Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaman genetik ikan lemuru (Sardinella lemuru) di wilayah perairan Indonesia Hendiari, I Gusti Ayu Diah; Sartimbul, Aida; Arthana, I Wayan; Kartika, Gde Raka Angga
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 7: No. 1 (April, 2020)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v7i1.2405

Abstract

Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan komoditas perikanan pelagis yang sangat bernilai ekonomis dikalangan masyarakat Indonesia. Ikan Lemuru memiliki kelebihan yaitu keberadaannya yang berlimpah di perairan lau Indonesia, harganya yang sangat murah serta kandungan omega-3 yang sangat baik untuk tubuh. Kebutuhan akan ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang tinggi menyebabkan tingginya angka penangkapan komoditas ini di perairain, sehingga dapat menyebabkan resiko penurunan jumlah populasi dialam. Pengelolaan yang tepat pada komoditas ini tentunya diperlukan akan dapat meminimalisir resiko yang dapat terjadi. Pengelolaan akan dapat terlaksana dengan tepat apabila berdasarkan atas data informasi yang memadai, salah satunya adalah informasi mengenai keragaman genetiknya. Kajian ini mengumpulkan pustaka dari penelitian terdahulu mengenai keragaman genetik ikan lemuru (Sardinella lemuru) di Wilayah Perairan Indonesia untuk dapat memberikan gambaran mengenai keragaman Ikan Lemuru dari segi genetiknya. Nilai keragaman genetik dilihat dari nilai keragaman haplotipe (Hd) karena keduanya memiliki kolerasi yang positif untuk menggambarkan keragaman genetik dari suatu komoditas. Hasil kajian memperlihatkan nilai keragaman genetik ikan lemuru (Sardinella lemuru) di Wilayah Perairan Indonesia memiliki nilai yang termasuk kategori tinggi. Hasil ini menggambarkan bahwa ditengah tingginya kegiatan penangkapan, ikan lemuru (Sardinella lemuru) secara genetik masih memiliki keragaman yang tinggi sehingga dimungkinkan komoditas Ikan Lemuru memiliki adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan.Kata kunci: Sardinella lemuru, keragaman genetik, keragaman haplotipe Sardinella lemuru is pelagic commodities that have economic values for the Indonesian. S. lemuru has some of the major advantages, such as much population on Indonesian marine, low price, and has Omega-3 for the human body. The high demands of Lemuru Fish cause a high rate of cached, that can cause the risk of population degradation. Proper management of these commodities are needed to decrease the risk impact, that can be done rightly based on the equal value of information, and one of them is genetic diversity. This research compiles the recent researches about the genetic diversity of the Sardinella lemuru in Indonesian to get the explanation about Lemuru Fish diversity. The value of genetic diversity observed is based on the diversity value of Haplotype (Hd), because these two values have a positive correlation to make a whole representation from a commodity. The results of this review show that the genetic diversity of Lemuru Fish on Indonesian marine territorial has the high-value category. These results explain that in the high activities of fishing, Lemuru Fish genetically still have a high diversity that leads to the conclusion Lemuru Fish commodities has a high-level ability to adapt from environmental conditions.Keywords: Sardinella lemuru; genetic diversity; haplotype diversity 
Do Biodegradable Microplastics Threaten Chlorella spp.? First Study in Indonesia Using Leachate Exposure Azizah, Nur Aini; Hindarti, Dwi; Herawati, Endang Yuli; Nainggolan, Dicky Willy; Sartimbul, Aida
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2025.013.03.08

Abstract

Biodegradable plastics are increasingly being promoted as environmentally friendly alternatives to conventional plastics. However, under aquatic conditions, their degradation may remain incomplete, leading to the formation of microplastics and leachates containing potentially toxic compounds. These leachates can threaten aquatic organisms, particularly microalgae, which act as primary producers and form the base of marine food web. Despite these concerns, limited research has examined the sublethal toxicity of biodegradable microplastic leachates on microalgae. This study aimed to evaluate the toxic effects of leachates derived from biodegradable polypropylene (PP) and high-density polyethylene (HDPE) plastics on the growth of the green microalgae Chlorella spp. A 96-hour static toxicity test was conducted under laboratory conditions using a completely randomized design with five concentration levels (0, 0.1, 1.0, 10, and 100 mg/L). The algae were cultured in EDTA-free Walne medium with an initial cell density of 104 cells/mL. Cell density was measured at the end of exposure to determine growth inhibition and calculate the 50% inhibitory concentration (IC50). The results showed a clear concentration-dependent response, with PP leachate exhibiting significantly higher toxicity (IC50 = 0.48 mg/L) compared to HDPE leachate (IC50 = 682.49 mg/L). These findings suggest that the chemical composition and leachability of additives differ among plastic types, influencing their environmental impact. This study highlights the potential ecological risks of biodegradable plastics and emphasizes the need for stricter regulation of additives and comprehensive ecotoxicological assessments.
OPTIMALISASI POTENSI WISATA BAHARI DAN KONSERVASI ALAM UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA SIDOASRI, MALANG SELATAN: ENHANCING MARINE TOURISM AND NATURE CONSERVATION FOR SUSTAINABLE ECOTOURISM DEVELOPMENT IN SIDOASRI VILLAGE, MALANG Hidayati, Nurin; Rudianto; Sartimbul, Aida; Semedi, Bambang; Iranawati, Feni; Yona, Defri; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Setyawan, Fahreza Okta; Setyoningrum, Desy; Hidayat, Esa Fajar
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.2

Abstract

Desa Sidoasri merupakan desa pesisir di Kabupaten Malang dengan potensi wisata bahari yang besar, didukung oleh keberadaan Pantai Perawan, Teluk Klatakan, ekosistem terumbu karang, hutan mangrove, serta keanekaragaman biota laut. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat terbatasnya promosi, rendahnya keterlibatan masyarakat, serta belum tersedianya media edukasi dan perencanaan pengembangan berbasis konservasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Dosen FPIK Universitas Brawijaya Tahun 2025 bertujuan mengoptimalkan potensi wisata bahari dan konservasi alam sebagai dasar pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Sidoasri. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi dan pemetaan potensi melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan kajian aspek alam, budaya, serta daya tarik lokal. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan ekowisata bahari, Focus Group Discussion (FGD), hibah buku karya dosen kepada Pemerintah Desa Sidoasri serta penyusunan buku Eksplorasi Wisata Bahari dan Konservasi Alam di Desa Sidoasri sebagai media edukasi dan promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Desa Sidoasri memiliki potensi ekowisata yang beragam dan layak dikembangkan melalui pendekatan konservasi. Pelaksanaan pelatihan dan FGD meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan wisata berbasis konservasi sekaligus menghasilkan rekomendasi pengembangan desa wisata yang lebih partisipatif. Selain itu, tersusunnya buku eksplorasi wisata dan hibah buku dosen menjadi luaran yang mendukung penyebarluasan informasi, edukasi lingkungan, dan promosi destinasi wisata. Secara keseluruhan, program pengabdian ini menghasilkan identifikasi potensi wisata, peningkatan kapasitas masyarakat, media edukasi, serta rekomendasi pengembangan sebagai landasan mewujudkan Desa Sidoasri sebagai desa ekowisata bahari berbasis konservasi alam yang berkelanjutan.   Sidoasri Village is a coastal village in Malang Regency with great marine tourism potential, supported by the presence of Perawan Beach, Klatakan Bay, coral reef ecosystems, mangrove forests, and diverse marine biota. However, this potential has not been optimally utilized due to limited promotion, low community involvement, and the unavailability of educational media and conservation-based development planning. The 2025 Community Service Program conducted by the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Brawijaya, aimed to optimize the potential of marine tourism and nature conservation as a basis for developing sustainable ecotourism in Sidoasri Village. The program was implemented through the identification and mapping of tourism potential using field observations, documentation, and assessments of natural, cultural, and local tourism attractions. The activities also included marine ecotourism training, Focus Group Discussions (FGDs), a grant of faculty-authored books to the Sidoasri Village Government, and the compilation of the book Exploration of Marine Tourism and Nature Conservation in Sidoasri Village as an educational and promotional resource. The results indicated that Sidoasri Village has diverse ecotourism potential that is feasible for development through a conservation approach. The training sessions and FGDs enhanced community understanding of conservation-based tourism management and generated recommendations for more participatory tourism village development. Furthermore, the publication of the tourism exploration book and the grant of faculty-authored books contributed to information dissemination, environmental education, and tourism promotion. Overall, the community service program successfully identified tourism potential, strengthened community capacity, developed educational resources, and produced strategic recommendations as the foundation for establishing Sidoasri Village as a sustainable conservation-based marine ecotourism destination.
Kelimpahan Mikroplastik pada Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) dan Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) Yang Didaratkan di PPP Mayangan, Probolinggo: Microplastic Abundance on Bali Sardinella (Sardinella lemuru) and Indian Mackarel (Rastrelliger kanagurta) Landed at PPP Mayangan, Probolinggo Avisina, Achmadika; Yona, Defri; Winata, Victor Adi; Nor, Hazimah Binte Mohamed; Sartimbul, Aida
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 2 No. 2 (2024): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea October 2024
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2024.002.02.4

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) dan ikan lemuru (Sardinella lemuru) merupakan dua spesies ikan yang umum ditangkap di PPP Mayangan Probolinggo dan memiliki peluang yang tinggi untuk terkontaminasi oleh mikroplastik. Sampel ikan diambil secara acak dan diukur morfometrik (panjang dan berat tubuh) sebagai informasi biologis pendukung dan validasi untuk penggunaan uji perbedaan morfometrik dari kedua jenis ikan terhadap data kelimpahan mikroplastiknya. Analisis kelimpahan mikroplastik pada kedua jenis ikan dilakukan dengan mengidentifikasi dan membandingkan kelimpahan partikel antara kedua jenis ikan berdasarkan jaringan/organ ikan, tipe partikel, ukuran partikel, serta warna partikel. Bahan organik dihancurkan menggunakan metode destruksi H2O2 30% dengan perbandingan 1:20. Analisis FTIR digunakan untuk mengetahui jenis polimer dari mikroplastik. Hasil menunjukkan terdapat kelimpahan sebanyak 52,20 ± 22,81 partikel/individu pada ikan kembung dan 61,20 ± 10,48 partikel/individu pada ikan lemuru. Analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan kelimpahan partikel yang signifikan berdasarkan asal organ/jaringan maupun tipe, ukuran, dan warna partikel. Dapat disimpulkan bahwa partikel mikroplastik yang dikonsumsi oleh kedua jenis ikan cenderung memiliki karakteristik yang sama: bertipe fragmen atau fiber, berwarna hitam atau biru, dan berukuran berkisar 50-100 µm. Hasil FTIR menunjukkan partikel dengan tipe cotton fibre. Kontrol kualitas data mikroplastik dari sampel (tingkat kontaminasi udara 1,59 %) didapatkan dari blanko (kontrol negatif) dengan mempertimbangkan kelimpahan dan karakteristik mikroplastiknya.   Mackerel (Rastrelliger kanagurta) and the Bali Sardinella (Sardinella lemuru) are two common fish species caught in the Mayangan Probolinggo Fishing Port (PPP) and are highly susceptible to microplastic contamination. Fish samples were picked randomly and their morphometric (body length and weight) were measured as supporting biological information and validation for the usage of difference testing of both species’ morphometrics to their microplastics abundance. Analysis of microplastic abundance in both fish species was conducted by identifying and comparing particle abundance between the two species based on fish tissues/organs, particle type, particle size, and particle colour. Organic material was destroyed using a 30% H2O2 destruction method with a ratio of 1:20. FTIR was performed to determine the polymer of microplastics. The results showed an abundance of 52.20 ± 22.81 particles/individual in mackerel and 61.20 ± 10.48 particles/individual in Bali Sardinella. Statistical analysis indicated no significant differences in particle abundance based on organ/tissue origin or particle type, size, and colour. It can be concluded that the microplastic particles consumed by both fish species tend to have similar characteristics: fragmented or fibrous type, black or blue colour, and a size of 50-100 µm. FTIR results indicated cotton fibre type particle. Quality control of the microplastic data from samples (air contamination level of 1,59%) was obtained from blank samples (negative control) with their abundance and characteristics taken into consideration.
Pengaruh Enrichment Nutrien terhadap Perubahan Struktur Komunitas Plankton di Perairan Probolinggo: The Effect of Nutrient Enrichment on Plankton Community Structure in Probolinggo Waters Sari, Norma Lita Auliana; Yamindago, Ade; Sartimbul, Aida
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 3 No. 2 (2025): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea October 2025
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2025.003.02.6

Abstract

Enrichment process seperti proses upwelling, mixing, atau river runoff, sangat diperlukan dalam meningkatkan kesuburan perairan, namun demikian enrichment process yang berlebihan pada suatu perairan berpotensi pada perubahan keseimbangan suatu ekosistem yang ditandai dengan adanya perubahan struktur komunitas plankton. Perairan Probolinggo yang merupakan bagian dari Selat Madura, diduga mengalami kondisi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi nutrien terhadap struktur komunitas plankton di Perairan Probolinggo. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juli dan September 2023 dengan menggunakan metode purposive sampling. Parameter kualitas air yang diukur meliputi nitrat, ortofosfat, silikat, suhu, salinitas, pH, DO, dan kecerahan. Sampel plankton diambil menggunakan plankton net, kemudian diidentifikasi dan dianalisis menggunakan indeks ekologi. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat berkisar antara 0,04–2,03 mg/L, sedangkan ortofosfat dan silikat relatif homogen dengan nilai 0,02–0,03 mg/L dan 0,02–0,10 mg/L, dengan nilai indeks keanekaragaman plankton (H’) antara 0,62–1,45. Analisis PCA menunjukkan nitrat menjadi variabel dominan terhadap variasi struktur komunitas plankton di Perairan Probolinggo. Kelimpahan fitoplankton lebih tinggi dibandingkan zooplankton, terutama pada titik yang memiliki konsentrasi nutrien relatif tinggi (Titik 1 dan 2 di bulan Juli). Namun, tingginya kelimpahan tersebut tidak diikuti dengan keanekaragaman yang tinggi (H’ lebih rendah), sehingga menunjukkan adanya pergeseran struktur komunitas plankton menuju kondisi yang kurang beragam. Temuan ini mengindikasikan bahwa enrichment nutrient, khususnya nitrat berkontribusi terhadap perubahan struktur komunitas plankton di Perairan Probolinggo. Penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekosistem setempat serta menjadi dasar bagi pengelolaan perikanan dan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.   Enrichment processes such as upwelling, mixing, or river runoff can increase water fertility, but excessive enrichment has the potential to disrupt ecosystem balance, as reflected in changes to plankton community structure. The waters of Probolinggo, part of the Madura Strait, are suspected of experiencing this condition. This study aimed to analyze the effect of nutrient concentration on plankton community structure in Probolinggo Waters. Sampling was conducted in July and September 2023 using purposive sampling. Measured water quality parameters included nitrate, orthophosphate, silicate, temperature, salinity, pH, DO, and brightness. Plankton samples were collected with a plankton net, then identified and analyzed using ecological indices. Results showed nitrate concentrations ranged from 0.04 to 2.03 mg/L, while orthophosphate and silicate were relatively homogeneous (0.02–0.03 mg/L and 0.02–0.10 mg/L, respectively). Plankton diversity index (H’) values ranged from 0.62 to 1.45. PCA analysis indicated that nitrate was the dominant variable influencing variation in plankton community structure. Phytoplankton abundance was higher than zooplankton, especially at stations with relatively high nutrient concentrations (stations 1 and 2 in July). However, this abundance was not accompanied by higher diversity (lower H’), indicating a shift in community structure towards reduced diversity. These findings suggest that nutrient enrichment, particularly nitrate, plays a significant role in altering plankton community structure in Probolinggo waters. This study provides insight into local ecosystem dynamics and serves as a basis for sustainable fisheries and coastal resource management.
Co-Authors Abdullah Hamid Abu Bakar Sambah, Abu Bakar Ade Yamindago Afdal - Agita Dwi Rosmalia Putri Aliviyanti, Dian Anwan Rahmat Ardiansyah Apri Arisandi Apri Arisandi Apri Arisandi Ardelia Annisa Larasati Ardelia Annisa Larasati, Ardelia Annisa Arik Anggara As'adi, Muhammad Arif Ating Yuniarti Avisina, Achmadika Ayuningsih, Tarisa Lestari Azizah, Nur Aini Bambang Semedi Billy Arif Mahendra Citra Satrya Utama Dewi Citra Satrya Utama Dewi Dedi Pardiansyah Defri Yona Desy Setyoningrum Dewi, Citra Satrya Utama Diana Arfiati Dumatubun, Innocentius Arya Panji Pramudewata Dwi Candra Pratiwi Dwi Hindarti, Dwi Eko Sulkhani Yulianto Endang Yuli Herawati Erfan Rohadi Eva Falantika Ndari Evy Afriyani Sidabutar Fahreza Okta Setyawan Faridz R. Fachri Fathia Zulfati Shabrina Felixtha Robertus Ginting Feni Iranawati Feni Iranawati Feni Iranawati, Feni Fuad, Mochamad Arif Zainul Gde Raka Angga Kartika Ginting, Felixtha Robertus Handoko, Dadang Handoko, Lugu Tri Handoko, Lugu Tri Handoko Happy Nursyam Haq, Nuril Annisa Hartanto, Hartanto Hendiari, I Gusti Ayu Diah Hidayat, Esa Fajar Hidayati, Nurin Hidayatullah, Fathurrosyid I Gusti Ayu Diah Hendiari I Wayan Arthana I Wayan Arthana Johar Setiyadi Julianinda, Yanida Azhari Krisnanto, Wahyu Fajar Luhur Bangun Prayoga M Marsoedi M. Marsoedi Maheno Sri Widodo, Maheno Sri Malik, Kurnia Marsoed Marsoed Marsoedi Marsoedi Mimit Primyastanto Mochamad Arif Zainul Fuad Muh. Arif Rahman Muji Wasis Indriyawan Mujiadi, Mujiadi Muliawati Handayani N. Hidayati Nainggolan, Dicky Willy Ndari, Eva Falantika Nena Yunita Nor, Hazimah Binte Mohamed Nurhabib, Asro Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurul Muslihah Padma Paramita Prabowo, Seto Sugianto Pratiwi, Dwi Candra Priyanka Mondal Putra, Pranata Candra Perdana R. Puspasari Rafika Devi Agustin Rahayu, Andra Rejekineng Rahayu, Andra Rejekining Raisa Tria Shalsabella Rarasrum D. Kasitowati Rarasrum Dyah Kasitowati, Rarasrum Dyah Risnita Tri Utami Rudianto Ruly Isfatul Khasanah S. Suhartati Sabrina Maysarah Safitri Widya Ningtias Saputra, Dhira Kurniawan Sari, Norma Lita Auliana Sesa Wiguna Setiyadi, Johar Setyawan, Fahreza Okta Setyo Tri Wahyudi Sidabutar, Evy Afriyani Sriwidodo, Maheno Suharun Martudi Suryono, Antonius Susanto, Raden Dwi Syarifah Hikmah Julinda Sari Tsania Humairoh Ussania, Qoirunnisa W Widodo Widodo S Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Winata, Victor Adi