Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) BERBASIS GREEN CHEMISTRY PADA MATERI TITRASI KONDUKTOMETRI Edita Putri, Chindy; Sanjaya, Sanjaya
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i2.4317

Abstract

Laboratory practicum plays crucial role in chemistry education, yet current materials for conductometric titration lack green chemistry integration, hindering sustainable learning. This study aimed to analyze needs for developing Student Worksheet (LKM) based on green chemistry for conductometric titration in Physical Chemistry Practicum 2. Using descriptive method with qualitative-quantitative approach, population comprised Chemistry Education students at Sriwijaya University who completed the course, with purposive sample of 45 students, 1 lecturer, and 1 lab technician. Instruments included 12-item needs analysis questionnaire and semi-structured interviews, analyzed via descriptive percentages and qualitative thematic reduction. Results showed high student enthusiasm (95.6-97.7%) but low concept understanding (51.1% unclear, 60% found modules difficult), with 68.9% reporting no green chemistry integration despite 84.1% awareness and 100% agreement on its importance. Notably, 95.6% supported LKM development. In conclusion, green chemistry-based LKM is urgently needed to bridge knowledge-practice gaps and enhance sustainable practicum learning.
HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DAN RELIGIUSITAS TERHADAP RESILIENSI PADA IBU-IBU PENGAJIAN MAJELIS ZIKIR AN-NISA Latifah, Latifah; Handayani, Eka Sri; Sanjaya, Sanjaya
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i01.62-72

Abstract

Resiliensi dipahami sebagai kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami kesulitan, untuk melanjutkan kehidupan dengan harapan akan menjadi lebih baik. Banyak faktor yang mempengaruhi resiliensi salah satunya self esteem karena mengacu pada suatu gambaran menyeluruh dari individu. Selain self esteem yang dapat mempengaruhi resiliensi seseorang, ternyata religiusitas juga dapat mempengaruhi resiliensi seseorang, karena kurangnya keimanan seseorang akan mudah terjangkit konflik batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru, hubungan antara religiusitas dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru serta hubungan antara self esteem dan religiusitas terhadap resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan sampel sebanyak 60 orang, teknik pengumpulan data menggunakan angket dan di analisis menggunakan rumus spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self esteem dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru di mana nilai sig 0,000 0,05. Terdapat hubungan antara religiusitas dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru di mana nilai sig 0,000 0,05. Terdapat hubungan antara self esteem dan religiusitas terhadap resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru di mana nilai sig 0,000 0,05.
Implementasi Green Chemistry Dalam Pembelajaran Kimia Untuk Peserta Didik SMA Negeri 4 Palembang: Edukasi Dan Praktikum Ramah Lingkungan Zikri, Rahmat; Sanjaya, Sanjaya; Zulqurnain, Muhammad; Hidayati Fikriya, Sakti
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1307

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep Green Chemistry serta keterampilan praktikum peserta didik di SMA Negeri 4 Palembang melalui edukasi dan penerapan praktikum ramah lingkungan berbasis bahan lokal. Permasalahan yang ditemukan di sekolah meliputi keterbatasan sarana laboratorium, minimnya praktikum mandiri, rendahnya literasi kimia berkelanjutan, serta penggunaan bahan kimia sintetis yang kurang aman. Kegiatan dilaksanakan melalui enam pertemuan yang mencakup penyampaian materi, pembuatan poster kimia hijau, bimbingan praktikum eksoterm dan endoterm menggunakan bahan aman, pengembangan LKPD, dan permainan edukatif berbasis studi kasus. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, lembar observasi aktivitas, dan dokumentasi proses. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik meningkat secara signifikan. Siswa mampu memahami prinsip Green Chemistry, bekerja mandiri melalui LKPD, dan melakukan praktikum berbasis bahan lokal dengan aman. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan setelah kegiatan (p < 0.001). Praktikum berbahan lokal menjadi alternatif yang relevan dan murah bagi sekolah, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan dan berpikir kritis. Secara keseluruhan, program ini efektif mendukung pembelajaran kimia berkelanjutan dan dapat direplikasi pada sekolah lain dengan kondisi sarana terbatas.
Emotional Resilience, Mood States, and Emotional Stability: Foundations for Digital Emotional Analytics and Technology-Enhanced Counseling in Swamp-Region Schools Jarkawi, Jarkawi; Sanjaya, Sanjaya; Prasiska, Emilda; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2328

Abstract

Purpose of the study: This study examines the relationship between emotional resilience and emotional stability among high school students living in swamp ecological regions in Indonesia and evaluates the mediating role of mood states (Depression, Esteem-related Affect, Vigour). It also highlights implications for technology-enhanced student emotional monitoring. Methodology: This study employed a cross-sectional survey design with cluster sampling. Instruments included the Ecological Integrity Assessment (EIA) questionnaire, Profile of Mood States (POMS), and the Eysenck Personality Questionnaire Short Scale. Data were collected via paper-based surveys and analyzed using path analysis and SEM with maximum likelihood estimation in R and RStudio software. Main Findings: Emotional resilience was associated with lower depression and higher vigour. Mood states significantly mediated the resilience–stability relationship, with vigour showing the strongest mediating effect. Students in swamp areas demonstrated high resilience yet exhibited poorer mood conditions than national norms. Novelty/Originality of this study: Beyond psychological contributions, this study offers new insights for educational technology by identifying mood indicators that can be integrated into digital dashboards, LMS-based monitoring tools, and AI-driven counseling systems for geographically remote schools.