Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pepes Traditional Culinary Tourism Development Strategy in Walahar Village: Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Kuliner Tradisional Pepes di Desa Walahar Dewantara, Yudhiet Fajar; Susanto, Prayogo; Santika, Santika
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 15 No. 1 (2024): December 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v15i1.293

Abstract

Walahar Village, located as an entrance to Pantura and an alternative route to Central Java or Jakarta, holds significant potential for the development of traditional culinary tourism, particularly through its Pepes dishes. The village is also home to the Walahar Dam, a popular tourist destination built by the Dutch, making it an attractive location for both historical and culinary tourism. This paper aims to determine the best strategy to develop Pepes-based culinary tourism in Walahar Village, using SWOT analysis to explore the strengths, weaknesses, opportunities, and threats involved.   The study identifies several key strategies for regional development. These include producing content to promote traditional village food, culinary techniques, and production processes, and encouraging local government involvement in creating signage to guide visitors. Additionally, the creation of an icon connected to Walahar Village’s Pepes culinary heritage, potentially through "Instagrammable" features, is crucial to attract younger tourists who engage with visual content on social media. The research also highlights the importance of leveraging electronic media and the internet, including developing websites and social media platforms to enhance promotion and visibility. By incorporating these strategies, the development of Pepes culinary tourism in Walahar Village can capitalize on its rich cultural heritage and its position as a popular travel route, boosting local tourism and economic growth. The findings suggest a comprehensive approach that combines community involvement, infrastructure improvement, and digital marketing to successfully promote Walahar’s culinary offerings while ensuring sustainable tourism development.
ANALISIS PENGELOMPOKAN WILAYAH DESA DI KABUPATEN LANDAK BERDASARKAN INDEKS KETAHANAN SOSIAL MENGGUNAKAN K-MODES Santika, Santika; Perdana, Hendra; Satyahadewi, Neva
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 2 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i2.92218

Abstract

Pembangunan desa di Indonesia diukur menggunakan Indeks Desa Membangun (IDM), yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan. Kabupaten Landak berada di peringkat terakhir provinsi di Kalimantan Barat dengan rata-rata IDM 0,7253, menunjukkan perlunya intervensi khusus untuk meningkatkan pembangunanan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasterkan desa di Kabupaten Landak berdasarkan dimensi Indeks Ketahanan Sosial dengan metode K-Modes, yang cocok untuk data kategorik. Tahapan penelitian ini meliputi analisis deskriptif, penerapan algoritma K-Modes untuk pembagian cluster dengan K=3 dan K=4, serta evaluasi validitas cluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian desa ke dalam empat cluster adalah yang paling optimal, dengan nilai Silhouette Coefficient sebesar 0,0951. Masing-masing cluster memiliki karakteristik berbeda terkait dimensi pembentukan IKS, seperti tingkat pendidikan, ketersediaan infrastruktur kesehatan, dan aktivitas sosial. Temuan ini memberikan panduan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan desa yang lebih terarah untuk meningkatkan ketahanan sosial di Kabupaten Landak.  Kata Kunci : Indeks Ketahanan Sosial, K-Modes, Silhouette Coefficient, Klasterisasi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Praktik Pemberian MP-ASI Terhadap Status Gizi Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Anggeraja Herlianty, Herlianty; Hijrawati, Hijrawati; Sumidawati, Ni Ketut; Bahrum, Sri Wahyuni; Hijrah, Hijrah; Santika, Santika
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi anak di wilayah kerja Puskesmas Anggeraja Kabupaten Enrekang pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel pengetahuan MP-ASI, praktik pemberian MP-ASI,  frekuensi,  variasi,  porsi,  dan  tekstur  pemberian  MP-ASI  dengan  status gizi anak. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  tidak  terdapat  hubungan signifikan  antara  pengetahuan  MP-ASI  dan  status  gizi  (p-value  0.5),  serta  antara waktu  pemberian  MP-ASI  dengan  status  gizi  (p-value  0.576).  Namun,  terdapat hubungan signifikan antara frekuensi pemberian MP-ASI (p-value 0.01) dan porsi pemberian MP-ASI (p-value 0.01) dengan status gizi anak, di mana pemberian MP- ASI  sesuai  standar  berhubungan  dengan  status  gizi  yang  lebih  baik.  Sebaliknya, variasi  dan  tekstur  pemberian  MP-ASI  tidak  menunjukkan  hubungan  signifikan dengan status gizi (p-value 0.873). Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk peningkatan  program  edukasi  mengenai  pemberian  MP-ASI  di  masyarakat  serta perbaikan kebijakan kesehatan anak usia 6 -24 bulan.
Penyuluhan Mengenai Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Anak Usia Dini Pada Orang Tua di Paud Kasih Bersama Desa Harapan Makmur Bengkulu Tengah Ulfasari, Nia; Anita, Ena; Syakila, Dhea; Amanda, Amanda; Wahyu, Wahyu; Laila, Laila; Santika, Santika
Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2025): Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat di Era Di
Publisher : UPP FKIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jacom.v3i1.38942

Abstract

Kesehatan mental anak usia dini merupakan fondasi penting bagi perkembangan emosional, sosial, dan kognitif mereka di masa depan. Peyuluhan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental anak usia dini serta peran lingkungan keluarga, pendidikan, dan masyarakat dalam proses tersebut. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa interaksi positif antara anak dengan orang tua, pola asuh yang penuh kasih sayang, serta lingkungan belajar yang mendukung merupakan faktor utama dalam membangun kesehatan mental yang baik. Sebaliknya, stres, konflik keluarga, dan kurangnya perhatian emosional dapat berdampak negatif pada perkembangan mental anak.
The Effectiveness of Human Resource Management in Improving the Quality of Madrasah Aliyah Nurul Muttahidah Pinotu Putri, Musdalipah; Munawarsya, Muzawir; Santika, Santika
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 8 No. 1 (2024): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v8i1.3079

Abstract

Human resource management (HRM) is an essential field within organizations that encompasses individuals' relationships and roles in achieving a company's or institution's objectives. HRM is especially important in educational institutions because it involves balancing educators' needs with the institution's capabilities. This study uses a descriptive qualitative method and a field approach to observe the effectiveness of Islamic education management in improving the quality of education at MA. Nurul Muttahidah Pinotu. The research findings suggest that human resource management, encompassing activities such as planning, organizing, implementing, and controlling, has a substantial impact on improving the quality of education. Furthermore, the school principal's leadership plays a crucial role in effectively coordinating and inspiring teachers, as well as in creating a curriculum that is both pertinent and groundbreaking. In addition, the recruitment and selection of educators, as well as the training and professional development of teachers, also play a significant role in enhancing the quality of education. Furthermore, the implementation of performance standards, evaluation, and constructive feedback is essential for effective teaching and achieving positive student learning outcomes. The successful implementation of efficient Human Resource Management (HRM) practices at MA Nurul Muttahidah Pinotu has resulted in notable enhancements in the performance of both teachers and staff. These improvements have been facilitated through the implementation of diverse initiatives, including training programs and opportunities for professional development.  
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN KARAKTER ENTREPRENEURSHIP ANAK MELALUI KEGIATAN MARKET DAY DI RA HARAPAN KITA: THE ROLE OF TEACHERS IN BUILDING CHILDREN'S ENTREPRENEURSHIP CHARACTER THROUGH MARKET DAY ACTIVITIES AT RA HARAPAN KITA Munawarah, Munawarah; Ikhsan, Ikhsan; Santika, Santika; Ghafur, Muhammad
Thufuli Vol 5 No 1 (2023): Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/thufuli.v5i1.19422

Abstract

Character development in children must be implemented from an early age. This includes building entrepreneurial character in children. Building entrepreneurial character in children requires stimulation in accordance with child development. Therefore it takes some efforts to implement it. This research was conducted at RA Harapan Kita, Kec. Lut Tawar, Kab. Central Aceh for teachers and children aged 5-6 years, with a total of 15 children. The research method uses qualitative methods with a descriptive approach. The data analysis technique uses the Milles and Huberman model, namely through observation, interviews and research-related literature studies. The results of the study show that the teacher's role in building entrepreneurial character in children can be done by providing stimulation through market day activities. It can be said that the implementation of market day activities went well as evidenced by the planning up to the activity evaluation stage. the benefits of implementing market day activities in shaping the character of entrepreneurs bring out the following characters. 1) have a sense of responsibility. 2) recognize self potential. 3) have a sense of responsibility. 4) creative. 5) able to solve problems.
Keefektifan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa di SMA N 3 Bukittinggi Santika, Santika; Syawaluddin, Syawaluddin; Pasila Putra, Dodi; Afrida, Yeni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena masih adanya ditemukan siswa yang bermasalah dengan kemampuan komunikasi interpersonalnya. Seperti masih ada siswa ketika diberikan kesempatan untuk bercerita siswa banyak diam, masih ada siswa yang acuh tak acuh ketika temannya sedang bercerita, masih ada siswa yang secara spontan menolak informasi yang disampaikan temannya, masih ada siswa yang berbicara sesukanya tanpa peduli dengan perasaan orang lain, masih ada siswa yang diam ketika ditanya oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran komunikasi interpersonal siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. (2) mengetahui gambaran komunikasi interpersonal siswa setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. (3) mengetahui efektif atau tidaknya layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Jenis penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan menggunakan model One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X.E.5. Sampel penelitian ini bejumlah 9 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yang artinya teknik penentuan sampel dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala penyusunan komunikasi interpersonal siswa. Adapun teknik analisis data yang digunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) gambaran komunikasi interpersonal siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing berada pada kategori sedang dengan meannya 123.89. (2) sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing berada pada kategori sedang dengan skor meningkat dengan meannya 130.33. (3) layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa, pernyataan ini didukung dengan hasil asymp sig (2-tailed) diperoleh nilai sebesar 0.008 yang berarti lebih kecil dari nilai α 0.05. Maka dapat dikatakan Ha diterima dan Ho ditolak artinya bimbingan kelompok dengan teknik role playing efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa di SMA N 3 Bukittinggi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS dengan Perilaku Seksual Remaja Siswa Kelas X dan XI di SMKN 1 Babelan – Bekasi Santika, Santika; Yuliani, Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11044

Abstract

ABSTRACT A virus known as the human immune deficiency virus (HIV) targets the human immune system. HIV attacks the human body by killing or destroying cells of the immune system, drastically reducing the body's resistance to infection and cancer. Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) is a group of symptoms caused by a damaged immune system. This disease does not come from birth. Instead, it was passed from person to person. To determine the relationship between the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS and the sexual behavior of adolescents in grades X and XI at SMKN 1 Babelan. This research using a descriptive-correlative research design aims to determine the relationship between adolescent sexual behavior and the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS. Cross-sectional data collection was used in this study, which was carried out simultaneously with a total sample of 96 respondents. it can be seen that 30 students (65.2%) have a poor level of knowledge about HIV/Helps and 31 students (62%) who have a good level of knowledge about HIV/AIDS have a way of behaving. who do not respect adolescent sexuality. The calculated p-value is 0.908, higher than the calculated value of = 0.05. It can be concluded that there is no significant relationship between the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS and their sexual behavior. Keywords: Knowledge, HIV/AIDS, Adolescent Sexual Behavior  ABSTRAK Virus yang dikenal sebagai human immune deficiency virus (HIV) menargetkan sistem kekebalan tubuh manusia. HIV menyerang tubuh manusia dengan membunuh atau menghancurkan sel-sel sistem kekebalan tubuh, mengurangi daya tahan tubuh terhadap infeksi dan kanker secara drastis. Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah sekelompok gejala yang disebabkan oleh rusaknya sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini tidak datang sejak lahir. Sebaliknya, itu ditularkan dari orang ke orang. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksual remaja siswa kelas X dan XI di SMKN 1 Babelan. Penelitian yang menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku seksual remaja dengan tingkat pengetahuan HIV/AIDS remaja. Pengumpulan data cross-sectional digunakan dalam penelitian ini, yang dilakukan secara bersamaan dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. dilihat bahwa 30 siswa (65,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik tentang HIV/AIDS dan 31 siswa (62%) yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS memiliki cara berperilaku yang tidak menjunjung tinggi seksualitas remaja. Nilai p yang dihitung adalah 0,908, lebih tinggi dari nilai yang dihitung dengan = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksualnya. Kata Kunci : Pengetahuan, HIV/AIDS, Perilaku Seksual Remaja
Revitalisasi Perpustakaan Desa Melalui KKNP untuk Meningkatkan Literasi Masyarakat di Desa Taulan Almi, Almi; Haswiwin, Haswiwin; Ramdhani, Haulia Putri; Lisda, Lisda Putri; Jannah, Miftahul Putri; Mardhatillah, Muti`ah; Naharuddin, Naharuddin; Nurlina, Nurlina; Rahma, Rahma; Sabir, Sabir; Santika, Santika; Yusuf, Zuhrah Amalia; ridwan, madinatul munawwarah
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v2i2.2486

Abstract

The Taulan Village Library has been revitalized to overcome challenges such as limited book collections and inadequate physical conditions. The Community Service Program (KKNP) was used to improve the library's function as a center for information and literacy. The approach involved qualitative methods such as interviews, observations, and documentation to assess the library's condition and the community's needs. The initiative resulted in an expanded book collection, physical renovations, and the organization of digital and information literacy workshops, which significantly enhanced the reading and writing skills of the community, especially students. The study concludes that revitalization not only restores the library's function but also empowers the community to sustainably improve literacy skills. The reopening of the library is expected to attract new visitors and strengthen its role as a learning center. It is crucial for the government and community to provide ongoing support for the management and development of the library in the future.