Claim Missing Document
Check
Articles

Identification of Hydrocarbons Sub-Basin Based on Gravity Data Analysis in Lampung Area Muh Sarkowi; Rahmat Catur Wibowo; Suhayat Minardi; Indra Arifianto
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v11n2.p106-113

Abstract

Gravity Data analyses in Lampung area are carried out to identify potential hydrocarbon sub-basins. The hydrocarbon potential in the Lampung sub-basin is indicated by the presence of hydrocarbon seepage found in Wai Imus, Wai Tahmi, and from oil shown in Ratu-1 and Tujo-1 exploration wells. Spectrum analysis, filtering, gradient, and gravity anomaly modeling determine the presence of potential hydrocarbon sub-basins in the Lampung sub-basin. Our results show that the Bouguer anomaly in the Lampung sub-basin ranges from 0 mGal to 90 mGal. A high anomaly appears in the southern part associated with basement high and a low anomaly in the center area of the western region related to the existence of the large Sumatra fault zone. The Bouguer Anomaly spectrum analysis result shows that basement depth in the Lampung sub-basin is 2400 m to 4400 meters deep. Data analysis of residual Bouguer anomaly, SVD residual Bouguer anomaly, and fault structure identified 18 sub- hydrocarbon potential basins scattered in Way Kanan, Tulang Bawang Barat, Menggala, Mesuji, Terbanggi Besar - Seputih Surabaya (Central Lampung), Sukadana and Labuhan Maringgai (East Lampung) areas. Some volcanic paths were also identified from Ratu-1 well, and Tujo-1 well in the Lampung WKP block. 2.5D modeling results of residual Bouguer anomaly show Kasai, Muara Enim, and Air Benakat, respectively, overburdened rock formations deposited from the top, followed by the Gumai Formation, which acts as a seal formation, while the hydrocarbon reservoirs are from the Baturaja and Talang Akar Formation. Our subsurface depth model has been verified by Ratu-1 and Tujo-1 exploration well.
Identifikasi Zona Potensi Longsor Menggunakan Metode Fotogrametri Foto Udara Area Pidada Kota Bandar Lampung Rahmat Catur Wibowo; Aldika Rizkiano; Muh Sarkowi
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 3 No 2 (2022): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.14 KB) | DOI: 10.23960/jgrs.2022.v3i2.74

Abstract

Tanah longsor mencakup berbagai fenomena yang melibatkan gerakan tanah di lereng bawah, seperti runtuhan batuan, longsoran lereng dalam, dan aliran puing dangkal yang disebabkan oleh gravitasi yang bekerja pada suatu lereng. Untuk menghindari tingginya kerugian akibat bahaya bencana tersebut maka diperlukan upaya meminimalisir salah satunya dengan melakukan pemetaan area potensi bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan zona daerah potensi bencana longsor berdasarkan data kelas lereng, curah hujan dan geologi regional daerah penelitian. Hasil pengolahan dari 74 gambar data drone dan ekstraksi DSM didapatkan DTM menggunakan terain filter flat pada pengolahan Agisoft Metashape dan PCI Geomatica 2015. Berdasarkan hasil DTM didapatkan kelas lereng yaitu datar (0º – 2º) 19,36%, landai (2º – 4º) 30,65%, miring (4º – 8º) 19,72%, agak curam (8º – 16º) 16,4%, curam (16º – 35º) 8,03%, sangat curam (35º – 55º) 4,58%, dan lereng terjal (>55º) 1,27%. Berdasarkan analisis data kelas lereng, data curah hujan tahunan dan peta geologi regional terdapat daerah potensi tanah longsor dengan area yang ditandai dengan simbol berwarna jingga hingga merah dengan total luasan 0,866 ha dengan kemiringan curam (0,501 ha), sangat curam (0,286 ha) dan lereng terjal (0,079 ha)
Pembuatan Peta Potensi Geowisata Area Bendungan Way Sekampung Berbasis Drone Melalui Pendekatan Partisipatif Masyarakat Lokal Di Pekon Bumi Ratu Kabupaten Pringsewu Muh Sarkowi; Rahmat Catur Wibowo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 6 No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i3.387

Abstract

Potensi geowisata Pekon Bumi Ratu didominasi oleh potensi wisata air. Namun, potensi ini belum dimaksimalkan, dikarenakan masyarakat setempat masih awam. Seiring geliat ekowisata-geowisata, peran serta akademisi dituntut untuk mengedukasi masyarakat, agar masyarakat bisa secara swakelola mengembangkan potensi alam disekitar mereka. Tujuan dari pengabdian ini adalah: (1) Mendeskripsikan atau memetakan kondisi eksisting obyek geowisata Bendungan Way Sekampung (BWS) berbasis drone; (2) Mengedukasi masyarakat akan prinsip-prinsip pengelolaan potensi geowisata berkelanjutan; dan (3) Mengedukasi masyarakat tentang bisnis pariwisata, menuju tata kelola berbasis pemberdayaan masyarakat. Metodologi yang diterapkan adalah: (1) Studi pustaka tentang pengembangan ekowisata-geowisata, (2) Melakukan visualisasi bentang alam, geologi, foto dan video pada obyek pantai dan sekitarnya, (3) Melakukan kajian keekonomian, bisnis dan model promosi. Manfaat dari kegiatan ini meliputi: (1) Tedeskripsi dan terpetakannya seluruh potensi bentang alam dan geologi secara 2D berupa peta luasan dan bentang alam daerah di Pekon Bumi Ratu; (2) Tervisualisasi potensi geowisata secara vidio dan audio; dan (3) Masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang potensi ekowisata di daerahnya, baik pengetahuan bentang alam, keekonomiannnya dan dasar-dasar pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan dan swakelola.
Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pengairan Kabupaten Lampung Tengah Dalam Melaksanakan Tugas Pokok DanKewenangannya Sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2021 Ismail; Muh. Sarkowi; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.612 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i1.16

Abstract

Temuan hasil pekerjan BPK dapat menjadi dasar penulisan ini. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menganalisis pelaksanaan prinsip pengadaan barang/jasa terhadap tugas pokok dan wewenang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kesesuaian kualifikasi pendidikan dan pengalaman PPK sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2021, serta sebagai tugas PPK pengadaan barang/jasa yang hanya merupakan tugas tambahan di tengah tugas dan tanggungjawab di Organisasi Perangkat Daerah. Dari artikel ini dapat disimpulkan bahwa PPK di Dinas Pengairan Kabupaten Lampung Tengah belum sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa untuk melaksanakan tugas pokok dan wewenangnya, prinsip-prinsip pengadaan yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik adalah prinsip efektif, dikarenakan frekuensi ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi teknis hasil perencanaan pengadaan pada pekerjaan konstruksi. Ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis hasil perencanaan pengadaan disebabkan oleh kelalaian pihak penyedia dan PPK yang kurang teliti dalam menjelaskan rincian pekerjaan. Pengangkatan PPK di Dinas Pengairan Kabupaten Lampung Tengah sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan dalam pengadaan publik, serta PPK dapat melaksanakan tugas pokok dan tugas tambahan dengan baik.
Analisis Dan Target Capaian Air Limbah Domestik Dasar Kabupaten Way Kanan Tri Budi Setiawan; Muh Sarkowi; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.988 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.172

Abstract

Penyusunan analisis dan target capaian air limbah domestik melalui pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan salah satu layakat pemenuhan UU No. 23 Tahun 2014. Standar Pelayanan Minimal adalah sebuah kebijakan publik yang mengatur mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Sehubungan dengan telah diberlakukannya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebagai revisi dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 01/PRT/M/2014, seluruh kabupaten/kota di Indonesia wajib menyediakan infrastruktur sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimal). Persentase penduduk yang terlayani sistem air limbah yang memadai merupakan salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam Penyediaan Sanitasi. Perhitungan Standar Pelayanan Minimum Limbah Domestik Kabupaten Way Kanan merupakan sebuah cara untuk mengukur tingkat pencapaian pelayanan dasar Bidang Cipta Karya khususnya air limbah di Kabupaten Way Kanan yang bersifat lintas sektoral yang memuat tentang akses sanitasi layak dan memadai yang dibutuhkan untuk mewujudkan permukiman layak huni dan berkelanjutan. Selain untuk mengetahui tingkat pencapaian pelayanan dasar air limbah, perhitungan Standar Pelayanan Minimum Limbah Domestik Kabupaten Way Kanan juga dijadikan sebagai dasar bagi perencanaan pembangunan dan penyusunan strategi pembangunan pada tahun yang akan datang. Konsep pengukuran perhitungan Standar Pelayanan Minimum Limbah Domestik adalah persentasi jumlah penduduk yang terlayani dengan tangki septik/MCK Komunal/sistem pengolahan Air Limbah – SPAL (Terpusat) pada akhir pencapaian SPM terhadap jumlah total penduduk. Kondisi capaian SPM Air Limbah di Kabupaten Way Kanan yang berjumlah penduduk sebanyak 476.871 jiwa pada tahun 2021 telah mencapai akses layak sanitasi sebesar 64,42 %. Angka tersebut tentu saja masih belum memenuhi target Pemerintah, maka dari itu Pemerintah Kabupaten Way Kanan harus melaksanakan Pemenuhan Akses SPALD yang dapat dilakukan dengan dua jenis sistem pengelolaan yang terdiri dari Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD- S) dan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
Analisis Strategi Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Kabupaten Pringsewu IMAM SANTIKO RAHARJO; RATNA WIDYAWATI; MUH. SARKOWI
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.591 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.222

Abstract

Masalah pencemaran lingkungan di kota-kota besar menunjukkan gejala yang cukup serius khususnya pencemaran air. Penyebab pencemaran tersebut tidak hanya akibat air limbah industri tetapi hal ini juga air limbah rumah tangga/permukiman (domestik) yang semakin hari makin besar sesuai perkembangan penduduk. Upaya-upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalah tersebut telah banyak dilakukan antara lain telah dikeluarkan undang-undang maupun peraturan-peraturan baik dari pemerintah maupun dari kementerian serta lainnya, akan tetapi hasilnya masih belum signifikan, permasalahan masih terus berlanjut. Studi ini mengkaji tentang tingkat kepadatan penduduk, keadaan topografi, jaringan distribusi air bersih, tingkat ekonomi masyarakat, sistem air limbah yang ada, kepemilikan jamban, pencemaran lingkungan, tingkat kekumuhan, serta penetapan zona prioritas. Berdasarkan hasil analisis diperoleh beberapa strategi pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik dikabupaten Pringsewu, yaitu strategi pengembangan prasarana, strategi pengembangan kelembagaan, strategi pengembangan pengaturan, strategi pengembangan edukasi dan peran masyarakat, serta strategi pengembangan ekonomi dan pembiayaan.
Penerapan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Sebagai Upaya Perlindungan Dalam Pelaksanaan Pembangunan Gedung Pemerintah di Pemerintahan Kabupaten Way Kanan Risgiyanto Risgiyanto; Muh. Sarkowi; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.738 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.232

Abstract

Aktivitas yang menggunakan peralatan dan bahan baku dalam proses produksi, memiliki risiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Salah satu upaya perlindungan bagi tenaga kerja adalah dengan penerapan penggunaan Alat pelindung Diri (APD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan penggunaan alat pelindung diri sebagai upaya perlindungan terhadap tenaga kerja di Kabupaten Way Kanan. Adapun kerangka pemikiran penelitian ini adalah bahwa ditempat kerja memiliki potensi dan faktor bahaya yang memungkinkan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja, sehingga perlu dilakukan identifikasi potensi dan faktor bahaya. Salah satu upaya pengendalian risiko terhadap tenaga kerja adalah dengan penerapan penggunaan alat pelindung diri, pengendalian tersebut setelah pengendalian administrasi, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan keselamatan serta kesehatan kerja meningkat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif yang memberikan gambaran tentang penerapan penggunaan alat pelindung diri. Pengambilan data berdasarkan observasi dan wawancara serta studi kepustakaan kemudian dianalis dan dibandingkan dengan standar serta peraturan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perusahaan telah menerapkan penyediaan APD, pengenalan APD, pemeliharaan APD dan penggunaan APD sebagai upaya perlindungan bagi tenaga kerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja sesuai Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan diubah dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebut dalam pasal 86 ayat (1) hurup a. Saran yang diberikan adalah supaya pemerintah daerah lebih meningkatkan pengawasan dalam penggunaan alat pelindung diri di tempat kerja dan melakukan pengecekan kondisi APD tenaga kerja masih layak pakai atau tidak
Desain Terhadap Prioritas Jaringan Jalan Dikabupaten Way Kanan Provinsi Lampung Tommy Kharizma Husein; Muh. Sarkowi; Herri Wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.233 KB)

Abstract

Salah satu prasarana transportasi yang mempunyai peranan sangat penting dalam hal distribusi ekonomi mulai dari yang berskala Lokal, Regional maupun Nasional, berbangsa dan bernegara, ditujukan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, serta untuk menghubungkan dan mengikat seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu adalah pembangunan Jalan. Sejalan dengan tugas pokoknya, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Way Kanan bertanggung jawab untuk penyelenggaraan jalan sebagaimana diamanatkan di dalam undang-undang tersebut. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Way Kanan berupaya untuk menciptakan penyelenggaraan sistem jaringan jalan yang mampu menunjang, mendorong dan menggerakkan pengembangan wilayah dan kawasan, memiliki standar dan mutu yang berkualitas melalui pembangunan, pemeliharaan, peningkatan dan pengembalian kondisi sarana dan prasarana jalan. Penelitian ini adalah survei analisis dan perhitungan analisis yaitu data yang diperoleh berdasarkan survei selanjutnya data hasil survei dianalisis untuk mencari kriteria dan ruas jalan kabupaten yang menjadi pertimbangan dalam prioritas penanganan jalan berdasarkan tingkat prioritas. Setelah dilakukan analisis dalam menyusun prioritas penanganan jalan di Kabupaten Way Kanan yang dijadikan sebagai daerah penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa: Pembukaan akses jalan tol menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan akses ke dalam Kabupaten Way Kanan dimana pembukaan ini juga menjadi salah satu pemicu bangkitan perjalan yang ada di dalam Kabupaten Way Kanan melalui Kecamatan Pakuan Ratu, Negara Batin dan Negara Batin; Penanganan ruas-ruas jalan Kabupaten Way Kanan yang menjadi prioritas (berdasarkan hasil analisis) seperti Pemeliharaan, Peningkatan dan Rekonstruksi Jalan sangat membantu dalam pengembangan Kabupaten Way Kanan secara teknis, ekonomi, sosial dan lingkungan
Penerapan SILAMARU TUBA “Sistem Informasi Layanan Pemanfaatan Ruang Kabupaten Tulang Bawang” Abdul Latief Gunawan; Muh Sarkowi; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.388 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.259

Abstract

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi bidang Tata Ruang berpedoman pada Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 115 Tahun 2017 tentang Mekanisme Pengendalian Pemanfaatan Ruang Daerah dan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 116 Tahun 2017 tentang Koordinasi Penataan Ruang Daerah serta Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang No. 05 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tulang Bawang 2012 – 2032. Aplikasi Sistem Informasi Layanan Pemanfaatan Ruang “SILAMARU TUBA” pemanfaatan layanan berbasis aplikasi saat ini menjadi sangat urgen untuk memudahkan seluruh masyarakat didalam pengajuan ataupun mendapatkan informasi terkait pemanfaatan ruang di Kabupaten Tulang Bawang guna percepatan didalam proses rekomendasi pemanfaatan ruang dalam rangka meningkatkan pengelolaan sumber daya alam yang berkualitas dan berkelanjutan dan saat ini aplikasi SILAMARU TUBA telah digunakan oleh bidang Tata Ruang masih secara offline.
Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulang Bawang Roy Irawan; Muh Sarkowi; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.991 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.271

Abstract

Berdasarkan hasil penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kabupaten Tulang Bawang oleh KEMENPANRB masih mendapatkan skor dengan kategori “B”. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menargetkan penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada periode 2022 akan berubah menjadi kategori BB. Untuk mencapai target tersebut harus didukung oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tulang Bawang termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulang Bawang. Menjadi tanggung jawab seluruh Perangkat Daerah untuk mendapatkan skor dengan kategori “BB” untuk mendongkrak skor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kabupaten Tulang Bawang meningkat dari kategori “B” menjadi “BB”. Setelah penelitian ini dilakukan, disimpulkan bahwa perlu adanya bimbingan teknis dan peraturan terkait Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bagi seluruh Pegawai (ASN), sebagai penyegaran dan pemahaman yang lebih dalam tentang penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. (SAKIP) dengan maksud agar dapat menyusun Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan benar. Sumber dayanya belum maksimal, terutama yang berlatar belakang teknis dan masih terdapat inkonsistensi antar dokumen sehingga kesempurnaan datanya kurang baik, maka perlu dilakukan beberapa telaah dokumen. Keberhasilan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulang Bawang yang diukur menurut teori Edward III terdiri dari empat indikator yaitu 'komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pegawai (ASN) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulang Bawang dalam merespon kebijakan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sudah baik walaupun belum 100% belum memahami secara mendalam tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Co-Authors Abdul Latief Gunawan Adi Susilo agung setiawan Agus Kuswanto AGUS SETIAWAN Agustin, Erisa Ahmad Zaenudin Ahmad Zaenudin Akroma Hidayatika Aldika Rizkiano Aldika Rizkiano Aleksander Purba Ari Setiawan Aryono Adhi, Aryono Azrin Merdi Isman Bagus Sapto Mulyanto Bagus Sapto Mulyanto Bagus Sapto Mulyatno Basuki, Kelik Hendro Budiman Budiman Dani, Ilham Darmawan, I Gede Boy Daru Adi Dewi, Soraya Tiana Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Ecca Urbita Kanedi Saihu Egi Ramdhani Fandra, Bobby Firmando Huda Utama Halim, Muhammad Rizqi Hariani, Pepi Herri Wardono Herry Wardono Hidayatika, Akroma I Gede Boy Darmawan Ika Kustiana Ika Kustiani IMAM SANTIKO RAHARJO Imam Setiadi Indra Arifianto Indragiri, N Muhammad Irza Sukmana Ismail Istifani Ferucha Jarot Setyowiyoto Juandi Juandi Karyanto, Karyanto Karyanto, Karyanto Kumalasari, Isti Nur Kuncoro, Kirana Helga Aimee Kurnia, Yoga Lukman, Ernis Mahmud Yusuf MARDIANA Mardiana Mardiana Maulia, Ikram Mohd Harizalsyah Muhammad Eddy Darmansyah Muhammad Zuhdi Mulyasari, Rahmi Mulyatno, Bagus S Murti , Antonius Hary Nandi Haerudin NICO ARDIATMA OKTAVIO OctariaSurajaya, Tiara Ordas Dewanto Otten Rinaldi Putera, Adimas Bayu Ardian Rafi Rilo Pambudi Rahmi Mulyasari Ratna Widiyawati Ratna Widyawati Regina Febryzha Sawitri Restu Ningsih Ria Oktaviani Sinia Riri Arinda Adama Risgiyanto Risgiyanto Roy Irawan Saihu, Ecca Urbita Kanedi Salamah, Ummi Sari Utama Dewi Sawitri, Regina Febryzha Sismanto Sismanto Sopan, Langnanda Ekakurnia Putri Srianti, Ririn Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suhartomo, Hery Suhayat Minardi Suhayat Minardi Suryanto, Wiwit Tommy Kharizma Husein Tri Budi Setiawan Trisya Septiana Upik, Upik Wahyudi Wahyudi Wibowo, Rahmat Catur Widiatmoko, Donny Yesi Yandriani Yogi, Ida Bagus Suananda