Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Proteksi Arus Lebih Fasa dan Netral pada Transformator 20 kV di PLTS 1MW Cirata Michael, Michael; Zein, Hermagasantos; Saodah, Siti
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5404

Abstract

Sistem proteksi pada transformator distribusi berperan penting dalam menjaga stabilitas dan kontinuitas memasok energi listrik dari PLTS 1 MW Cirata ke PLTA Cirata. Interkoneksi pada PLTS 1 MW Cirata dengan PLTA Cirata milik PT. PLN Nusantara Power bertujuan untuk mengurangi pemakaian sendiri pada operasi PLTA. Setelah PLTS beroperasi dari tahun 2015 belum terdapat studi kembali mengenai keandalan setting proteksi arus lebih pada transformator distribusi PLTS. Maka penelitian ini membahas mengenai evaluasi proteksi arus lebih terhadap transformator distribusi PLTS dengan mengacu pada standar BS 142, IEC 60255, dan IEEE C-37112. Terdapat tahapan-tahapan yang dilakukan pada penelitian ini diantaranya: pengumpulan data eksisting, pemodelan sistem pengaman transformator, simulasi hubung singkat, dan analisis hasil evaluasi. Berdasarkan studi yang dilakukan terdapat pengaturan arus pickup yang tidak sesuai dengan standar, yang dapat mengakibatkan false trip. Kemudian relay yang digunakan belum terdapat setting arus lebih waktu instan yang dapat mengakibatkan pemutusan yang telalu cepat pada saat terjadi gangguan arus lebih. Rekomendasi yang diberikan ialah resetting relay pada karakteristik waktu invers dan instan sesuai dengan standar yang ada.
Studi pengaruh penuaan minyak trafo terhadap karakteristik dielektrik Saodah, Siti; Eliana, Bella; Jakariya, Jakariya
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 3 No. 2: Special Issue on 14th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v3.i2.2023.83-90

Abstract

Trafo adalah peralatan penting dalam transmisi tenaga listrik. Berbagai jenis bahan insulasi yang digunakan dalam transformator diantaranya minyak mineral atau minyak transformator digunakan untuk insulasi. Dalam upaya mengurangi persentase kegagalan transformator, perlu untuk menjaga kemurnian minyak. Pada penelitian ini menyelidiki karakteristik dielektrik minyak transformator yang telah menglami penuaan dan minyak transformator murni. Sampel minyak trafo yang mengalami penuaan dibuat dengan menggunakan minyak transformator murni yang dipanaskan pada suhu tertentu dan dalam siklus yang telah ditentukan. Electric field intensity minyak trafo diidentifikasi untuk melihat dielectric strength dari minyak trafo yang mengalami penuaan. Dalam mengidentifikasi electric field intensity, analisis FEM dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dielectric strength minyak trafo baik pada tipe Shell Diala maupun Triapar mengalami degradasi sekitar 20% dan 40% pada suhu penuaan 130 °C dan 150 °C secara berurutan pada penerapan tegangan AC. Dengan begitu, pemberian tekanan thermal memengaruhi sifat dielektrik dari minyak trafo.
Perancangan dan Realisasi Generator Ozon menggunakan Metoda Pembangkitan Tegangan Tinggi Bolak – Balik (AC) WALUYO, WALUYO; PERMANA, DERIL ALVIAN; SAODAH, SITI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 3, No 1: Published January - June 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v3i1.38

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan teknologi ozon pada berbagai sektor telah menunjukkan kegunaan dan keunggulan dari pemanfaatan ozon.Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghasilkan ozon melalui peluahan muatan listrik dengan korona discharge. Metoda perancangan generator ozonmenggunakan pembangkitan tegangan tinggi dari trafo dengan variasi tegangan ±3000V & ±4000V, laju alir oksigen (1 dan 3 liter/menit), dan waktu ozonasi (5; 10; 15; 20; 25 dan 30 menit) dan mengatur jarak antar batang konduktor 0,3 cm. Produk ozon dialirkan pada air bersih dan dihitung konsentrasi sisa ozonnya menggunakan larutan indigo kolorimetri. Hasil menunjukkan bahwa semakin menurunnya laju alir oksigen, konsentrasi ozon meningkat. Peningkatan tegangan output akan menambah besar medan listrik yang dihasilkan, sehingga konsentrasi ozon meningkat. Besar tegangan yang berhasil dibangkitkan sebesar 3370 V dan 4324 V. Konsentrasi maksimum ozon yang terbentuk adalah 0.088 mgO3/liter pada voltase 4324 V dan laju alir oksigen 1 liter/menit. Konsentrasi minimum ozon yang terbentuk adalah 0,012 mgO3/L pada voltase 3370 dan laju alir oksigen 3 liter/menit.Kata Kunci: indigo kolorimetri, korona discharge,medan listrik, ozon, ozon generator ABSTRACTUsing of ozone technology at various sectors have shown excellence and usefulness of ozone. One of the way to produce ozone is by electric discharge with corona discharge. The design method of ozone generator by generating high voltage from the transformer with voltage variation ± 3000 V and ± 4000 V , the oxygen flow rate ( 1 and 3 liters / min ) , and the time of ozonation ( 5 ; 10 ; 15 ; 20 ; 25 and 30 min) and adjust the distance between the conductor rod 0.3 cm.Product ozone water flowed in and calculated the concentration of residual ozon use solution indigocolorimetri. Result indicated that the decreasing of oxygen flowrate leads ozon concentration increase. By increasing of voltage variation, the electric field increasingly large, the more the results of ozone is formed. Large voltage successfully raised at 3370 V and 4324 V. The maximum concentration of ozone is formed is 0.088 mgO3 / liter at 4324 volts voltage and oxygen flow rate of 1 liter / min . The minimum concentration of ozone is formed is 0.012 mgO3 / L at 3370 voltage and oxygen flow rate of 3 liters / min. Keyword: indigo kolorimetri, korona discharge,electric field, ozon, ozon generator
Pengaruh Harmonisa Penggerak Kecepatan Variabel terhadap Kinerja Motor DC FanTest Set SAODAH, SITI; WIWIT, I MADE; DENI, AHMAD; SODIQ, DJAFAR; PUGUH, BAMBANG
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 9, No 3: Published July 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v9i3.505

Abstract

ABSTRAKFan test set merupakan salah satu peralatan penting laboratorium di Jurusan Teknik Konversi Energi yang digunakan untuk menguji karakteristik laju perpindahan fluida. Alat ini terdiri dari gandengan motor DC penguatan bebas dan kipas. Fan test set ini dapat menghasilkan aliran udara yang tetap atau berubahubah dengan menetapkan atau mengubah-ubah kecepatan putaran kipasnya. Kecepatan putaran kipas ini sendiri diatur melalui kecepatan putaran motor dc penggeraknya. Dalam kegiatan penelitian ini telah dilakukan perancangan dan pembuatan konverter ac/dc terkendali yang dapat mengubah daya listrik arus ac menjadi daya listrik arus dc yang dapat dikendalikan. Daya listrik dc variabel yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk menyuplai belitan jangkar motor dc agar kecepatan putaran kipas dan aliran udara dapat dikendalikan. Perangkat ini dapat menghasilkan tegangan keluaran dalam rentang 10 – 100 V dc yang mampu memutar motor dc dari 203,6 – 1849 rpm dan menghasilkan harmonisa yang sebesar 6,7% saat vibrasi motor mencapai 2,8 mm/s.Kata kunci: beban nol, fan test set, harmonisa, konverter ac/dc ABSTRACTFan test set is one of the important laboratory equipment in the Department of Energy Conversion Engineering which is used to test the characteristics of the fluid transfer rate. It consists of a coupled free-amplifying DC motor and fan. This fan test set can produce a fixed or changing airflow by setting or varying the fan speed. The rotational speed of the fan itself is regulated through the rotational speed of the dc motor driving it. In this research activity, the design and manufacture of a controlled ac/dc converter that can convert ac into controllable dc power has been carried out. The resulting variable dc power is then used to supply the DC motor anchor winding so that the fan rotation speed and air flow can be controlled. This device can produce an output voltage in the range of 10 - 100 V dc which is capable of rotating a dc motor from 203.6 - 1849 rpm and producing a harmonic of 6.7% when the motor vibration reaches 2.8 mm / s.Keywords: no load, fan test set, harmonics, ac/dc converter
Penggunaan Algoritma Incremental Conductance pada MPPT dengan Buck Converter untuk Pengujian Indoor dan Outdoor UTAMI, SRI; SAODAH, SITI; PUDIN, APIP
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 1: Published January 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i1.97

Abstract

ABSTRAKPanel surya menghasilkan energi sesuai dengan kondisi cuaca yang diterimanya. Untuk menaikkan energi yang dihasilkan sel surya sesuai dengan kondisi optimalnya digunakanlah Maximum Power Point Tracker (MPPT) yang dapat menggunakan algoritma berbeda. Penelitian ini menggunakan algoritma Incremental Conductance (keluarga Hill Climbing) yang dibangun pada sistem dengan menggunakan Arduino Uno R3. Mikrokontroller mengkondisikan DC-DC buck converter untuk mengekstraksi daya keluaran sel surya serta menyesuaikannya untuk penyimpanan. MPPT meregulasi pulse width modulation (PWM) untuk mengatur sinyal pada konverter hingga kondisi : dI/dV + I/V = 0 terpenuhi. Sistem yang dibangun dapat dilihat performansinya di dalam ruangan (menggunakan artificial light) maupun di luar ruangan (menggunakan iradiasi matahari). Validasi sistem menggunakan metode ini pada MPPT-nya memberikan performansi yang lebih baik. Sistem konvensional menghasilkan daya 0.60W dengan irradisai 432 W/m2 dan beban 10 Ω. Dengan beban yang sama sistem MPPT menggunakan algoritma yang diusulkan memberikan daya keluaran sebesar 17.61W dengan iradiasi yang samaKata kunci: sel surya, MPPT, incremental conductance ABSTRACTPhotovoltaic generates energy according to the received weather condition. To increase the energy produced by solar cell corresponding with optimum condition, system used Maximum Power Point Tracker (MPPT) that can use several different algorithms. This research proposed Incremental Conductance built on the system using Arduino Uno R3. The controller determined DC-DC buck converter condition to extract solar cell output and adjust for storage purposes . MPPT regulated pulse width modulation (PWM) to determine signal in DC-DC converter until condition:dI/dV+I/V=0 is fulfilled. Performances of the system can be seen in indoor (using artificial light) or outdoor (using solar irradiation). System validation using proposed method provided better performance. The conventional system produced 0.60W with 432 W/m2 irradiation and 10 Ω load. Using same load and irradiation, system with Incremental Conductance provided output 17.61WKeywords: solar cell, MPPT, incremental conductance
A Method for Determining Customers’ Energy Shrinkage Cost WACHJOE, CONNY KURNIAWAN; ZEIN, HERMAGASANTOS; SAODAH, SITI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 3: Published September 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i3.672

Abstract

ABSTRAKPenyusutan energi adalah salah satu komponen biaya-biaya listrik yang harus dibayar oleh pelanggan-pelanggan pada tegangan sistem dari jaringan yang berbeda, jaringan tegangan tinggi, sedang dan rendah. Meskipun biaya bahan bakar campuran adalah sama untuk semua pelanggan, alokasi kerugian berbeda untuk setiap jaringan tersebut. Makalah ini mengusulkan suatu metode untuk menentukan alokasi biaya penyusutan energi untuk pelanggan-pelanggan dalam suatu model rangkaian ekivalen, dengan beban dikumpulkan pada setiap jaringan. Formulasi-formulasinya diturunkan untuk  mendapatkan alokasi kerugian yang adil di antara pelanggan-pelanggan berdasarkan hukum-hukum listrik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa alokasi biaya penyusutan energi adalah 31%, 33% dan 36% untuk pelanggan tegangan tinggi, sedang dan rendah. Selain itu, efisiensi jaringan akan mempengaruhi total biaya penyusutan energi. Jika perhitungan kerugian daya menggunaka metode Aliran Daya Optimal, maka metoda ini dapat mengurangi kerugian sebesar ±3% atau setara dengan pengurangan biaya penyusutan energi sebesar 16%.Kata kunci: komponen biaya-biaya listrik, tegangan sistem, model rangkaian ekivalen, hukum-hukum listrik, alokasi biaya kerugian energi. ABSTRACTEnergy shrinkage is one component of electrical costs that must be paid by customers on the system voltage in different networks, high, medium, and low voltage networks. Although the fuel-mix costs are flat for all customers, loss allocation is different for each network. This paper proposes a method for determining the cost allocation of energy shrinkage to customers in an equivalent circuit model, with the loads collected for each network. Formulations are derived to get a fair allocation of losses among customers based on electric laws. The simulation results show that the cost allocation of energy shrinkage is 31%, 33%, and 36% for high, medium, and low voltage customers. Besides, network efficiency will affect the total cost of energy shrinkage. If power losses calculation uses the Optimal Power Flow method, it can reduce power losses by ±3% or equivalent to a reduction in the cost of energy shrinkage of 16%.Keywords: component of electrical costs, system voltage, eqivqlent sircuit model, electric laws, cost allocation of energy shrinkage
Perancangan Sistem Grid Tie Inverter pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya SAODAH, SITI; UTAMI, SRI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 2: Published May 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i2.339

Abstract

ABSTRAKGrid Tie Inverter (GTI) merupakan inverter yang digunakan untuk mengubah energi yang dihasilkan panel surya berupa arus searah (DC) menjadi arus bolakbalik (AC). Keluaran dari GTI berupa bentuk gelombang sinusoidal yang masih belum ideal dan mempunyai nilai Total Harmonic Distortion (THD) di atas 3% serta nilai efisiensi belum mencapai 90%. Pengurangan nilai THD dan peningkatan efisiensi dapat dilakukan melalui proses kontrol switching pada inverter. Penelitian ini mengusulkan inverter dengan boost converter dua tahap, buck converter dua tahap, rangkaian switching control inverter, H-Bridge inverter dan rangkaian LC filter. Teknik switching dari inverter yang diusulkan terdiri dari kombinasi modulasi lebar pulsa sinusoida dan gelombang persegi. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai THD sebesar 4,97%. Terdapat selisih sebesar 1,97% dari nilai awal perancangan. Untuk efisiensi rata-rata inverter off-grid (tidak terkoneksi dengan PLN) sebesar 89,48% dan 79,4% untuk inverter on-grid (terkoneksi dengan PLN).Kata kunci: GTI, boost converter, buck converter, switching control,grid, THD. ABSTRACTGrid Tie Inverter (GTI) is an inverter used to convert energy resulted by solar panels in the form of direct current (DC) to alternating current (AC). The output of GTI is unideal sinusoidal and having Total Harmonic Distortion (THD) above 3% and efficiency below 90%. Reducing the THD value and increasing efficiency can be done through switching control process on inverters. This research proposed an inverter using two-stage boost converter, two-stage buck converter, an inverter switching control circuit, H-Bridge inverter and LC filter circuit. The switching technique of the proposed inverter system combined sinusoidal and square wave width modulation. The result showed THD of the proposed system is 4.97%, and still, there is a difference of 1.97% of the desired value. For average efficiency of off-grid systems (not connected with State Electricity Company/PLN) is 89.48% and 79.4% for on-grid systems (connected with PLN).Keywords: GTI, boost converter, buck converter, switching control,grid, THD
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Homer untuk Optimasi PLTS oleh Tim Polban kepada Mahasiswa UNTL Timor Leste Wuryanti, Sri; M., Bambang P.; Sasono, Teguh; M., Ignatius R.; Pudin, Apip; M., Wahyu B.; Saodah, Siti; M., Ratu Fenny; Eliana, Bella; Mutiarani, Rizky
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.15950

Abstract

Pendahuluan: Kawasan Timor Leste beriklim tropis kering dengan curah hujan sedang, dengan iklim tersebut, penduduknya bisa memanfaatkan matahari sebagai sumber energi. Potensi alam ini dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan pemadaman listrik yang sering tejadi khusus di Desa Macadai de Baixo sebuah desa yang terletak di Bucoli, Timor Leste. Studi ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat Timor Leste  mengenai pemadaman listrik melalui sumber daya manusia. Metode: Software HOMER (Hybrid Optimization of Multiple Energy Resources) dan diikuti oleh 25 mahasiswa UNTL. Hasil: Mahasiswa bisa menjalankan aplikasi dan mengoptimasi PLTS yang nantinya dapat diterapkan untuk membangun PLTS di desa Macadai de Baixo. Kesimpulan: Pelatihan ini memberikan manfaat kepada masyarakat karena dapat menyelesaikan permasalahan tentang PLTS di wilayah Timor Leste.
PENGARUH MANAJEMEN KURIKULUM DAN KOMPETENSI PEDAGOGIS TERHADAP KINERJA GURU Saodah, Siti; Tamam, Badrud; Ruhita, Ruhita; Supriadi, Andri
Edum Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v7i2.283

Abstract

Kinerja guru masa kini semakin banyak dikaitkan dengan mutu pendidikan, di mana kinerja merupakan hasil pekerjaan seorang pegawai dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Kualitas kinerja guru tampak dari perilaku yang mampu dan siap berperan secara profesional di sekolah dan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa kinerja guru adalah faktor krusial yang perlu terus dikembangkan demi peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Sebagaimana kinerja pada profesi lainnya, kinerja guru dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya faktor manajemen kurikulum dan kompetensi pedagogis. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian menyangkut seberapa besar pengaruh manajemen kurikulum dan kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif, serta teknik korelasional dan regresi. Teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert terhadap 24 responden yang merupakan guru sekolah menengah atas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan manajemen kurikulum terhadap kinerja guru; (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi pedagogis terhadap kinerja guru; (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan manajemen kurikulum dan kompetensi pedagogis secara simultan terhadap kinerja guru. Bertolak dari kondisi tersebut penulis menyarankan: (1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi evaluasi dan penilaian yang mendapat skor terendah. Dalam upaya meningkatkan kemampuan mengevaluasi dan memberikan penilaian, hendaknya para guru diberikan pelatihan atau diskusi kelompok di MGMP menyangkut penilaian secara sistematis dan berkelanjutan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif. Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar itu sendiri. (2) Dari hasil analisis terbukti bahwa dimensi pemahaman pembelajaran siswa mendapatkan skor terendah, maka untuk memperbaikinya disarankan agar para guru diberikan penyegaran dalam memperkaya pengetahuan tentang strategi pembelajaran dengan harapan bisa lebih mampu menggunakan strategi pembelajaran secara lebih variatif. Karena fakta menunjukkan bahwa tingkatan pemahaman siswa dalam mengikuti proses pembelajaran tidak sama, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang dinamis sesuai kondisi siswa.
Nursing Care For Mental Health With Sensory Perception Disorders: Hallucinations In Schizophrenia Patients Ariyanti, Sri; Abdullah, Abdullah; Wahyuni, Ria; Halmar, Halbina Famung; Ramadhani, Safrina; Nursinah, A.; Hoda, Ferdinandus Suban; Jabir, M. Agus; Sapnita, Sapnita; Saodah, Siti
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 1 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i1.593

Abstract

Hallucinations are a symptom of mental disorders. Patients experience changes in sensory perception, experiencing false sensations of sound, sight, taste, touch or smell. Patients feel stimuli that are not actually there. The purpose of this study was to provide psychiatric nursing care to patients with sensory perception disorders Hallucinations. The research method is a case study by studying patient cases directly using the nursing process approach. Continued with data collection techniques. The results state that the nursing problems found, in cases of auditory hallucination patients based on theory there are three nursing diagnoses , namely: Risk of harming oneself, others, and the environment related to auditory hallucinations that Changes in sensory perception: auditory hallucinations related to withdrawal; Impaired social interaction: Withdrawal related to Low self-esteem. The conclusion obtained is that there is an increase in the patient's ability to control the hallucinations experienced and the impact on reducing the symptoms of auditory hallucinations experienced.
Co-Authors Abdal, Abdal Abdullah Aceng Daud Achmad Mudawari ADI SETIADI ahmad Deni AHMAD ROBBY, AHMAD AJI TRI MULYANTO Ali Mashar ARIO AMRI IHSAN, ARIO AMRI ASYER AGRISELIUS Badrud Tamam Bambang Puguh Manunggal DENI, AHMAD Depiyanti, Siti DERIL ALVIAN PERMANA, DERIL ALVIAN Dwi Setyorini EKAPUTRA, RIZKI Eliana, Bella Fahruddin, Akhir Fauzan, Muhammad Rifky FITRA PADILLAH GARY ANDRI SEPGIANTO, GARY ANDRI Ginanjar, Gingin GRADY, GREGORIUS Hakim, Reza Rahman Halmar, Halbina Famung Herabudin, Herabudin Hermagasantos Zein Hermagsantos Zein Hoda, Ferdinandus Suban I MADE WIWIT Irawan Irawan ISMAIL, ABDUL AZIZ MAARIEF Jakariya Jakariya, Jakariya Kosim Kosim M. Agus Jabir M., Bambang P. M., Ignatius R. M., Ratu Fenny M., Wahyu B. Melkias, Alvera Apridalianti Michael Michael Mudawari, Achmad MUHAMAD BENY DJAUFANI, MUHAMAD BENY Mulyadi, Ahmad Deni Mulyana, Zafira Midya Murniyati, Dyah Ayu Yuli Mustika, Doane Puri MUSVIRATU ALVITA BAHRUM Mutiarani, Rizky NASRUN HARIYANTO Ningsih, Dinni Nurfajrin Nursinah, A. PUDIN, APIP RACHMAN SHANDY PUTRA, RACHMAN SHANDY RAGIL, YUDHO RAMDHANI RAMDHANI RENDI VERIYANDI RHAMANDITA SUDRAJAT Ruhita, Ruhita Safrina Ramadhani SALISTIA PUTRA PERDANA Sapnita, Sapnita Sembiring, Endam Apulina br. SODIQ, DJAFAR Sri Ariyanti Sri Utami SRI UTAMI Sri Wuryanti Supriadi, Andri SYAHRIAL CHANIAGO SYAHRIAL SYAHRIAL TEGUH ARFIANTO Teguh Sasono VALDO SIHOMBING Wachjoe, Conny K. WACHJOE, CONNY KURNIAWAN Wahyu Budi Mursanto Wahyudi Wahyudi Wahyuni, Ria Waluyo Waluyo Widyastuti, Christine WIWIT, I MADE