Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X, BANTUL, YOGYAKARTA Tia Amestiasih; Januar Rizqi; Ririn Wahyu Widayati; Nurasia Nurasia
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2025.8(2).157-168

Abstract

Latar Belakang: Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antara lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api, runtuhan batuan. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan untuk mengantisipasi bencana secara terorganisir melalui langkah yang tepat dan memiliki daya guna. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan. Ibu hamil yang tinggal di daerah rawan bencana diharapkan memiliki kesiapsiagaan bencana yang baik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas X.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non eksperimental dengan desai cross sectional. Sampel berjumlah 77 ibu hamil yang di ambil melalui teknik purposive sampling. Data diambil melalui pembagian kuesioner kemudian di analisis menggunakan uji fisher exactHasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat self efficacy tinggi dan kesiapsiagaan bencana dalam kategori siap  hasil uji Fisher Exact di dapat p value = 0,000 (p value < 0,005).Kesimpulan: Ada hubungan antara self efficacy dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas X. 
Efektivitas Edukasi Afirmasi Positif dan Relaksasi Napas Dalam terhadap Pengetahuan Manajemen Stres pada Ibu - Ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga: The Effectiveness of Positive Affirmation and Deep Breathing Relaxation Education on Stress Management Knowledge in Family Empowerment and Welfare Mothers Ririn Wahyu Widayati; Christin Wiyani; Tia Amestiasih; Januar Rizqi; Akbar Satria Fitriawan; Endang Lestiawati; Wahyu Rochdiat Murdiono; Yepiya Sumarni
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 7 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i7.12213

Abstract

Maternal mental health serves as a fundamental pillar of family resilience; however, the prevailing "double burden" often triggers chronic stress. This community service program aims to enhance stress management literacy and skills among the PKK Dahlia 2 group in Tirtomartani Village, Sleman. The primary issue identified is a lack of practical understanding regarding adaptive coping mechanisms for mothers facing domestic and social pressures. The method employed is an educative-participatory approach through stress management counseling, demonstrations, and skill training in positive affirmations and deep-breathing relaxation techniques. The activity was conducted on September 17, 2025, with 38 participants, and evaluation samples were selected via stratified random sampling. Program effectiveness was measured by comparing pre-test and post-test scores using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results indicate a significant increase in knowledge scores, with the mean value rising from 32.33 to 36.00. Statistical analysis yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.003 (p < 0.05), proving that the combined intervention effectively improved participants' cognitive understanding and practical skills. Furthermore, the decrease in standard deviation reflects a more homogeneous distribution of comprehension following the intervention. This program concludes that integrating psychological education and technical training fosters PKK members' independence in managing stress. It is expected that this program will be sustained through a peer-support system to cultivate a holistically healthy family environment.