi yang kecil terhadap variabel okupansi bangunan yaitu berjumlah 0,363 dan 0,139, memiliki korelasi yang cukup terhadap kepadatan penduduk yaitu berjumlah 0,660 dan 0,304 , memiliki korelasi yang erat terhadap kepadatan bangunan 0,869 dan 0,624 .  Kata Kunci : Korelasi Pearson, Harga Lahan, Kepadatan Terbangun, Okupansi  Bangunan
TINGKAT KERENTANAN TERHADAP BENCANA BANJIR DI KECAMATAN TONDANO TIMUR KABUPATEN MINAHASA Horhoruw, Hanni Alfio; Rogi, Octavianus H.A.; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah-wilayah Indonesia. Kecamatan Tondano Timur merupakan salah satu kecamatan di Kabupten Minahasa yang sering terjadi bencana banjir, dikarenaknan meluapnya sungai tondano dan meluapnya danau tondano. Tujuan dari penelitian ini yaitu merekomendasikan strategi mitigasi bencana melalui analisis spasial dalam tingkat kerentanan bencana banijr dalam aspek fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana. Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di kecamatan Tondano Timur terbagi atas 3 kelas (Rendah, Sedang dan Tinggi) tingkat kerentanan diteukan tingkat kerentanan tinggi pada 1 wilayah kelurahan, kerentanan sedang 1 wilayah kelurahan, dan kerentanan rendah pada 9 wilayah, dan yang menjadi pembahasan adalah desa dengan kelas indeks kerentanan tinggi pada tiap ? tiap indeks kerentanan dan rekomendasi?rekomendasi mitigasi penanganan di wilayah yang rentan terhadap bencana banjir di kecamatan tondano timur.Kata Kunci : Tingkat Kerentanan, Bencana Banjir, Kecamatan Tondano Timur
IDENTIFIKASI DAN EVALUASI EKSISTENSI RUANG TERBUKA DI KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Longaris, Sendy; Rogi, Octavianus H.A.; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Wenang adalah salah satu kecamatan di Kota Manado yang memiliki tingkat kepadatan bangunan tinggi serta sudah tidak memiliki ketersediaan lahan efektif lagi (ditinjau dari tabel ketersediaan lahan efektif di wilayah kota Manado, Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado tahun 2014-2034). Lokasi Kecamatan Wenang yang berada tepat di pusat kota yang menjadi pusat dari segala aktivitas masyarakat kota Manado baik aktivitas perdagangan, usaha, dan lain-lain. Sehingga terdapat banyak lahan terbangun di kecamatan Wenang. Hal ini menjadi masalah terhadap ketersediaan ruang terbuka sebagai tempat bertemu, berkumpul dan berinteraksi antara satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksistensi ruang terbuka serta mengevaluasi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Wenang Kota Manado berdasarkan Permen PU no. 5 tahun 2008 Tentang Pedoman Penyediaan RTH di Kawasan Perkotaan berdasarkan luas wilayah yaitu minimal 30%, sementara berdasarkan jumlah penduduk menyesuaikan tabel penyediaan yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif menggunakan teknik analisis dialog deskriptif yaitu mendialogkan hasil data lapangan dengan menyesuaikan teori-teori yang ada, serta metode kuantitatif menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (Sistem Informasi Geografis). Analisis data ini diolah menggunakan aplikasi ArcGIS untuk membuat peta sebaran, jenis, serta tipe kepemilikan ruang terbuka. Dari hasil output peta akan dihitung jumlah ketersediaan ruang terbuka. Maka hasil evaluasi yang diperoleh ketersediaan ruang terbuka berdasarkan luas wilayah masih kekurangan, dari luas wilayah Kecamatan Wenang 368.78 ha hanya terdapat 47.63 ha yang terdiri dari 39.37 ha RTH publik dan 8.26 ha RTH privat. Jika di persentasekan RTH di Kecamatan Wenang hanya memiliki luas 12.91% sementara di standar penyediaan harusnya minimal 30%. Untuk standar berdasarkan jumlah penduduk masih memiliki banyak kekurangan karena tidak tersedianya ruang terbuka berdasarkan tipe taman RT, taman RW dan Taman Lingkungan. Namun di sisi lain ada tipe taman kecamatan yang sudah terpenuhi ketersediaannya yakni seluas 3.49 ha dari standar 0.6 ha per unit.Kata Kunci: Ruang Terbuka, Ruang Terbuka Hijau, Ruang Terbuka Non Hijau.
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN GUNUNG API AWU DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Salatun, Sri Ratni; Rogi, Octavianus H.A.; Lintong, Steven
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Awu merupakan gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan tipe Saint Vincent atau Tipe Vulcano. Puncak tertinggi terletak pada koordinat 03O 41' LU dan 125O 27'30?? BT pada ketinggian 1.340 meter diatas permukaan laut. Bahaya primer letusan gunung api Awu (bahaya langsung akibat letusan) berupa awan panas, aliran lava, guguran lava pijar, dan aliran lahar letusan dan kawasan rawan bencana terhadap hujan material lontaran batu (pijar) berukuran lapili sampai bom/blok (>64 mm), hujan lumpur dan hujan abu lebat. Bahaya sekunder (bahaya tidak langsung akibat letusan) berupa  lahar hujan yang terjadi setelah erupsi apabila turun hujan lebat di sekitar puncak. Tujuan dari penelitian ini yaitu merekomendasikan strategi mitigasi bencana melalui analisis spasial dalam tingkat kerentanan gunung api Awu dalam aspek fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif  dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana. Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terbagi atas 3 kelas (Rendah, Sedang dan Tinggi) dan yang menjadi pembahasan adalah desa dengan kelas kerentanan tinggi ada 12 (dua belas kelurahan/desa) dan rekomendasi?rekomendasi mitigasi penanganan di wilayah rentan bencana letusan Gunung api Awu.Kata Kunci : Tingkat Kerentanan, Gunung Api, Spasial, Mitigasi
ANALISIS KERENTANAN BENCANA TSUNAMI DI KOTA PALU Sarapang, Herni Tandi; Rogi, Octavianus H.A.; Hanny, Poli
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Palu merupakan salah satu kawasan seismik aktif di Indonesia karena dilalui segmentasi sesar yang sangat berpotensi membangkitkan gempa bumi kuat, yaitu Sesar Palu-Koro yang memanjang dari Palu ke arah Selatan dan Tenggara. Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempabumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran. Oleh karena itu, untuk meminimalisir dampak dari bencana tersebut diperlukan analisis mengenai tingkat kerentanan yang sangat berkaitan dengan penilaian resiko sebagai upaya penanggulangan bencana untuk perencanaan dan pengembangan daerah Kota Palu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerentanan tsunami dan memberikan rekomendasi kebijakan mitigasi resiko ancaman tsunami menurut peta kerentanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif deskriptif. Analisis data pembobotan menggunakan pedoman Perka Badan Penanggulangan Bencana No.2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Setelah mendapatkan bobot tiap-tiap parameter yang telah ditentukan kemudian hasil tersebut dipetakan dengan bantuan GIS (Geographic Information System). Dari hasil studi, didapat 2 hal yaitu persebaran tingkat kerentanan bencana tsunami yang terbagi menjadi 3 kelas yaitu rendah (9 kelurahan), sedang (11 kelurahan) dan tinggi (15 kelurahan), sehingga dari kelas kerentanan tinggi memunculkan rekomendasi kebijakan mitigasi seperti mengaktifkan program keluarga berencana, mengadakan sosialisasi mitigasi, penanaman pohon mangrove, tidak menggunduli peruntukan lahan untuk hutan lindung dan hutan alam, dan tidak membangun bangunan di daerah padat bangunan.Kata Kunci: Tsunami, Tingkat Kerentanan Bencana, Mitigasi
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN LUWUK SELATAN, KABUPATEN BANGGAI, SULAWESI TENGAH Kowal, Rolando Rischi; Rogi, Octavianus H.A.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Luwuk Selatan merupakan salah satu Kecamatan yang masuk dalam arahan pola ruang Kabupaten Banggai tahun 2012-2032, yang direncanakan sebagai penyedia peruntukan lahan permukiman baru. Jika ditinjau dari kondisi fisik lahan, Kecamatan Luwuk Selatan tidak semua lahannya dapat di kembangkan sebagai lahan permukiman. Karena kondisi morfologi yang mendominasi di Kecamatan Luwuk Selatan adalah lebih banyak kondisi morfologi perbukitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kemampuan dan kesesuaian lahan yang ada di Kecamatan Luwuk Selatan serta mengevaluasi arahan kesesuaian lahan dengan lahan peruntukan permukiman di Kecamatan Luwuk Selatan, berdasarkan rencana pola ruang dalam RTRW Kabupaten Banggai 2012-2032. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (sistem informasi geografis). Analisis data menggunakan pedoman Permen PU No.20/PRT/M/2007 tentang teknik analisis fisik dan lingkungan, ekonomi serta sosial budaya dalam penyusunan tata ruang. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik superimpose/overlay (Tumpang tindih) dan analisis skoring untuk pemberian nilai setiap parameter. Dari hasil analisis yang di lakukan, diperoleh bahwa kemampuan lahan yang mendominasi adalah kemampuan lahan sedang dan kesesuaian lahan yang mendominasi adalah kesesuaian lahan untuk perkebunan. Untuk lahan peruntukan permukiman yang direncanakan terdapat ketidaksesuaian dengan hasil analisis kesesuaian lahan. Karena lahan yang sesuai rencana peruntukan lahan permukiman dengan analisis kesesuaian lahan hanya 228,04 Ha/41,64 % dan yang tidak sesuai atau terjadi penyimpangan peruntukan lahan permukiman adalah 319,58 Ha/58,32 % dari total luas rencana peruntukan lahan permukiman yang direncanakan seluas 547,62 Ha dari total luas Kecamatan Luwuk Selatan.Kata Kunci: Kemampuan Lahan, Kesesuaian Lahan, Peruntukan Lahan, Permukiman.
PEMETAAN KERENTANAN TERHADAP BAHAYA BENCANA VULKANIK GUNUNG SOPUTAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Tinaiy, Arflandi Michael; Rogi, Octavianus; Siregar, Frits O
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Api Soputan adalah gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara dengan tipe gunung A atau stratovolcano. Aktifitas letusan dan Bahaya Gunung api Soputan pada umunya berupa letusan eksplosif dan letusan efusif seperti lontaran material abu, pasir, lapilli, dan bom Vulkanik, serta terjadi guguran ? guguran lava pijar pada saat mengalami erupsi, maka diperlukan analisis mengenai tingkat kerentanan yang sangat berkaitan dengan penilaian resiko sebagai upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya tingkatan kerentanan bencana letusan gunung api dan diperolehnya rekomendasi ? rekomendasi tentang penanganan di kawasan terdampak Gunung api Soputan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana.Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil studi, didapat 2 hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di Kabupaten Minahasa Tenggara terbagi atas 3 kelas dan yang menjadi pembahasan adalah kelurahan dengan kelas kerentanan tinggi (6 kelurahan) dan rekomendasi ? rekomendasi penanganan di wilayah rentan bencana letusan Gunung api Soputan.Kata Kunci : Gunung Api, Kerentanan Bencana, Mitigasi.
DAYA DUKUNG LAYANAN ANGKOT BERDASARKAN JARAK JANGKAUAN MASYARAKAT TERHADAP JALUR TRAYEK DI KOTA MANADO Wakari, Viona V.; Rogi, Octavianus H.A.; Makarau, Vicky H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi umum di Kota Manado memegang peran yang penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Terdapat indikasi bahwa proporsi pengguna angkutan umum semakin lama semakin berkurang terutama diperhadapkan dengan aksesibilitas terhadap pilihan moda transportasi yang lain misalnya angkutan online dan lain-lain. Indikasi penurunan ini perlu dibuktikan terkait seberapa besar daya dukung angkot sebagai salah satu moda transportasi yang bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat. Dalam penelitian ini, penurunan penggunaan angkot diakibatkan karena ada tawaran moda yang lain dan masalah dari daya dukung pelayanan transportasi umum. Disisi lain juga bahwa tingkat penggunaan angkot di pengaruhi oleh jangkauan trayek angkot dari konsentrasi hunian penduduk dengan jarak jangkauan yang mengakibatkan aksesibilitas masyarakat terhadap angkot makin menurun dan itu dibuktikan dengan rendahnya proporsi pengguna kendaraan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi jarak jangkauan masyarakat terhadap rute trayek angkot dan mengetahui proporsi penduduk yang terlayani dan tidak terlayani dari jarak jangkauan ideal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan. Selanjutnya menggunakan analisis buffer dengan alat bantu GIS (geographic information system). Analisis buffer inilah yang mampu mendapatkan hasil proporsi penduduk dari area-area buffer dengan jarak preferensi yang dianalisis. Dari hasil studi, didapatkan 2 hal yaitu preferensi masyarakat terhadap jarak berjalan ideal rata-rata Kota Manado yaitu 154m dari jalur angkot dan proporsi penduduk yang terlayani pada area buffer hanya 2 kecamatan dan 8 kecamatan lainnya belum terlayani.Kata Kunci: Transportasi, Angkot, Jarak , dan Proporsi
Co-Authors -, Suryono Adriana Renwarin, Adriana Alfonsa Londar, Alfonsa Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Amanda Sembel Anastasya E. Rambi, Anastasya E. Andi A. M. Malik Anggreny Purukan Ardi C. Ogelang Arviro Eman Bongi, Anastasia Conny Kandoli Cynthia E.V Wuisang, Cynthia E.V Datunsolang, Rifqi Akbar Deddy Erdiono Durand, Deo Victor Dwars Soukotta Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Elda Siska Sinuraya Esli D. Takumansang Fennyrian Masarrang Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Hendriek H. Karongkong Hengkelare, Sularso H. S. Hengkelare, Sularso H.S Herry Kapugu Horhoruw, Hanni Alfio Ingerid Moniaga Irjadi, Arif Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Joseph Rengkung Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kevin Usman Kokalinso, Febrianti Margaretha Kolibu, Eunike T. Kowal, Rolando Rischi Kristian Pabeta Kristin N. Johannis Lakat, Ricky S. M. Laming, Magdalena Lasabuda, Muh. Herbian S.P. Leidy M. Rompas Linda Tondobala Lolokada, Theresia Wangi Longaris, Sendy Makagiansar, Trifosa Mario D. M. Maahury, Mario D. M. Marshel Pua, Marshel Michael M Rengkung, Michael M Novalin Y. Titiheru P, Norlyvia Jaya Toding Palindang, Winda Pangkey, Claudia Pantouw, Christy E Pello, Pingkan S. Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Poli Hanny, Poli R. J. Poluan, R. J. Rachmatullah, Michael Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Rieneke L. E. Sela Rieneke Sela Rondonuwu, Dwight Roosje J Poluan Roosje J. Poluan Rukait, Sherina B. Rumayar, Gerika Salatun, Sri Ratni Sangkertadi Sangkertadi Sarapang, Herni Tandi Sawo, Milano Khemal Sela, Rieneke L.E Sembiring, Agita R. Sgerlen M. Tunas Siregar, Frits O Sondakh, Sharon Costansye Sonny Tilaar Steven Lintong Steven R. Kamurahan Surjadi Supardjo Suryadi Supardjo, Suryadi Suryono . Tambajong, Gifly Jeremy Tangkudung, Fitri Meylinda Tendean, Susi Cinthya Tinaiy, Arflandi Michael Tjoa, Savy C.N. Tomigolung, Billy Adiputra Tompodung, Injilly Tulangow, Pingkan K Tumbelaka, Isabella S. Veronica Kumurur Verry Lahamendu, Verry Vicky H Makarau, Vicky H Vicky H. Makarau Vinny Wasty Nanariain, Vinny Wasty Wahyudi Siswanto Wakari, Viona V. Walintukan, Casey C Wenur, Fabian Bill Zanuddin, Rian