Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Media Video Animasi untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Materi Kubus dan Balok pada Siswa Kelas IV Dhea Ramadhani; Riza Fatimah Zahrah; Dudung Suryana
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 4: September 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i4.76509

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar matematika dan dominannya pembelajaran konvensional pada materi kubus dan balok. Penelitian bertujuan mendeskripsikan penerapan media video animasi serta menganalisis peningkatan minat belajar matematika. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart ini dilaksanakan pada semester genap TA 2025/2026 di SD Negeri Sindanggalih. Subjek penelitian mencakup 34 peserta didik kelas IV (15 laki-laki dan 19 perempuan). Alur penelitian terdiri atas tahap pra-tindakan, Siklus I, dan Siklus II melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, serta refleksi. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar 12 butir, lembar observasi, penilaian modul ajar, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata minat belajar secara klasikal meningkat dari 60,54% (pra-tindakan/kurang berminat) menjadi 73,71% (Siklus I/berminat), dan mencapai 87,19% (Siklus II/sangat berminat). Kualitas modul ajar mencapai 95,65%, aktivitas guru 95,00%, dan aktivitas peserta didik 95,00%. Disimpulkan bahwa penerapan media video animasi yang dipadukan dengan fasilitasi guru terstruktur secara efektif dapat meningkatkan minat belajar matematika materi kubus dan balok di kelas IV SD Negeri Sindanggalih.
Pengaruh Contextual Teaching and Learning terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Gaya Kelas IV Sekolah Dasar Dewi Nurzanah; Rizki Hadiwijaya Zulkarnaen; Dudung Suryana
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 4: September 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i4.76605

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep IPA materi gaya di SDN Sindanggalih disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang berorientasi hafalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pemahaman konsep gaya siswa. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen berdesain Time Series Design. Subjek penelitian mencakup 34 siswa kelas IV SDN Sindanggalih melalui teknik sampling jenuh. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2025/2026 di Kota Tasikmalaya. Alur penelitian meliputi tahap pretest, perlakuan CTL selama tiga pertemuan, dan posttest. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes uraian tujuh butir valid (r=0,408 -- 0,725), reliabel (Alpha=0,737), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, dan paired-samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan rerata pretest 48,41 (SD=8,525; min = 28; max = 67) meningkat pada posttest menjadi 84,24 (SD=7,316; min = 64; max = 96). Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (ppre =0,343; ppost =0,081). Pengujian hipotesis menggunakan paired-samples t-test menghasilkan selisih rerata -35,824 dengan signifikansi p<0,001. Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa model Contextual Teaching and Learning berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep gaya siswa kelas IV SDN Sindanggalih melalui pengaitan materi ilmiah dengan pengalaman bermakna kehidupan sehari-hari.
PENERAPAN REWARD VERBAL DAN NON-VERBAL DALAM MENDUKUNG MOTIVASI BELAJAR SISWA Sabma Dwi Nov; Dudung Suryana; Winarti Dwi Febriani
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i4.16010

Abstract

This study aimed to describe the implementation of verbal and non-verbal rewards, students’ learning motivation, and their responses to rewards during Indonesian language lessons on narrative texts in Grade IV at SDN Tanjung. The study employed a descriptive qualitative approach. The participants consisted of one Grade IV teacher and eleven students, five of whom were selected for in-depth interviews. Data were collected through classroom observations conducted over two sessions, semi-structured interviews, and documentation. Data trustworthiness was examined through source and technique triangulation, while data analysis involved data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicated that verbal rewards included praise, reinforcement of students’ answers, verbal encouragement, and positive feedback. Non-verbal rewards included smiles, thumbs-up gestures, applause, eye contact, high-fives, and stickers or star symbols. Students displayed varying levels of learning motivation in terms of active participation, attention, enthusiasm, confidence, and perseverance. Their responses to rewards were generally positive, as reflected in feelings of happiness, appreciation, greater self-confidence, and willingness to participate in classroom activities. These findings suggest that verbal and non-verbal rewards can serve as forms of positive reinforcement to support student engagement in Indonesian language learning. However, students’ responses varied, indicating the importance of adapting rewards to individual characteristics and learning needs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan reward verbal dan non-verbal, motivasi belajar siswa, serta respons siswa terhadap pemberian reward dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks cerita di kelas IV SDN Tanjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas IV dan 11 siswa, dengan lima siswa dipilih sebagai informan wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi selama dua pertemuan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward verbal diberikan melalui pujian, penguatan jawaban, motivasi lisan, dan umpan balik positif, sedangkan reward non-verbal berupa senyuman, acungan jempol, tepuk tangan, kontak mata, high-five, serta stiker atau tanda bintang. Motivasi belajar siswa bervariasi pada aspek keaktifan, perhatian, antusiasme, keberanian, dan ketekunan. Respons siswa cenderung positif, ditandai dengan perasaan senang, merasa dihargai, meningkatnya kepercayaan diri, serta kesediaan berpartisipasi. Temuan ini menunjukkan bahwa reward verbal dan non-verbal dapat digunakan sebagai bentuk penguatan positif untuk mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran.