Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Scoping Review: Efek Pemberian Bubuk Jahe terhadap Status Glikemik Pasien Diabetes Melitus Tipe - 2 Nadira Fajriani; Herri S Sastramihardja; Miranti Kania Dewi
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.423

Abstract

Abstract. Non-compliance in carrying out treatment can trigger complications, which in the end will have a major effect on the occurrence of death and disability in patients with type 2 diabetes mellitus. The use of traditional plants can be used as an alternative in the treatment of type 2 diabetes mellitus, one of which is ginger (Zingiber officinale). The purpose of this study was to assess the effect of giving ginger powder (Zingiber officinale) on fasting blood sugar and HbA1C levels in type 2 diabetes mellitus patients. The study used the Scoping Review method, by searching the articles from Pubmed, Science Direct, Springer Link databases, and Proquest with the keywords Ginger AND Diabetes Mellitus type 2 / Zingiber officinale AND Diabetes Mellitus, type 2 in the 2011-2020 range. There were 349 articles that matched the inclusion criteria. There are 7 articles that meet the PICOS criteria, and 6 articles that meet the criteria eligible based on critical appraisal. The results of 6 articles found that the administration of ginger powder can reduce fasting blood sugar and HbA1C levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Decreased blood sugar and HbA1C are associated with high levels of antioxidants in ginger which can increase the expression of the GLUT 4 transporter protein and improve cell function. pancreatic beta. In addition, ginger can also inhibit the enzyme hepatic glycogen phosphorylase, hepatic glucose phosphatase, intestinal glucosidase, and amylase so that the glycogenolysis process is inhibited and ultimately lowers blood sugar levels. Abstrak. Ketidakpatuhan dalam menjalankan pengobatan dapat memicu terjadinya komplikasi, yang pada akhirnya akan berpengaruh besar terhadap terjadinya kematian dan kecacatan pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Ketidakpatuhan tersebut disebabkan antara lain karena pengobatan DM yang bersifat jangka panjang dan juga adanya efek samping yang muncul pada pengobatan DM. Penggunaan tanaman tradisional dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pengobatan diabetes melitus tipe 2, salah satunya adalah jahe (Zingiber officinale). Tujuan dari penelitian ini adalah menilai efek pemberian bubuk jahe (Zingiber officinale) terhadap kadar gula darah puasa dan HbA1C pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian menggunakan metode Scoping Review, dengan mencari artikel dari database Pubmed, Science Direct, Springer Link, dan Proquest dengan kata kunci Ginger AND Diabetes Mellitus type 2 / Zingiber officinale AND Diabetes Mellitus,type 2 dalam rentang tahun 2011-2020. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 349 artikel. Terdapat 7 artikel yang sesuai dengan kriteria PICOS, dan 6 artikel yang memenuhi kriteria eligible berdasarkan critical appraisal. Hasil pengkajian terhadap 6 artikel didapatkan bahwa pemberian bubuk jahe dapat menurunkan gula darah puasa dan kadar HbA1C pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penurunan gula darah dan HbA1C dikaitkan dengan tingginya kadar antioksidan yang dimiliki jahe yang dapat meningkatkan ekspresi protein transporter GLUT 4 dan meningkatkan fungsi sel beta pankreas. Selain itu, jahe juga dapat menghambat kerja enzim hepatic glycogen phosphorilase, hepatic glucose phosphatase, intestinal glukosidase, dan amilase sehingga proses glikogenolisis terhambat dan pada akhirnya menurunkan kadar gula darah.
Systematic Review: Pengaruh Konsumsi Sayuran Harian terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Dewasa Muhamad Faishal Ramadhan; Anggia Skynta; Herri S Sastramihardja; Fajar Awalia Yulianto
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.517

Abstract

Abstract. Hypertension is one of the most common cardiovascular problems and is considered a contributor to cardiovascular morbidity. According to the WHO (World Health Organization) in 2019, there were one billion people with hypertension worldwide. In addition to the pharmacological approach, applying a diet high in vegetable content can be used as an alternative in lowering blood pressure in patients with hypertension. The purpose of this study was to determine the effect of daily vegetable consumption on blood pressure in adult hypertensive patients. The study used the Systematic Review method, by searching the articles from database Medline, Springer Link, Ovid Clinical Edge with the keywords Hypertension AND Adult AND Vegetables NOT ("Dietary Supplements") AND ("Blood Pressure") AND ("randomized controlled trial") NOT ("protocol") in the period 2011-2021. Articles that meet the inclusion criteria are 562 articles. There are 7 articles that meet the PICOS criteria, and 4 articles that meet the criteria eligible based on critical appraisal. The results of the study of 4 articles found that eating vegetables can reduce blood pressure in patients with hypertension. The decrease in blood pressure itself is obtained from the effect of nitrate which can trigger the formation of nitric oxide in blood vessels which acts as a vasodilator and potassium which can inhibit the renin-angiotensin system, relaxation of blood vessels, and activation of baroreflex. The conclusion that can be drawn from this study is that consumption of vegetables with high nitrate content has an effect on blood pressure in adult hypertensive patients. Abstrak. Hipertensi merupakan salah satu masalah kardiovaskular yang paling sering ditemukan dan dianggap sebagai salah satu kontributor morbiditas kardiovaskular. Menurut WHO (World Health Organization) pada tahun 2019 terdapat satu miliar penderita hipertensi di seluruh dunia. Selain pendekatan farmakologis, penerapan pola makan tinggi kadar sayuran dapat dijadikan salah satu alternatif dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayuran harian terhadap tekanan darah penderita hipertensi dewasa. Penelitian menggunakan metode Systematic Review, dengan mencari artikel dari database Medline, Spinger Link, Ovid Clinical Edge dengan kata kunci Hypertension AND Adult AND Vegetables NOT ("Dietary Supplements") AND (“Blood Pressure”) AND ("randomized controlled trial") NOT ("protocol") dalam rentang tahun 2011-2021. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 562 artikel. Terdapat 7 artikel yang sesuai dengan kriteria PICOS, dan 4 artikel yang memenuhi kriteria eligible berdasarkan critical appraisal. Hasil pengkajian terhadap 4 artikel didapatkan bahwa mengonsumsi sayuran dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Penurunan tekanan darah sendiri didapatkan dari efek nitrat yang dapat memicu pembentukan nitrit oksida pada pembuluh darah yang berperan sebagai vasodilator dan kalium yang dapat menginhibisi sistem renin-angiotensin, relaksasi pembuluh darah, dan aktivasi baroreflex. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini bahwa konsumsi sayuran dengan kandungan tinggi nitrat memiliki pengaruh terhadap tekanan darah penderita hipertensi dewasa.
Scoping Review: Efek Pegagan (Centella asiatica) dalam Sediaan Topikal terhadap Pencegahan Penuaan Dini Novita Arya Cahyani; Herri S. Sastramihardja; Siska Nia Irasanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.574

Abstract

Abstract. One of the problems that are often encountered today in the practice of dermatologists and genital specialists is premature aging. Natural products have proven to be the best choice for preventing premature aging due to environmental concerns, safety from synthetic chemicals, and health. One of these natural products is pegagan (C. asiatica). There have been many studies showing the benefits of pegagan, especially its content that is able to stimulate collagen synthesis in skin fibroblast cultures. However, research dataregarding the effectiveness of pegagan on anti-aging is still very limited. The purpose of this study was to determine the effect of pegaganin topical preparations on the prevention of premature aging. The research was conducted using the method of scoping review with samples of national and international scientific articles that meet the eligibility criteria (eligible). The results of this study were taken from three databases, namely Proquest, ScienceDirect, and Google Scholar, with an initial search result of 4.173. There were 1,536 articles according to the inclusion criteria, and the exclusion criteria and PICOS were four articles and the results of the feasibility test based on a critical study were also four articles. The results of the four articles that have been analyzed stated that the group that was given pegagan extract topically showed an antiaging effect more than the control group. The conclusions of the research suggest that pegagan in topical preparations, either managed with HA, glycerine, chitosan nanoparticles, or extracted Camellia sinensis and Glycine max has a role in preventing premature aging. Abstrak. Salah satu masalah yang sering dijumpai saat ini dalam praktik dokter spesialis kulit dan kelamin adalah penuaan dini. Produk alami telah terbukti menjadi pilihan yang terbaik untuk mencegah penuaan dini karena pertimbangan dari kesadaran lingkungan, keamanan dari bahan kimia sintesis, dan kesehatan. Salah satu produk alami tersebut adalah pegagan (C. asiatica). Telah banyak penelitian yang menunjukkan manfaat pegagan terutama kandungannya yang mampu merangsang sintesis kolagen dalam kultur fibroblas kulit. Namun data penelitian terkait efektivitas pegagan terhadap anti-aging masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pegagan dalam sediaan topikal terhadap pencegahan penuaan dini. Penelitian diambil dengan metode scoping review dengan sampel artikel ilmiah nasional dan internasional yang memenuhi kriteria kelayakan (eligible). Hasil dari penelitian ini diambil dari tiga database yaitu Proquest, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan hasil pencarian awal terdapat 4.173. Artikel yang sesuai kriteria inklusi sebanyak 1.536, dan kriteria eksklusi beserta PICOS terdapat empat artikel dan hasil uji kelayakan berdasarkan telaah kritis tersisa sebanyak empat artikel. Hasil dari keempat artikel yang telah dianalisis, menyatakan bahwa kelompok yang diberikan intervensi ekstrak pegagan secara topikal menunjukkan adanya efek anti-aging daripada kelompok kontrol. Simpulan dari penelitian adalah pegagan dalam sediaan topikal baik pengelolaannya dengan HA, glycerine, nanopartikel kitosan, atau ekstrak Camellia sinesis dan Glycine max, memiliki peran dalam mencegah penuaan dini.
Pengaruh Ekstrak Ginseng terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Hewan Coba Model Diabetes Melitus Tipe 2 Haifa Nur Bilqis Sahnella; Herri S. Sastramihardja; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1280

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder whose prevalence continues to increase throughout the world. Type 2 Diabetes Mellitus is most commonly characterized by increased blood sugar (hyperglycemia), impaired insulin function, and/or decreased insulin production. Treatments that can lower blood sugar levels and increase insulin secretion are herbal remedies, namely ginseng extract. The purpose of this study was to analyze studies on the effect of ginseng extract on reducing blood sugar levels in experimental type 2 diabetes models. This research uses the methodology The scoping review uses international scientific articles that meet the criteria eligible from 3 databases, namely PubMed, Springer Link, and Science Direct. The results initial search contained 1,811 articles and the final article that met the eligibility criteria (eligible) contained 3 articles. The results of three articles showed that the administration of ginseng extract can lower blood sugar levels in animal models of diabetes mellitus type 2. Conclusion groups of mice given ginseng ethanol extract at a dose of 900 mg/kg may lower blood sugar levels and HbA1c. Abstrak. Diabetes melitus adalah kelainan metabolism kronis dimana prevalensinya terus meningkat diseluruh dunia. Diabetes Melitus Tipe2 paling umum ditandai dengan peningkatan gula darah (hiperglikemia), terganggunya fungsi insulin, dan atau penurunan produksi insulin. Perawatan yang bisa menurunkan kadar gula darah dan peningkatan sekresi insulin yaitu dengan pengobatan herbal, yaitu ekstrak ginseng. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis penelitian-penelitian mengenai pengaruh ekstrak ginseng pada penurunan kadar gula darah hewan coba model diabetes tipe2. Penelitian ini memakai metodologi scoping review menggunakan artikel ilmiah internasional yang mencukupi kriteria kelayakan (eligible) dari 3 database yaitu PubMed, Springer Link, dan Science Direct. Hasil pencarian awal terdapat 1.811 artikel dan artikel akhir yang memenuhi kriteria kelayakan (eligible) terdapat 3 artikel. Hasil dari 3 artikel tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak ginseng dapat menurunkan kadar gula darah pada hewan coba model diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan kelompok mencit yang diberikan ginseng ekstrak etanol dengan dosis 900 mg/kg dapat menurunkan kadar gula darah dan HbA1C.
Hubungan Kelelahan Kerja dan Kualitas Tidur Perawat Unit Penyakit dalam di RSUD Sekarwangi Sukabumi Ratu Intan Permatasari; Herri S. Sastramihardja; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6029

Abstract

Abstract. Work fatigue is a condition that can cause in vital signs and work productivity that is usually experienced by workers. Fatigue is one of the factors that affect the quality of a person's sleep. Poor sleep quality for health workers, including nurses, can lead to decreased health care for patients. The purpose of this study was to determine the relationship between work fatigue and sleep quality of internal medicine unit nurses at Sekarwangi Hospital, Sukabumi. This research was reviewed by the Bandung Islamic University Ethics Committee with letter number 084/KPEK-Unisba/V/2022. This study used a quantitative analysis method with a cross-sectional approach using a total sampling technique. Data collection was taken through primary data using the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire to assess sleep quality and the Swedish Occupational Fatigue Inventory questionnaire to assess work fatigue. The results of the study using the Chi-square test analysis were obtained from 40 nurses in the internal medicine unit of Sekarwangi Hospital, Sukabumi. The results showed that 15 respondents (37.5%) with severe work fatigue had poor sleep quality, and 11 respondents (27.5%) with mild work fatigue experienced good sleep quality. The results of the analysis found that there was a relationship between work fatigue and the sleep quality of nurses (P-value <0.05) and r 0.609 (0.60-0.799) which indicated that work fatigue and sleep quality of internal medicine unit nurses at Sekarwangi Hospital had a strong relationship. In conclusion, work fatigue has a risk of interfering with sleep quality. Abstrak. Kelelahan kerja adalah keadaan yang dapat menyebabkan penurunan dari tanda vital dan produktivitas kerja yang biasanya dialami oleh tenaga kerja. Kelelahan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas tidur seseorang. Kualitas tidur yang buruk pada tenaga kesejatan, termasuk perawat, dapat menimbulkan tindakan pelayanan kesehatan kepada pasien menurun. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kelelahan kerja dan kualitas tidur perawat unit penyakit dalam di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini telah dikaji oleh Komite Etik Universitas Islam Bandung dengan nomor surat 084/KPEK-Unisba/V/2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik pemilihan sampel total sampling. Pengumpulan data diambil melalui data primer menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index untuk menilai kualitas tidur dan Swedish Occupational Fatigue Inventory untuk menilai kelelahan kerja. Hasil penelitian menggunakan analisis uji Chi-square diperoleh dari 40 perawar unit penyakit dalam RSUD Sekarwangi Sukabumi. Hasil penelitian menunjukan responden dengan kelelahan kerja berat berjumlah 15 orang (37,5%) memiliki kualitas tidur yang buruk, dan responden dengan kelelahan kerja ringan berjumlah 11 orang (27,5%) mengalami kualitas tidur yang baik. Hasil analisis didapatkan terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan kualitas tidur perawat (P-value ,0,05) dan r 0,609 (0,60-0,799) yang mengindikasikan bahwa kelelahan kerja dan kualitas tidur perawat unit pemyakit dalam di RSUD Sekarwangi Sukabumi memiliki hubungan yang kuat. Simpulan kelelahan kerja berisiko menganggu kualitas tidur.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Junk Food dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat 2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung M. Rizki Budiman; Sastramihardja, Herri S.; Andriane, Yuke
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10616

Abstract

Abstract. Anxiety is defined as the body's response to fear, which manifests as disturbances in feelings, thoughts, attitudes, and physiological changes. One of the factors that causes anxiety is consuming foods high in fat and sugar that are contained in junk food or fast food which is food that is easy to consume. This study aims to analyze relationship between frequency of junk food consumption and anxiety level in level 2 students at the Unisba Faculty of Medicine. This research is cross sectional study with sample size of 33 second year students of FK Unisba who met the inclusion criteria. Data was collected using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) and Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A). Data were analyzed using the Spearman statistical test. The research results showed that mostly respondents consumed junk food with a frequency of 1-3 times a month. It was also found that the entire research sample had anxiety with more than half of the respondents having mild levels of anxiety and 3 had severe anxiety. The Spearman test shows p value of 0,048 (< 0,05) and R value of 0,347. There is significant relationship between frequency of junk food consumption and level of anxiety with weak correlation strength. Abstrak. Kecemasan didefinisikan sebagai respon tubuh terhadap rasa takut, yang bermanifestasi sebagai gangguan perasaan, pemikiran, sikap, dan perubahan fisiologis. Salah satu faktor penyebab munculnya kecemasan adalah konsumsi makanan tinggi lemak dan gula yang terkandung dalam junk food atau makanan cepat saji yang merupakan makanan yang mudah dikonsumsi dan dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi konsumsi junk food dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat 2 Fakultas kedokteran Unisba. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jumlah sample sebanyak 33 orang mahasiswa tingkat 2 FK Unisba yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A). Data dianalisis dengan uji statistik spearman. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang mengonsumsi junk food dengan frekuensi 1-3 kali perbulan sebanyak 12, 1 kali perminggu sebanyak 3, 2-4 kali perminggu sebanyak 11, 1 kali perhari sebanyak 2, 2-3 kali perhari sebanyak 2, 4 kali perhari sebanyak 3. Seluruh sample penelitian memiliki kecemasan dengan lebih dari setengah jumlah responden memiliki tingkat kecemasan ringan dan kecemasan berat 3 responden. Uji spearman menunjukkan nilai p sebesar 0,048 (<0,05) dan nilai R 0,347. Terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi konsumsi junk food dengan tingkat kecemasan dengan kekuatan korelasi lemah.
Perbandingan Kadar Gula Darah Puasa Antara Mahasiswa dengan Berat Badan Berlebih dan Mahasiswa dengan Berat Badan Normal Angkatan 2020 di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Toni Praditya Irwansyah; Herri S. Sastramihardja; Yuke Andriane
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.12063

Abstract

Abstract.Overweight is an accumulation of excess fat in the body which can disrupt overall health. This condition occurs because there is an imbalance between incoming energy and outgoing energy. Since 2014, more than 1.9 billion adults over the age of 18 have been overweight. According to WHO, overweight has become a world problem, especially in Indonesia as a developing country where there are changes in consumption patterns and lifestyles. Diabetes is a condition where blood sugar levels exceed 200mg/dL. One of the risk factors for diabetes is being overweight, but it does not rule out the possibility that even normal weight people suffer from diabetes because there are other factors that can influence blood glucose levels. This study aims to analyze the comparison of fasting blood sugar levels in 2020 FK UNISBA students who are overweight and those who are normal. This research is a cross-sectional study with a sample size of 65 people consisting of active students from the class of 2020 and meeting the inclusion and exclusion criteria. Data was collected by direct measurement using a glucometer and weight scale. Data were analyzed using the chi square test. The results of this study showed that almost half of the respondents were overweight, 49.2%. The highest percentage of fasting blood sugar levels was also found, namely respondents who had normal fasting blood sugar levels (70-100mg/dL) as many as 64.6%, and there were students with low fasting blood sugar levels as many as 35.4%. The chi square test shows a p value of 0.228 (>0.05). There was no significant difference between fasting blood sugar levels in overweight and normal students. Abstrak. Overweight merupakan suatu akumulasi lemak berlebih di dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan secara keseluruhan. Kondisi ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Sejak 2014 sudah lebih dari 1,9 miliar orang dewasa di atas usia 18 tahun mengalami overweight. Menurut WHO overweight telah menjadi masalah dunia, khususnya di Indonesia sebagai negara berkembang dimana adanya perubahan pola konsumsi dan gaya hidup. Dibates merupakan kondisi kadar gula darah melebihi 200mg/dl. Salah satu faktor risiko dari diabetes adalah overweight. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar gula darah puasa pada mahasiswa yang memiliki berat badan berlebih dan yang normal. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional desain cross sectional dengan jumlah sampel 65 orang yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa angkatan 2020 dan bersedia menjadi reponden, dan kriteria eksklusi yaitu sudah terdiganosis diabetes mellitus dan mahasiswa dengan underweight. Data dikumpulkan dengan cara pengukuran langsung di laboraturium dan pengukuran tinggi dan berat badan. Data dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan indeks masa tubuh dengan presentase terbanyak yaitu responden yang memiliki berat badan normal sebanyak 33 responden. Didapatkan juga kadar gula darah puasa dengan presentase terbanyak yaitu responden yang memiliki kadar gula darah puasa 70-100mg/dL sebanyak 42 responden. Uji chi square menunjukkan nilai p sebesar 0,228 (>0,05). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar gula darah puasa pada mahasiswa dengan berat badan berlebih dan yang normal.
Gambaran Karakteristik dan Faktor Risiko Terjadinya Speech Delay pada Anak di Klinik Tanaya pada Tahun 2023 Zahra Noerjanah Usmany; Herri S. Sastramihardja; Miranti Kania Dewi
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.12262

Abstract

Abstract. Symptoms of speech delay are a common developmental disorder that occurs in around 5% - 8% of the child population. The prevalence of speech delays in children aged 2-7 years in the United States ranged from 2.3-19% in 2018. The aim of this study was to determine the characteristics and risk factors for speech delays in children at the Tanaya Clinic in 2023. Research methods This is a descriptive quantitative observational design using a cross sectional study to obtain an overview of characteristics and risk factors. Sampling was taken using a non-probability sampling technique with a convenience sampling method. The research results that met the inclusion criteria were 13 people. The results of research on the description of the characteristics of children with speech delay, there is a tendency for speech delay in children aged 3-6 years, the dominant gender is 10 boys. There are internal risk factors such as a history of term birth. A total of 9 children were born not premature (> 37 weeks). External Risk Factors in Children with Speech Delay at the Tanaya Clinic with the duration of exposure to gadgets for 9 children more than two hours. Family-based risk factors, dominantly experiencing father absence, were 6 people. In conclusion, description of the characteristics and risk factors that will most often occur during 2023 in children with speech delay, most often are children aged 3-6 years, male, exposure to gadgets for more than two hour. Based on the research results, it is hoped that it can become a reference for other research to deepen the description of characteristics and other risk factors using a larger number of respondents and using other methods. Abstrak. Gejala keterlambatan bicara (speech delay) merupakan gangguan perkembangan yang umum terjadi pada sekitar 5% - 8% populasi anak. Prevalensi keterlambatan bicara pada anak usia 2-7 tahun di Amerika Serikat berkisar antara 2,3-19% pada tahun 2018. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui gambaran karakteristik dan faktor resiko terjadinya speech delay pada anak di Klinik Tanaya pada tahun 2023. Metode penelitian ini adalah dengan desain observasional kuantitatif deskriptif menggunakan studi cross sectional untuk mendapatkan gambaran karakteristik dan faktor resiko. Pengambilan sampel diambil melalui Teknik non-probability sampling dengan metode convenience sampling. Hasil penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 13 orang. Hasil penelitian pada gambaran karakteristik pada anak dengan speech delay, Ada kecenderungan speech delay pada anak-anak usia 3-6 tahun, dominan berjenis kelamin laki-laki 10 orang. Terdapat faktor risiko internal seperti riwayat kelahiran cukup bulan, Sebanyak 9 anak lahir tidak prematur (> 37 minggu). Faktor Risiko Eksternal pada Anak dengan Speech Delay di Klinik Tanaya dengan durasi paparan gadget sebanyak 9 anak lebih dari dua jam. Faktor risiko berbasis keluarga, dominan mengalami ketidakhadiran ayah sebanyak 6 orang. Simpulan, gambaran karakteristik dan faktor resioko yang paling banyak terjadi selama tahun 2023 pada anak dengan speech delay, paling banyak adalah anak-anak usia 3-6 tahun, berjenis kelamin laki-laki, paparan gadget lebih dari dua jam. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lain memperdalam gambaran karakteristik dan faktor resiko lainnya menggunakan responden yang lebih besar dan menggunakan metode lain.
Co-Authors A/P Nayagam, Vasanthi Achmad Fudholi Achmad Fudholi Achmad Fudholi Achmad Fudholi Adjat Sedjati Rasyad Adjat Sedjati Rasyad Afiati Afiati Afiati Afiati Afiatin Afiatin Agly Adithya Agly Adithya, Agly Alamsyah Aziz Ambar Susilawati Anas Subarnas Andriane, Yuke Anggia Skynta Ani M Maskoen Anita Deborah Anwar Anita Fitriaturohmah Annisa Rahmah Furqaani Ardini Saptaningsih Raksanagara Arief Budi Yulianti Armaya Ariyoga Arsita Pratiwi Asep Sukohar Aziz, M Alam Syah Della Erriani Akaputri Dicky Santosa Dida Akhmad Gurnida Djanuarsih Iwan Djanuarsih Iwan, Djanuarsih Djatnika Setiabudi Dwi Prasetyo Eman Sutrisna Enggar Hestu Enggar Hestu, Enggar Fajar Awalia Yulianto Fatmawati Karim Fenda Khafidhotenty Fitri Hanriyani Gembong Soeyono Putro Haifa Nur Bilqis Sahnella Hartanto Bayuaji Hartiningsih, Siti Sugih Heda Melinda Nazaruddin Nataprawira Herawati, Yanti Herlina, Lusi Herman Susanto Herry Garna Hidayat Wijayanegara Ida Parwati Ika Wijayanti, Ika Ike Rostikawati Husen Ismayanty, Devie Ismet Muchtar Nur Julius Gunadi Julius Gunadi, Julius Karimah, Karimah Karmelia, Mela Kartika Malahayati Komalaningsih, Sri Lazuardhi Dwipa Lelly Yuniarti Leri Septiani Lestari, Meti Widya Lestari, Mia Dwi Lina Herlina M. Nurhalim Shahib M. Rizki Budiman Ma&#039;mun Sutisna Ma&#039;mun Sutisna Ma&#039;mun Sutisna Malahayati, Kartika Mamun Sutisna Maya Tejasari Ma’mun Sutisna Meike Rachmawati Meta Maulida Damayanti Metaliasari, Metaliasari Meti Widiya Lestari Miranti Kania Dewi Muayah Muayah MUCHTAN SUJATNO Muhamad Al Hadi A A Muhamad Faishal Ramadhan Muhamad Risdan Hardani Muhamad Risdan Hardani, Muhamad Risdan Muhammad Alief Abdul ‘Aziiz Muhammad Ilham Halim Muthiana Rizky Muthiana Rizky, Muthiana Nabhan Komara Nabhan Komara, Nabhan Nadira Fajriani Nike Arta Puspitasari Nina Susana Dewi Novita Arya Cahyani NUR AINI Nurhalim Shahib Nurlatifah, Teni Putro, Gembong Soeyono Ratu Intan Permatasari Robby Hermawan Rowawi, Roni Rudi Supriyadi Rustandi, Indri Gustiani Ruswana Anwar Ryandini, Gessyla Salma Raudhatusabrina Basuki Santun Bhekti Rahimah Selvi Puspan Sari Siska Nia Irasanti Sitanggang, Novtarina Siti Aminah Abdurachman Siti Sugih Siti Sugih Sri Komalaningsih Sugih, Siti Suryani Soepadan Suryani Soepardan Suryani Suryani Sutisna, Ma'mum Sutisna, Ma’mun Suwendar Suwendar Tania Novy Tarsikah, Tarsikah Titik Respati Toni Praditya Irwansyah Tri M. Andayani Tri Murti Andayani Trully D. Sitorus Trully Detty Sitorus Udin Sabarudin Udin Sabarudin Vasanthi A/P Nayagam WaOde Nur Syuhada Wida Purbaningsih Winni Maharani Wiwiek Setiowulan Yeni Mahwati Yuktiana Kharisma Zahra Noerjanah Usmany