Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of deep learning for the implementation of pancasila philosophy in pancasila education in christian middle schools Suryo Ediyono; Dwi Septiwiharti; Riko Andarista
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 3 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020255692

Abstract

This study investigates the potential of a deep learning pedagogical approach to significantly improve how Pancasila Philosophy is implemented and understood within the Pancasila Education curriculum at a Christian Junior High School in Surakarta, Central Java, Indonesia. Recognizing the importance of Pancasila in shaping Indonesia's national identity and character, this study explores the design, implementation, and evaluation of a specific deep learning intervention. This intervention was carefully tailored to fit the unique educational context of a Christian junior high school setting, taking into account the integration of faith-based values and the nuances of Indonesia's local cultural landscape. This study seeks to determine the effectiveness of this deep learning strategy in fostering not just a superficial understanding, but a deep and internalized understanding of the core principles of Pancasila among students. By analyzing student engagement, levels of understanding, and attitude changes, the findings aim to provide valuable insights for educators and policymakers. Ultimately, this study seeks to contribute to the development of a more impactful pedagogical model that can strengthen the integration of Pancasila Philosophy across secondary education in Indonesia, particularly within the unique opportunities and constraints presented by faith-based learning environments.
Peran Sekolah Dalam Pembinaan Perilaku Moral Siswa di SMP Negeri 2 Mori Atas Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara Patiku, Anna Stasya; Sukmawati, Sukmawati; Septiwiharti, Dwi; Makmur, Windi; Alanur S, Shofia Nurun; Hasdin, Hasdin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekolah dalam membina perilaku moral siswa di SMP Negeri 2 Mori Atas serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru PPKn, guru bimbingan konseling, dan wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan moral dilaksanakan melalui tiga dimensi: Moral Knowing (pemahaman konsep nilai moral dalam pembelajaran), Moral Feeling (pengembangan empati, kepedulian, dan motivasi moral), dan Moral Acting (pembiasaan tindakan moral melalui penegakan aturan, keteladanan guru, dan kegiatan ekstrakurikuler). Faktor pendukung pembinaan moral meliputi lingkungan sekolah yang kondusif, konsistensi aturan, dan keteladanan guru, sedangkan faktor penghambat mencakup rendahnya kesadaran siswa, pengaruh teman sebaya, dan dampak negatif media sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa kerangka moral knowing, moral feeling, moral acting efektif dalam menginternalisasikan nilai moral, dengan syarat mendapat dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan orang tua.