Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Temperature and Heating Time on The Yield and Chemical Quality of Red Fruit (Pandanus conoideus) Oil Using Dry Extraction Method Aman, Wilson Palelingan; Sarungallo, Zita Letviany; Santoso, Budi; Murtiningrum; Paiki, Sritina N.P.
Salaga Journal Volume 03, No. 1, June 2025
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/salaga.v3i1.1828

Abstract

The quality of Red Fruit Oil (RFO) is influenced by the extraction method. The objective of this research was to study the effect of temperature and heating time of red fruit on the chemical quality of red fruit oil using the dry extraction method. This research was divided into two steps: 1) evaluation of the chemical quality (water content, free fatty acid (FFA), iodine value, and carotenoid total) of the red fruit oil during the steaming of red fruit grains (drupa) at 60 , 80 , and 100°C  for 20, 80, and 60 minutes; and 2) evaluation of the chemical quality (water content, FFA, and total carotenoids) of RFO during the steaming of red fruit chunk of whole fruit (cepallum) at 100°C for 60 minutes and 120°C for 30 minutes. The results showed that increasing the temperature and heating time of red fruit grains increased the yield (1.20 to 5.95%) and decreased the FFA levels (4.5 to 2.7%); however, the total carotenoid content of oil tended to decrease (from 7570 to 7209 μg/mL). Heating at 100°C for 60 minutes did not affect the level of saturated fatty acids in RFO. The steaming process of the red fruit chunk of whole fruit before extraction could decrease the oil yield and total carotenoid levels, as well as lower the FFA level of oil than steaming of red fruit grains.
Modifikasi dan Evaluasi Prototipe Perontok Biji Pokem (Setaria Italica. L) Untuk Penanganan Pascapanen Pokem Sebagai Salah Satu Pangan Lokal Papua Payung, Paulus; Darma, Darma; Sarungallo, Zita L.; Santoso, Budi
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 13 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2025.013.01.07

Abstract

Pokem merupakan sebutan lokal dari gandum Papua yang memiliki kandungan gizi yang tinggi terutama karbohidrat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan di Papua khususnya di Pulau Numfor. Produksi pokem di Papua masih tergolong rendah karena pengolahan pascapanen yang dilakukan masyarakat pembudidaya tanaman pokem masih tradisional atau manual sehingga penanganan pascapanen pokem belum maksimal. Telah dirancang alat perontok biji pokem sebelumnya namun kapasitas perontokan masih rendah dan kehilangan masih tinggi, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada bagian fungsional. Tujuan penelitian ini adalah memodifikas perontok biji pokem dan evaluasi kinerja. Parameter yang di ukur adalah: Rendemen, kapasitas dan kehilangan perontokan pada putaran 900 rpm. Hasil dari penelitian ini adalah terbentuknya suatu prototipe perontok biji pokem yang telah berfungsi sebagai suatu sistem perontok biji pokem dengan kinerja: rata-rata rendemen perontokan 84.14%, rata-rata kapasitas perontokan 66.26 kg/jam dan rata-rata kehilangan 5.28%. Perontok yang telah dimodifikasi mampu meningkatkan kapasitas perontokan dan menekan kehilangan biji pokem sehingga lebih efektif digunakan untuk perontokan biji pokem.
Karakteristik Fisikokimia Sirup Glukosa dari Sagu (Metroxylon sp) Lokal Papua yang Diproduksi Secara Enzimatis Napitupulu, Mery; Sarungallo, Zita; Situngkir, Risma U; Iriani, Fitri; Hutagaol, Jhon; Ginting, Dewi
Agritechnology Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 (Desember) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i2.130

Abstract

Jenis pati sagu (Metroxylon sp.) yang tumbuh di Papua dan Papua Barat sangat beragam, yang berpotensi untuk diolah menjadi sirup glukosa dengan cara enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk mmenghasilkan sirup glukosa secara enzimatis dari pati sagu yang berasal dari 4 sentra produksi yaitu Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Wasior dan Serui; dan menentukan karakteristik fisikokimia dari pati sagu, serta sirup glukosa yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari empat jenis pati sagu dari empat lokasi di Provinsi Papua dan Papua Barat yaitu Kabupaten Manokwari (P1), Kabupaten Teluk Bintuni(P2), Kabupaten Wasior (P3), dan Serui (P4). Produksi sirup glukosa dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan Glukoamilase. Hasil penelitian ini menunjukan sifat fisikokimia pati sagu asal 4 Kabupaten memiliki kadar air 12,36-13,44%, kadar abu 0,02-0,07% (basis kering, bk), kadar pati 81,49-84,19% (bk), amilosa 36,8-36,55% (bk), amilopektin 46,86-47,23% (bk), dan derajat asam 1,73-1,80 ml NaOH 1N/100g), telah memenuhi syarat mutu pati sagu SNI-1995. Proses pembuatan sirup glukosa pati sagu secara enzimatis melalui dua tahap yaitu likuifikasi menggunakan α-amilase 0,1% dengan suhu 90oC selama 50 menit, dan sakarifikasi menggunakan glukoamilase 0,08% pada suhu 50oC selama 24 jam, dilanjutkan dengan tahap evaporasi. Sirup glukosa yang dihasilkan memiliki warna coklat tua-agak kuning; aroma normal; rasa manis, dengan rendemen (66,09-71,11%), dengan kadar air (12,37-18,76%), kadar abu (0,05-0,06%), gula pereduksi (47,18-53,03 μg/ml), dan total padatan terlarut (51,10-69,05 oBrix) yang telah memenuhi standar SNI-2013. Semakin putih pati sagu cenderung menghasilkan warna sirup glukosa yang semakin terang.
PENGARUH FORMULASI MALTODEKSTRIN TERHADAP STABILITAS MIKROENKAPSULAT MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lamk.) Padang, Monica Jupiter Arung; Sarungallo, Zita Letviany
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v4i2.1323

Abstract

ABSTRAK: Pemanfaatan minyak buah merah sebagai bahan tambahan pangan, baik sebagai fortifikan atau pewarna dalam bentuk mikroenkapsulat (bubuk kering), dapat memudahkan penggunaanya dalam berbagai produk pangan maupun dikonsumsi secara langsung, karena memiliki kelarutan yang cukup tinggi dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi maltodekstrin sebagai penyalut terhadap kestabilan mikroenkapsulat yang dihasilkan. Mikroenkapsulat minyak buah merah (MMBM) dibuat dengan perlakuan perbandingan maltodekstrin dan air, dalam empat formula yaitu: M1 (16% : 59,5%), M2 (17% : 58,5), M3 (18% :57,5%) dan M4 (19% : 56,5%), dengan menggunakan Gum Arab (2%), Gelatin (1,5%), dan CMC (1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroenkapsulat minyak buah merah yang stabil dapat dihasilkan pada konsentrasi minyak 20% dengan konsentrasi maltodekstrin sebagai penyalut pada kisaran 16-18%. Penggunaan konsentrasi maltodekstrin 18% (M3) menghasilkan produk MMBM dengan kestabilan tertinggi, berwarna oranye, rendemen 32,1%, dan kelarutan 92,1%.ABSTRACT: Utilization of red fruit oil as a food additive, either as a fortificant or as a colorant in the form of microencapsulated, can facilitate its use in various food products or be consumed directly, because it has a high solubility in water. This study aims to evaluate the effect of maltodextrin concentration as a coating on the stability of the resulting microencapsulates. Red fruit oil microencapsulates were prepared with a ratio of maltodextrin and water, in four formulas, namely: M1 (16% : 59.5%), M2 (17% : 58.5), M3 (18% : 57.5%) and M4 (19% : 56.5%). The results of this study showed that the stable red fruit oil microencapsulates can be produced at 20% oil concentration with maltodextrin concentration as a coating in the range of 16-18%. The use of 18% maltodextrin concentration (M3) can produce the red fruit oil microencapsulates with the highest stability, orange in color, 32.1% yield, and 92.1% solubility. 
Karakteristik fisikokimia dan organoleptik teh kombucha sarang semut (Myr-mecodia sp.) pada variasi konsentrasi gula dan lama fermentasi Br Barus, Peronika; Sarungallo, Zita; Meilan Lisangan, Meike
Cassowary Vol 9 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v9.i1.516

Abstract

ABSTRACT: Sarang semut (Myrmecodia sp.) has potential to be developed as a raw material for functional beverages through fermentation processes; however, the effects of sugar formulation and fermentation time on its product characteristics have not been extensively studied. This study aimed to analyze the effects of sugar concentration and fermentation time on the physicochemical and organoleptic characteristics of sarang semut kombucha tea as a basis for the development of functional beverage products. The research was conducted using an experimental method with a factorial Completely Randomized Design (CRD), consisting of two factors: sugar concentration (20, 25, and 30%) and fermentation time (0, 4, 6, 8, 10, 12, and 14 days). The results showed that sugar concentration and fermentation time significantly affected the physicochemical characteristics of sarang semut kombucha tea. The pH value decreased during fermentation, from 4.15-4.23 on day 0 to 2.64-2.76 on day 14. Total soluble solids (TSS) increased with increasing sugar concentration and fermentation time, ranging from 14.5-17.0 °Brix at 20% sugar concentration, 18.0-19.9 °Brix at 25%, and 21.7-23.8 °Brix at 30%. Total acidity also increased with fermentation time, from 7.71-8.10% on day 4 to 15.63-17.37% on day 14. Meanwhile, organoleptic test results indicated that sugar concentration and fermentation time did not significantly affect color, aroma, taste, or the intensity of aroma and taste, with ratings ranging from neutral to slightly liked. The resulting sarang semut kombucha tea exhibited a brownish-yellow color, a moderately strong characteristic ant nest aroma, and a moderately sour taste intensity.
Co-Authors - Murtiningrum Abidin Pratama Mayalibit Ai Siti Patimah Aprida Pongsibidang Br Barus, Peronika Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Darma, Darma Dela Vikantika Ponglabba Dela Vikantika Ponglabba Devila Maker Diana N. Irbayanti Diana Nurini Irbayanti Diana Nurini Irbayanti Diana Nurini Irbayanti Djading, Abadi Dwi Budi Santoso Eduard Fransisco Tethool Eko Hari Purnomo Endah Ayudwi Asokawaty Ginting, Dewi Harry Triely Uhi Hegemur, Katarina Hendri Hutagaol, Jhon Indah Epriliati Indah Pratiwi Irbayanti, Diana N. Irbayanti, Diana Nurini Irbayanti, Diana Nurini Iriani, Fitri Irman . Isak Silamba Jandri Tupamahu Latumahina, Rossa Martha Marlen Maker, Devila Mathelda K. Roreng Mathelda K. Roreng Mathelda Kurniaty Roreng Mawikere, Nouke L. Meike Lisangan Meike M. Lisangan Meike M. Lisangan Meike M. Lisangan Meike Meilan Lisangan Meilan Lisangan, Meike Mery Napitupulu Monica Jupiter Arung Padang Murtiningrum Murtiningrum Murtiningrum Musaad, Ishak Nelci Welmina Menanti Nelci Welmina Menanti Noya, Alce I. Nurhaidah Iriany Sinaga, Nurhaidah Iriany Nurhaidah Iriyani Sinaga Nurhaidah Iriyani Sinaga Nuri Andarwulan O’mega Hutabalian P. Istalaksana Padang, Monica Jupiter Arung Paga', Bertha Ollin Paiki, Sritina N.P. Panjaitan, Rawati Parlindungan Sijabat Paulus Boli Paulus Payung Purba, Gandy Y. S. Purwiyatno Hariyadi Regoi, Hartini Litasia Marice Ria Maria Come Rina A. Mogea Risma U. Situngkir Risma Uli Situngkir Risma Uli Situngkir Risma Uli Situngkir Rosalia S. Sarungallo Rossa Marlen Martha Latumahina Rossa Marlen Martha Latumahina Rossa Martha Marlen Latumahina Rossa Martha Marlen Latumahina Rossa MM Latumahina Ruimassa, Reymas M.R. Sampe, Theresia Tina Santoso , Budi Santoso, Budi Sinaga, Nurhaida I. Situngkir, Risma U Slamet Budijanto Soewarno T. Soekarto Sri Hartini Sritina N P Paiki Sritina N. Paiki Sritina N.P. Paiki Sritina Noverita Paulina Paiki Suawa, Elfira K. Suparno, Antonius Susanti, Cicilia Maria Erna Syamsudin Syamsudin Syufi, Yafed Theresia Tina Sampe Venny Murni Venny Murni Vera Sabariah Vera Sabariah, Vera Wibawati, Zarima Wilson Palelingan Aman Wiwiyen Manurung Yahja Panggei Yantewo, Ester Papuany Yovenie I.M. Unenor Yuanike Kabera, Yuanike Yunita Fransisca