Claim Missing Document
Check
Articles

Sifat Fisik dan Organoleptik Mie Kering dengan Penambahan Tepung Ubi Jalar dan Tepung Kedelai Risma Uli Situngkir; Zita Letviany Sarungallo; Rosalia S. Sarungallo
Agritechnology Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i2.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat fisik dan organoleptik mie yang terbuat dari tepung ubi jalar dan dan tepung kedelai. Mie terbuat dari 100% tepung terigu (kontrol), tepung ubi jalar 10%, dan kombinasi tepung ubi jalar dan tepung kedelai dengan rasio 10%: 5% dan 10%:10%. Analisis mie termasuk sifat fisika (warna dan kehilangan memasak) dan uji organoleptik (warna, rasa, keseluruhan, kelembutan dan lengket) dibandingkan dengan mie kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan 10% ubi jalar memberikan kontribusi warna oranye dan peningkatan warna, rasa, dan penerimaan secara keseluruhan tanpa kelembutan yang berbeda dan akseptabilitas lengket dengan kontrol, tetapi nilai cooking loss meningkat. Sementara penambahan tepung kedelai dalam formula dapat meningkatkan cooking loss, mengurangi kecerahan warna dan sifat organoleptik mie.
Sifat Fisikokimia Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lamk.) Degumming dan Karakteristik Mikroenkapsulat Minyak Buah Merah yang Dihasilkan Indah Pratiwi; Zita Letviany Sarungallo; Budi Santoso
Agritechnology Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v3i2.54

Abstract

Minyak buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) mengandung asam lemak tidak jenuh yang cukup tinggi sehingga sangat mudah teroksidasi. Peningkatan stabilitas karotenoid dalam minyak buah merah dapat dilakukan melalui teknologi mikroenkapsulasi. Penelitian bertujuan untuk menentukan sifat fisikokimia minyak buah merah dan mikroenkapsulat minyak buah merah. Penelitian terdiri dari dua tahap, yaitu proses degumming minyak buah merah kasar dan pembuatan mikroenkapsulat minyak buah merah. Sifat fisikokimia minyak buah merah yang diamati adalah viskositas, titik cair, kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida, total karotenoid, tokoferol, bilangan iod. Pengamatan karakteristik mikroenkapsulat minyak buah merah meliputi kadar air, bilangan peroksida, asam lemak bebas, kadar lemak, total karotenoid, retensi karotenoid, dan kelarutan. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik minyak buah merah degumming (MBMD) yaitu memiliki nilai kadar air 0,78%, ALB 0,55%, bilangan peroksida 0,56 mg O2/gr bahan, total karotenoid 5941 ppm, tokoferol 1586 ppm, bilangan iod 66,53, titik cair 21,5ºC dan viskositas 167 dPa.s. Karakteristik mikroenkapsulat MBMD yaitu memiliki kadar air 0,55%, bilangan peroksida 0,49 mg O2/gr bahan, kadar lemak 38,31%, karotenoid 635 ppm, retensi karotenoid 97,17% dan kelarutan 93,45%. Mikroenkapsulat MBMD memenuhi standar mutu produk kering menurut Standar Nasional Indonesia untuk kadar air dan bilangan peroksida.
Mutu Kimia Minyak dan Komponen Aktif Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus L.) yang Dinetralisasi Menggunakan Larutan Alkali Budi Santoso; Zita L. Sarungallo; Risma U. Situngkir; Mathelda K. Roreng; Meike M. Lisangan; Venny Murni
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v1i2.19

Abstract

Pemurnian minyak kasar melalui tahap degumming dan netralisasi dimaksud untuk menghilangkan komponen tidak murni yang tidak diinginkan seperti gum dan asam lemak bebas (ALB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dan kandungan aktif minyak buah merah (Pandanus conoideus L.) hasil netralisasi secara alkali. Proses netralisasi minyak buah merah hasil degumming dilakukan menggunakan larutan alkali dengan 3 konsentrasi larutan NaOH yaitu 0,8N, 1N dan 1,25N, dengan rasio minyak: alkali: air pencucian, masing-masing 5:1:1, dengan tujuh kali pencucian. Parameter mutu minyak buah merah hasil netralisasi (MBMN) yang diuji meliputi rendemen, ALB, bilangan peroksida, total karotenoid dan tokoferol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen MBMN berkisar 40-54%. Kadar ALB minyak degumming (1,15%) dapat diturunkan menjadi 0,31% pada konsentrasi NaOH 1,25 N. Terdapat kecenderungan semakin tinggi normalitas larutan alkali yang digunakan semakin rendah kadar ALB yang dihasilkan, namun tidak mempengaruhi bilangan peroksida sekitar 0,4 meq/kg. Kandungan total karotenoid dan tokoferol MBMN berturut-turut 6467-6859 ppm and 2012-2212 ppm, lebih tinggi dibandingkan minyak kasar (MBMK) maupun hasil degumming (MBMD). Secara keseluruan proses netralisasi dapat meningkatkan mutu minyak buah merah.
Pengaruh blansing dan perendaman asam sitrat terhadap mutu fisik dan kandungan gizi tepung buah pandan tikar (Pandanus tectorius Park.) Sritina N.P. Paiki; Irman .; Zita Letviany Sarungallo; Rossa Martha Marlen Latumahina; Cicilia Maria Erna Susanti; Nurhaidah Iriyani Sinaga; Diana Nurini Irbayanti
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v1i2.20

Abstract

Kendala utama dalam pembuatan tepung buah pandan tikar (Pandanus tectorius Park.) adalah reaksi pencoklatan enzimatis selama proses pengirisan dan pengeringan, akibat adanya kontak dengan oksigen. Keadaan ini dapat dikurangi dengan perlakuan fisik dan kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh blansing dan perendaman asam sitrat terhadap mutu fisik dan komposisi gizi tepung buah pandan tikar. Perlakukan yang digunakan dalam penelitian ini adalah blansing (dikukus pada 80oC, 3 menit), dan perendaman dalam asam sitrat (2%, b/v). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan blansing dapat mencegah terjadinya reaksi pencoklatan enzimatis dibandingkan perendaman dengan daging buah asam sitrat pada tepung pandan tikar yang dihasilkan; dengan nilai rendemen (16,21%), tingkat kecerahan - nilai L (76,29), tingkat kemerahan - nilai a (2,41), tingkat kekuningan - nilai b (25,82), suhu gelatinisasi (92,33 oC), kelarutan dalam air (53,43%); serta mengandung air (10,08% bb), abu (10,00% bk), protein (5,73% bk), lemak (2,24% bk), karbohidrat (82,03% bk), serat kasar (24,42% bk) dan total gula (26,00% bk).
Pengaruh Proses Degumming Menggunakan Asam Sitrat Terhadap Kualitas Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lamk) Abidin Pratama Mayalibit; Zita Letviany Sarungallo; Sritina N. Paiki
Agritechnology Vol 2 No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i1.25

Abstract

Minyak hasil ekstrak buah merah (Pandanus conoideus L.) umumnya masih mengandung komponen pengotor, sehingga perlu di-degumming untuk menghilangkan gum dan komponen pengotor lainnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh proses degumming menggunakan asam sitrat terhadap kualitas minyak buah merah. Perlakuan degumming menggunakan asam sitrat dengan konsentrasi beberapa konsentrasi yaitu 0,2%, 0,5% dan 1% yang dibandingkan dengan kontrol (minyak buah merah tanpa degumming). Analisis kualitas minyak buah merah hasil degumming meliputi kadar air, asam lemak bebas (ALB), bilangan peroksida (BP), kadar fosfor, total tokoferol, dan total karoten minyak buah merah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses degumming menggunakan asam sitrat pada konsentrasi 0,2-1% menghasilkan minyak buah merah dengan kadar air (0,053-0,094%), asam lemak bebas (ALB) (1,025-1,095%), bilangan peroksida (0,291-0,592 mg O2/100mg), dan dapat menurunkan kadar fosfor pada kisaran 84,272-62,806 ppm, dengan kadar total karotenoid sebesar 5831-6786 mg/kg dan total tokoferol yaitu 2081-2399 mg/kg. Proses degumming yang efektif untuk menurunkan kadar fosfor minyak buah merah kasar adalah pada perlakuan dengan konsentrasi asam sitrat 1%.
KOMPOSISI KIMIA DAN STABILITAS PUREE BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lamk.) SELAMA PENYIMPANAN Dela Vikantika Ponglabba; Zita Letviany Sarungallo; Budi Santoso
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 16 No 01 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/j-agt.v16i01.26488

Abstract

Red fruit (Pandanus conoideus Lamk.) is an endemic plant of Papua containing active components (carotenoids and tocopherols) as antioxidants and potential as a functional food. Until now, red fruit is only used for produce oil, while the information on the flesh of the fruit for raw materials of various food products is still limited, such as the chemical content, active components, and stability. The objectives of this study were to determine the nutritional composition and active components of red fruit puree and evaluate the stability of red fruit puree during storage. The puree of the red fruit was packed in a glass bottle and stored at room temperature (30±2°C) for 60 days to tested their quality stabilities. Parameters of color, aroma, taste, emulsion stability, viscosity, total dissolved solids, and acidity were observed on days 0, 10, 20, 30, 40, and 60 during storage. While total carotenoids were observed on days 0, 20, 40, and 60. The results showed that the nutritional content of red fruit puree in 100 g of dry weight included water content of 55.8%, ash content of 2.22%, fat content of 67.39%, protein content of 7.84%, and carbohydrate content of 22.56 %. Whereas, the active compounds, namely total carotenoids of 2003 ppm, β-carotenoids of 19 ppm, total tocopherol of 502 ppm, and -tocopherol of 371 ppm. During 60 days of storage, the color, aroma, taste, emulsion stability, total dissolved solids, and pH of red fruit puree were relatively stable. However, the viscosity was stable until day 40 and total carotenoids tended to decrease. This puree contains high carotenoids and tocopherols, so it has the potential as a functional food that is good for health. Keywords: carotenoid, emulsion, functional food, tocopherol
Karakteristik limbah medis padat dan pengelolaannya di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari Ria Maria Come; Zita L Sarungallo; Meike M. Lisangan
Cassowary Vol 5 No 1 (2022): January
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v5.i1.95

Abstract

Garbage is a waste or a byproduct of a business process or activity that is wasted negatively on living things and the environment. Solid medical waste can cause nosocomial infections. The aim of this research is to study the information on solid medical waste generated in Manokwari Hospital activities and medical stages based on the Republic of Indonesia Minister of Health Decree number 1204/MENKES/SK/X /2004. This research method is a qualitative descriptive study, using descriptive methods with survey techniques and observation. The waste observed in this study was solid medical waste generated from hospital activities, solid medical waste in the form of used syringes with an average value of 2.14 kg and bottles with an average value of 1.97 kg and gauze with an average value. -average 1.48 kg. The stages of medical waste management at Manokwari Hospital start from sorting, related, transporting, storing and destroying.
Kondisi Sanitasi Pada Kapal Kargo Di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Manokwari Syamsudin Syamsudin; Vera Sabariah; Meike M. Lisangan; Zita L Sarungallo; Hendri Hendri; Yuanike Kaber
Cassowary Vol 4 No 2 (2021): June
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v4.i2.101

Abstract

Ship sanitation and its environment are a mandate from International Health Regulation (IHR)2005 and the regulation of Ministry of Health Republic IndonesiaNo 40 Tahun 2015 that request all the ship in Indonesia territory should have a certificate of ship sanitation. This is due to prevent, protect and control spreading of diseases. This study aimed to analyze the sanitation condition of cargo ships in working area of Harbour Health Office (KKP) type III Manokwari. Research location was done in Manokwari Harbour on September to October 2020. Method used in this study was descriptive approach and direct observation. Sample was obtained by purposive sampling, that 13 (thirteen) cargo ships anchored in Manokwari. Variables observed included room sanitation, vector, foods and drinking water, and waste. Results showed that in general the sanitation of the 13 cargo ships was qualified good (91.21%), except for warehouse and medical facilitation. There were two ships (15.38%) unqualified because had no storage room for dry and wet foods. Moreover, six cargo ships (46.15%) had no medical facilitation according to the requirement, but only some medicines without observation room and medical tools. On the other hands, the vector and disease-spread animals, management food and drinking water, as well as the waste management for 13 cargo ships were qualified.
PENGARUH FORMULASI MALTODEKSTRIN TERHADAP STABILITAS MIKROENKAPSULAT MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lamk.) Monica Jupiter Arung Padang; Zita Letviany Sarungallo
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v4i2.1323

Abstract

ABSTRAK: Pemanfaatan minyak buah merah sebagai bahan tambahan pangan, baik sebagai fortifikan atau pewarna dalam bentuk mikroenkapsulat (bubuk kering), dapat memudahkan penggunaanya dalam berbagai produk pangan maupun dikonsumsi secara langsung, karena memiliki kelarutan yang cukup tinggi dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi maltodekstrin sebagai penyalut terhadap kestabilan mikroenkapsulat yang dihasilkan. Mikroenkapsulat minyak buah merah (MMBM) dibuat dengan perlakuan perbandingan maltodekstrin dan air, dalam empat formula yaitu: M1 (16% : 59,5%), M2 (17% : 58,5), M3 (18% :57,5%) dan M4 (19% : 56,5%), dengan menggunakan Gum Arab (2%), Gelatin (1,5%), dan CMC (1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroenkapsulat minyak buah merah yang stabil dapat dihasilkan pada konsentrasi minyak 20% dengan konsentrasi maltodekstrin sebagai penyalut pada kisaran 16-18%. Penggunaan konsentrasi maltodekstrin 18% (M3) menghasilkan produk MMBM dengan kestabilan tertinggi, berwarna oranye, rendemen 32,1%, dan kelarutan 92,1%.ABSTRACT: Utilization of red fruit oil as a food additive, either as a fortificant or as a colorant in the form of microencapsulated, can facilitate its use in various food products or be consumed directly, because it has a high solubility in water. This study aims to evaluate the effect of maltodextrin concentration as a coating on the stability of the resulting microencapsulates. Red fruit oil microencapsulates were prepared with a ratio of maltodextrin and water, in four formulas, namely: M1 (16% : 59.5%), M2 (17% : 58.5), M3 (18% : 57.5%) and M4 (19% : 56.5%). The results of this study showed that the stable red fruit oil microencapsulates can be produced at 20% oil concentration with maltodextrin concentration as a coating in the range of 16-18%. The use of 18% maltodextrin concentration (M3) can produce the red fruit oil microencapsulates with the highest stability, orange in color, 32.1% yield, and 92.1% solubility. 
Tinjauan kualitas air bersih di Rumah Sakit Umum Manokwari Yahja Panggei; Meike Lisangan; Zita L. Sarungallo
Cassowary Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v6.i1.138

Abstract

The aim of this research was to study the quality standards of clean water in Manokwari Hospital based on physical, biological and chemical parameters. This research was conducted using a descriptive method, with a quantitative approach. The results of this study indicate that in terms of biological parameters, there are 5 sample points in bore well 1 and 1 sample point in bore well 2 with total coliform that exceeds the quality standard and the main reservoir contains E. coli. Based on physical parameters, both sources of clean water (bore well 1 and well 2) meet quality standards. Meanwhile, based on chemical parameters, there were 3 chemical elements in drilled well 1 and 1 chemical element in drilled well 2 which did not meet the standard. The clean water management system that has been implemented has not run according to regulations, both in terms of supervision, completeness of personnel and job training. Conditions of scale accumulation were found to occur in water taps, water tanks, installation pipes, pumping machines and floors of bedrooms and toilets, due to the high hardness of the available clean water.
Co-Authors - Murtiningrum Abidin Pratama Mayalibit Ai Siti Patimah Aprida Pongsibidang Br Barus, Peronika Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Budi Santoso Darma, Darma Dela Vikantika Ponglabba Dela Vikantika Ponglabba Devila Maker Diana N. Irbayanti Diana Nurini Irbayanti Diana Nurini Irbayanti Diana Nurini Irbayanti Djading, Abadi Dwi Budi Santoso Eduard Fransisco Tethool Eko Hari Purnomo Endah Ayudwi Asokawaty Ginting, Dewi Harry Triely Uhi Hegemur, Katarina Hendri Hutagaol, Jhon Indah Epriliati Indah Pratiwi Irbayanti, Diana N. Irbayanti, Diana Nurini Irbayanti, Diana Nurini Iriani, Fitri Irman . Isak Silamba Jandri Tupamahu Latumahina, Rossa Martha Marlen Maker, Devila Mathelda K. Roreng Mathelda K. Roreng Mathelda Kurniaty Roreng Mawikere, Nouke L. Meike Lisangan Meike M. Lisangan Meike M. Lisangan Meike M. Lisangan Meike Meilan Lisangan Meilan Lisangan, Meike Mery Napitupulu Monica Jupiter Arung Padang Murtiningrum Murtiningrum Murtiningrum Musaad, Ishak Nelci Welmina Menanti Nelci Welmina Menanti Noya, Alce I. Nurhaidah Iriany Sinaga, Nurhaidah Iriany Nurhaidah Iriyani Sinaga Nurhaidah Iriyani Sinaga Nuri Andarwulan O’mega Hutabalian P. Istalaksana Padang, Monica Jupiter Arung Paga', Bertha Ollin Paiki, Sritina N.P. Panjaitan, Rawati Parlindungan Sijabat Paulus Boli Paulus Payung Purba, Gandy Y. S. Purwiyatno Hariyadi Regoi, Hartini Litasia Marice Ria Maria Come Rina A. Mogea Risma U. Situngkir Risma Uli Situngkir Risma Uli Situngkir Risma Uli Situngkir Rosalia S. Sarungallo Rossa Marlen Martha Latumahina Rossa Marlen Martha Latumahina Rossa Martha Marlen Latumahina Rossa Martha Marlen Latumahina Rossa MM Latumahina Ruimassa, Reymas M.R. Sampe, Theresia Tina Santoso , Budi Santoso, Budi Sinaga, Nurhaida I. Situngkir, Risma U Slamet Budijanto Soewarno T. Soekarto Sri Hartini Sritina N P Paiki Sritina N. Paiki Sritina N.P. Paiki Sritina Noverita Paulina Paiki Suawa, Elfira K. Suparno, Antonius Susanti, Cicilia Maria Erna Syamsudin Syamsudin Syufi, Yafed Theresia Tina Sampe Venny Murni Venny Murni Vera Sabariah Vera Sabariah, Vera Wibawati, Zarima Wilson Palelingan Aman Wiwiyen Manurung Yahja Panggei Yantewo, Ester Papuany Yovenie I.M. Unenor Yuanike Kabera, Yuanike Yunita Fransisca