Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Inovasi Pembelajaran Game Studies Pada Materi Fiqih Di MA Darut Taqwa Purwosari Pasuruan Siti Aisyah Urifah; Ahmad Ma’ruf; Muhammada
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/q8whxz47

Abstract

This study aims to propose an innovation in the use of game studies as a medium for learning Islamic jurisprudence (fiqh) at MA Darut Taqwa Purwosari Pasuruan. The background is the need for more engaging, interactive, and relevant learning methods for today's digital generation. By utilizing a game-based approach, students are not only encouraged to understand the theoretical principles of Islamic jurisprudence but also experience practical learning through simulations, scenarios, and ethically based choices that depict real-life situations in everyday life. The game development method in this study is adapted to the fiqh material taught at the MA level. The game's level design is designed to present fiqh scenarios, such as buying and selling practices, acts of worship, transactions, and contemporary issues. Each level presents reflective questions and alternative course of action, encouraging students to think critically while internalizing Islamic legal values. This makes fiqh learning more lively, contextual, and enjoyable, and can increase student motivation in understanding material previously considered difficult or boring. The results show that the application of game studies in fiqh learning can have a positive impact on student engagement and understanding. This innovation opens up new perspectives on the immense potential of games in Islamic religious education, particularly in teaching fiqh (Islamic jurisprudence) in a way that is more relevant to the needs of the younger generation. Thus, this research provides an important foundation for further development in the use of games as an innovative medium in fiqh studies, while also addressing the challenges of education in the digital age. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan inovasi dalam penggunaan game studies sebagai media pembelajaran fiqih di MA Darut Taqwa Purwosari Pasuruan. Latar belakangnya adalah kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan generasi digital saat ini. Dengan memanfaatkan pendekatan berbasis game, siswa tidak hanya diajak untuk memahami prinsip-prinsip fiqih secara teoritis, tetapi juga dapat merasakan pengalaman belajar yang aplikatif melalui simulasi, skenario, dan pilihan-pilihan berbasis etika yang menggambarkan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengembangan game dalam penelitian ini disesuaikan dengan materi fiqih yang diajarkan di tingkat MA. Desain level dalam game dirancang sedemikian rupa sehingga menampilkan skenario fiqih, seperti praktik jual beli, ibadah, muamalah, dan masalah kontemporer. Setiap level menyajikan pertanyaan reflektif dan alternatif pilihan tindakan, sehingga mendorong siswa untuk berpikir kritis sekaligus menginternalisasi nilai-nilai hukum Islam. Hal ini membuat pembelajaran fiqih lebih hidup, kontekstual, dan menyenangkan, serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam memahami materi yang sebelumnya dianggap sulit atau membosankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan game studies dalam pembelajaran fiqih mampu memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Inovasi ini membuka perspektif baru tentang potensi besar game dalam pendidikan agama Islam, terutama dalam mengajarkan fiqih dengan cara yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi muda. Dengan demikian, penelitian ini memberikan landasan penting untuk pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan game sebagai media inovatif dalam studi fiqih, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era digital.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TAQRAR FIQIH BERBASIS TEORI CLASSICAL CONDITIONING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SANTRI ASRAMA D PESANTREN NGALAH PASURUAN Lailatul Fitriah; Muhammada; Ahmad Ma’ruf; Ahmad Yusuf
al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/alt.v9i2.7390

Abstract

The field research aims to describe the development of Ivan Pavlov's classical conditioning theory by providing rewards to create an increase in students' learning outcomes in learning taqrar fiqh. This research focuses on a qualitative research approach with a descriptive approach that uses data collection techniques through observation, interviews and documentation. This research case study was carried out in dormitory D of the Ngalah Pasuruan Islamic Boarding School which focused on 2 taqrar fiqh classes. The results of this research show that classical conditioning theory influences the improvement of students' learning outcomes in learning taqrar fiqh. This is marked by a change in each individual student who has enthusiasm and interest in learning, thus creating exemplary students. The implication of this research is that classical conditioning theory can be applied to other materials to produce increased learning outcomes in all materials.
Konsep Pendidikan Islam sebagai Alternatif Pendampingan Rehabilitasi Santri di Pondok Rehabilitasi Narkoba Islahul Jeil Gerbo Purwodadi Pasuruan Zakiyatul Fitriyah; Ahmad Ma’ruf dan Asrul Anan
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Khidmatuna (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.951 KB)

Abstract

Dalam menerapkan konsep pendidikan Islam dalam upaya rehabilitasi, pondok Islahul Jeil telah menuangkannya dalam bentuk program rehabilitasi, jadwal harian dan kurikulum yang telah ada. Para santri diajarkan dan dibiasakan untuk disiplin dalam beribadah dan dalam beraktifitas sehari-hari, serta mumpuni dalam bidang agama. Pondok Islahul Jeil memiliki program rehabilitasi yang berlandaskan pendidikan Islam dengan bermanhaj Salafus Shalih yang berpedoman pada al-Qur’an dan as-Sunnah, namun juga tidak lepas dari bantuan medik. Melalui program-program rehabilitasi tersebut akan berujung pada upaya menyadarkan dan meyakinkan seluruh santri akan fitrah dan tanggungjawabnya yang dimiliki sebagai manusia yaitu: Pertama, sebagai makhluk yang mulia; Kedua, sebagai khalifah di bumi; Ketiga, sebagai makhluk paedagogik.
Model Pendidikan Karakter Dalam Membentuk Toleransi Santri Asrama I Di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Rahma Nur Aisyah; M. Jamhuri; Ahmad Ma’ruf; M. Anang Solikhuddin
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/y4gckt37

Abstract

Character education is everything that is positive about everything that educators do and has an influence on the character of the students they teach. Character education is a conscious and serious effort by educators to teach values ​​to their students. According to John W. Santrock Character education is education that is carried out with a direct approach to students to instill moral values ​​and provide lessons to students about moral knowledge in an effort to prevent prohibited behavior. Character education is an effort made by teachers to influence the character of their students, teachers assist students in the formation of character or the formation of good personalities. Therefore, the teacher's behavior, the way the teacher delivers the material, the way the teacher communicates or interacts with students must be really considered, because the teacher is a role model for students. Character education teaches moral and ethical values ​​that must be applied in everyday life, such as honesty, discipline, responsibility, cooperation, empathy and respect. This study uses a qualitative approach, the study shows that the character education model in Dormitory I of Ngalah Islamic Boarding School is carried out through three main approaches: inculcating inclusive Islamic values, exemplary behavior from the ustadz and ustadzah, and dormitory activities that emphasize cooperation and dialogue between students. The values ​​of tolerance are instilled through the practice of living together, discussions across backgrounds, and conflict resolution through deliberation. This model has proven effective in forming the character of students who are tolerant, open, and able to live harmoniously in diversity. Abstrak Pendidikan karakter adalah segala hal yang positif dengan apa saja yang dilakukan oleh pendidik dan berpengaruh pada karakter anak didik yang diajarnya. Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari pendidik untuk mengajarkan nilai-nilai kepada anak didiknya. Menurut John W. Santrock, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dan memberikan pelajaran kepada murid mengenai pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang yang dilarang. Pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mempengaruhi karakter siswanya, guru memantu siswa dalam pembentukan watak atau pembentukan kepribadian yang baik. Maka dari itu, perilaku guru, cara guru dalam menyampaikan materi, cara guru berkomunikasi atau berinteraksi dengan siswa harus benar-benar di perhatikan, karena guru menjadi seorang teladan bagi siswa. Pendidikan karakter mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, empati dan rasa hormat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan karakter di Asrama I Pondok Pesantren Ngalah dilakukan melalui tiga pendekatan utama: pembiasaan nilai-nilai keislaman yang inklusif, keteladanan dari para ustadz dan ustadzah, serta kegiatan keasramaan yang menekankan kerja sama dan dialog antarsantri. Nilai-nilai toleransi ditanamkan melalui praktik hidup bersama, diskusi lintas latar belakang, serta penyelesaian konflik secara musyawarah. Model ini terbukti efektif dalam membentuk karakter santri yang toleran, terbuka, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman
Inovasi Model Pembelajaran Joyfull Learning pada Materi Pendidikan Agama Islam di SDN Sengon II Purwosari Alifia Intan Karima; Ahmad Ma’ruf; Muhammada
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i2.1427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi inovasi dan memahami pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan metode belajar Joyfull Learning dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDN Sengon II Purwosari. Metode belajar Joyfull Learning ini memiliki peran penting dalam meningkatkan minat belajar siswa, dan juga memotivasi siswa melalui metode belajar yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan penyajian data penelitian, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Dalam model pembelajaran Joyfull Learning ini banyak sekali yang bisa dilakukan oleh guru kepada siswa agar proses belajar materi PAI tidak terkesan membosankan karena banyak yang mengira pembelajaran PAI monoton, tidak asyik. Maka dari itu guru sebagai tenaga pendidik berupaya menginovasi pola ajar agar tercipta kondisi kelas yang menyenangkan. Agar siswa dapat secara cepat menangkap materi dan tidak dalam perasaan yang tertekan. Namun dalam pelaksanaan Joyfull Learning ini sendiri guru juga harus bisa menguasai kelas agar bisa membawa suasana kelas menjadi hidup dan tidak terksesan mati dikarenakan praktik pembelajaran yang salah.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BAHASA ARAB UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN BILINGUAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN NURUL HUDA SINGOSARI MALANG Moh Robby Yasir; Ahmad Ma’ruf
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.684

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode pembelajaran bahasa Arab di pesantren dan dampaknya terhadap kecerdasan bilingual santri, dengan harapan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan kurikulum serta strategi pengajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan literasi keagamaan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung di Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda Singosari, Malang. Pemilihan lokasi didasarkan pada keberhasilan program bahasa Arab pesantren tersebut, yang terbukti melalui alumni yang berhasil memperoleh beasiswa studi ke Kairo, Mesir. Penelitian di Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda mengkaji model pembelajaran bahasa arab yang terintegrasi antara hafalan mufradat, hiwār, dan qawāʿid. Meski sistematis, implementasinya menghadapi kendala pengajar, adaptasi santri baru, evaluasi program, dan masalah non-akademik. Solusinya meliputi pendekatan edukatif, pembinaan keamanan, serta integrasi akademik dan pengasuhan untuk efektivitas pembelajaran. Model pembelajaran bahasa Arab di pesantren terbukti efektif mengembangkan kecerdasan bilingual santri melalui pendekatan kontekstual, praktik berbahasa aktif, dan integrasi lingkungan. Strategi ini meningkatkan kompetensi linguistik, kognitif, afektif, serta karakter santri. Dukungan kurikulum, peran guru, dan metode berbasis multiple intelligences menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan bahasa dan pembentukan karakter islami yang adaptif.
Model Punishment dan Reward Berbasis Edukatif untuk Merubah Perilaku Santri Pondok Pesantren Ngalah Amir Afandi Najhan; Ahmad Ma’ruf; Muhammada; Saifullah
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 9 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i9.2615

Abstract

This research aims to assist the Ngalah Islamic Boarding School in improving the nation's intelligence, both science, skills and morals. This research method uses qualitative research, this type of research (field Research) is research conducted in the field. Therefore, it can be concluded that Punishment and Reward can be a better learning for students at the Ngalah Islamic Boarding School.
Pengembangan Metode Demonstrasi pada Pembelajaran PAI Untuk Anak Disabilitas di SLBN Pandaan Pranesti Dini Afiarohma; Askhabul Kirom; Ahmad Ma’ruf
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 10 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i10.2816

Abstract

This research aims to develop demonstration methods in the teaching of Islamic Religion Education for children with disabilities at the State Extraordinary School of Pandaan. The demonstration method is chosen for its ability to convey material visually and practically, which can enhance the understanding and involvement of students with special needs. This research uses qualitative research. Data collection is done through observations, interviews, and documentation. The results of the study show that the demonstration method is effective in improving understanding of the basic concepts of PAI among students with various types of disabilities, such as tunarung and tunagrahita. The application of this method also contributes positively to the learning motivation and active involvement of students in the learning process. Based on these findings, it is suggested that demonstration methods be more widely integrated into the curriculum of Islamic Religious Education at the State Extraordinary School of Pandaan and other extraordinary schools, with suitable adaptations to meet the individual needs of students.
Implementasi Pembelajaran Tahfidzul Qur’an untuk Meningkatkan Karakter Qur’ani Siswa SMP Nurul Qudus Beji Pasuruan Muhammad Fuad Zamroni; Ahmad Ma’ruf
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 7 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i7.8235

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Tahfidzul Qur’an learning program and its impact on shaping Qur’anic character among students at SMP Nurul Qudus Beji, Pasuruan. Tahfidz education is regarded as a strategic effort in developing religious, disciplined, responsible, and morally upright Muslim individuals. The research employs a qualitative approach using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Tahfidzul Qur’an program is integrated into the school curriculum, with class groupings based on students’ skill levels. Various memorization methods are used, including wahdah, talaqqi, takrir, and tasmi’, with a structured schedule to support learning consistency. The program contributes not only to improving students’ Qur’anic memorization but also significantly shapes their character—especially in aspects of discipline, responsibility, politeness, and spiritual awareness. Moreover, a collaborative learning environment encourages peer support and shared motivation. Despite existing challenges, such as low student motivation, time constraints, and internal or external distractions, dedicated teacher strategies and adaptive methods play a vital role in overcoming them. This research affirms that the Tahfidzul Qur’an program is an effective medium for cultivating a Qur’an-centered generation amidst modern challenges.