Octavianus Hendrik Alexander Rogi
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : SPASIAL

TIPOLOGI URBAN SPRAWL BERDASARKAN ATRIBUT KONTINUITAS AREA TERBANGUN DI KECAMATAN BIRINGKANAYA DAN KECAMATAN TAMALANREA, KOTA MAKASSAR Lolokada, Theresia Wangi; Rogi, Octavianus H. A.; Poluan, Roosje J
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme perkembangan Kota Makassar menyebabkan perkembangan kawasan perkotaan di kawasan pinggiran atau sub urban yang ditunjukkan melalui urban sprawl, yaitu suatu perkembangan wilayah perkotaan yang terjadi di kawasan pinggiran secara tidak teratur .Beberapa kecamatan yang mengalami urban sprawl di Kota Makassar adalah Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat dari tahun ke tahun. Didukung dengan luas wilayah Kecamatan Biringkanaya sebesar 48,22 km2 atau 27,43% dari total luas daratan Kota Makassar dan luas wilayah Kecamatan Tamalanrea  31,84 km² atau 18,2%  dari total luas daratan kota Makassar, tentunya akan berpengaruh pula terhadap pertumbuhan penduduk di lokasi penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas urban sprawl berdasarkan atribut kontinuitas area terbangun dan mengidentifikasi tipe sprawl di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan analisis dengan metode penelitian kuantitaif dengan pendekatan deskriptif.Hasil penelitian terdapat 2 tingkatan urban sprawl di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea, yaitu tingggi, dan rendah dan tipe urban sprawl adalah tipe lompatan katak (leapfrog development),tipe linier (ribbon development) dan tipe konsetris.Kata Kunci: urban sprawl, intensitas, atribut
EVALUASI PEMANFAATAN TERHADAP KEMAMPUAN LAHAN DI KOTA BITUNG Irjadi, Arif; Rogi, Octavianus H.A.; Makarau, Vicky H
SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan Kota, tidak terlepas dari kebutuhan lahan yang akan terus meningkat, yang menyebabkan kondisi fisik alamiah Kota Bitung sejak RTWR Tahun  2013 mengalami perubahan penggunaan lahan hingga saat ini, diketahui pada tahun 2013 aspek fisik alamiah Kota Bitung seluas 30090.02 ha atau 97% dan ditahun 2018 aspek fisik alamiah seluas 29011.91 ha atau 93%, yang mengalami pengurangan lahan fisik alamiah sebesar -1078.11 ha atau -4% aspek alamiah tersebut berupa hutan, padang rumput, rawa, perkebunan dan sungai. Kemampuan lahan merupakan pencerminan kapasitas fisik lingkungan yang dicerminkan oleh keadaan topografi, tanah, hidrologi, dan iklim, serta dinamika yang terjadi khususnya erosi, banjir dan lainnya. Kemampuan lahan menurut peraturan menteri negara lingkungan hidup No 17 tahun 2009 tentang pedoman penentuan daya dukung lingkungan hidup dalam penataan ruang wilayah adalah karakteristik lahan yang mencakup sifat-sifat tanah, topografi, drainase, dan kondisi  lingkungan hidup untuk mendukung kehidupan atau kegiatan pada suatu hamparan lahan. Pemanfaatan Lahan merupakan perwujudan proses interaksi antar komponen lingkungan hidup yaitu antara manusia sebagai komponen biotik, dan lahan sebagai komponen abiotic, Interaksi kedua komponen tersebut berlangsung dengan bervariasi dari tempat ke tempat dan dari waktu ke waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Kemampuan lahan Kota Bitung dan mengevaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan kota Bitung terhadap kemampuan lahan Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dan komparatif dengan pendekatan spasial untuk mengetahui daya dukung lahan Kota Bitung. Berdasarkan hasil studi, Bedasarkan hasil analisis Kemampuan Lahan Kota Bitung, dapat diinterpretasikan dalam 5 kelas kemampuan lahan kelas a dan kelas b merupan kawasan yang di peruntukan untuk kawasan lindung  untuk kelas c, d, dan kelas e merupakan kawasan yang di peruntukan untuk kawasan budidaya. Analisis evaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan terhadap kemampuan lahan Pemanfaatna lahan menujukan bahwa diinterpretasikan 3 kelas kesesuaian pemanfaatan lahan terhadap kemampuan lahan, kelas sesuai, sesuai bersyarat dan tidak sesuai. Kelas sesuai seluas 70% yang lebih mendominasi di Kota Bitung.Kata Kunci : Kemampuan Lahan, Pemanfaatan Ruang, Pulau Bunaken, Manado
EVALUASI KEMAMPUAN DAN KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH, MALUKU UTARA Zanuddin, Rian; Rogi, Octavianus H. A.; Tarore, Raymond Ch
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Halmahera Tengah merupakan salah satu Kabupaten di luar pulau jawa dimana salah satu kecamatannya telah ditetapkan sebagai kawasan industri terpadu pertama di dunia, yang direncanakan bakal menyerap enam belas ribu karyawan, hal ini cukup berpengaruh terhadap lahan. Bila ditinjau dari keadaan lahan, Kabupaten Halmahera Tengah tidak seluruh lahannya bisa dikembangkan selaku tanah bermukim. Sebab kondisi morfologi yang dominan di Kabupaten Halmahera Tengah ialah kondisi morfologi perbukitan. Adapun riset ini yaitu mengenali keadaan serta kesesuaian lahan yang terdapat di Kabupaten Halmahera Tengah dan membandingkan arahan kesesuaian lahan dengan lahan yang menjadi tanah permukiman di Kabupaten Halmahera Tengah, bersumber pada rencana pola ruang dalam buku rencana tata ruang wilayah Kabupaten Halmahera Tengah 2012-2032. Tata cara riset menggunakan deskriptif kuantitatif, dengan memakai metode analisis spasial dengan dorongan SIG (sistem data geografis). Metode informasi ini memakai PP PU Nomor. 20/PRT/ Meter/2007 mengenai metode analisis wujud serta area, ekonomi dan sosial budaya dalam penataan tata ruang. Metode penilitian yang digunakan merupakan metode superimpose/overlay (Tumpang tindih) serta analisis scoring buat pemberian nilai tiap parameter. Hasil yang diperoleh, diperoleh jika tanah yang dominan merupakan tanah sangat rendah serta kesesuaian lahan yang mendominasi merupakan kesesuaian lahan buat perkebunan. Buat tanah jadikan kawasan bermukim yang direncanakan ada penyimpangan dengan hasil analisis kesesuaian lahan. Sebab tanah yang cocok untuk dijadikan lahan permukiman dengan analisis kesesuaian lahan sekitar 915.04 Hektare /54 % sedangkan yang melenceng karena terjadi penyimpangan terhadap peruntukan sebagai tanah permukiman ialah84.330 Hektare /46 % dari total keseluruhan perencanaan peruntukan untuk tanah permukiman yang direncanakan seluas 183.189 Hektare. dari total keseluruhan luas Kabupaten Halmahera Tengah.Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Kemampuan Lahan, Peruntukan Lahan, Permukiman.
KAJIAN PENEMPATAN TITIK-TITIK TERMINAL TIPE A,B,DAN C DIKABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Datunsolang, Rifqi Akbar; Kindangen, Jefrey I; Rogi, Octavianus H A
SPASIAL Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal merupakan suatu sarana fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat berkaitan dengan transportasi darat. Ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berada di Kecamatan Tutuyan. Luas daerah keseluruhan adalah 910,176 Km2 atau kira-kira 6,04 persen dari wilayah Sulawesi Utara. Sebagian besar wilayah Kecamatan berada di wilayah pesisir pantai, kecuali Kecamatan Modayag dan Modayag Barat jauh dari pesisir pantai. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian untuk mengetahui apakah titik-titik terminal yang sudah di rencanakan dalam RTRW sudah sesuai dengan Kriteria Standar Lokasi yang sudah ditentukan atau tidak. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi penempatan titik-titik terminal tipe A,B,dan C dikabupaten Boltim bedasarkan standar kriteria lokasi. Metode yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan mensurvey titik-titik terminal yang ada dikabupeten dan melihat jika sudah sesuai dengan RTRW Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Berdasarkan hasil penelitian penempatan titik-titik terminal tipe A,B,dan C di Kabupaten Bolaang Mongondow, Ada 4 titik yang sudah ditentukan dalam RTRW Bolaang Mongondow Timur, Ada 2 titik yang sudah sesuai dengan standar kriteria lokasi terminal, yaitu terminal tipe A yang ada di Kecamatan Kotabunan dan yang satu lagi terminal tipe B yang ada di Kecamatan Modayag, dan 2 titik terminal yang tidak sesuai dengan standar kriteria adalah terminal tipe B yang ada di Kecamatan Nuangan dan terminal tipe C yang ada di Kecamatan Modayag BaratKata Kunci: Kriteria Standar Lokasi Terminal
IDENTIFIKASI POTENSI ZONA-ZONA “TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT” DI KOTA MANADO Sondakh, Sharon Costansye; Rogi, Octavianus H. A.; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jumlah kendaraan di Kota Manado terus meningkat setiap tahunnya sehingga menimbulkan kemacetan di beberapa tempat. Penyebab terjadinya kemacetan di Manado yang makin parah juga diantaranya peningkatan pembangunan  pusat-pusat kegiatan dalam sektor ekonomi yang terus meningkat, bertambahnya penggunaan kendaraan roda dua.  TOD merupakan salah satu alternative konsep yang mendukung pertumbuhan pengembangan kota dengan mengoptimalkan penggunaan lahan , meningkatkan penggunaan moda transportasi umum, serta desain kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode analisis yakni : analisis spasial  untuk menghitung rata- rata KDB, KLB, luas penggunaan lahan, panjang jalur pejalan kaki. Analisis skalogram untuk mengetahui hirarki zona-zona yang berpotensi menjadi alternative zona TOD.  Setelah dilakukan analisis didapat hasil yakni  Hirarki I Zona C (Mantos), Zona D (Mega Mall) dan Zona E (Zero Point), Hirarki II : Zona F (Kantor Gubernur) dan Zona G (Balai Kota), Hirarki III: Zona B (Bahu Mall), Hirarki IV: Zona A (Terminal Malalayang), Zona H (Terminal Paal Dua) dan Zona J (Bandara Sam Ratulangi), Hirarki V: Zona I (Transmart). Diperlukan perbaikan, pembenahan dan peningkatan infrastruktur dan struktur ruang sesuai dengan konsep TOD.Kata Kunci: Potensi Zona, Transit Oriented Development,Kota Manado
MITIGASI RISIKO BENCANA BANJIR DI MANADO Hengkelare, Sularso H.S; Rogi, Octavianus H. A.; -, Suryono
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitigasi adalah sebuah upaya dengan tujuan untuk meminimumkan dampak bencana dengan melakukan perencanaan yang tepat. Bencana geologi dan hidrometeorologi adalah bencana yang sering dialami Indonesia. Di indonesia bencana hidrometeorologi seperti banjir dipengaruhi oleh kuatnya angin barat dan perubahan iklim dunia. Alih fungsi lahan yang tidak tepat juga mendukung terjadinya bencana ini. Berdasarkan peta kawasan rawan bencana banjir dari kementrian agraria dan tata ruang, Kota Manado memiliki kawasan rawan bencana banjir dengan kelas rawan yang cukup tinggi terlebih wilayah pusat pemerintahan dan pusat perdagangan dan jasa. Hal ini relevan dengan kondisi geografis Kota Manado yang berada pada posisi dikelilingi pegunungan serta 5 sungai besar yang melewati Kota Manado yaitu sungai Tikala dan sungai Tondano yang menyatu di daerah Paal 2, sungai Malalayang, sungai Sario dan sungai Bailang. Sungai Tondano dan sungai Tikala mempunyai beberapa meander dan memiliki beberapa ’leher botol’ pada bagian hilirnya yang dapat mengakibatkan terhambatnya aliran air sungai sehingga dapat mengakibatkan terjadinya banjir. Selain itu pendangkalan sungai dan drainase juga kurangnya daerah resapan air memiliki peranan penting dalam terjadinya banjir.  Maka dari itu perlu dilakukan analisis risiko bencana banjir Kota Manado untuk menentukan bentuk mitigasi yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat risiko bencana banjir di Kota Manado dan merekomendasi bentuk mitigasi bencana banjir di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan analisis dengan metode penelitian deskriptif kuantitiatif. Analisis dilakukan dengan mengacu pada PERKA BNPB No. 02 Tahun 2012 tentang pedoman umum pengkajian risiko bencana. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 3 kelas tingkat risiko bencana banjir di Kota Manado. Pada kelas tinggi 53 kelurahan, sedang 2 kelurahan dan rendah 32 kelurahan. Rekomendasi kebijakan dilakukan berdasarkan tingkat risiko dengan memperhatikan faktor penyebab utamanya. Selanjutnya direkomendasikan pada setiap kelurahan. Kata Kunci: Mitigasi, Bencana Banjir, Tingkat Risiko
KAJIAN BENTUK STRUKTUR SPASIAL BERDASARKAN POLA PERGERAKAN MASYARAKAT DI KOTA TOMOHON TERKAIT FENOMENA PANDEMI COVID-19 SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI LOKAL Wenur, Fabian Bill; Rogi, Octavianus H. A.; Poluan, Roosje J
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Through a 2020 study, Winda Palindang¹, Octavianus HA Rogi² & Johannes Van Rate³, "Analysis of Tomohon City Transportation Policy Based on Community Movement Plans as an Indicator of City Spatial Structure" researchers identified the type of spatial structure of the city of Tomohon through a dynamic density approach with indicators of people's daily movement patterns as a result. the tendency of a polycentric spatial structure. From this statement, the researcher feels interested in developing this research, still with the same indicators, but by comparing the three periods that are currently happening, namely the period before, during and after the COVID-19 pandemic began to be under control. The purpose of this study is to see whether the state of the COVID-19 pandemic affects the shape of the existing spatial structure as well as to elaborate on the choice of the type of transportation network policy that is compatible with the identified spatial structure. The methods used are quantitative techniques and profit tabulation of origin-destination matrix development with a structured questionnaire or interview format, as well as visualization of the origin-destination matrix in the form of a desire line map or called a "desire line map". The conclusions of this research are; (1) The form of the spatial structure of the city of Tomohon in three types of periods, namely before, during, and after the COVID-19 pandemic has not changed, namely in the form of polycentric. (2) The transportation network policies that need to be considered include: accelerating the execution of the transportation network development plan according to the RTRW of Tomohon City, namely the plan for a type B terminal at the gates of the city of Tomohon, accelerating the procurement of transportation routes between sub-districts. Then the need to strengthen the carrying capacity of local service centers that can be an alternative for community activities to minimize the accumulation of trips to one area. It is recommended for the main corridor of the city of Tomohon to use the concept of a larger mass transportation considering that so many people travel using the main corridor of the city of Tomohon, as well as optimizing microbuses as a mode of transportation for inter-district destinations. And the last is improving the quality of the transportation network for the convenience of its users.Keywords: Spatial Structure, Movement Pattern, Origin-Destination Matrix, Transportation Network
STUDI PERSEPSI MASYARAKAT SETEMPAT TERHADAP DAYA DUKUNG HABITUASI KOTA PALU PASCA BENCANA TAHUN 2018 Kokalinso, Febrianti Margaretha; Rogi, Octavianus H. A.; Siregar, Frits O. P.
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster is an event or series of events that threaten and disrupt people's lives caused by both natural and/or non-natural factors including human actions, resulting in human casualties, environmental damage, property losses and psychological impacts. The traumatic experience as a result of the disaster can basically change the perception of the local community regarding the existence of their place of residence where the disaster has occurred. The analytical method used is the Likert scale, simple description, Spearman rank test and chi square test. Liker scale analysis is used for manual calculations using a formula to measure the opinions of each respondent, simple description analysis makes conclusions from the results of the questionnaire. Meanwhile, the chi square test and the rank of separman are used to find out how far the consistency of people's answer choices is related to perceptions, preferences and affection. The results of the study show that they can still survive or habituated in the city of Palu as long as the community can support each other, then they still choose to stay in the city of Palu by having the ability to seek mitigation properly and correctly. Keywords:Public perception, Likert scale, Spearman rank test and chi square test.
A STUDY OF CHANGES IN THE SPATIAL STRUCTURE OF BITUNG CITYBASED ON INDICATORS OF PEOPLE MOVEMENT PATTERNS, RELATED TO THE COVID-19 PANDEMIC Tangkudung, Fitri Meylinda; Rogi, Octavianus H. A.; Siregar, Frits O. P.
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bitung City, as an urban area, is characterized as a cluster of built-up areas that are relatively dense and has several residential concentration clusters and high-density service centre points scattered in several zones. So, in theoretical understanding, the city of Bitung is allegedly identified as a Polycentric city. However, when the covid-19 pandemic occurred, the city of Bitung became one of the affected. The spread of exposed areas in the city was relatively fast and provided a traumatic experience for the community. This traumatic experience also encourages changes in people's perceptions, preferences, and behaviour in travelling both within the city and in and out of the city. Undoubtedly, there has been a significant change in the daily movement patterns of local people during this pandemic in the city of Bitung. Changes in the pattern of a community movement that occurred must have impacted changes in the spatial structure of Bitung City. The purpose of the study was to identify whether or not there was a change in the type of spatial structure in Bitung City based on indicators of daily movement patterns of local people in the Period before the pandemic, the peak of the pandemic, and after the peak of the pandemic whether the change will be permanent or temporary, and identify problems based on existing conditions and associative spatial policies with the type of spatial structure of Bitung City in the future in the post-pandemic era. The analysis method was the Origin-Destination Survey method with the division of the Travel Destination Survey questionnaire and comparing based on 3 (three) pandemic times such as 1) The Period Before the Pandemic; 2) The peak of the pandemic; and 3 (three) Period After pandemic peak. The results showed that (1) The shape of Bitung city space structure in the Period before the pandemic and after the peak of the pandemic tended to be in the form of a polycentric model, while at the peak of the pandemic, the city of Bitung tended to be in the form of a Monocentric model; (2) There were several urban problems that the city of Bitung must face as a city with a tendency of Polycentric Cities based on existing conditions, and some problems during the covid-19 pandemic but not continuously.Keywords : Spatial Structure, Daily Movement Patterns, Origin Destination
KORELASI DENSITAS PENDUDUK DAN PERSEBARAN KASUS COVID-19 DI KOTA MANADO Tjoa, Savy C.N.; Rogi, Octavianus H.A.; -, Suryono
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 is a new disease that causes a serious pandemic disaster. In theory, transmission of infectious diseases is often facilitated by congested areas. This raises a question whether the density theory applies conceptually in Manado City, which is the capital as well as the main gateway with the largest population in North Sulawesi Province. Population density is one of the important indicators in identifying the spatial structure of a city. And going forward, it is very necessary to develop an ideal urban spatial structure and respond to a pandemic. The purpose of this study was to analyze the relationship between density indicators, both static and dynamic, and the distribution of Covid-19 in Manado City. The method used is quantitative-qualitative which consists of the origin-destination preference survey method as an identification of the movement pattern of the Manado City population which becomes the dynamic density and Pearson correlation as an analytical tool. The results showed that there was no correlation between population density on built-up land (static density) and the distribution of Covid-19 cases in Manado City. However, the results of the identification of the type of spatial structure of Manado City which tend to be mono-polycentric based on indicators of population movement (dynamic density) correlated with the distribution of existing cases. Especially for the trip to work, recreation, and to health facilities, it has a significant correlation coefficient with the increase in cases during the peak (first wave) Covid-19 in Manado City. Based on the research findings, the recommended spatial structure model to prevent and reduce problems arising from the pandemic is themodel Polycentric City.Keyword : Static Density, Dinamic Density, Covid-19, Pearson Correlation
Co-Authors -, Suryono Adriana Renwarin, Adriana Alfonsa Londar, Alfonsa Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Amanda Sembel Anasiru, Mohammad M. Anastasya E. Rambi, Anastasya E. Andi A. M. Malik Anggreny Purukan Ardi C. Ogelang Arviro Eman Bongi, Anastasia Conny Kandoli Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V Wuisang, Cynthia E.V Datunsolang, Rifqi Akbar Deddy Erdiono Durand, Deo Victor Dwars Soukotta Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Elda Siska Sinuraya Esli D. Takumansang Fela Warouw Fennyrian Masarrang Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gijoh, Christ H. Hendriek H. Karongkong Hengkelare, Sularso H. S. Hengkelare, Sularso H.S Herry Kapugu Horhoruw, Hanni Alfio Ingerid Moniaga Irjadi, Arif Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kevin Usman Kokalinso, Febrianti Margaretha Kolibu, Eunike T. Kowal, Rolando Rischi Kristian Pabeta Kristin N. Johannis Lakat, Ricky S. M. Laming, Magdalena Laming, Magdalena Y. Lasabuda, Muh. Herbian S.P. Leidy M. Rompas Linaldo, Joseph L. A. Linda Tondobala Lintong, Lucky A. Lolokada, Theresia Wangi Longaris, Sendy Magdalena, Enggrila D. Makagiansar, Trifosa Mario D. M. Maahury, Mario D. M. Marshel Pua, Marshel Michael M Rengkung, Michael M Michael M. Rengkung Mosesa, Sola G. P. Muaya, Richie Novalin Y. Titiheru Nur, Ady I. A. P, Norlyvia Jaya Toding Pakaya, Gina A. Palindang, Winda Pangkey, Claudia Pantouw, Christy E Papia J. C. Franklin Pelealu, Veronica L. Pello, Pingkan S. Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pinontoan, Billy J. Poli Hanny, Poli Quedarusman, Claudia A. R. J. Poluan, R. J. Rachmatullah, Michael Rawis, Gloria Mariane Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Rieneke L. E. Sela Rieneke Sela Rondonuwu, Dwight Roosje J Poluan Roosje J. Poluan Rukait, Sherina B. Rumayar, Gerika Sadewi, Yohan C. Salatun, Sri Ratni Sangkertadi Sangkertadi Sarapang, Herni Tandi Sawo, Milano Khemal Sela, Rieneke L.E Sembiring, Agita R. Sgerlen M. Tunas Siregar, Frits O Sondakh, Sharon Costansye Sonny Tilaar Steven Lintong Steven R. Kamurahan Sumarandak, Michelle M. Surjadi Supardjo Suryadi Supardjo, Suryadi Suryono . Tambajong, Gifly Jeremy Tangkudung, Fitri Meylinda Tendean, Susi Cinthya Tinaiy, Arflandi Michael Tjoa, Savy C.N. Tomigolung, Billy Adiputra Tompodung, Injilly Tulangow, Pingkan K Tumbelaka, Isabella S. Veronica Kumurur Verry Lahamendu, Verry Vicky H Makarau, Vicky H Vicky H. Makarau Vinny Wasty Nanariain, Vinny Wasty Wahyudi Siswanto Wakari, Viona V. Walintukan, Casey C Wenur, Fabian Bill Zanuddin, Rian