Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa Studi Kasus Kelas 5 UPTD SDN 1 Majakerta Muhammad Adam Pradana; Kambali; Ali Miftakhu Rosyad
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.3140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam membentuk karakter, khususnya kedisiplinan, melalui pendekatan spiritual dan keteladanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh guru PAI dalam membentuk kedisiplinan siswa kelas V di UPTD SDN 1 Majakerta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data diperoleh melalui angket skala Likert yang disebarkan kepada 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara guru PAI dan kedisiplinan siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,673 dan koefisien determinasi sebesar 45,3%. Dapat disimpulkan bahwaPenelitian ini menegaskan bahwa pendekatan religius dan keteladanan guru PAI sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku disiplin siswa sejak dini.
Peran Ikatan Remaja Masjid dalam Penanaman Nilai-nilai Karakter Pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Lelea IndramayuSMK NEGERI 1 LELEA INDRAMAYU Hasanudin; Zaedi; Ali Miftakhu Rosyad
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.3142

Abstract

Kurangnya pendidikan Islam dalam sistem pendidikan berdampak pada kemerosotan moral, penurunan akhlak, dan kenakalan remaja. Oleh karena itu, keberadaan organisasi pemuda masjid (IRMA) di sekolah, khususnya di SMK Negeri 1 Lelea, bertujuan untuk membangun siswa dengan akhlak dan karakter mulia, yang berlandaskan pada iman Islam, syariat, tata kelola agama, dan karakter moral siswa SMKN 1 Lelea. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kegiatan ekstrakurikuler organisasi pemuda masjid dalam membentuk karakter siswa kelas XII SMKN 1 Lelea Indramayu dan untuk menyelidiki peran IRMA dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa kelas XII SMKN 1 Lelea Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organisasi Pemuda Masjid (IRMA) merupakan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dibentuk sebagai forum bagi siswa di SMK agar lebih terkoordinasi. IRMA (Organisasi Pemuda Masjid). Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang ditujukan bagi siswa Muslim di tingkat sekolah IRMA bertujuan untuk mengasah keterampilan berorganisasi, meningkatkan pemahaman ajaran Islam, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Proses penanaman karakter pemuda masjid melalui bimbingan Pemuda Islam Masjid (IRMA) SMK Negeri 1 Lelea.
Islam Versus Pancasila: Literature Review Mengenai Konstruksi Pluralisme Substantif Melalui Model Harmonisasi Syariah-Falsafah Ibn Rusyd Zaenudin; Ali Miftakhu Rosyad; Affy Khoiriyah
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.3268

Abstract

Dikotomi antara Islam dan Pancasila telah menjadi perdebatan epistemologis berkepanjangan dalam diskursus ketatanegaraan Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi model pluralisme substantif melalui pendekatan harmonisasi syariah-falsafah Ibn Rusyd sebagai jembatan intelektual antara prinsip Islam dan nilai Pancasila. Menggunakan metode Systematic Literature Review dengan framework PRISMA, penelitian ini menganalisis 67 literatur dari Scopus, Google Scholar, dan repositori akademik periode 2010-2024. Analisis tematik mengidentifikasi dua dimensi utama: konvergensi epistemologi tauhid-ketuhanan melalui keselarasan wahyu-akal Ibn Rusyd, dan harmonisasi aksiologi maqasid syariah dengan nilai keadilan sosial Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa falsafah Ibn Rusyd tentang ta'wil progresif dan universalitas hukum natural memberikan landasan teoretis bagi rekonsiliasi substantif Islam-Pancasila. Model harmonisasi ini menghasilkan paradigma pluralisme substantif yang melampaui toleransi pasif menuju koeksistensi aktif-produktif, dimana syariah dipahami sebagai prinsip etis universal yang kompatibel dengan konstitusionalisme Pancasila. Signifikansi penelitian terletak pada kontribusinya terhadap resolusi konflik ideologis melalui pendekatan filosofis-teologis transformatif, menawarkan sintesis integratif yang memperkuat fondasi kebangsaan Indonesia.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Problematika Remaja di SMP Negeri 1 Sindang Ahmad Dasuki Aly; Dini Fitriyani; Ali Miftakhu Rosyad
Journal Islamic Pedagogia Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v5i2.151

Abstract

Pada masa sekolah, siswa berada pada usia remaja yang merupakan puncak emosionalitas. Remaja mengalami keadaan psikis yang labil, goncangan emosional, serta sensitif terhadap berbagai peristiwa atau situasi sosial yang dapat menjadikan bermacam-macam karakter. Sedangkan pada satu sisi, remaja sebenarnya sedang berupaya untuk menemukan jati dirinya, namun pengaruh buruk dari lingkungan cenderung menjauhkan mereka dari tertananmnya nilai-nilai integritas kepribadian. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Peran Guru PAI dalam menghadapi Peran Guru PAI dalam menghadapi Problematika Remaja telah mengalami penguatan yang signifikan sejak tahun 2010. Penguatan ini diwujudkan melalui implementasi berbagai program kagamaan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari siswa di lingkungan sekolah, seperti pembiasaan sholat dhuha, kegiatan membaca Al-Qur'an setiap pagi, serta adanya program tambahan berupa sekolah madrasah.
IMPLEMENTATION CHALLENGES OF DATA PROTECTION LAW IN NIGERIAN HIGHER EDUCATION Rosyad, Ali Miftakhu; Adelakun, Najeem Olawale; Amiarsa, Panji; Kamal, Maulana; Hamamah, Fatin
FOCUS: Jurnal of Law Vol 6 No 2 (2025): Focus: October Edition
Publisher : Faculty of Law Universitas 17 Augustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/focus.v6i2.785

Abstract

This study examines the gap between the existence of data protection regulations and their ineffective implementation in Nigerian higher education institutions. Despite the enactment of the Nigeria Data Protection Regulation (NDPR) 2019 and the Nigeria Data Protection Act (NDPA) 2023, universities continue to face challenges in ensuring data security and compliance. This research explores why implementation remains ineffective and how legal, technological, and organizational factors contribute to this condition. Using a socio-legal approach, the study combines normative legal analysis with empirical data from semi-structured interviews. The findings show that weak enforcement, limited institutional capacity, inadequate ICT infrastructure, low legal awareness, and unsupportive organizational culture hinder effective implementation. These factors interact to create systemic barriers to compliance. The study emphasizes the need for stronger enforcement, institutional reform, capacity-building, and technological investment to achieve effective data protection.
IMPLICATIONS OF THE IMPLEMENTATION OF SYARIAH LAW IN CYBERSPACE IN MALAYSIA Rosyad, Ali Miftakhu; Mahmoor, Siti Fatahiyah; Sukardi, Didi
FOCUS: Jurnal of Law Vol 6 No 1 (2025): Focus: March Edition
Publisher : Faculty of Law Universitas 17 Augustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/focus.v6i1.786

Abstract

The rapid advancement of information and communication technology (ICT) has created new legal challenges in cyberspace, particularly within Malaysia’s dual legal system of civil and Syariah law. This study examines the implementation of Syariah law in cyberspace by focusing on jurisdictional challenges, the validity of digital evidence, and the balance between moral enforcement and human rights. Using a qualitative normative-empirical approach through document analysis, case studies, and interviews, the findings reveal significant limitations, including restricted jurisdiction, the absence of clear standards for digital evidence, and tensions between religious norms and individual freedoms. The study emphasizes the need for legal reform, institutional coordination, and technological integration to ensure that Syariah law remains effective, relevant, and aligned with principles of justice and human rights in the digital era.
Technology-Enhanced Civic Education: A Systematic Literature Review of Digital Learning Systems and Civic Competencies Rosyad, Ali Miftakhu
Interdisciplinary Journal of Social Sciences Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/ijoss.v3i1.299

Abstract

Technology transforms civic education delivery and outcomes in higher education institutions worldwide. This systematic review addresses a critical gap by synthesizing empirical evidence on how specific digital learning systems support civic competency development, examining which technological features and pedagogical integration strategies effectively cultivate democratic citizenship capabilities. Following PRISMA guidelines, we analyzed 63 peer-reviewed articles published between 2014-2024 from Scopus, Web of Science, ERIC, and IEEE Xplore databases. Results show that technology-enhanced approaches combining interactive systems with structured pedagogy produce moderate to large effects (d=0.51-1.18) on civic competencies, while technology-as-content-delivery shows minimal effects (d=0.14-0.38). However, 79% of studies measure outcomes within one month post-intervention using self-report instruments, limiting conclusions about sustained behavioral change. Four categories of digital learning systems emerged: learning management systems, specialized civic platforms, immersive technologies, and social networking tools. Substantial gaps exist in longitudinal behavioral research, implementation science studies, and comparative system effectiveness analyses. Critical Gap: No prior systematic review has explicitly synthesized empirical evidence on which digital learning systems and pedagogical integration strategies most effectively develop all four civic competency dimensions (cognitive, participatory, affective, and behavioral) in higher education globally, including in developing and Asian contexts where this urgency is greatest. Novelty: This study provides the first PRISMA-guided, cross-dimensional synthesis demonstrating that pedagogical integration quality—not technological sophistication—is the primary predictor of civic learning outcomes, offering an evidence-based framework transferable across diverse institutional and cultural contexts worldwide.
Implementasi Pembelajaran Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa di MAN 1 Indramayu Muhammad Teddy Bachtiar; Kambali; Ali Miftakhu Rosyad
Journal Islamic Pedagogia Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v6i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasipelaksanaan pembelajaran Agama Islam di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) memiliki karakteristik khas sebagai lembaga pendidikan formal yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pendalaman nilai-nilai keislaman. Namun demikian, fenomena degradasi moral di kalangan siswa seperti lemahnya disiplin ibadah, rendahnya internalisasi nilai-nilai Islam, serta dominasi orientasi materialistic menjadi tantangan tersendiri dalam implementasi pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus deskriftif, data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran di kelas XI, kepala madrasah, guru dan siswa. Analisis data dilakukan secara tematik dengan teknik Snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, model pembelajaran Agama Islam di MAN 1 Indramayu mengadopsi pendekatan holistik dengan mengintegrasikan metode ceramah interaktif, diskusi inquiry, dan pembelajaran kooperatif, serta menggunakan strategi contextual teaching and learning yang relevan dengan realitas kehidupan remaja. Kedua, pembentukan karakter siswa diwujudkan melalui internalisasi nilai-nilai Islam yang tertanam dalam hidden curriculum dan aktivitas ko-kurikuler seperti BTQ, shalat dhuha, dan kegiatan Rohis.