Claim Missing Document
Check
Articles

BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK LATIHAN SAYA BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK Maslikhah Maslikhah; Ihsan Nurkholis; Happy Karlina Marjo; Wirda Hanim
Jurnal Visipena Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v11i2.1301

Abstract

Academic achievement is the achievement of all student degrees. Academic achievement in the field of academic education, is a special level of acquisition or results of academic work skills that are assessed by teachers, through standardized tests, or through a combination of both (Chaplin, 2001). For a child, learning something interesting for him will be easier to be accepted and understood. In terms of interest, someone who has an interest in a field will be easy in studying the field. Based on this interest, the counseling teacher can use group guidance services with my practice techniques to be responsible for motivating and feeling confident in improving their academic performance. Abstrak Prestasi akademik adalah Pencapaian seluruh hasil belajat peserta didik. Prestasi akademik dalam bidang pendidikan akademik, merupakan satu tingkat khusus perolehan atau hasil keahlian karya akademik yang dinilai oleh guru-guru, lewat tes yang dibakukan, atau lewat kombinasi kedua hal tersebut (Chaplin,2001). Bagi seorang anak, mempelajari sesuatu hal yang menarik bagi dirinya akan lebih mudah untuk diterima dan dipahami. Dalam hal minat, seseorang yang menaruh minat pada suatu bidang akan mudah dalam mempelajari bidang tersebut. Dengan berdasarkan minat tersebut guru bimbingan konseling bisa menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik latihan saya bertanggung jawab untuk memotivasi dan merasa percaya diri dalam meningkatkan prestasi akademiknya.
APLIKASI LAPORAN KEGIATAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS WEB Elok Maharany Mulkhis; Aip Badrujaman; Wirda Hanim
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.333 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5452

Abstract

Penyusunan Laporan Bimbingan dan Konseling merupakan proses yang pendataan yang bersifat membuat deskripsi dan memberi uraian tentang analisis terhadap hasil yang telah dilakukan dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Kendala dalam penyusunan Laporan Bimbingan dan Konseling yang dihadapi guru BK diantaranya tidak adanya kelengkapan berkas laporan layanan yang sudah diberikan karena berkas hardcopy rentang hilang, dan mudah rusak, data catatan history siswa mengenai pelanggaran selama bersekolah tidak tercatat dengan baik, serta Data pribadi dan data pemeriksaan awal yang tidak lengkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan aplikasi laporan bimbingan dan konseling berbasis Web. Penelitian ini merupakan penelitian research and development. Penilaian hasil aplikasi laporan kegiatan bimbingan dan konseling berbasis website yang dilakukan oleh ahli materi,  dengan nilai 80 mendapatkan kategori “Sangat Baik”. Penilaian hasil aplikasi laporan kegiatan bimbingan dan konseling berbasis website yang dilakukan oleh ahli media, dengan nilai 62,5 mendapatkan kategori “Baik”.Penilaian hasil Uji Pengguna dapat dikatakan layak digunakan oleh guru BK. Hal ini terlihat dari aspek konsisten mendapat hasil 92%, pada aspek kegunaan 97,5%, pada aspek informatif mendapat 96,6%, dan aspek mencegah kesalahan mendapat 96%.  Hal ini agar guru bimbingan dan konseling (BK) mempunyai arsip jika dibutuhkan dan mempermudah guru bimbingan dan konseling (BK) dalam memberikan layanan bimbingan konseling.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPHY (REBT) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR Dina Rahmawati Hapsyah; Riska Handayani; Happy Karlina Marjo; Wirda Hanim
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.668 KB) | DOI: 10.33541/sel.v2i1.1002

Abstract

ABSTRAK Salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran adalah motivasi. Beberapa pertanyaaan pengantar juga dinilai mampu menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap materi pembelajaran berkaitan, tujuannya adalah supaya siswa lebih aktif, lebih berani dan mampu belajar lebih baik lagi (Bahrudin, 2014). Pendekatan REBT memiliki tujuan untuk mengubah pandangan dan keyakinan irasional klien menjadi rasional, membantu mengubah sikap, cara berpikir dan persepsi, oleh karena itu klien diharapkan mampu mengembangkan dan mencapai realisasi diri secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka yang didukung oleh data-data dari beberapa artikel, buku-buku sumber, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar pada siswa adalah hal penting yang dibutuhkan dalam proses pencapaian hasil pembelajaran agar optimal. Salah satu pendekatan dalam bimbingan dan konseling yang dapat meningatkan motivasi belajar peserta didik ialah REBT yang dapat membantu peserta didik membuka wawasan dan memiliki pemikiran yang rasional dalam tindakan yang berhubungan dengant ujuan belajar. Kata Kunci: bimbingan kelompok, motivasi belajar, Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) ABSTRACT One important part of the learning process is motivation. Some introductory questions are also considered to be able to foster curiosity of students towards related learning material, the goal is so that students are more active, bolder and able to learn better (Bahrudin, 2014). Therefore, when students have good learning motivation, the goal of the learning process in the classroom can be said to be successful. The REBT approach has the goal of changing the views and irrational beliefs of clients to be rational, helping to change attitudes, ways of thinking and perception, therefore clients are expected to be able to develop and achieve optimal self-realization. This study uses a literature study that is by linking research with existing literature and filling in the gaps in previous research. The results of the study show that motivation to learn to students is an important thing needed in the process of achieving learning outcomes to be optimal. One approach in guidance and counseling that can enhance students' learning motivation is REBT which can help students open their horizons and have rational thinking in actions related to learning goals. Keywords: group guidance, learning motivation, Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)
KONSELING KELOMPOK MENGGUNAKAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR Afan Abdul Jabbar; Deni Purwanto; Nina Fitriyani; Happy Karlina Marjo; Wirda Hanim
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.851 KB) | DOI: 10.33541/sel.v2i1.1003

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan fase penting dalam masa perkembangan terutama mengenai kemampuan dalam mengambil keputusan-keputusan pilihan karir masa depannya. Keputusan karir akan mudah dicapai apabila peserta didik memiliki kematangan karir yang baik. Konseling kelompok merupakan layanan yang dapat membantu peserta didik mengatasi hambatan dalam kematangan karir. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka yang didukung oleh data-data dari beberapa artikel, buku-buku sumber, dan dokumen pendukung lainnya. Guru bimbingan dan konseling dapat menerapkan layanan konseling kelompok untuk mengatasi masalah-masalah karir. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam rangka membantu kematangan karir peserta didik dalam konseling kelompok adalah pendekatan yang berfokus untuk mengubah pikiran negative dan keyakinan maladaptive (CBT) yang dimiliki oleh peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavior Theraphy (CBT) secara efektif dapat membantu dalam mengatasi permasalahan karir peserta didik. Kata Kunci: kematangan karir, konseling kelompok, terapi perilaku kognitif ABSTRACT Teenage is an important phase in the developmental period, especially regarding the ability to make decisions about his future career choices. Career decisions will be easily achieved if students have good career maturity. Group counseling is a service that can help students overcome obstacles in career maturity. The research method used is a literature review that is supported by data from several articles, source books, and other supporting documents. Guidance and counseling teachers can apply group counseling services to overcome career problems. One approach that can be used in order to help the career maturity of students in group counseling is an approach that focuses on changing negative thoughts and maladaptive beliefs (CBT) that are owned by students. The results of the study showed that group counseling services with the Cognitive Behavior Theraphy (CBT) approach can be effectively help in solving the career problems of students. Keyword: career maturity, group counseling, cognitive behavior theraphy
BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIK UNTUK MENURUNKAN TINGKAT GLOSSOPHOBIA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Khairunisa1; Oktafiana Kiranida; Happy Karlina Marjo; Wirda Hanim
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.319 KB) | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

Salah satu fobia yang dialami Peserta didik adalah Glossophobia. Glossophobia juga disebut dengan kecemasan berbicara di depan umum. Glossophobia merupakan phobia sosial dimana penderita memiliki ketakutan pada situasi sosial yang dapat menyebabkan masalah dalam sekolah atau kehidupan social lainnya (Werhadiantiwi, 2014). Glossophobia terjadi karena pikiran alam bawah sadar mengambil alih tingkat kesadaran seseorang menjadi seakan-akan kondisi yang mengancam nya, sehingga Peserta didik lebih milih untuk menghindar dari situasisituasi yang menurut nya sangat mengancam. Glossophobia ditandai dengan adanya gejala-gejala seperti kebingungan-kebingungan, tidak tahu ingin berkata apa, gemeteran, dan sebagainya. Peserta didik yang mengalami glossophobia akan mengakibatkan hal-hal yang sangat fatal seperti tidak berkembang secara optimal dan bahkan berkelanjutan hingga dewasa. Dengan demikian, untuk mengurangi tingkat glossophobia yang dialami Peserta didik, guru bimbinngan dan konseling dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling yang berupa bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis. Teknik desensitisasi sistematis merupakan teknik yang memfokuskan untuk mengurangi tingkat kecemasan atau fobia. Kata Kunci: cognitive behavior theraphy, kematangan karir, konseling kelompok ABSTRACT One of the phobias experienced by students is Glossophobia. Glossophobia is also called public conversation. Glossophobia is a social phobia where sufferers have social problems that can cause problems in school or other social life (Werhadiantiwi, 2014). Glossophobia occurs because the subconscious takes over a person's level of consciousness as if to overcome the one who made it, so that more students choose to avoid changes that are in accordance with their interests. Glossophobia is characterized by existing conflict-like confusion, not knowing what to say, echoing, and so on. Students who improve glossophobia will continue things that are very fatal such as development that is not optimal and even sustainable for adults. Thus, to reduce the level of glossophobia experienced by students, teachers can provide guidance and counseling services that contain group guidance using systematic desensitization techniques. An integrated desensitization technique is a technique that focuses on improving the level of focus or phobia. Keywords: group guidance, systematic desensitization, glossophobia
KONSELING KELOMPOK PERSPEKTIF INTEGRATIVE (TEKNIK DISPUTE COGNITIVE & TEKNIK IMAGERI) UNTUK MENCEGAH UPAYA PERCOBAAN BUNUH DIRI SISWA BERASRAMA DI PESANTREN Dwinda Tiara Putri; Rif’ah Purnamasari; Wirda Hanim; Happy Karlina Marjo
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.241 KB) | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

Bunuh diri merupakan masalah serius yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh masyarakat di seluruh dunia. Data yang diberikan dalam WHO: suicide data tercatat 800 orang meninggal dalam kasus bunuh diri dan terjadi setiap 40 detik perorang. Bunuh diri menjadi gejala global dan terjadi di sepanjang perjalan hidup manusia. Hal ini menjadi tanggung jawab negara dikarenakan pemuda adalah penerus dan harapan bangsa, generasi yang akan membangun kejayaan bangsa, perjalanan hidup bangsa ini masih panjang dan sangat membutuhkan peran serta pemuda-pemudi dalam membangun bangsa dan negara. Penelitian ini difokuskan pada perspektif integrative (teknik dispute kognitif dan teknik imageri) untukmencegah upaya tindakan bunuh diri pada siswa berasrama di pesantren. Metode yang akan digunakan adalah menggunakan kajian pustaka dengan memaparkan hasil penelitian terdahulu yang relevan pada penelitian ini. Kata Kunci: bunuh diri, konseling kelompok, perspektif integrative, teknik dispute cognitive, teknik imageri ABSTRACT Suicide is a serious problem that cannot be underestimated by people around the world. Data provided in WHO: suicide data there were 800 people died in suicides and occurred every 40 seconds per person. Suicide is a global symptom and occurs throughout the course of human life. This is the responsibility of the state because the youth is the successor and hope of the nation, a generation that will build the glory of the nation, the life journey of this nation is still long and very much needs the participation of young people in developing the nation and state. This study focused on integrative perspectives (cognitive dispute techniques and imagery techniques) to prevent attempts at suicide in boarding students in boarding schools. The method that will be used is to use literature review by describing the results of previous studies that are relevant in this study. Keywords: suicide, group counseling, integrative perspective, cognitive disputetechnique, imageri technique
PELATIHAN GURU BK SMP DI BEKASI UNTUK MELAKUKAN BIMBINGAN KELOMPOK Wirda Hanim; Karsih Karsih
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v3i1.1003

Abstract

The obstacle that encountered is group counseling services that rarely carried out apart from the limited time of service, it is also because of the skills of the Counselor in Junior High School. This condition also become more difficult due to group guidance services during the pandemic. The target of this service is BK teachers in Bekasi. Therefore, this service was made to improve BK teacher’s ability in giving a group counseling service. Initially, this service was designed with an offline system (offline), but in the pandemic period, the service was changed to online system (online). The stages carried out are the same as according to the initial plan, namely assessment, workshop, practice and evaluation. From the results of the assessment up to this stage, 5 groups were produced using a combined model. One group consisting of 10 students from 2 schools except SMP 19 Jakarta which is homogeneous in one school. The students involved all came from grade 7. Based on the aspect of the process, the activities of the devotion went well. Based on the aspect of the results, the target of this service is achieved that BK teachers increase their skills to conduct group guidance, and there is a change in the condition of student empathy. Key Words: Guidance Group, Empathy, Improve, Teachers
Implementasi Pendidikan Humanis di Sekolah Dasar Fitra Nugraha; Wirda Hanim; Eko Siswono
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.728 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian studi pustaka yang bertujuan untuk mengetahui proses, hasil, maupun pembaharuan pendidikan humanis yang diterapkan di sekolah khususnya sekolah dasar. Hasil analisis sepuluh jurnal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan humanis bisa diterapkan di sekolah formal maupun inklusi. Selain itu, dalam menghadapi tantangan zaman dan pencegahan terhadap perilaku negatif di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan oleh pendidik maupun peserta didik, dalam proses pembelajaran dan pendidikan humanis diharapkan sudah diterapkan. Karena tujuan dari pendidikan humanis yaitu meninggikan derajat manusia, mengembangkan bakat serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki peserta didik.
PELATIHAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN EMPATI PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN E-COMIC PADA GURU-GURU SEKOLAH INDONESIA CAIRO (SIC) Awaluddin Tjalla; Wirda Hanim; Nina Nurhasanah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.923 KB)

Abstract

Abstract Teachers in basic education units at the Indonesian Elementary School and Junior High School Cairo (SIC) need the skills to carry out group guidance activities in fostering the empathetic character of students. The existence of covid 19 causes learning to be carried out only face-to-face, so it is difficult for students to develop an empathetic character. The solution offered is to train teachers in the form of workshops to be skilled at providing group guidance interventions using E-Comic media. The implementation of community service consists of: 1) Focus Group Discussion (FGD 1), 2) Workshop, 3) Focus Group Discussion (FGD 2), and 4) Development of E-Comic. The method used is the Workshop and Focus Group Discussion, as well as the practice of making E-Comic story materials. Participants in the activity consisted of principals and SIC teachers in Egypt. Through the workshop, the result received is the ability of teachers to make E-Comic story materials about empathy to be used by elementary and junior high school students to increase empathy. By conducting community service activities through Workshops and Focus Group Discussions, elementary and junior high school teachers at the Indonesian School of Cairo gain knowledge and skills in making E-Comic story materials that will be used for making E-Comic in increasing the empathetic character of students. Abstrak Para guru pada satuan pendidikan dasar di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Sekolah Indonesia Cairo (SIC) memerlukan keterampilan melakukan kegiatan bimbingan kelompok dalam menumbuhkan karakter empati peserta didik. Adanya covid 19 menyebabkan pembelajaran dilakukan dengan tatap maya, sehingga peserta didik sulit mengembangkan karakter empati. Solusi yang ditawarkan yaitu melatih para guru dalam bentuk workshop agar terampil memberikan intervensi bimbingan kelompok dengan menggunakan media E-Comic. Pelaksanaan pengabdian masyarakat terdiri dari: 1) Focus Group Discussion (FGD 1), 2) Workshop, 3) Focus Group Discussion (FGD 2), dan 4) Pengembangan E-Comic. Metode yang digunakan dengan Workshop dan Focus Group Discussion, serta praktik pembuatan bahan cerita E-Comic. Peserta kegiatan terdiri dari kepala sekolah, guru dan orang tua peserta didik di SIC Mesir. Melalui workshop, hasil yang diterima adalah meningkatnya kemampuan para guru membuat bahan cerita E-Comic mengenai empati untuk digunakan oleh peserta didik SD dan SMP dalam meningkatkan empati siswa. Dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Workshop dan Focus Group Discussion para guru SD dan SMP Sekolah Indonesia Cairo mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat bahan cerita E-Comic yang akan digunakan untuk pembuatan E-Comic dalam meningkatkan karakter empati peserta didik.
PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN PARAKONSELOR BAGI MUSYRIFAH DALAM MENGHADAPI STRES AKADEMIK Rif'ah Purnama sari; Wirda Hanim; Happy Karlina Marjo
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i3.7956

Abstract

Panduan pelatihan parakonselor dalam menghadapi stres akademik santri dibuat dalam bentuk buku yang berisikan teknik-teknik konseling yang berkaitan dengan aspek stres akademik. Panduan pelatihan ini digunakan oleh musyrifah yang setelah dilatih konseling menjadi parakonselor. Tujuannya adalah agar musyrifah memiliki kompetensi dan skill konseling dalam menghadapi stres akademik. Jenis penelitian ini menggunakan Design Based Research (DBR) dengan menggunakan model Borg and Gall. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, yaitu kelas XII berjumlah 29 orang santri dan 19 orang musyrifah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan angket (kuesioner). Uji analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, yaitu menjabarkan hasil pengembangan dari produk. Hasil penelitian yang dilakukan pada uji validasi memperoleh skor persentase rata-rata 86.36% untuk uji ahli media dengan kriteria “sangat layak”, 85% uji materi dengan kriteria “sangat layak” dan 86.25% dengan kriteria “sangat layak”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa panduan pelatihan parakonselor bagi musyrifah dalam menghadapi stres akademik santri yang dikembangkan memiliki kriteria layak/valid dan menarik untuk digunakan sebagai panduan dalam menghadapi stres akademik santri.