Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP TOLERANSI PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMK NEGERI 26 JAKARTA Elsya Pratiwi Pratiwi; Wirda Hanim; Aip Badrujaman
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.806 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.062.01

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi peserta didik kelas X SMK Negeri 26 Jakarta melalui teknik role playing dalam bimbingan kelompok. Populasi sebanyak 360 peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X SMK Negeri 26 Jakarta yaitu 10 untuk kelompok eksperimen dan 10 untuk kelompok kontrol yang didapatkan dengan menggunakan teknik Purpossive sampling. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain kuasi eksperimen dalam bentuk pretest-posttest nonequivalent group design. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan instrumen toleransi yang berjumlah 47 butir dengan realibilitas 0.745. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Mann Whitney U-Test menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar 0.000 yang berarti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05, Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukan teknik role playing dalam bimbingan kelompok berpengaruh positif terhadap toleransi siswa kelas X SMK Negeri 26 Jakarta. Selanjutnya, guru BK dapat mengimplementasikan teknik role playing dalam bimbingan kelompok sebagai salah satu alternatif layanan untuk meningkatkan toleransi peserta didik di sekolah.
Pengaruh Teknik Self-Instructional dalam Layanan Konseling Individu untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa (Penelitian Subjek Tunggal Siswa Kelas V SDN Utan Kayu Utara 01) Imas Arshy Gustia; Sjenny Anggraeni Indrawati; Wirda Hanim
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.821 KB) | DOI: 10.21009/insight.071.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-instructional dalam layanan konseling individu untuk meningkatkan percaya diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian subjek tunggal dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini, seorang siswi perempuan kelas V SDN Utan Kayu Utara 01, dengan tingkat percaya diri rendah yang diperoleh berdasarkan hasil pengisian angket percaya diri pada studi pendahuluan, wawancara dan observasi. Data yang diperoleh, dianalisis dengan cara analisis dalam kondisi pada kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B) serta dilakukan analisis antar kondisi baseline (A) dengan kondisi intervensi (B). Kemudian hasil analisis tersebut divisualisasikan ke dalam grafik. Secara umum, teknik self-instructional dapat meningkatkan percaya diri subjek. Skor rata-rata percaya diri konseli sebelum diberikan intervensi adalah 45,5 (berada pada kategori rendah) kemudian meningkat menjadi 63,2 (berada pada kategori sedang) setelah diberikan intervensi. Peningkatan terjadi khususnya pada indikator percaya diri yakni komunikasi dan ketegasan. Sedangkan pada indikator penampilan diri dan pengendalian perasaan, peningkatan skor tidak terlalu besar. Pada kondisi intervensi, terjadi fluktuasi skor yang diperoleh subjek selama proses penerapan teknik self-instructional dalam konseling yang dilakukan.
Pengaruh Model Simulasi Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Disiplin Diri Peserta Didik Kelas XI Wirda Hanim; Herdi Herdi; Siti Aminah
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/insight.071.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model simulasi dalam bimbingan kelompok terhadap disiplin diri di kelas XI SMK Negeri 26 Jakarta. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling sesuai tujuan yang akan dicapai peneliti, yang terdiri dari 10 orang pada kelompok eksperimen dan 10 orang pada kelompok kontrol. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen, Nonequivalent Control Group Design. Pengumpulan data menggunakan instrumen disiplin diri. Analisis yang digunakan adalah analisis Mann Whitney U test, yang bertujuan menguji pengaruh hasil kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis yang didapatkan H0 ditolak dan H1 diterima, dengan nilai sig=0.000, hal ini menunjukan probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α=0.05. Hasil penelitian menunjukan rata-rata skor disiplin diri peserta didik yang mendapatkan bimbingan kelompok dengan menggunakan model simulasi lebih besar dibandingkan rata-rata peningkatan disiplin diri peserta didik yang tidak mendapatkan bimbingan kelompok dengan menggunakan model simulasi. Kata Kunci: Model Simulasi, Bimbingan Kelompok, Disiplin Diri.
Pengaruh Bimbingan Klasikal dengan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa Wirda Hanim; Michiko Mamesah; Rani Romatua Anzelyna
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.636 KB) | DOI: 10.21009/insight.071.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Project Based Learning dalam bimbingan klasikal untuk meningkatkan tanggung jawab siswa kelas XII Jurusan Audio Video di SMKN 5 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel penelitian sebanyak 49 siswa, diambil dengan menggunakan teknik non-probabilitas sampling. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh peneliti dan berdasarkan aspek-aspek pembentuk tanggung jawab yang dikemukakan Sukiat tahun 1993. Berdasarkan hasil uji coba, instrumen ini memiliki 65 item valid dengan realiabilitas sebesar 0,905. Hasil penelitian pada kelompok eksperimen diketahui bahwa gambaran tanggung jawab siswa saat pretest 12,5% berada pada kategori rendah, 41,67% berada pada kategori sedang, dan 45,83% berada pada kategori tinggi. Sedangkan, gambaran tanggung jawab siswa saat posttest adalah 20,83% berada pada kategori sedang, 37,5% berada pada kategori tinggi, dan 41,67 % berada pada kategori sangat tinggi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Mann Whitney U Test. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil nilai Asymp. Sig = 0.000. Hipotesis penelitian diuji pada taraf signifikan = 0.05 atau dengan tingkat kesalahan 5% maka nilai Asym. Sig = 0.000 < nilai signifikan = 0.05. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan tanggung jawab siswa yang mendapatkan bimbingan klasikal dengan menggunakan model Project Based Learning lebih besar, dibandingkan rata-rata peningkatan tanggung jawab siswa yang tidak mendapatkan bimbingan klasikal dengan menggunakan model Project Based Learning.
Pengembangan Video Tutorial Mengenai Strategi Problem Focused Coping Pada Stres Akademik dalam Menghadapi Ujian untuk Peserta Didik Kelas X SMA Labschool Rawamangun Jakarta Wirda Hanim; Janatan Nisa
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.971 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.081.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis video tutorial mengenai strategi problem focused coping pada stres akademik dalam menghadapi ujian. Metode penelitian yang digunakan adalah riset dan pengembangan. Prosedur pengembangan media dilakukan melalui : (1) Tahap studi pendahuluan, mencakup studi literatur dan studi lapangan. (2) Tahap pengembangan, merancang media dalam tiga bagian, diantaranya menyusun materi, membuat naskah dan menyiapkan storyboard, pembuatan dan editing video. Hasil penelitian ini adalah : (1) Produk berupa DVD berdurasi 18 menit dengan ukuran 2 Gb. (2) Desain video tutorial yang memuat lima teknik strategi problem focused coping pada stres akademik dalam menghadapi ujian (3). Evaluasi formatif yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi menghasilkan persentase masing-masing sebesar 90.90% dan 93.18%. Hasil uji coba terbatas pada 10 peserta didik menghasilkan persentase sebesar 88%. Hal ini menunjukkan bahwa video tutorial yang telah dikembangkan termasuk dalam kategori sangat layak.
Pengembangan Video Simulasi Konseling Teknik Dispute Cognitive Untuk Meningkatkan Resiliensi Reni Oktora Tarigan; Wirda Hanim; RA. Murti Kusuma Wirasti
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.716 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video simulasi teknik dispute cognitive untuk meningkatkan resiliensi. Metode penilitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R & D) yang dikembangkan oleh Bergman dan Moore. Pengembangan video simulasi menggunakan metode Interactive Video (IVD) yang terdiri dari enam tahap, yakni (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) produksi, (5) pengarangan, (6) validasi. Desain ini dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan mengenai perlunya video yang menggunakan teknik dispute cognitive. Video simulasi konseling yang berisikan simulasi proses konseling mulai dari contoh kasus, tahapan dalam konseling, hingga kesimpulan. Video ini telah diuji oleh ahli materi dan media. Hasilnya, menurut ahli materi video ini mendapatkan predikat Layak dengan skor 68%. Sementara ahli media menyatakan sangat layak dengan memberikan skor 86%. Selanjutnya dilakukan validasi oleh pengguna, Mereka memberikan skor 77,6% atau layak. Kesimpulannya adalah pengembangan video simulasi dengan teknik dispute cognitive layak dan dapat digunakan oleh guru bimbingan konseling dan diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan resiliensi.
Pengembangan Komik Digital Mengenai Pelecehan Seksual Secara Verbal (Catcalling) Melalui Bimbingan Klasikal Pada Peserta Didik SMAN 59 Jakarta Ghina Aninda Dwiputri; Wirda Hanim
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.808 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.05

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan peserta didik mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling), maka dari itu, diperlukan sebuah produk yang tepat agar dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan pengetahuannya. Komik digital merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling). Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan komik digital mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling) melalui bimbingan klasikal pada peserta didik SMAN 59 Jakarta. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan langkah-langkah meliputi analisis potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, desain produk, dan validasi desain, serta menggunakan tahapan pengembangan model instruksional ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil dari uji validitas dengan ahli media mendapat hasil sebesar 74% (Layak) dan dengan ahli materi mendapat hasil sebesar 90% (Sangat Layak). Hasil uji coba penilaian media terhadap kelompok kecil mendapat hasil sebesar 87% (Sangat Layak) dan uji coba ketercapaian tujuan instruksional mendapat hasil sebesar 87% (Sangat Layak). Sehingga, komik digital mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling) yang dikembangkan oleh peneliti mendapat hasil keseluruhan sebasar 83,67% dan dinyatakan “Sangat Layak”.
Pelatihan Parenting untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP di Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur Happy Karlina Marjo; Wirda Hanim; Awaluddin Tjalla
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202161.770

Abstract

PARENTING TRAINING TO IMPROVE INTERPERSONAL COMMUNICATION OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN PULOGADUNG DISTRICT, EAST JAKARTA. To improve the quality of community empowerment and efforts to achieve educational goals, community service entitled “Parenting Training to Improve Interpersonal Communication for Students of SMP YWKA II Rawamangun in Pulogadung District, East Jakarta”.This community service is carried out with the following targeted results in the first year in the form of parenting training results with studies of related disciplines and theories to form awareness and understanding of parents in improving communicative interpersonal communication patterns between parents and students of SMP YWKA II Rawamangun in Pulogadung sub-district, East Jakarta.The results of parenting training showed that from 7 parents of students, the results were: 6 parents of students in the medium to high category of interpersonal communication skills, meaning that there was an increase in interpersonal communication skills by 85.71% from the fairly good category, increasing to very good. . Meanwhile, 1 student's parents both pre-test and post-test results were fixed, meaning that 14.29% there was no increase in the very good category. Community service, especially parents of students, with a limited test on parenting training to improve interpersonal communication skills between parents and children/students at SMP YWKA Rawamangun shows that the increase in knowledge, attitudes and interpersonal communication skills is very good.
Media Buku Cerita Mengenai Bentuk-Bentuk Bullying Dalam Kegiatan Bimbingan Klasikal Untuk Peserta Didik Sekolah Dasar Yunisa Asih Prasetya; Wirda Hanim; Lara Fridani
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 2 No. 2 (2020): Maret
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.309 KB) | DOI: 10.31960/ijolec.v2i2.241

Abstract

The purpose of this study is to find out how the effectiveness of the storytelling method uses storybook media in increasing the knowledge of elementary school students about bullying and the steps in implementation in classical guidance activities. The research method in this article, the author uses the library research method. The results of this study indicate that in an effort to provide information to students in using storybook methods and media there are a number of things that must be the attention of guidance and counseling teachers, namely, the design of service implementation in accordance with students' development tasks, story themes, vocals, expressions , class management, and appropriate use of media. The story gives children the opportunity to express fantasy and explore conflict situations, also allows children to deal with important issues and feelings. So that using an interesting storybook media can optimize student achievement in following classical guidance activities in basic services.
Penerapan Humanisme dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Fitra Nugraha; Wirda Hanim; Eko Siswono
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/001.202042.138

Abstract

IMPLEMENTATION OF HUMANISM IN LEARNING OF ELEMENTARY SCHOOLS. This study aims to determine how the application of humanism in learning at Cinta Kasih Tzu Chi Elementary School, West Jakarta. This research uses a qualitative approach with a case study method in which data collection procedures are in the form of observation, interviews, document analysis or documentation and combination (triangulation). In addition, this study uses data analysis, namely by matching the pattern or pattern matching with the Campbell matchmaking technique. The results of the study found that the application of humanism in learning in grade 1 at Elementary School of Cinta kasih Tzu Chi was using the Cooperative Learning model. The curriculum used is the government’s recommended curriculum, namely the 2013 Curriculum with the addition of local content in humanistic culture and character subjects adopted from the teachings of Master Cheng Yen from Taiwan. In the case of learning in the classroom, educators train how to communicate well, remind that they must be empathetic and kind to everyone, for educators’ assessment not only from exam results but also daily attitudes. In addition, the role of parents from the research results shows that the role of parents is very important in the success of the humanist application itself. This can be seen from parents who have to monitor attitudes and learning processes when at home.