Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Beli Ulang Konsumen Esteh Indonesia di Kota Padang Rahmatillah, Afifah; Sari, Rina; Triana, Lora
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i2.462

Abstract

Usaha minuman teh berkembang pesat di Kota Padang sehingga menyebabkan tingginya persaingan antar pemilik usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen Esteh Indonesia di Kota Padang dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli ulang konsumen Esteh Indonesia di Kota Padang. Konsumen yang dijadikan responden ditentukan dengan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan bantuan kuesioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan mayoritas konsumen Esteh Indonesia berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 19-24 tahun, pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa, pendapatan perbulan < Rp 1000.000 dan jarak ke lokasi pembelian 1-5 km. Berdasarkan model penelitian yang dilakukan diperoleh nilai R square sebesar 0,540. Nilai uji F didapatkan sebesar 11,896 yang artinya variabel faktor kebudayaan, sosial, pribadi, psikologi, produk, harga, lokasi dan promosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang.
Analisis Usaha Tahu di Kota Pariaman Shidiq, Arrahman Al; Sari, Rina; Khairati, Rusda
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i1.483

Abstract

Agroindustri kedelai, khususnya pembuatan tahu, di Kota Pariaman potensial untuk dikembangkan karena adanya potensi peningkatan permintaan seiring jumlah penduduk yang banyak dan lokasi geografis wilayah yang dekat dengan Kota Padang sebagai pusat perdagangan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil dan manajemen usaha serta menganalisis keuntungan dan titik impas usaha tahu di Kota Pariaman. Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan melakukan survei terhadap pelaku-pelaku usaha tahu. Usaha tahu di Kota Pariaman ada tiga yaitu usaha tahu Ajo Zul, usaha tahu Bintang dan usaha tahu Akang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 5 Januari sampai 5 Februari 2023 usaha tahu di Kota Pariaman telah memperoleh keuntungan dan berada di atas titik impas. Usaha tahu Ajo Zul memperoleh keuntungan sebesar Rp 28.634.988,- dengan R/C sebesar 1,157. Usaha tahu Bintang memperoleh keuntungan sebesar Rp 14.771.260 dengan R/C sebesar 1,091 dan usaha tahu Akang memperoleh keuntungan sebesar Rp 5.436.204 dengan R/C 1,257. R/C ketiga usaha tahu di Kota Pariaman bernilai lebih dari 1 yang artinya usaha menguntungkan. Berdasarkan analisis titik impas (break even point), usaha tahu Ajo Zul titik impas kuantitas sebanyak 51.461 potong tahu dengan impas penjualan sebesar Rp 51.460.693,-. Usaha tahu Bintang titik impas kuantitas sebanyak 89.920 potong tahu dengan impas penjualan sebesar Rp 89.919.679,-. Usaha tahu Akang titik impas kuantitas sebanyak 7.614 potong tahu dengan impas penjualan sebesar Rp 12.183.005,-. Hasil penelitian menunjukkan usaha tahu di Kota Pariaman sudah berada di atas titik impas. 
Persepsi Konsumen terhadap Bauran Pemasaran Selai Buah Naga Pada Usaha Parakno Farm di Kota Padang Ramadhani, Muthia; Sari, Rina; Putri, Afrianingsih
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 3 (2024): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i3.534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bauran pemasaran selai buah naga dan menganalisis persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran selai buah naga pada usaha Parakno Farm di Kota Padang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan wawancara dan mengedarkan kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis kualitatif adalah menggambarkan bauran pemasaran selai buah naga yang terdiri atas empat bauran, yaitu bauran produk, harga, tempat/distribusi, dan promosi. Sedangkan analisis kuantitafif dilakukan pada perhitungan jawaban responden terkait persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran selai buah naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran selai buah naga usaha Parakno Farm sudah cukup baik dilihat dari produk yang ditawarkan, penetapan harga jual, pemilihan lokasi penjualan, dan promosi yang dilakukan. Persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran selai ini dikategorikan sangat tinggi pada variabel produk dan tempat/distribusi serta dikategorikan tinggi dilihat dari variabel harga dan promosi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA BERBANTUAN WORDWALL Sari, Rina; Maharani, Israq; Harahap, Yenni Novita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara model pembelajaran Realistic Mathematic Education dengan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi matematis dengan materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Berdasarkan hasil analisis data dan hipotesis data pretest dan postest, maka dapat diperoleh nilai rata–rata postest kelas eksperimen sebesar 82,26 rata–rata postest kelas kontrol sebesar 58,33 Sehingga terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematic Education terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa berbantuan WordWall. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji t diperoleh t hitung > t tabel yaitu (0,000 > 0,05). Artinya ada perbedaan rata–rata kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematic Education. Uji normalitas pretest diketahui bahwa nilai sig. 0,324 > 0,05. Sedangkan uji homogenitas pretest terdapat nilai sig. 0,021 > 0,05. Hasil pengujian analisis data berupa pengujian hipotesis data pretest, menunjukkan bahwa kedua kelas sampel memiliki kemampuan awal yang sama tentang kemampuan komunikasi matematis.
Harga Diri dan Self-Injury: Sebuah Studi pada Individu dengan Riwayat Adverse Childhood Experiences Sari, Rina; Akerpia, Regina Kristy
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dan NSSI pada individu yang memiliki pengalaman buruk masa kecil serta pernah melakukan tindakan menyakiti diri tanpa niat bunuh diri. Penelitian ini menggunakan desain korelasional. Partisipan berjumlah 50 orang yang memenuhi kriteria pengalaman trauma masa kecil dan riwayat setidaknya satu kali melakukan NSSI, diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan meliputi The Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) – Adult Version untuk mengukur tingkat self-esteem, serta Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) untuk mengukur kecenderungan NSSI. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self-esteem dan NSSI (r = –0.281; p < 0.05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem yang dimiliki individu, maka semakin rendah kecenderungan melakukan NSSI, khususnya pada individu dengan riwayat trauma masa kecil. Self-esteem memiliki peran penting dalam membantu individu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan situasi serta lingkungan baru, sekaligus memfasilitasi penggunaan strategi coping yang adaptif dalam menghadapi permasalahan. Individu dengan self-esteem yang lebih baik cenderung mampu mengelola emosi secara efektif, sedangkan self-esteem yang rendah sering dikaitkan dengan munculnya perilaku maladaptif seperti nonsuicidal self-injury (NSSI). Implikasi penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa self-esteem berperan sebagai faktor protektif terhadap perilaku menyakiti diri tanpa niat bunuh diri. Selain itu, hasil ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan self-esteem untuk meminimalkan risiko NSSI pada populasi dengan pengalaman traumatis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel psikologis lain yang berpotensi berperan sebagai mediator atau moderator dalam hubungan tersebut.
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN ROASTED BEANS TERHADAP BAURAN PEMASARAN PADA USAHA UDA ESPRESSO CAFÉ & ROASTERY DI KOTA PAYAKUMBUH Rizki, Dzulfikri; Sari, Rina; Yusmarni, Yusmarni
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis tingkat kepuasan konsumen produk roasted beans pada Uda Espresso Café Roastery di Kota Payakumbuh. Survai dilakukan terhadap konsumen yang diambil secara accidental sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen Uda Espresso Café Roastery berada pada kriteria sangat puas dengan nilai CSI sebesar 86 persen. Hasil Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa atribut yang berada pada indikator dengan kinerja yang rendah sedangkan kepentingannya tinggi yaitu atribut ketersediaan produk, lahan parkir, dan ketersediaan toilet. Saran yang dapat diberikan kepada Uda Espresso Café Roastery untuk meningkatkan kinerja pada atribut ketersediaan produk yaitu perusahaan penting mengelola stok dengan baik sehingga perusahaan dapat mengurangi risiko kehabisan stok dan dapat meningkatkan pelayanan, untuk meningkatkan kinerja atribut lahan parkir perusahaan dapat melakukan kerjasama dengan usaha lain untuk memperluas lahan parkir, dan untuk atribut ketersediaan toilet dengan memberi label toilet yang lebih jelas atau mencolok sehingga mudah dilihat oleh konsumen. Kata Kunci : coffee shop, karakteristik konsumen, kepuasan konsumen, IPA, roasted beans
Tantangan Komisi Penyiaran Indonesia Aceh di Era Digitalisasi Nova, Acik; Tussalimah, Rafika; Muqaddamar, Aidil; Hamida, Nur; Sari, Rina
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.10104

Abstract

Abstrak - Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) dalam menghadapi era digitalisasi media. Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar terhadap sistem penyiaran di Indonesia, termasuk migrasi dari televisi analog ke digital serta munculnya platform Over The Top (OTT) seperti YouTube dan Netflix. Kondisi ini menuntut KPIA untuk beradaptasi dalam melakukan fungsi pengawasan dan penegakan etika penyiaran di tengah keterbatasan regulasi dan sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menganalisis berbagai referensi ilmiah dan hasil wawancara dengan komisioner KPI Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPIA menghadapi tiga tantangan utama, yaitu keterbatasan kewenangan terhadap platform digital global, lemahnya koordinasi antara KPI Pusat dan KPI Daerah, serta rendahnya literasi media masyarakat. Upaya yang dilakukan KPIA meliputi pelibatan masyarakat dalam pelaporan konten bermasalah, pembentukan tim pemantau konten digital, dan kerja sama dengan platform daring untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara KPI, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem penyiaran yang profesional, beretika, serta sesuai dengan nilai-nilai budaya dan hukum lokal, khususnya di Aceh.Kata kunci: KPI Aceh, penyiaran digital, regulasi media; literasi digital; pengawasan konten; Abstract – This study examines the challenges faced by the Aceh Broadcasting Commission (KPIA) in addressing the era of media digitalization. The rapid development of digital technology has significantly transformed Indonesia’s broadcasting system, including the migration from analog to digital television and the emergence of Over The Top (OTT) platforms such as YouTube and Netflix. These changes require KPIA to adapt its supervisory and regulatory functions amid limited authority, resources, and legal frameworks. This research employs a qualitative approach using a literature study method combined with interviews with KPI Aceh commissioners. The findings reveal three major challenges: limited regulatory power over global digital platforms, weak coordination between the central and regional broadcasting commissions, and low public media literacy. KPIA’s strategies include engaging the public in reporting inappropriate content, establishing a monitoring team for digital platforms, and collaborating with online service providers to enhance oversight effectiveness. The study emphasizes the importance of collaboration between KPI, the government, and society to build a professional, ethical broadcasting system that upholds cultural and legal values, particularly within the context of Aceh.Keywords: Aceh Broadcasting Commission, digital broadcasting, media regulation, digital literacy, content supervision
Peran UMKM dalam Memacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah Sari, Rina
Economics Note Vol. 2 No. 1 (2026): Economics Note, January 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/econote.v2i1.97

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a pivotal role in regional economic development by generating employment, stimulating local income, and promoting inclusive growth. This study investigates the role of MSMEs in accelerating regional economic growth. Utilizing a mixed‑methods approach, quantitative data from regional economic statistics and qualitative interviews with MSME actors and policy makers were collected in a selected province from 2022 to 2024. The analysis shows that MSMEs contribute significantly to Gross Regional Domestic Product (GRDP), absorb labor especially in non‑formal sectors, and foster local value chains. However, their potential is constrained by limited access to finance, weak managerial capacity, and infrastructure deficits. The findings suggest that well‑targeted policies, capacity building, and institutional support can enhance the effectiveness of MSMEs in driving regional growth. In conclusion, MSMEs are not merely complementary actors but central drivers of regional economic performance, provided that enabling ecosystems are strengthened.