Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IRONI SEBAGAI BENTUK PERUNDUNGAN SIBER PADA KOMENTAR DI TIKTOK TERHADAP INFLUENCER SKINCARE Putty, Adistirana; Nurbayani, Siti; Sartika, Rika
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i2.6818

Abstract

Fenomena perundungan siber di media sosial saat ini masih marak ditemukan. Seiring dengan bertambahnya pengguna media sosial, bertambah pula perundungan siber di media sosial. Salah satu pengguna yang beresiko menjadi korban perundungan siber yaitu influencer skincare sebagai pengguna yang aktif menunjukkan diri di media sosial. Komentar yang ditemukan sebagai komentar perundungan bukan hanya yang bersifat secara langsung namun terdapat juga yang berbentuk halus dan sulit dikenali. Komentar tersebut dapat kita sebut sebagai komentar ironi mengacu pada gaya bahasa sindiran yang dikemukakan oleh Groys Keraf. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik dan pemaknaan kalimat ironi dalam komentar perundungan terhadap influencer skincare di platform Tiktok. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan analisis wacana. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap akun influencer skincare @ratu.ghania, ditemukannya 35 komentar ironi pada 21 video yang diunggah mulai dari pertengahan tahun 2024 hingga Juli 2025. Komentar yang ditemukan sesuai dengan sifat dari gaya bahasa ironi dan mayoritas berbentuk sindiran halus terhadap influencer skincare tersebut. Kemudian komentar yang ditemukan mengarah pada kondisi fisik influencer tersebut terutama pada kondisi kulit wajahnya. Selain itu, komentar yang ditemukan juga mengarah pada ketidaksetujuan hasil ulasan produk yang dipromosikan namun berkaitan pula dengan kondisi kulitnya. Contoh komentar perundungan berbentuk kalimat ironi yang ditemukan yaitu seperti “perasaan ga ilang-ilang tuh jerawat” yang memiliki maksud untuk menyatakan secara halus bahwa wajah korban tetap saja berjerawat dan “jerawatan aja ttp cantik” kalimat tersebut terlihat seperti pujian namun diiringi dengan diksi bermakna negatif.
Pendidikan Pancasila sebagai Sarana Penguatan Nasionalisme di Tengah Arus Globalisasi Nurhauliah, Desti; Rosalinda, Renata; Sartika, Rika
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 5 No. 2 (2025): Penguatan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui Inovasi Media Pembel
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v5i2.2356

Abstract

Penelitian ini membahas peran strategis Pendidikan Pancasila dalam memperkuat nasionalisme di tengah arus globalisasi yang semakin masif. Globalisasi membawa tantangan serius terhadap identitas nasional, nilai-nilai kebangsaan, dan semangat cinta tanah air, terutama bagi generasi muda. Dalam konteks ini, Pendidikan Pancasila hadir sebagai instrumen penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, keadilan sosial, persatuan, dan rasa tanggung jawab terhadap negara. Melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan integratif, Pendidikan Pancasila diharapkan mampu membentuk karakter warga negara yang kritis, berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada jati diri bangsa. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur sebagai metode utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan nasionalisme melalui Pendidikan Pancasila sangat relevan dan mendesak guna menjaga integritas dan kedaulatan bangsa di era global.
Transformasi Kompetensi dan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam: Problematika dan Solusi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia Mukarromah, Mukarromah; Sartika, Rika
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/elbanat.2024.14.2.304-325

Abstract

The professionalism of Islamic Religious Education (PAI) teachers in Indonesia faces significant challenges that affect the quality of teaching and learning. This study aims to identify key issues, including the lack of exemplary behavior among teachers, low professional competence, insufficient mastery of subject matter, suboptimal classroom management, limited use of technology, and a focus on cognitive-based evaluation. It also proposes comprehensive solutions, such as competency enhancement through training, expertise-based recruitment, and holistic evaluation covering cognitive, affective, and psychomotor domains. Employing a literature-based research approach, this study highlights strategic efforts to integrate value-driven and technology-based learning to meet the demands of modern education. The findings provide valuable insights for developing more effective Islamic education policies, ensuring improved teaching quality and better student outcomes.
ISLAMISASI DAN PERTUMBUHAN INSTITUSI-INSTITUSI ISLAM, KHUSUSNYA INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM Sartika, Rika; Zulmuqim, Zulmuqim
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : Institut Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v9i1.55

Abstract

Tulisan ini berusaha mendeskripsikan topic islamisasi dan pertumbuhan institusi Islam, terutama sekali institusi Pendidikan Islam di Indonesia dengan menggali sumber-sumber literature terkait. Pada pokok bahasan tersebut, penulis mencoba mencari dan mengkonstruksi teori-teori yang berkaitan dengan proses historis-sosiologis islamisasi di Indonesia; Bagaimana hubungan islamisasi dengan pertumbuhan lembaga-lembaga Islam, khususnya Lembaga Pendidikan Islam? Apa peran kerajaan Islam dalam islamisasi dan awal perkembangan Pendidikan Islam di Nusantara? Bagaimana pengaruhnya terhadap perubahan social masyarakat Indonesia. Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam telah menarik perhatian para ahli baik dari dalam maupun luar negeri untuk melakukan kajian ilmiah secara komprehensif. Saat ini sudah banyak karya-karya penelitian para ahli yang menginformasikan tentang islamisasi dan tumbuh dan berkembangnya lembaga Pendidikan khususnya Pendidikan Islam. Tujuannya untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang bernuansa Islami sekaligus menjadi acuan dan perbandingan bagi pengelola Pendidikan Islam pada periode-periode berikutnya.
Pendidikan Karakter Perspektif Al-Ghazali (Analisis terhadap Pemikiran al-Ghazali tentang Pendidikan Karakter Sebagai Solusi Problem Dekadensi Moral dan Signifikansinya dalam Pendidikan di Indonesia): Character Education in Al-Ghazali's Perspective (Analysis of al-Ghazali's Thought on Character Education as a Solution to the Problem of Moral Decadence and its Significance in Education in Indonesia) Mukarromah, Mukarromah; Rohman; Sartika, Rika
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 2 No. 2 (2022): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/tila.v2i2.1073

Abstract

Kajian pendidikan karakter ini menyajikan analisis pemikiran seorang ahli filsafat Pendidikan Islam bernama Al-Ghazali. Dalam penelitian ini, pemikiran Al-Ghazali tentang karakter berkaitan erat dengan konsep moral. Konsep moral (karakter) dalam pemikiran al-Ghazali dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori karakter yang harus dihindari dan kategori karakter yang harus dilakukan dalam proses pendidikan. Melalui kategori di atas, al-Ghazali berfokus pada pendidikan karakter husnul huluq (perilaku baik). Konsep husnul huluq menurutnya merupakan inti dari pendidikan karakter. Sehingga, pendidikan karakter Al-Ghazali sangat relevan untuk mengatasi masalah dekadensi moral yang kita hadapi saat ini dan di masa depan. Konsep pendidikan karakter al-Ghazali dapat dianalisis dengan tiga cara, antara lain: Karakter Manusia Cenderung Konservatif, Tidak Dapat Dipisahkan dari Teosentris dan Dipengaruhi oleh Pengalaman Spiritual. Pendidikan karakter al-Ghazali juga memiliki arti yang tinggi dalam pendidikan di Indonesia. Terbukti dari pesantren hingga perguruan tinggi keagamaan, karya-karyanya selalu dijadikan acuan dan bahan diskusi. Tak hanya itu, pendidikan karakternya tertuang dalam seluruh komponen pendidikan. Komponen pendidikan meliputi tujuan pendidikan, kurikulum, metode, pendidik dan peserta didik.
Strategi Peningkatan Literasi Deep Learning bagi Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran di Abad 21 melalui Kegiatan Pelatihan Kosasih, Aceng; Hyangsewu, Pandu; Faqihuddin, Achmad; Fakhruddin, Agus; Sartika, Rika; Nasrudin, Ega; Fikri, Muhammad
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i3.76656

Abstract

Inovasi pendekatan deep learning dalam penerapannya masih memiliki sejumlah tantangan. Penelitian ini mengkaji terkait dengan kegiatan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan persepsi guru terkait dengan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi saat kegiatan berlangsung. Sementara itu, data sekunder didapatkan dari artikel jurnal ilmiah lain yang relevan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan kemampuan literasi guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan deep learning di abad 21. Pelatihan ini menumbuhkan sikap positif guru, menghilangkan kekhawatiran, serta meningkatkan kesiapan dan antusiasme mereka untuk mengimplementasikan deep learning secara efektif. Pendekatan deep learning yang menekankan pembelajaran yang bermakna (meaningful), sadar penuh (mindful), dan menyenangkan (joyful) sejalan dengan karakteristik pembelajaran abad 21 yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Keberhasilan penerapan pendekatan ini sangat bergantung pada pemahaman dan persepsi guru sebagai pelaksana utama kurikulum, serta dukungan faktor pendukung seperti teknologi pembelajaran, metode konstruktivis, lingkungan belajar kondusif, dan pelatihan berkelanjutan. Dengan demikian, memperkuat kemampuan literasi guru terhadap pendekatan pembelajaran melalui pelatihan merupakan langkah strategis untuk mencapai pembelajaran yang relevan, efektif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital saat ini.
Arabic Language Program Students' Difficulties in Memorizing Hadith Guslianto, Guslianto; Azis, Nurazmi; Burhanuddin, Burhanuddin; Yenti, Erna; Busral, Busral; Hakim, Lukman; Sartika, Rika
Al-kayyis: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): December
Publisher : Al-kayyis: Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memorizing hadith is an activity that cannot be separated from the routine of Islamic studies students in fulfilling the demands of the course. However, in reality there are still students who have difficulty memorizing hadiths. So research needs to be carried out to find out these difficulties. This research aims to find out how difficult it is for students to memorize Hadith. This research uses a qualitative method with a case study type. Research data was taken through direct interviews with eleven informants consisting of nine female students and two lecturers. All interview data was then analyzed thematically using NVivo 12 Software. Research findings showed seven difficulties for students in memorizing hadith, these seven difficulties are i) Not yet proficient in reading Arabic texts, ii) Not knowing the translation of Hadith, iii) Not understanding the content of Hadith, iv) Not yet used to memorizing Hadith, v) Often feeling lazy, vi) Matan Hadith is too long, vii) Mufradat in gharibah Hadith. The findings in this research have proven that students have difficulty memorizing hadith. The results of this research can be used as a reference for further research in examining this discussion in other contexts.
Analysis of Learning Difficulties in Multiplication Operations in Grade 3 Elementary School Based on the SOLO Taxonomy Sartika, Rika; Anjarini, Titi; Suyoto, Suyoto
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2025): December (article on Progress)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v13i3.78006

Abstract

This study aims to analyze the learning difficulties experienced by third-grade elementary school students in solving multiplication problems based on the Structure of the Observed Learning Outcome taxonomy. The research employed a descriptive qualitative approach involving thirty students as participants. Data were collected through written tests, observation, and interviews to identify the level of understanding and the types of difficulties encountered. The analysis technique categorized student responses into conceptual levels, namely prestructural, unistructural, multistructural, relational, and extended abstract. The results showed that the students’ average score of 2.77 out of five indicated a moderate ability level. Approximately 36.7 percent of students answered three questions correctly, while only 6.7 percent answered all correctly. Most students were found at the multistructural to relational levels, reflecting partial conceptual understanding, while only a few reached the extended abstract level, showing complete integration of ideas. These findings reveal that students still face challenges in connecting conceptual and procedural knowledge in multiplication. The study concludes that the development of conceptual thinking in multiplication occurs gradually, emphasizing the importance of learning strategies that foster integration among concepts and structured problem-solving to enhance students’ mathematical reasoning