Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecemasan Tenaga Kesehatan Saat Pandemi Di UPK Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulsel Nurul Rezeki Amaliyah; Nurul Ulfah Mutthalib; A. Mansur Solulipu
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 6 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i6.674

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan tipe baru virus corona 2 (SARS-CoV-2) dan dapat menyebar dengan cepat dari manusia ke manusia melalui kontak langsung. Gangguan mental yang terjadi pada pandemi COVID-19 adalah kecemasan, ketakutan, stres, depresi, panik, sedih, frustasi, marah dan penolakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecemasan Tenaga Kesehatan saat Pandemi COVID-19 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Pemerintah Provinsi Sulsel. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang berada di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kecemasan Tenaga Kesehatan saat Pandemi COVID-19 dengan nilai p = 0,033 < 0,05. Ada hubungan yang signifikan antara jenis profesi terhadap kecemasan Tenaga Kesehatan saat Pandemi COVID-19 dengan nilai p = 0,033 < 0,05. Ada hubungan yang signifikan antara ketersediaan APD terhadap kecemasan Tenaga Kesehatan saat Pandemi COVID-19 dengan nilai p = 0,048 < 0,05. Ada hubungan yang signifikan antara penerapan protokol kesehatan terhadap kecemasan Tenaga Kesehatan saat Pandemi COVID-19 dengan nilai p = 0,032 < 0,05.
Fatality Akibat Ledakan Ban Kendaraan Berat Di Sebuah Perusahaan Tambang Internasional Di Sulawesi Selatan Achmad, Putri Aulia; Nurul Ulfah Mutthalib; Ikhram Hardi S
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.1133

Abstract

Pada 21 Oktober 2022, di sentra pemeliharaan ban sebuah perusahaan tambang internasional di Sulawesi Selatan, sebuah ban kendaraan berat meledak hebat, menewaskan seorang pekerja secara mengenaskan. Penelitian ini berupaya mengungkap kronologi kecelakaan fatal tersebut dan langkah-langkah penanganan yang diambil oleh pihak perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui dokumentasi dan interview semi-structured dan dianalisa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (a) ledakan terjadi sesaat setelah reparasi dan pengisian angin ban dan (b) kasus tersebut ditangani oleh pihak perusahaan dalam 4 langkah; respon cepat, pelaporan, investigasi dan evaluasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa (a) proses reparasi ban yang diakhiri dengan pengisian angin menghadirkan unsafe condition (kondisi tidak aman) yang harus diwaspadai dan (b) penanganan oleh pihak perusahaan tidak hanya berorientasi pada pemecahan masalah yang ditimbulkan oleh kecelakaan fatal tersebut melainkan juga pada pencegahan terjadinya kasus serupa di masa mendatang.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Lamang, Khalishah Yun Safirah; Nur Ulmy Mahmud; Nurul Ulfah Mutthalib
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i2.1160

Abstract

Tidur adalah aktivitas yang akan dilakukan oleh setiap individu yang merupakan aktivitas manusia di kehidupan seseorang dan menjadi salah satu peranan penting dalam faktor kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada mahasiswa angkatan 2019 di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Jenis penelitian ini dengan pendekatan cross sectional dalam metode kuantitatif. Populasi sebanyak 148 mahasiswa dengan pengambilan sampel yaitu Non Probability Sampling teknik Purposive Sampling. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Data analisis menggunakan analisis univariate dan bivariate dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara variabel tingkat stress dengan kualitas tidur dimana diperoleh nilai (p=0,001 < α=0,05) dan ada hubungan antara variabel penggunaan gadget dengan kualitas tidur dimana diperoleh nilai (p=0,003 < α=0,05) sedangkan variabel kebiasaan konsumsi kopi tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan kualitas tidur dimana nilai yang diperoleh (p=1,000 > α=0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara variabel tingkat stress dan penggunaan gadget dengan kualitas tidur sedangkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara variabel kebiasaan konsumsi kopi dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Perawat RSUP DR. Tadjuddin Chalid Makassar Wafiq Azizah; Mansur Sididi; Nurul Ulfah Mutthalib; Een Kurnaesih
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.1558

Abstract

Keselamatan Produktivitas ialah penanda utama untuk kemajuan industri, sebab kenaikan produktivitas bisa tingkatkan laju perkembangan perekonomian industri. Industri wajib sanggup mempertahankan serta tingkatkan produktivitas pekerjanya secara optimal demi terwujudnya tujuan yang akan dicapai oleh industri. Rendahnya produktivitas kerja ialah permasalahan yang butuh dicermati oleh industri sebab dapat pengaruhi mutu serta kuantitas industri tersebut. Tidak hanya produktivitas kerja pekerja, terdapat salah satu perihal yang wajib jadi atensi ialah keselamatan serta kesehatan kerja( K3). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional . Dengan demikian sampel diperoleh dengan menggunakan purpose sampling sebanyak 97 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan survei. Penjabaran data melalui uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (alpha= 0.05). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh antara produktifitas kerja dengan keselamatan  kerja sehingga diperoleh nilai p = 0,000 < 0,005, ada pengaruh antara produktifitas kerja dengan kesehatan kerja sehingga diperoleh bahwa nilai p value = 0.000 < 0.05 di RSUP Dr. Tadjuddin Khalid Kota Makassar Tahun 2022. Penelitian ini menyarankan agar pimpinan rumah sakit meningkatkan tingkat kesehatan dan ksealamatan kerja pegawai dengan memastikan lokasi kerja steril dan bebas dari potensi bahaya.
Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Pada Buruh Pengangkut Di Pabrik Gula Arasoe PT. Perkebunan Nusantara XIV Kabupaten Bone Ananda Putri, Nur Fadilla; Ayu Puspitasari; Nurul Ulfah Mutthalib
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i3.1626

Abstract

Keluhan muskuloskeletal (MSDs), merupakan Keluhan bagian otot rangka, manusia mengalami gangguan dari sangat ringan hingga sangat menyakitkan. Penyakit muskuloskeletal yang umum dialami pekerja industri adalah nyeri pergelangan tangan, nyeri leher, nyeri punggung, dan nyeri pada siku dan kaki. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja buruh pengangkut di pabrik gula arasoe PT. Perkebunan Nusantara XIV Kabupaten Bone. Pada penelitian ini, merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.  Populasi pada penelitian ini adalah seluruh buruh pengangkut pada bagian gudang di pabrik gula arasoe PT. Perkebunan Nusantara Kabupaten Bone dengan sampel penelitian sebanyak 40 orang yang diambil dengan menggunakan metode total sampling. Data diperoleh dari hasil pembagian kuesioner dan wawancara dengan responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 variabel yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal,  yaitu kekuatan fisik (p=0,000), suhu (p=0,000), dan aktivitas berulang (p=0,011). sedangkan yang tidak berhubungan, yaitu kebiasaan merokok (p=0,259).
Gambaran Penderita Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Sewo Kabupaten Soppeng Kurniawan, Akmal; Nurul Ulfah Mutthalib; Sartika
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i2.1792

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima dalam keadaan cukup istirahat atau tenang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita hipertensi pada pasien rawat jalan di puskesmas sewo kabupaten soppeng tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Besar sampel sebanyak 135 langsia dengan jumlah sampel penelitian dihitung dengan menggunakan rumus Lemeshow. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling.. Hasil penelitian menujukkan bahwa ada hubungan antara obesitas dengan hipertensi  dengan p (value) = 0,226, ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi dengan p (value) = 0,113, dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan hipertensi dengan p (value) = 0,000 Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara obesitas dengan hipertensi , ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi, dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan hipertensi. Peneliti menyarankan Untuk kedepannya bagi puskesmas agar lebih meningkatkan peran serta Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) dalam masyarakat.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pekerja Facade (Pemasangan Kaca) Di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar Ratasya Rahmatullah Rahim; Nurul Ulfah Mutthalib; Ella Andayanie
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2078

Abstract

International Labour Organization (ILO) tahun 2019, Sebuah proyek memiliki peraturan untuk seluruh pekerja diwajibkan untuk memeriksakan tekanan darah sebelum memulai pekerjaan. Hal ini sebagai bentuk pencegahan kecelakaan kerja di ketinggian Kasus kematian secara global 5-7% mengalami peningkatan. Diperkirakan terdapat 1.000 orang meninggal akibat kecelakaan kerja, 6.500 orang meninggal akibat penyakit akibat kerja dan 7.000 pekerja meninggal karena tindakan tidak aman serta kondisi tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi dengan stress kerja, kebiasaan merokok, pola makan dan aktivitas fisik pada pekerja façade (pemasangan kaca) di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja façade (pemasangan kaca) di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar yang berjumlah 74 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan stress kerja dengan kejadian hipertensi (p-value =0,822 >0,05%). Ada hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi (p-value=0,001 <0,05%). Tidak ada hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi (p-value=0,120 >0,05%). Ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p-value= 0,022>0,05%). Dari hasil penelitian ini diharapkan pihak perusahaan lebih memperhatikan dan mempastikan lingkungan kerja yang aman bagi pekerja dan pekerja façade yang bekerja di ketinggian wajib memiliki peralatan dan perlindungan yang memadai.
PELATIHAN PEER EDUCATOR UNTUK PENCEGAHAN DAMPAK KESEHATAN KAWIN ANAK DI SMAN 13 PUCAK, TOMPOBULU MAROS Ulfah Mutthalib, Nurul; Syahrul, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.63-67

Abstract

Perkawinan anak menjadi salah satu permasalahan sosial yang pelik di Indonesia. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, diperoleh data tingginya angka perkawinan di usia anak di Kabupaten Maros pada tahun 2021. Pernikahan dini di Kabupaten Maros kerap terjadi di daerah pelosok, seperti di Desa Majannang, desa Pucak, dan beberapa desa  lain di Kabupaten Maros sulawesi Selatan. Tim pengusul ingin membantu mengatasi permasalahan kawin anak di Desa Pucak dengan melaksanakan pelatihan Peer Educator di SMAN 13 Pucak, Tompobulu Kab. Maros dengan tujuan mengurangi angka perkawinan anak di Kab. Maros dan mencegah dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh perilaku kawin usia anak. Hasil akhir kegiatan program pengabdian IbM ini diharapkan terbentuk peer educator yang mampu mengedukasi teman sebayanya di sekolah agar tidak melakukan praktik kawin di usia anak.Metode yang dilakukan berupa ceramah, diskusi, tanya jawab, role play dan simulasi. Yang didahului pre test dan evaluasi melalui post test, serta evaluasi kemampuan peer edukasi kepada teman sebaya melalui realisasi Rencana Tindak Lanjut.
Hubungan Pola Pengasuhan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Umur 6-59 Bulan Di Kelurahan Mangasa Husnul Khaeriyah Sogalrey; Nurul Ulfah Mutthalib; Mansur Sididi
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/qjf1ac49

Abstract

Stunting, a nutritional issue in toddlers that has not been adequately addressed, is the focus of this study. A person is considered stunted if their Height-for-Age (H/U) Z-score is below -2SD (standard deviation). In accordance with the Sustainable Development Goals (SDGs), it is hoped that by 2030, all types of malnutrition will be overcome, including reducing stunting and wasting rates in toddlers, in line with the global targets set until 2025. The World Health Organization (WHO) estimates that the prevalence of stunting worldwide reached 22% in 2020, affecting approximately 149.2 million toddlers. This study, which employed a quantitative method with a cross-sectional study design, focused on 68 toddlers, of whom 47 were identified as stunted. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test to evaluate the relationship between existing variables. The research findings show that there is no significant relationship between dietary patterns and the incidence of stunting (p = 0.526) in toddlers aged 6-59 months in Mangasa Village, Makassar City. Similarly, there was no relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (p = 0.676) in toddlers of the same age range in Mangasa Village, Makassar City. Likewise, there is no relationship between maternal support in health service practices and the incidence of stunting (p = 0.630) in toddlers aged 6-59 months in Mangasa Village, Makassar City. This study revealed that among dietary patterns, exclusive breastfeeding, and maternal support in health services, there is no significant relationship related to stunting in children aged 6 to 59 months in Mangasa Village. These findings have the potential to shape future policies and interventions. The community is encouraged to continue providing exclusive breastfeeding and maintaining a balanced diet to support maternal and child health, increase family support in child care, and utilize health services such as integrated health posts (posyandu) and community health centers regularly.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Kelurahan Mangasa Kota Makassar Mutthalib, Nurul Ulfah; Ernasari
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 14 No 3 (2025): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The incidence of stunting in the world reaches 22%, more than half is from Asia. The Indonesian Ministry of Health, 2023 reported that the prevalence of stunting in 2022 was 21.6%. SSGI 2022 noted that South Sulawesi was the 10th highest of stunting in Indonesia (27.2%). Mangasa Health Center is the highest contributor stunting (202) in 2024.Objective: To analyze the risk factors of stunting in Mangasa Village, Tamalate Sub-district, Makassar City.Methods: It is the observational research with case control design. The population was 960 people, a sample of 24 stunting toddlers and 24 non-stunting toddlers using purposive sampling technique and instruments using questionnaires.Results: The results showed that the variables of feeding practices (OR: 0.217 CI (LL: 0.022, UL: 2.108)), psychosocial stimuli (OR: 0.455 CI LL: 0.075, UL: 2.756), Environmental Sanitation (OR: 0.716 CI LL: 0.716), UL: 2.229) and Occupant hygiene behavior (OR: 0.429 CI LL: 0.302, UL: 0.608) are not risk factors for stunting in Mangasa Makassar but as protective factors which can prevent stunting.Conclusion: All variables are not risk factors but protective factors. Promotive, preventive and advocacy efforts to be further enhanced in the Mangasa Village area of Makassar City.