Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Materi Keberagaman Sosial Dan Buadaya Di Kelas IV Sekolah Dasar Maria Angela Abuk; Moh. Farid Nurul Anwar; Muh. Fauzy Emqi; M. Rifa'i
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i2.14726

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada materi Keberagaman Sosial dan Budaya di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan berupa keterbatasan bahan ajar yang kontekstual serta kurangnya integrasi nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan siswa cenderung memahami materi secara konseptual tanpa mampu mengaitkannya dengan realitas sosial di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang dapat mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks budaya lokal agar pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Kota Malang pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi Keberagaman Sosial dan Budaya kelas IV sekolah dasar yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas IV SDN Tunggulwulung II Kota Malang. Teknik pengumpulan data meliputi angket validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, angket respons peserta didik, serta tes hasil belajar untuk mengukur keefektifan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh tingkat kevalidan yang tinggi dengan persentase validasi ahli materi sebesar 90%, ahli media 87%, dan ahli bahasa 88%, yang termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan respons peserta didik sebesar 90% dengan kategori sangat praktis. Sementara itu, hasil uji coba kelompok besar menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 92% yang termasuk dalam kategori sangat efektif. Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Kota Malang dinyatakan layak dan efektif digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI MODEL FAN AND PICK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MATERI KERJA SAMA DI LINGKUNGANKU KELAS IV DI SEKOLAH DASAR Maria Anita Bhibha; Moh. Farid Nurul Anwar; Muh. Fauzy Emqi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48519

Abstract

According to the actual conditions obtained by the data, some of the fourth grade students of SDN Merjosari 3 have not shown complete mastery of the material for each of their basic competencies, especially the field of Pancasila education study on cooperation on my environment. This is evidenced by the fact that there are still many student who have not reached the KKM. In this case, the Fan and Pick learning model is used as one of the learning models that can overcome this problem. This study uses the Classroom Action Research (CAR) type of research which has 2 cycles that have 4 stages, namely (1) initial planning, (2) implementation of actions, (3) observation, and (4) reflection. The results of observations of teacher teaching activities in cycle I and cycle II, in cycle I the observation results were 66,67% so that it was in the less category. In cycle II there was an increase, namely the observations results were 94,44% so that it was in the very good category. The results of observations of students learning avctivities in cycle I and cycle II, in cycle I the observation results were 66,67% with the less category. In cycle II there was an increase, namely the observation results were 88,89% so that it was in the good category. Student learning results in cycle I and cycle II, in cycle I only obtained 61,53% with the less category and in cycle II there was an in increase in learning results, namely obtaining 84,61%  with the good category.