Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Persepsi Siswa Terhadap Pengaruh Model Pembelajaran PAI Berbasis Heart To Heart di SMA Negeri 1 Kota Cirebon Nining, Ayi; Djubaedi, Dedi; Nurhayati, Eti; Rosidin, Didin Nurul; Yani, Ahmad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4085

Abstract

Rentang usia remaja merupakan masa transisi. Pada masa ini anak memerlukan perhatian dan perlakuan yang istimewa dari orang di sekitarnya, termasuk para pengajar. Diperlukan model pembelajaran yang relevan dengan perkembangan kondisi saat in sesuai dengan kebutuhan para peserta didik usia remaja, termasuk untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Tahun 2018 lahirlah buku dengan judul “Model Pembelajaran Heart to Heart: Parents’ Letters Salah Satu Solusi Pembelajaran di Dalam Kelas”. Dari pengalaman mengajar menggunakan model pembelajaran ini, peneliti kemudian ingin mengetahui secara lebih mendalam juga ingin menguji secara empirik mengenai pengaruh model pembelajaran PAI berbasis Heart to Heart terhadap pembelajaran siswa SMA, dalam persepsi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode peneletian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap siswa. Peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Kota Cirebon, model pembelajaran ini dapat diaplikasikan tidak hanya pada pokok bahasan Taat dan Patuh pada Orang Tua. Menurut persepsi siswa, model pembelajaran PAI berbasis Heart to Heart memiliki empat pengaruh positif, yaitu Membantu Peserta Didik Memperbaiki Hubungan dengan Orang Tua, Membantu Peserta Didik dapat Berkomunikasi secara Terbuka, Membantu Peserta Didik Memperbaiki Karakter Menjadi Pribadi Lebih Baik, Membantu Peserta Didik Meningkatkan Motivasi Belajar.      
Pandangan Kritis atas Pencitraan sebagai Kompetensi dan Kompetensi Kecerdasan Spiritual Sebagai Soft Skill Ramadhani, Ashary; Sumarna, Cecep; Rosidin, Didin Nurul
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11: Special Issue No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i1.7264

Abstract

Kompetensi bukan ajang pertarungan lembaga pendidikan untuk menarik minat peserta didik. Kompetensi merupakan tanggungjawab seluruh lembaga pendidikan untuk mewujudkannya, sebab kompetensi merupakan bekal utama generasi menyongsong masa depan, kompetensi dirancang untuk menghadapi permasalahan dan tantangan zaman, masalah literasi peserta didik yang begitu rendah, integritas bangsa yang rendah karena literasi manusia yang mengarah kepada akhlak yang mulia rendah, hal inilah yang menyebabkan kecerdasan spiritual rendah, sementara lembaga pendidikan sibuk dengan pencitraannya bahwa bangunanya palimg megah, prestasi siswanya paling tinggi dan lulusannya paling baik, tidak melakukan penalaran kritis terhadap capaiannya dalam mengelola delapan standar pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual yang menjadi inti literasi dan kecerdasan majemuk. Berlatar keadaan itu dikaji bagaimana pandangan kritis terhadap pencitraan sebagai kompetensi dan kompetensi sebagai softskill. Metode yang digunakan untuk membahasian kajian ini dengan studi literatur dengan data berupa rahasia umum yang diketahui. Komptensi menjadi acuan standar pendidikan yang lainnya untuk mewujudkannya, kompetensi yang menjadi inti tujuan pendidikan nasional dan menjadi inti dari nilai pancasila adalah kompetensi kecerdasan spiritual, sebab kecerdasan ini menjadi soft skill yang terintegrasi nilainya tidak terpisahkan antara bersifat kemanusiaan dan bersifat ketuhanan, bukan saja urusan di dunia tetapi juga akherat, memberikan kemampuan nalar analitif juga nalar intuitif, diwujudkan dengan kurikulum pendidikan holistik integratif. Di akhir artikel diperoleh kesimpulan pencitraan dengan megahnya bangunan, banyaknya prestasi siswa dan kebanggaan terhadap alumni tidak identik dengan kompetensi, dan kompetensi kecerdasan spiritul menjadi softskill yang bersifat kemanusiaan dan ketuhanan itulah yang menjadi inti kompetensi, kecerdasan spiritual dirancang melalui delapan satandar pendidikan dan kurikulum holistik integratif dikukung dengan pendidikan rumah dan masyarakat.
Implementation Of The Concept Of Tafaqquh Fī Al Dīn In The Context Of Education At The Persatuan Islam Islamic Boarding School 27 Situaksan City Of Bandung Saefuddin, Acep; Rosidin, Didin Nurul; Djumhur, Adang
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 5 (2024): Journal of Pedagogi - October
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/r926ns35

Abstract

The concept of Tafaqquh Fī al-Dīn holds significant importance in Islamic education, emphasizing a deep understanding of religion that is applicable to everyday life. Islamic boarding schools pesantren play a crucial role in applying this concept, yet face major challenges in balancing tradition with modern demands. This study investigates the implementation of Tafaqquh Fī al-Dīn at Pesantren Persatuan Islam 27 Situaksan, Bandung, focusing on the understanding of the asatidz (teachers), its application within the school, student responses, challenges encountered, and its impact on the formation of Islamic character and knowledge. Previous research (Hefner, 2009; Steenbrink, 1986) highlights the dilemma faced by pesantren in maintaining tradition while embracing modern innovations. Using a descriptive qualitative approach, with interviews, observation, and document analysis, this study reveals that while the asatidz understand Tafaqquh Fī al-Dīn, its implementation is hindered by institutional factors, limited infrastructure, and lack of skilled human resources, aligning with Ahmad’s (2017) findings on educational modernization. Although students respond positively, time and physical limitations pose challenges. To sustain relevance in the modern era, further innovations are necessary, as proposed by Azra (2015) in his study on the transformation of Islamic education in Indonesia.
Muslim Social Movements in Cirebon and the Emergence of National Resistance Movements Against the Dutch Colonial Government in the Early 20th Century Indonesia Rosidin, Didin Nurul; Amalia, Mila; Sa'dudin, Ihsan; Safitri, Eka
Journal of Asian Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2022): Journal of Asian Social Science Research
Publisher : Centre for Asian Social Science Research (CASSR), Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jassr.v4i1.64

Abstract

The early twentieth century saw the emergence of Muslim social movements as a new model of resistance against the Dutch colonial rule in Indonesia. This model of the resistance movement was a response to various changes in politics, social and religious culture in the early decades of the 20th century due to dynamics within the Muslim community as well as the new policy of the colonial government. This article studies the emergence of Muslim social movements in Cirebon, West Java, and its impacts on the development of the Muslims’ resistance movement against the Dutch colonial rule in Indonesia. There have not been many studies of Cirebon's role in Islamic social movements in the early 20th century. Therefore, this article, using a historical method, attempts to contribute to this literature by examining social movements carried out by Muslims in Cirebon and their impacts on the emergence of resistance against Dutch colonial rule in Indonesia. The findings show that Cirebon, which was one of the main centres of early Islamic civilization in the Indonesian archipelago, played a prominent role in the emergence of Muslim social movements in early 20th century Indonesia. Various Muslim social organizations emerged in the area such as Sarekat Islam, Persarekatan Ulama, Nahdhatul Ulama, and Muhammadiyah. Although these social-religious organisations had differences or were in tension on various issues, their emergence succeeded in convincing the native people of the importance of a new strategy in their resistance against the long and hegemonic rule of the Dutch colonial government which had ruled the Cirebon region since the late 17th century.
The Manajemen Pembelajaran Berbasis Kelas Cerdas Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAIT Al-Multazam 2 Kabupaten Linggajati Kuningan Edi Gunarto; Hurriyah; Didin Nurul Rosidin
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v3i1.248

Abstract

This study aims to: 1) Describe Smart Classroom-based Learning Planning at SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati, 2) Describe Smart Classroom-based learning organization at SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati, 3) Describe Smart Classroom-based learning at SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati, 4) explanation of limitations on Smart Classroom-based learning at SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati, 4) Verifying evaluation in Smart Classroom-based learning at SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati. The method used in this study is qualitative research which seeks to solve problems encountered during research with data collection techniques through observation, interviews, and study documents. While the data analysis technique is done by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results obtained are: 1) The smart classroom-based learning process involves all levels of management in an institution so that the program runs well. Besides that, the teacher specifically also makes smart classroom-based learning plans contained in the lesson plans. 2) Organizing in a smart classroom includes organizing program implementation which is carried out by dividing team assignments, as well as organizing learning activities in class, which are also carried out for specific purposes. 3) In implementing smart classroom-based learning, the teacher optimizes the use of the smart classroom component to support the learning climate. 4) To carry out program control, it is carried out through evaluation meetings. Meanwhile, the control of learning activities in class is carried out through a systems approach and a behavioral approach. 5) Evaluation for smart classroom-based learning is carried out periodically both to assess the running of the program and to assess student learning outcomes in both cognitive, affective and psychomotor aspects.