Rosyad, Ali Miftakhu
Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Mahfuzhat Terhadap Akhlak Santri (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum Terisi Indramayu) Rizkiyah, Uni Khoerotun; Kurnaengsih, Kurnaengsih; Rosyad, Ali Miftakhu
Journal Islamic Pedagogia Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v4i1.106

Abstract

Pembelajaran tidak hanya mengandalkan rasio belaka tanpa menggunakan pendekatan kepada Allah SWT, yakni pendekatan akhlak, etika dan moral yang baik. Karena esensi pendidikan adalah memanusiakan manusia maka dalam membentuk karakter santri maupun peserta didik lainnya harus membangun karakter bukan hanya membentuk dari segi keilmuan yang didapatnya saja tetapi santri maupun peserta didik lain harus dapat mengaplikasikan ilmu tersebut agar hasil belajar mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan realitas diatas, peneliti berusaha untuk bisa menetahui Pengaruh Pembelajaran Mahfuzhat Terhadap Akhlak Santri. Sehingga dalam kaitanya dengan peneliti ini, peneliti dapat merumuskan masalah yang akan dikaji dalam penyusunan skripsi ini. Pertama Bagaimana pelaksanaan pembelajaraan Mahfuzhat di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum?. Bagaimana Pengaruh Pembelajaran Mahfudzhat Terhadap Akhlak Santri? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman pelaksanaan pembelajaran Mahfuzhat di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum dan akhlak santri, selain itu penelitan ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pembelajaran Mahfuzhat dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum Terisi. Sehingga dapat diperoleh persentase sejauh mana pembelajaran Mahfuzhat ini berpengaruh terhadap akhlak santri dalam kehdupan sehari-hari. Adapun jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif sedangkan metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode korelasional, sehingga akan diperoleh hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Subjek dalam peneltan ini adalah santri kelas 1 SMP yaitu sebanyak 40 orang. Alasan penulis mengambil sampel di kelas tersebut karena materi pembelajaran dikelas tersebut lebih mudah untuk dipahami. Dalam penelitian ini penulis menganalisis data menggunakan Melalui nilai rtabel Product Moment dengan nilai N=40 dapat diinterpretasikan pada taraf signifikasi 5% sebesar 0.312. Jadi 0.507 > 0.312 dengan membandingkan besarnya rxy dengan rtabel maka dapat diinterpretasikan bahwa rxy > rtabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kegiatan pembelajaran Mahfuzhat dengan akhlak santri. Dari perhitungan koefesien determinasi di atas, diketaui nilai koefesien determinasi sebesar 25%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X (pembelajaran Mahfuzhat) mempengaruhi atau memberi kontribusi terhadap variabel Y (akhlak santri) sebesar 25%. Adapun sisanya adalah faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi akhlak santri dan hal itu tidak diteliti oleh penulis.
Pelatihan Topologi Jaringan pada Sekolah Berbasis Cisco Paket Tracer Sutiyono, Tion; Karimah , Imroatul; Hidayat, Taufik; Miftakhu Rosyad, Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sultan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): Abdisultan
Publisher : Sultan Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/abdisultan.v1i2.203

Abstract

pengabdian ini bertujuan untuk memberikan fasilitasi pemberdayaan mengenai topologi jaringan komputer merupakan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah menengah kejuruan topologi jaringan komputer membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mempelajarinya. penelitian ini menggunakan metode ABCD (Aset Based Community Development) atau memberdayakan sesuatu yang sudah tersedia agar bisa digunakan lebih baik. Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan agar penggunaan Topologi jaringan di sekolah bisa lebih baik dan maksimal. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pada saat ini pembelajaran topologi jaringan memang sangat penting untuk di laksanakan pada pendidikan vokasi. Karena perkembangan informasi dan teknologi yang semakin canggih saat ini, maka mata pelajaran topologi jaringan computer perlu ditingkatkan dan dirancang melalui pembelajaran yang menggunakan web agar bisa diakses dan dipelajari setiap waktu dan setiap saat. Computer Based Instruction (CBI) merupakan suatu model pembelajaran yang diterapkan pada siswa agar lebih memperbanyak praktik daripada teori, dengan demikian waktu untuk mempelajari pelajaran tersebut bisa lebih banyak dan menarik. Agar pebelajaran lebih menarik diperlukan suatu media yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang konvensional menjadi proses pembelajaran yang interaktif dan menarik. Saat ini, pembelajaran berbasis computer sering kita dengar dengan istilah E-learning yang merupakan suatu cara pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet.. Berbagai jenis metode yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis komputer, misalnya Computer Based Instruction (CBI) yaitu pembelajaran berbantuan komputer dimana secara komprehensiv dari komponen pembelajaran konvensional digantikan dengan komputer,
Pengaruh Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa Studi Kasus Kelas 5 UPTD SDN 1 Majakerta Muhammad Adam Pradana; Kambali; Ali Miftakhu Rosyad
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.3140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam membentuk karakter, khususnya kedisiplinan, melalui pendekatan spiritual dan keteladanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh guru PAI dalam membentuk kedisiplinan siswa kelas V di UPTD SDN 1 Majakerta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data diperoleh melalui angket skala Likert yang disebarkan kepada 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara guru PAI dan kedisiplinan siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,673 dan koefisien determinasi sebesar 45,3%. Dapat disimpulkan bahwaPenelitian ini menegaskan bahwa pendekatan religius dan keteladanan guru PAI sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku disiplin siswa sejak dini.
Peran Ikatan Remaja Masjid dalam Penanaman Nilai-nilai Karakter Pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Lelea IndramayuSMK NEGERI 1 LELEA INDRAMAYU Hasanudin; Zaedi; Ali Miftakhu Rosyad
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.3142

Abstract

Kurangnya pendidikan Islam dalam sistem pendidikan berdampak pada kemerosotan moral, penurunan akhlak, dan kenakalan remaja. Oleh karena itu, keberadaan organisasi pemuda masjid (IRMA) di sekolah, khususnya di SMK Negeri 1 Lelea, bertujuan untuk membangun siswa dengan akhlak dan karakter mulia, yang berlandaskan pada iman Islam, syariat, tata kelola agama, dan karakter moral siswa SMKN 1 Lelea. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kegiatan ekstrakurikuler organisasi pemuda masjid dalam membentuk karakter siswa kelas XII SMKN 1 Lelea Indramayu dan untuk menyelidiki peran IRMA dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa kelas XII SMKN 1 Lelea Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organisasi Pemuda Masjid (IRMA) merupakan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dibentuk sebagai forum bagi siswa di SMK agar lebih terkoordinasi. IRMA (Organisasi Pemuda Masjid). Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang ditujukan bagi siswa Muslim di tingkat sekolah IRMA bertujuan untuk mengasah keterampilan berorganisasi, meningkatkan pemahaman ajaran Islam, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Proses penanaman karakter pemuda masjid melalui bimbingan Pemuda Islam Masjid (IRMA) SMK Negeri 1 Lelea.
Islam Versus Pancasila: Literature Review Mengenai Konstruksi Pluralisme Substantif Melalui Model Harmonisasi Syariah-Falsafah Ibn Rusyd Zaenudin; Ali Miftakhu Rosyad; Affy Khoiriyah
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.3268

Abstract

Dikotomi antara Islam dan Pancasila telah menjadi perdebatan epistemologis berkepanjangan dalam diskursus ketatanegaraan Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi model pluralisme substantif melalui pendekatan harmonisasi syariah-falsafah Ibn Rusyd sebagai jembatan intelektual antara prinsip Islam dan nilai Pancasila. Menggunakan metode Systematic Literature Review dengan framework PRISMA, penelitian ini menganalisis 67 literatur dari Scopus, Google Scholar, dan repositori akademik periode 2010-2024. Analisis tematik mengidentifikasi dua dimensi utama: konvergensi epistemologi tauhid-ketuhanan melalui keselarasan wahyu-akal Ibn Rusyd, dan harmonisasi aksiologi maqasid syariah dengan nilai keadilan sosial Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa falsafah Ibn Rusyd tentang ta'wil progresif dan universalitas hukum natural memberikan landasan teoretis bagi rekonsiliasi substantif Islam-Pancasila. Model harmonisasi ini menghasilkan paradigma pluralisme substantif yang melampaui toleransi pasif menuju koeksistensi aktif-produktif, dimana syariah dipahami sebagai prinsip etis universal yang kompatibel dengan konstitusionalisme Pancasila. Signifikansi penelitian terletak pada kontribusinya terhadap resolusi konflik ideologis melalui pendekatan filosofis-teologis transformatif, menawarkan sintesis integratif yang memperkuat fondasi kebangsaan Indonesia.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Problematika Remaja di SMP Negeri 1 Sindang Ahmad Dasuki Aly; Dini Fitriyani; Ali Miftakhu Rosyad
Journal Islamic Pedagogia Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v5i2.151

Abstract

Pada masa sekolah, siswa berada pada usia remaja yang merupakan puncak emosionalitas. Remaja mengalami keadaan psikis yang labil, goncangan emosional, serta sensitif terhadap berbagai peristiwa atau situasi sosial yang dapat menjadikan bermacam-macam karakter. Sedangkan pada satu sisi, remaja sebenarnya sedang berupaya untuk menemukan jati dirinya, namun pengaruh buruk dari lingkungan cenderung menjauhkan mereka dari tertananmnya nilai-nilai integritas kepribadian. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Peran Guru PAI dalam menghadapi Peran Guru PAI dalam menghadapi Problematika Remaja telah mengalami penguatan yang signifikan sejak tahun 2010. Penguatan ini diwujudkan melalui implementasi berbagai program kagamaan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari siswa di lingkungan sekolah, seperti pembiasaan sholat dhuha, kegiatan membaca Al-Qur'an setiap pagi, serta adanya program tambahan berupa sekolah madrasah.
Strengthening the Internalization of Pancasila Values in the Millennial Generation Through Character Education in Indramayu Regency Rosyad, Ali Miftakhu; Hidayat, Taufik; Nurchamidah, Nurchamidah; Baedowi, Muhamad; Hamsah, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sultan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Abdisultan
Publisher : Sultan Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/abdisultan.v3i1.474

Abstract

The degradation of Pancasila values among the millennial generation challenges the resilience of national ideology in the digital era. This community service program aimed to strengthen the internalization of Pancasila values through a local wisdom-based participatory action learning approach for millennials in Indramayu Regency involving 120 participants from university students, Karang Taruna members, and community activists aged 18–35 years. The intervention integrated reflective workshops, social action mentoring, and impact evaluation to transform cognitive understanding into civic practice. The results showed a 78.5% increase in comprehensive understanding of Pancasila values and a 65.3% improvement in pro-social behavior, along with the emergence of 15 participant-initiated social action projects such as anti-hoax campaigns, interfaith dialogue forums, and mutual cooperation-based economic empowerment. These findings confirm that the integration of experiential learning with Dermayon local wisdom creates sustainable and community-driven character education. This model provides a scalable and replicable framework for strengthening civic and character education by positioning youth as active agents of socio-cultural value transformation.
Strengthening Civic Awareness and Religious Moderation among Millennials Through a Participatory Approach Based on Local Wisdom Rosyad, Ali Miftakhu; Hidayat, Taufik; Zaenudin, Zaenudin; Khoiriyah, Affy; Adelakun, Najeem Olawale
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sultan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Abdisultan
Publisher : Sultan Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/abdisultan.v3i1.480

Abstract

The increasing cases of intolerance and radicalism among millennials pose a serious threat to Indonesia's diversity and national unity. This community service program aims to strengthen civic awareness and religious moderation through a participatory approach based on local wisdom among millennials in Indramayu Regency. This study employed a one-group pretest-posttest quasi-experimental design with participatory community engagement approach, involving 135 participants consisting of college students, youth members of religious organizations, and community activists aged 18-35 years. The program was implemented through four stages: initial assessment of civic awareness and religious tolerance attitudes, interactive training based on interfaith dialogue, mentoring for implementing religious moderation actions, and evaluation of attitudinal changes. Paired sample t-test analysis (t = 21.35; p < 0.001) revealed statistically significant increases in the civic awareness index from 52.8 to 91.7 (73.8% improvement) and the religious moderation index from 57.4 to 91.5 (68.4% improvement). The program successfully generated 12 religious moderation movements initiated by participants, including interfaith dialogue forums, anti-hoax campaigns on religious content, and collaborative cross-faith social projects. The distinctive contribution of this study lies in the strategic integration of Indramayu's local wisdom ("ngaji bareng" and "silih asih antar umat") as a culturally rooted medium for simultaneously fostering civic awareness and religious moderation, demonstrating that participatory approaches anchored in indigenous values yield more sustainable outcomes than conventional top-down interventions.