Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL DIVERSITA

Hubungan antara Manajemen Waktu dengan Kecenderungan FoMO selama Pandemi COVID-19 pada Ibu Bekerja Yara Andita Anastasya; Nur Afni Safarina; Safuwan Safuwan
Jurnal Diversita Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v7i1.4530

Abstract

Masa pandemi COVID-19 memunculkan banyak tantangan, salah satunya dialami oleh ibu bekerja. Ibu bekerja mengalami tantangan dalam hal membagi waktu, antara pekerjaan kantor dan pekerjaan domestik, di mana kedua hal tersebut harus selesai dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Satu sisi, ibu harus mengecek serta standby melihat notifikasi dari handphone terkait pekerjaan kantor, sedangkan di saat bersamaan ibu juga harus mampu menyelesaikan pekerjaan domestik seperti mengurus keperluan rumah hingga mengasuh serta merawat anak. Tentunya hal ini akan mengerucut pada satu variabel psikologis yaitu pentingnya manajemen waktu bagi ibu bekerja sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan kantor dan pekerjaan domestik dengan maksimal serta tepat waktu. Indikator seseorang mampu memaksimalkan manajemen waktu ialah ketika mampu mengatur waktu serta memprioritaskan hal penting dan menjalankannya dengan baik sehingga tidak mengalami kendala atau hambatan. Hasil penelitian berdasar hasil uji korelasi Pearson Correlation memperlihatkan nilai signifikansi (sig.) 0.206 yaitu > 0,05 maka tidak terdapat hubungan signifikan antara manajemen waktu dengan kecenderungan FoMO selama pandemi COVID-19 pada ibu bekerja.
Regulasi Emosi pada Korban Bullying di Dayah Terpadu Kota Lhokseumawe Julistia, Rini; Muna, Zurratul; Anastasya, Yara Andita; Natasya, Aulia; Husna, Mawardatul
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12838

Abstract

Salah satu dampak yang ditimbulkan pada korban bullying adalah kurangnya kemampuan individu dalam meregulasi emosi yang ada pada diri mereka. Ketidakmampuan mengelola emosi dapat menyebabkan korban bullying melakukan hal-hal negatif yang akhirnya berdampak buruk pada diri individu. Sehingga sangat penting bagi korban bullying untuk dapat meregulasi emosinya secara tepat. Regulasi emosi merupakan suatu hal yang penting untuk mengendalikan perasaan atau emosi-emosi tidak baik dalam diri korban bullying, sehingga tidak berpengaruh pada aktivitas yang lain dalam mencapai tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran regulasi emosi pada korban bullying di Dayah Terpadu Kota Lhokseumawe. Dengan jumlah 384 subjek. Metode penelitian kuantitatif deskriptif, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability non sampling dengan jenis teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santri korban bullying memiliki regulasi diri yang rendah yaitu sebesar 57%. Hal ini berkaitan dengan kemampuan remaja dalam mengelola stress dan tekanan yang muncul akbibat dari bullying sehingga belum dapat mengontrol emosi dan sensitive.  sedangkan sebagain kecil santri korban bullying memiliki regulasi diri yang tinggi yaitu sebesar 41% yang menunjukkan santri memiliki pemikiran yang positif yang dapat membantunya dalam mengelola, mengenali dan juga mengekspresikan emosi ketika dihadapkan dengan situasi yang penuh tekanan.
Kepuasan Pernikahan Pasangan yang Menjalani Long Distance Marriage Marital Satisfaction Julistia, Rini; Muna, Zurratul; Anastasya, Yara Andita; Maszura, Leni; Astuti, Widi; Fissilmi, Siti Rahiel; Syahputra, Muhammad Fadillah
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.16012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pernikahan pada pasangan yang menjalani long distance marriage (LDM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling, melibatkan 385 responden yang sedang menjalani LDM. Instrumen yang digunakan adalah Skala Kepuasan Pernikahan berdasarkan teori Fowers dan Olson (1993). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi (N = 49,6%), dengan aspek aktivitas bersama sebagai faktor yang dominan (61,6%) dan aspek komunikasi yang memperoleh kategori rendah (26%). Analisis berdasarkan jenis kelamin menunjukkan tingkat kepuasan pernikahan perempuan yang lebih tinggi daripada laki-laki, hal ini perempuan lebih cenderung menyesuaikan diri secara emosional dan memiliki kemampuan coping yang lebih baik dalam menghadapi dinamika relasi jarak jauh. Selain itu, analisis berdasarkan lama LDM menunjukkan responden yang menjalani LDM lebih dari lima tahun memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi dibandingkan kelompok lainnya, hal ini didukung oleh komitmen yang kuat, kemampuan adaptif, serta kemampuan dalam menyelesaikan masalah bersama. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan dapat terjaga meskipun secara fisik terpisah.