Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Digital-age PAUD management innovations: Meeting children's needs through technology Fahmi, Ade Ismail; Rosidin, Didin Nurul; Juanda, Anda; Karim, Abdul; Dewi, Maftuhah; Acharjya, Vasavvi
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 11 No 2 (2025)
Publisher : UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v11i2.30035

Abstract

Management innovations in Early childhood education programs or the so called PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) management based on children's needs in the digital era have become very relevant for improving the quality of early childhood education. Technological developments provide opportunities for educational institutions to adapt learning methods that are more interactive and appropriate to children's developmental needs. This research explored the implementation of technology-based management innovations at PAUD Plamboyan 3, West Karawang, and evaluated their impact on children's learning and parental involvement. The study aims to determine the implementation of technology-based management innovations and to identify their effects on the learning process, parental involvement, and curriculum management. This research used a qualitative approach with a case study method. This qualitative research employs a case study method, with data collected through observations. The sample in this interview consisted of one school principal, five teachers, ten parents, and documents related to technology integration in learning. The research results show that using technology, such as learning applications and e-learning platforms, increases children's learning motivation and strengthens parental involvement in children's education. Curriculum management tailored to children's needs also supports children's cognitive, social, and motoric development. However, some parents need attention to challenges related to limited access to technology at home. This research is essential for the development of PAUD in the digital era by emphasizing the importance of teacher training, increasing access to technology, and the active role of parents in supporting children's learning process.
Aksara Pegon dan Transmisi Keilmuan Islam: Potret dari Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Sulistiani, Zumaroh Hadi; Rosidin, Didin Nurul; Saefullah, Asep; Mujizatullah, Mujizatullah
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 2 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v21i2.1415

Abstract

The Pegon script has long and massively been used as a medium for the transmission of Islamic knowledge, primarily in Java at least up to both 18th-19th centuries AD. In the 20th century AD, its use in general nevertheless declined, except in the pesantren world such as Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. More than that, KH Muhammad Sanusi, one of its prime leaders, produced works in Javanese by using the Pegon script. This article focuses on three research problems including 1) the position of K.H. M. Sanusi in the network of Islamic intellectuals in Cirebon; 2) The role of K.H. M. Sanusi in the transmission of Islamic sciences through the Pegon script; and 3) the continuity of the use of the Pegon script up to the present. This article uses a qualitative approach based on the historical method comprising of four steps namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data collection technique is carried out by literature study, observation, and interviews. The results of the research show that K.H. M. Sanusi is the main companion of K.H. Amin Sepuh and through the chain of the latter is he connected to the Cirebon based Islamic intellectual networks; K.H. M. Sanusi composed a number of books using the Pegon script and taught them to his  pupils as a form of continuing the transmission of Islamic knowledge; The use of the pegon script continues to this day in the pesantren world as being proven in Pesantren Babakan Ciwaringin where a number of newly religious works using the Pegon script are existent and  those works are even still used as sources for teaching Islamic knowledge.
Sharia Economy in The Sultanates of Cirebon and Mataram: Historical and Manuscript Studies Saefullah, Asep; Burhanudin, Dede; Kholis, Nurman; Syibromalisi, Arif; Pinem, Masmedia; Rosidin, Didin Nurul; Sudrajat, Budi
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v23i2.32049

Abstract

This research focuses on the sharia economic practices during the Cirebon and Mataram Sultanates. This research uses the historical method, with four steps. These are heuristics, criticism, interpretation, and historiography.Data comes from historical artifacts, archives and manuscripts. Data was collected through library research, field observations, and FGD (FocusedGroup Discussion). The results showed that some aspects of economic practicesduring the Cirebon and Mataram sultanates in the 15 th to 17 th centuries AD were based on Islamic economic principles or sharia economics. Cirebon and Mataram’s economic policies referred to the principle of benefit, independentmanagement of land and state wealth; no foreign interference; fair land distribution to the people; just tax levies depending on people’s welfare; state revenues-based production; agriculture and plantations; as well as customsduties on goods and services. These are actually the sharia economics practices. Sharia-based economic practices are essentially forms of religious moderation practice in line with the principles of justice and equality.  Abstrak: Penelitian ini membahas praktik ekonomi syariah pada masa Kesultanan Cirebon dan Mataram melalui kajian sejarah. Penelitian ini menggunakan motode sejarah. Ada empat langkah dalam penelitian sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber data berupa benda-benda peninggalan sejarah, arsip dan manuskrip. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kajian pustaka (library research), observasi lapangan,wawancara, dan FGD (Focus Group Discussion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ekonomi pada masa Kesultanan Cirebon dan Mataram, khususnya abad ke-15-17 M berdasarkan pada ajaran Islam, yakni ekonomi syariah. Kebijakan Cirebon dan Mataram dalam ekonomi menganut asas kemaslahatan: pengelolaan tanah dan kekayaan negara secara mandiri, tidak ada campur tangan asing; tanah didistribusikan kepada rakyat secara adil; pungutanpajak disesuaikan dengan tingkat kesejahteraan rakyat; pendapatan negara diutamakan dari hasil bumi, pertanian dan perkebunan. Praktik ekonomi syariah hakikatnya adalah praktik moderasi beragama dalam ekonomi, denganprinsip keadilan dan kesetaraan.
Persepsi Siswa Terhadap Pengaruh Model Pembelajaran PAI Berbasis Heart To Heart di SMA Negeri 1 Kota Cirebon Nining, Ayi; Djubaedi, Dedi; Nurhayati, Eti; Rosidin, Didin Nurul; Yani, Ahmad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4085

Abstract

Rentang usia remaja merupakan masa transisi. Pada masa ini anak memerlukan perhatian dan perlakuan yang istimewa dari orang di sekitarnya, termasuk para pengajar. Diperlukan model pembelajaran yang relevan dengan perkembangan kondisi saat in sesuai dengan kebutuhan para peserta didik usia remaja, termasuk untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Tahun 2018 lahirlah buku dengan judul “Model Pembelajaran Heart to Heart: Parents’ Letters Salah Satu Solusi Pembelajaran di Dalam Kelas”. Dari pengalaman mengajar menggunakan model pembelajaran ini, peneliti kemudian ingin mengetahui secara lebih mendalam juga ingin menguji secara empirik mengenai pengaruh model pembelajaran PAI berbasis Heart to Heart terhadap pembelajaran siswa SMA, dalam persepsi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode peneletian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap siswa. Peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Kota Cirebon, model pembelajaran ini dapat diaplikasikan tidak hanya pada pokok bahasan Taat dan Patuh pada Orang Tua. Menurut persepsi siswa, model pembelajaran PAI berbasis Heart to Heart memiliki empat pengaruh positif, yaitu Membantu Peserta Didik Memperbaiki Hubungan dengan Orang Tua, Membantu Peserta Didik dapat Berkomunikasi secara Terbuka, Membantu Peserta Didik Memperbaiki Karakter Menjadi Pribadi Lebih Baik, Membantu Peserta Didik Meningkatkan Motivasi Belajar.      
Pandangan Kritis atas Pencitraan sebagai Kompetensi dan Kompetensi Kecerdasan Spiritual Sebagai Soft Skill Ramadhani, Ashary; Sumarna, Cecep; Rosidin, Didin Nurul
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11: Special Issue No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i1.7264

Abstract

Kompetensi bukan ajang pertarungan lembaga pendidikan untuk menarik minat peserta didik. Kompetensi merupakan tanggungjawab seluruh lembaga pendidikan untuk mewujudkannya, sebab kompetensi merupakan bekal utama generasi menyongsong masa depan, kompetensi dirancang untuk menghadapi permasalahan dan tantangan zaman, masalah literasi peserta didik yang begitu rendah, integritas bangsa yang rendah karena literasi manusia yang mengarah kepada akhlak yang mulia rendah, hal inilah yang menyebabkan kecerdasan spiritual rendah, sementara lembaga pendidikan sibuk dengan pencitraannya bahwa bangunanya palimg megah, prestasi siswanya paling tinggi dan lulusannya paling baik, tidak melakukan penalaran kritis terhadap capaiannya dalam mengelola delapan standar pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual yang menjadi inti literasi dan kecerdasan majemuk. Berlatar keadaan itu dikaji bagaimana pandangan kritis terhadap pencitraan sebagai kompetensi dan kompetensi sebagai softskill. Metode yang digunakan untuk membahasian kajian ini dengan studi literatur dengan data berupa rahasia umum yang diketahui. Komptensi menjadi acuan standar pendidikan yang lainnya untuk mewujudkannya, kompetensi yang menjadi inti tujuan pendidikan nasional dan menjadi inti dari nilai pancasila adalah kompetensi kecerdasan spiritual, sebab kecerdasan ini menjadi soft skill yang terintegrasi nilainya tidak terpisahkan antara bersifat kemanusiaan dan bersifat ketuhanan, bukan saja urusan di dunia tetapi juga akherat, memberikan kemampuan nalar analitif juga nalar intuitif, diwujudkan dengan kurikulum pendidikan holistik integratif. Di akhir artikel diperoleh kesimpulan pencitraan dengan megahnya bangunan, banyaknya prestasi siswa dan kebanggaan terhadap alumni tidak identik dengan kompetensi, dan kompetensi kecerdasan spiritul menjadi softskill yang bersifat kemanusiaan dan ketuhanan itulah yang menjadi inti kompetensi, kecerdasan spiritual dirancang melalui delapan satandar pendidikan dan kurikulum holistik integratif dikukung dengan pendidikan rumah dan masyarakat.